<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>international &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/international/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Nov 2025 13:46:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>international &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kejurprov Drum Band dan International Jember Marching Carnival Suguhkan Keindahan Seni dan Sportivitas</title>
		<link>https://memontum.com/kejurprov-drum-band-dan-international-jember-marching-carnival-suguhkan-keindahan-seni-dan-sportivitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejurprov]]></category>
		<category><![CDATA[marching]]></category>
		<category><![CDATA[sportivitas]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Kabupaten Jember menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan marching band selama empat hari berturut-turut, mulai tanggal 13 hingga 16 November 2025. Pelaksanaan ini, menegaskan bahwa Kabupaten Jember sebagai pusat kreativitas dan sportivitas di Jawa Timur. Ajang besar ini, diawali dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Drum Band 2025, yang digelar oleh Persatuan Drum Band Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Kabupaten Jember menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan marching band selama empat hari berturut-turut, mulai tanggal 13 hingga 16 November 2025. Pelaksanaan ini, menegaskan bahwa Kabupaten Jember sebagai pusat kreativitas dan sportivitas di Jawa Timur.</p>



<p>Ajang besar ini, diawali dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Drum Band 2025, yang digelar oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Timur. Kemudian, dilanjutkan dengan International Jember Marching Carnival (Night Street Parade Culture) yang diinisiasi oleh Indonesia Drum Corps Association (IDCA) Kabupaten Jember.</p>



<p>Kegiatan yang berlangsung di GOR PKPSO dan Alun-Alun Nusantara ini, diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Selama dua hari pelaksanaan Kejurprov, para peserta dari tingkat TK hingga SMA menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam lomba unjuk gelar.</p>



<p>Para peserta berlomba menampilkan kekompakan, keindahan formasi, serta keterpaduan irama yang menjadi ciri khas olah raga drum band. Selepas Kejurprov, kemeriahan berlanjut dengan International Jember Marching Carnival pada tanggal 15 dan 16 November 2025.</p>



<p>Gelaran ini, menampilkan parade malam spektakuler yang memadukan marching show, budaya dan koreografi artistik di sepanjang ruas jalan utama kota Jember. Acara ini, tidak hanya diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara, termasuk perwakilan dari Filipina, yang menambah warna internasional dalam perayaan kali ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi olah raga, tetapi juga wadah memperkuat nilai-nilai persaudaraan, sportivitas dan kebersamaan. “Lebih dari sekadar event olah raga, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat persaudaraan dan sportivitas diantara para atlet drum band se-Jawa Timur. Melalui ajang ini, kita tidak hanya menampilkan kemampuan dan keindahan irama musik drum band saja, tetapi juga menunjukkan karakter, ketangguhan, kedisiplinan, serta rasa kebersamaan yang tumbuh melalui latihan dan kerja keras,” ujar Bupati Jember, Kamis (13/11/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menambahkan, bahwa drum band merupakan cabang olah raga yang unik, karena di dalamnya berpadu antara olah raga, olah rasa dan olah seni. Setiap hentakan langkah dan tabuhan, tidak hanya menguji ketepatan dan kekuatan, tetapi juga menampilkan estetika dan harmoni yang melambangkan semangat kerja sama serta koordinasi yang tinggi.</p>



<p>“Kepada seluruh atlet yang berlaga, saya berpesan bertandinglah dengan semangat juang yang tinggi, tunjukkan kemampuan terbaik dan junjunglah sportivitas serta kehormatan daerah masing-masing. Jadikan arena pertandingan ini sebagai ruang untuk belajar, berkembang dan mempererat tali persaudaraan antar sesama atlet,” lanjutnya.</p>



<p>Bupati Fawait juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tamu dan peserta dari luar daerah maupun luar negeri. Bahkan, juga mengundang mereka untuk menikmati keindahan alam, kekayaan budaya dan ragam kuliner khas Kabupaten Jember.</p>



