<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>intensitas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/intensitas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2025 05:31:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>intensitas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Kota Malang Tambah Intensitas Perempesan Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-cuaca-ekstrem-dlh-kota-malang-tambah-intensitas-perempesan-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perempesan]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan perempesan pohon untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang saat musim hujan tiba. Hal itu dikatakan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Pria yang akrab disapa Raymond, itu menyampaikan bahwa perempesan itu dilakukan merata di lima kecamatan Kota Malang. Hingga saat ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan perempesan pohon untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang saat musim hujan tiba. Hal itu dikatakan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Raymond, itu menyampaikan bahwa perempesan itu dilakukan merata di lima kecamatan Kota Malang. Hingga saat ini, pun juga sudah ada antrean permintaan perempesan pohon sekitar 400 titik.</p>



<p>&#8220;Jumlah pohon di Kota Malang, itu ribuan. Antrean perempesan sampai hari ini kurang lebih 400. Kita tidak bisa langsung menyelesaikan semuanya karena hanya punya tiga tim dan tiap tim bertugas di lokasi berbeda,” jelas Raymond, Senin (20/10/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dalam satu hari setiap tim rata-rata hanya mampu menyelesaikan empat titik perempesan. Bahkan, untuk jenis pohon besar seperti beringin atau trembesi, pengerjaan bisa memakan waktu lebih lama karena ukuran dan tingkat kerumitan yang tinggi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tetapi kegiatan perempesan inu tidak menunggu musim hujan. Pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini, kami menambah jumlah pohon yang dirempesi sesuai permintaan masyarakat dan kondisi lapangan. Contohnya di Jalan Ijen, ada sekitar 50 pohon palem yang batangnya masih berdiri tapi daunnya sudah tidak ada. Itu kita anggap tidak sehat dan dirempesi. Tapi yang kemarin justru tumbang malah palem yang sehat. Jadi memang ada faktor di luar kemampuan kita,” ujarnya.</p>



<p>Raymond juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada menghadapi perubahan cuaca. Selain membuang sampah pada tempatnya, menurutnya masyarakat juga perlu berhati-hati, terutama bagi pengendara motor.</p>



<p>&#8220;Gunakan helm karena bukan hanya pohon tumbang, dahan yang patah juga bisa membahayakan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, jika DLH Kota Malang melakukan perempesan setiap hari, kecuali Minggu. Namun, apabila ada kejadian darurat seperti pohon patah, petugas menurutnya tetap turun di hari libur.</p>



<p>“Untuk perempesan pohon ini, permintaan yang paling sedikit ada di Kedungkandang. Sedangkan, yang banyak itu di pusat kota, karena banyak pohon besar dan tua. Alat kami hanya bisa menjangkau 12 meter, sementara banyak pohon sudah di atas 15 meter. Jadi kami minta bantuan alat dari pihak lain, terutama untuk perempesan di Jalan Ijen,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Pasuruan Minta Delapan Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Waspadai Intensitas Hujan</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-pasuruan-minta-delapan-kecamatan-di-kabupaten-pasuruan-waspadai-intensitas-hujan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[delapan]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218781</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Ancaman bencana hidrometrologi seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor sepertinya masih harus terus diwaspadai masyarakat. Di Kabupaten Pasuruan, sebanyak delapan wilayah kecamatan terendam banjir. Diantaranya, seperti di Kecamatan Pohjentrek, Kraton, Grati, Pasrepan, Gondangwetan, Winongan, Rejoso dan Beji. Dari beberapa kecamatan tersebut, Kecamatan Pasrepan untuk pertama kalinya menjadi daerah terdampak banjir, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Ancaman bencana hidrometrologi seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor sepertinya masih harus terus diwaspadai masyarakat. Di Kabupaten Pasuruan, sebanyak delapan wilayah kecamatan terendam banjir. Diantaranya, seperti di Kecamatan Pohjentrek, Kraton, Grati, Pasrepan, Gondangwetan, Winongan, Rejoso dan Beji.</p>



<p>Dari beberapa kecamatan tersebut, Kecamatan Pasrepan untuk pertama kalinya menjadi daerah terdampak banjir, yakni Desa Jogoripuh dan Pohgading.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa banjir yang menerjang dua desa di wilayah Pasrepan tersebut murni disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi. Bahwa, hujan berlangsung cukup lama hingga menyebabkan sungai-sungai kecil tak mampu menampung debit air dengan jumlah besar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Bertahun-tahun Pasrepan ini gak pernah kebanjiran dan sekarang tiba-tiba ada laporan banjir, ya kaget. Tapi harus kita hadapi bersama,&#8221; kata Sugeng, di sela-sela mempersiapkan bantuan kedaruratan bagi warga terdampak di Posko BPBD Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/01/2025) tadi.</p>



<p>Dari delapan wilayah terdampak, Sugeng menegaskan bahwa banjir terparah terjadi di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Ketinggian air banjir sejak kemarin sempat mencapai hampir dua meter, namun saat ini sudah menurun meski masih menggenangi permukiman warga.</p>



<p>&#8220;Paling parah di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon. Hari pertama banjir kemarin sudah mencapai 2 meter.Tapi di hari ini sudah mulai surut meski masih menggenangi rumah warga,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dijelaskan Sugeng, banjir kali ini cukup besar dengan volume ketinggian yang lumayan. Saking besarnya, sebanyak 75 warga Dusun Tokwiro, Desa Winongan Lor sampai dievakuasi ke tempat yang lebih aman. &#8220;Kita evakuasi karena kondisi air banjir yang cukup tinggi sehingga berbahaya kalau masih memilih bertahan di rumahnya,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218781</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Intensitas Tinggi Akibatkan Rumah di Perumahan Prima Ragil Permai 7 Kota Malang Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-intensitas-tinggi-akibatkan-rumah-di-perumahan-prima-ragil-permai-7-kota-malang-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[permai]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) lalu, menyebabkan banjir di kawasan Perumahan Prima Ragil Permai 7, Kecamatan Kedungkandang. Dampaknya, sebuah rumah di blok A nomor 47 mengalami longsor pada Rabu (25/12/2024) malam, sehingga mengharuskan dua penghuninya mengungsi ke rumah kerabat. Rumah yang longsor itu, diketahui milik Nurlela, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) lalu, menyebabkan banjir di kawasan Perumahan Prima Ragil Permai 7, Kecamatan Kedungkandang. Dampaknya, sebuah rumah di blok A nomor 47 mengalami longsor pada Rabu (25/12/2024) malam, sehingga mengharuskan dua penghuninya mengungsi ke rumah kerabat.</p>



<p>Rumah yang longsor itu, diketahui milik Nurlela, warga setempat. Menurut Ketua RT 9 RW 3 Kelurahan Kedungkandang, Suratin, longsor terjadi akibat derasnya arus dan luapan Sungai Amprong yang merendam lebih dari ratusan rumah di kawasan tersebut.</p>



<p>“Air banjir dari Sungai Amprong merendam ratusan rumah, bahkan ada yang terendam hingga 1,5 meter. Keesokan harinya (kemarin), rumah di blok A ambles karena tanahnya labil,” ujar Suratin, saat ditemui pada Kamis (26/12/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui, longsor tersebut berawal dari adanya suara gemuruh dan retakan pada sisi kiri rumah yang berada di tepi Sungai Amprong. Tak lama kemudian, tanah sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 3 meter ambles, merusak sebagian besar struktur rumah.</p>



<p>&#8220;Untuk langkah antisipasi, warga sekitar memasang pembatas bambu di sekitar lokasi longsor untuk mencegah orang mendekat, mengingat kondisi tanah yang masih labil,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain rumah Nurlela, tembok perumahan di Blok C juga dilaporkan ambrol akibat luapan banjir. Pasca kejadian tersebut, warga juga segera bergotong royong memperbaiki kerusakan dengan membangun plengsengan.</p>



<p>“Seluruh RT di RW 3 telah bermusyawarah. Kami akan melanjutkan kerja bakti pada Minggu untuk membangun plengsengan. Sementara ini, kami lakukan perbaikan dengan gotong royong,” imbuh warga sekitar, Tasripul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Intensitas Hujan Tinggi, Panen Cabai di Kota Malang Berlimpah</title>
		<link>https://memontum.com/intensitas-hujan-tinggi-panen-cabai-di-kota-malang-berlimpah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2024 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berlimpah]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207637</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Itensitas hujan tinggi membawa berkah untuk tanaman cabai di Kota Malang. Sebab, musim panen saat ini dapat menghasilkan hingga ratusan kg dan bahkan ribuan ton. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan. Menurut Slamet, meski jumlah hasil panen tersebut melimpah, namun sementara belum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Itensitas hujan tinggi membawa berkah untuk tanaman cabai di Kota Malang. Sebab, musim panen saat ini dapat menghasilkan hingga ratusan kg dan bahkan ribuan ton. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan.</p>



<p>Menurut Slamet, meski jumlah hasil panen tersebut melimpah, namun sementara belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Malang. Sehingga, masih diperlukan dukungan dan kerja sama antar daerah.</p>



<p>“Alhamdulillah, musim hujan ini panen cabainya cukup bagus. Namun, karena Kota Malang bukan daerah produsen cabai, sehingga hasil panen ini belum mencukupi. Sehingga, tentu perlu ada support dukungan dari daerah lain,” kata Slamet, Sabtu (23/03/2024) tadi.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa daerah penopang tanaman cabai di Kota Malang, ada di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Lowokwaru. Masing-masing memiliki lahan sekitar 40 hektar dan 36 hektar. Untuk masa panen di kedua kecamatan tersebut berbeda-beda.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jadi di tiap-tiap lokasi Kelompok Tani (Poktan) itu berbeda-beda. Tetapi, masa panen cabai bisa sampai 10 hingga 12 kali. Untuk hasil panen nya itu juga bertahap, di awal itu kadang tidak terlalu banyak, tapi berikutnya meningkat, kemudian menurun lagi hasil panennya,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Slamet juga menyampaikan, bahwa beberapa hari yang lalu pada Kamis (21/03/2024), pihaknya telah melakukan pemantauan hasil panen cabai di lahan Poktan Sido Makmur, Kecamatan Kedungkandang. Dari pemantauan tersebut, menurutnya telah menghasilkan panen cabai sejumlah 125 kilogram, dari 4 kali panen.</p>



<p>“Kalau di Merjosari, Kecamatan Lowokwaru itu bisa sampai 4 ribu ton, total dari panen pertama, kedua, ketiga. Tetapi belum mencukupi, karena panennya itu bertahap, sementara kebutuhan tiap hari terus ada,” lanjutnya.</p>



<p>Disamping itu, Slamet juga menekankan agar tanaman cabai tidak mengalami kriting pucuk tunas daun, maka penting untuk menggunakan pupuk organik cair dan insektisida guna menjaga kesehatan dan kesuburan tanaman cabai. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207637</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