<p>Rangkaian kegiatan ini, menjadi bukti nyata bahwa Jember tidak hanya dikenal sebagai kota karnaval dan seni, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menyatukan olah raga, budaya dan pariwisata dalam satu kemasan harmonis. Kolaborasi antara PDBI Jawa Timur, IDCA Jember dan Pemerintah Kabupaten Jember, ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan olah raga drum band di Jawa Timur, sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai destinasi event berskala nasional dan internasional. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan International Women&#8217;s Day, Aliansi Perempuan dan Rakyat Melawan Malang Gelar Aksi Damai</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-international-womens-day-aliansi-perempuan-dan-rakyat-melawan-malang-gelar-aksi-damai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2025 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aliansi]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melawan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[women’s]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220025</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; International Women&#8217;s Day (IWD) yang jatuh setiap tanggal 8 Maret 2025, juga digelar di Kota Malang. Dalam peringatan ini, elemen mahasiswa yang tergabung di Aliansi Perempuan dan Rakyat Melawan Malang, menggelar aksi damai di Bundaran Kayutangan, Sabtu (08/03/2025) tadi. Juru bicara Aliansi Perempuan dan Rakyat Melawan Malang, Femina, mengatakan bahwa aksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; International Women&#8217;s Day (IWD) yang jatuh setiap tanggal 8 Maret 2025, juga digelar di Kota Malang. Dalam peringatan ini, elemen mahasiswa yang tergabung di Aliansi Perempuan dan Rakyat Melawan Malang, menggelar aksi damai di Bundaran Kayutangan, Sabtu (08/03/2025) tadi.</p>



<p>Juru bicara Aliansi Perempuan dan Rakyat Melawan Malang, Femina, mengatakan bahwa aksi ini adalah rangkaian dari pelaksanaan sebelumnya, yang telah menggelar acara diskusi publik tentang keperempuanan. Yang mana, aksi ini bertujuan untuk menyuarakan tindak kekerasan dan ketidak adilan yang dialami perempuan.</p>



<p>&#8220;Kami elemen mahasiswa yang tergabung di aliansi ini, itu ingin menyuarakan hak-hak perempuan. Di mana, tindak kekerasan dan penindasan terhadap perempuan masih kerap terjadi,&#8221; kata Femina, Sabtu (08/03/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwasannya di Indonesia menurut data dari Komnas HAM Perempuan di tahun 2024, tercatat ada sekitar 244 ribu lebih kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan. Dan, kasus berbasis gender masih menjadi masalah serius di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Kasus tersebut meliputi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pelecehan seksual, baik secara verbal maupun fisik yang tercatat. Dan terlebih lagi 30 persen kuota jabatan publik yang telah diatur, jauh dari kata merepresentasikan kesetaraan gender di jabatan publik,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kemudian, dirinya juga menjelaskan mengenai kondisi penanganan kasus perempuan yang terjadi di Indonesia, masih belum optimal. &#8220;Setiap kali korban mau mengajukan, meminta keadilan, meminta pertanggung jawaban ataupun pengawalan ke pihak yang bersangkutan, tidak mendapatkan pelayanan dengan baik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan adanya aksi seperti ini, harapannya selain menyuarakan aspirasi tentang hak-hak perempuan, juga untuk membuka kesadaran masyarakat secara luas untuk memperhatikan kesejahteraan perempuan. &#8220;Kami berharap dengan adanya aksi damai ini, selain menyuarakan aspirasi, kami ingin masyarakat secara umum juga memahami dan saling peduli satu sama lain atas kesejahteraan perempuan,&#8221; paparnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220025</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Etape 1 International Tour de Banyuwangi Ijen Dimulai, Lintasan Flat Jadi Dominasi</title>
		<link>https://memontum.com/etape-1-international-tour-de-banyuwangi-ijen-dimulai-lintasan-flat-jadi-dominasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dimulai]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[lintasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212082</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) resmi dimulai, Senin (22/07/2024) tadi. Di Etape 1 ini, para pembalap akan melintasi rute sejauh 136,2 kilometer, dengan start di SMKN 2 Tegalsari dan finish di Kantor Pemkab Banyuwangi. SMKN 2 Tegalsari sendiri dipilih sebagai titik start, karena merupakan sekolah vokasi yang berada di kawasan pondok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) resmi dimulai, Senin (22/07/2024) tadi. Di Etape 1 ini, para pembalap akan melintasi rute sejauh 136,2 kilometer, dengan start di SMKN 2 Tegalsari dan finish di Kantor Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>SMKN 2 Tegalsari sendiri dipilih sebagai titik start, karena merupakan sekolah vokasi yang berada di kawasan pondok pesantren. Tujuannya, untuk mengenalkan tradisi pesantren kepada ratusan pembalap dari berbagai negara.</p>



<p>“Ini salah satu upaya mengkampanyekan nilai-nilai toleransi. Tradisi pesantren merupakan ikon pendidikan asli nusantara, yang mempunyai sejarah panjang dalam menyemaikan nilai-nilai Islam yang penuh damai. Inilah yang ingin kami sampaikan kepada pembalap dan khalayak luas,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (22/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk juga menyebut saat sesi sign-on di lokasi start, bahwa para rider juga akan dikenalkan budaya sarung di Indonesia. “Tour de Ijen kita manfaatkan juga untuk mengenalkan tradisi dan budaya-budaya nusantara, khususnya Banyuwangi. Harapannya, ini bisa memberikan kesan berbeda yang tidak mereka temukan saat mengikuti kompetisi serupa di negara lain,” terang Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Chairman TdBI, Guntur Priambodo, menjelaskan bawa Etape 1 akan menjadi ajang pembuktian bagi para sprinter karena didominasi lintasan-lintasan flat. “Etape 1 ini akan didominasi lintasan flat. Ada tiga titik sprint yang bisa dimanfaatkan para sprinter untuk memburu poin,” kata Guntur.</p>



<p>Tiga titik sprint itu, ujarnya, berada di KM 42,4 Kalipahit, KM 66,8 Kantor Camat Srono dan KM 97,2 Karangsari. “Pada Etape 1, kemungkinan besar juaranya adalah pembalap sprinter. Tapi semua pembalap masih memiliki peluang yang sama,” tambah Guntur. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212082</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Balap Sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen Sajikan Track Bentangan Pesona Keindahan</title>
		<link>https://memontum.com/balap-sepeda-international-tour-de-banyuwangi-ijen-sajikan-track-bentangan-pesona-keindahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bentangan]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[sajikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212022</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bentang keindahan pesona alam Banyuwangi bakal tersaji dalam kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) 2024, yang bakal digelar selama empat hari, yaitu 22 hingga 25 Juli 2024. Balap sepeda ini, rencananya akan melewati track menantang sejauh 632 kilometer yang terbagi dalam 4 etape. Ajang yang menjadi agenda resmi organisasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bentang keindahan pesona alam Banyuwangi bakal tersaji dalam kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) 2024, yang bakal digelar selama empat hari, yaitu 22 hingga 25 Juli 2024. Balap sepeda ini, rencananya akan melewati track menantang sejauh 632 kilometer yang terbagi dalam 4 etape.</p>



<p>Ajang yang menjadi agenda resmi organisasi balap sepeda dunia Union Cycliste Internationale (UCI) tersebut, akan melintasi kawasan perkotaan hingga pedesaan, pantai, perkebunan hingga Gunung Ijen. “Semua etape menyuguhkan keindahan bentang alam Banyuwangi. Mulai jalanan perkotaan hingga Gunung Ijen yang populer dengan fenomena api birunya,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (19/07/2024) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk menambahkan, setiap etape memiliki karakteristik track yang berbeda. Mulai dari lintasan flat, tanjakan hingga yang ekstrim. &#8220;Tentu akan sangat seru menyaksikan persaingan para pembalap dunia. Jadi sangat sayang apabila dilewatkan,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Untuk etape 1, ujarnya, menempuh jarak sejauh 136,2 km start dari SMKN 2 Tegalsari menuju finish di halaman Kantor Bupati Banyuwangi. Etape 2 sejauh 153 km dari Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) menuju finish di halaman Kantor Bupati Banyuwangi. Etape 3 sejauh 175,3 km start dari Dusun Kakao dan finish di Kantor Bupati Banyuwangi. Dan etape 4 sejauh 167,5 km dari Pantai Boom menuju Paltuding, Gunung Ijen.</p>



<p>Chairman TDBI 2024, Guntur Priambodo, mengatakan bahwa etape 1 akan menjadi surga bagi para sprinter karena didominasi lintasan-lintasan flat. “Etape 1 akan didominasi lintasan flat, ada tiga titik sprint yang bisa dimanfaatkan para sprinter untuk memburu poin,” kata Guntur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tiga titik sprint itu di km 42,4 Kalipahit, km 66,8 Kantor Camat Srono dan km 97,2 Karangsari. Etape 2 juga menjadi kesempatan bagi para sprinter untuk mencuri poin. Namun mereka harus waspada karena bakal ada tanjakan. “Etape 2 masih banyak rute flat. Namun peserta harus tetap waspada karena bakal ada satu tanjakan, meskipun belum se-ekstrem di tanjakan Ijen. Yakni di km 65,6 Songgon,” tambah Guntur.</p>



<p>Pada etape 2 juga terdapat tiga titik sprint. Yakni pada km 45,7 Bandara Banyuwangi, km 91,8 Sumberwadung Genteng, dan km 118,9 Srono. Guntur menyebut, rute pemanasan akan terjadi pada etape 3. Peserta bakal dihadapkan pada satu tanjakan dengan elevasi yang cukup ekstrem pada km 141,3 Pakel. “Di sini mulai ada roliing-rolling. Daerah Pakel tingkat elevasinya mencapai 700 mdpl dengan gradien (kemiringan) 21 derajat. Sehingga, bakal menguras tenaga,” urai Guntur.</p>



<p>Selain tanjakan yang cukup menantang, imbuh etape 3 juga terdapat 3 titik sprint. Yakni pada km 52,2 Seneporejo, km 68,8 Benculuk dan km 122,4 Rogojampi. Hal ini, masih memungkinkan bagi para sprinter untuk menjuarai etape 3. “Pada etape 1, 2 dan 3 kemungkinan peraih yellow jersey masih sprinter. Baru di etape 4 nanti akan ketahuan siapa juara tanjakannya,” ujar Guntur.</p>



<p>Etape 4 yang merupakan rute terakhir TDBI, para rider akan melewati medan mendatar hingga 13 km awal. Setelah itu mulai menanjak di daerah Pesucen, hingga kembali menyusuri medan mendatar. Pembalap disuguhi tiga titik sprint di km 61,4 RTH Maron Genteng, km 87,5 Jajag dan km 128,1 Pakis.</p>



<p>Selanjutnya, jalanan mulai naik sejak di Kabat. Ada satu titik tanjakan atau King of Mountain (KOM) yang harus ditaklukkan para pembalap. Yakni berada di km 144,9 Kalibendo. Selepas itu para pembalap melalui ‘jalur neraka’ menuju Paltuding, Gunung Ijen. Rider akan ditantang untuk menaklukkan tanjakan tipe hors categorie (HC), atau yang paling berat pada km 162,8 Gunung Rante, Ijen.</p>



<p>“Inilah tantangan terberat, sekaligus penentuan siapa juara ITdBI tahun ini,” tambah Guntur. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212022</post-id>	</item>
		<item>
		<title>International Geopark Symposium, Bupati Banyuwangi Paparkan Transformasi Geopark Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/international-geopark-symposium-bupati-banyuwangi-paparkan-transformasi-geopark-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 12:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[paparkan]]></category>
		<category><![CDATA[symposium,]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211347</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan bagaimana Geopark Ijen bertransformasi serta keterlibatan semua pihak termasuk masyarakat dalam program-program hingga menjadi bagian dari Unesco Global Geopark (UGG), Senin (01/07/2024) tadi. Pemaparan itu, disampaikan kepada ratusan mahasiswa, akademisi dan peneliti dari berbagai kampus manca hingga dalam negeri kumpul di Banyuwangi, dalam International Geopark Symposium, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan bagaimana Geopark Ijen bertransformasi serta keterlibatan semua pihak termasuk masyarakat dalam program-program hingga menjadi bagian dari Unesco Global Geopark (UGG), Senin (01/07/2024) tadi. Pemaparan itu, disampaikan kepada ratusan mahasiswa, akademisi dan peneliti dari berbagai kampus manca hingga dalam negeri kumpul di Banyuwangi, dalam International Geopark Symposium, yang digelar di Kampus Poliwangi.</p>



<p>Dalam gelaran itu, peserta membahas berbagai program untuk pengembangan dan memperkuat jejaring geopark di Indonesia dan dunia. Simposium tersebut, diikuti oleh 160 peserta, yang tidak hanya sejumlah universitas di Indonesia, namun juga perwakilan dari Malaysia dan China. Turut hadir pula, jaringan Geopark Indonesia, Australian Geoscience Council serta Unesco Geopark Youth Forum.</p>



<p>&#8220;Bagi Banyuwangi, Geopark Ijen merupakan taman bumi yang tidak hanya memiliki keunikan bentang alam dan kekayaan budaya. Namun juga, didukung dengan semangat mewujudkan sustainable tourism (wisata berkelanjutan),&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Konsep pengembangan Geopark Ijen, lanjutnya, menekankan upaya konservasi dan mengajak masyarakat berperan serta melindungi serta meningkatkan fungsi potensi alam untuk pembangunan ekonomi lokal. &#8220;Misalnya saja Banyuwangi, banyak mengemas event sportourism seperti Ijen Green Run, balap sepeda Internasional Tour De Ijen, Geopark Ijen Downhill dan lainnya yang menyandingkan aktivitas olah raga dengan potensi alam Banyuwangi,&#8221; terang Bupati Ipuk.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa simposium ini akan menjadi komitmen bersama. Mulai dari perguruan tinggi, pengelola geopark, swasta dan pegiat geosite untuk memperkuat jejaring geopark di Indonesia dan dunia serta dukungan untuk pembangunan berkelanjutan.</p>



<p>Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, mengapresiasi langkah Pemkab Banyuwangi dalam upaya pengembangan Geopark Ijen. Tidak hanya menjaga kelestariannya namun juga berupaya memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengatakan, Indonesia memiliki 10 UGG dan itu merupakan yang terbanyak di Asia Tenggara. Kualitas Geopark Indonesia tidak kalah baik dari sisi kondisi alamnya maupun pengelolaannya.</p>



<p>“Namun tetap harus didorong peningkatan program-program inovasi edukasi, juga peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat dan aktivitas pariwisata. Sebagaimana yang dilakukan di Banyuwangi ini,&#8221; kata Wafid.</p>



<p>Dirinya juga mengapresiasi apa yang dilakukan Banyuwangi, dengan menggelar banyak event, program edukasi dan aktivitas pariwisata di kawasan Geopark Ijen. “Banyuwangi mengembangkan bukan hanya gunung Ijennya, tapi juga potensi-potensi yang berdampak ke masyarakat. Upaya yang dilakukan Banyuwangi dalam mempromosikan, selain menarik pariwisata juga menarik minat untuk riset,” ujarnya.&nbsp;</p>



<p>Dalam simposium tersebut, turut menghadirkan nara sumber Presiden UNESCO Geopark Youth Forum Emmanuel, Deo Silalahi, Koordinator Kelompok Kerja Geosains KNGI (Komisi Nasional Geopark Indonesia), Dr Asep K Permana dan Dr Young dari Australian Geoscience Council.</p>



<p>Acara ini merupakan rangkaian pre event The 5th Geotourism Festival &amp; International Conference 2024 yang puncaknya akan dilaksanakan di Australia, pada 18 hingga 19 Juli. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>International Maks Festival 2023, Pj Wali Kota Malang hingga Forkopimda Melukis Topeng</title>
		<link>https://memontum.com/international-maks-festival-2023-pj-wali-kota-malang-hingga-forkopimda-melukis-topeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melukis]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201492</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangkaian International Maks Festival 2023, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, melakukan kegiatan lukis topeng di Gazebo Balai Kota Malang, Senin (13/11/2023) tadi. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangkaian International Maks Festival 2023, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, melakukan kegiatan lukis topeng di Gazebo Balai Kota Malang, Senin (13/11/2023) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian dan apresiasi terkait dengan produksi topeng yang ada di Kota Malang. “Selama inikan topeng ini di lihat sebagai bentuk untuk menutupi wajah asli dan dengan topeng ini, kita beri warna seperti ini juga sebagai bentuk apresiasi terkait dengan topeng-topeng yang ada di Kota Malang,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, dalam melukis topeng tersebut juga tidak mudah dan butuh keahlian tersendiri. Di mana, dengan melukis langsung juga menyadari betapa arti pentingnya membuat kreasi dari sebuah topeng.</p>



<p>“Melalui kegiatan ini, itu tidak melihat dari hasil akhirnya. Tetapi, dari perhatian kita semua para pejabat terkait dengan topeng. Bukan melihat dari hasil, tetapi bagaimana kita mendalami, bagaimana kita membuat kreasi topeng itu,” tambahnya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika Kota Malang menjadi salah satu tuan rumah yang terpilih dalam gelaran International Maks Festival 2023. Di mana puncak acara akan digelar pada 20 November 2023 mendatang di Taman Krida Budaya. Untuk hasil lukisan yang telah dikerjakan tersebut, nantinya akan dipamerkan di Halaman Balai Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Semua masyarakat Kota Malang sudah tau bahwa kita punya suatu budaya suatu perhatian terkait seni di Kota Malang. Untuk itu melalui International Maks Festival 2023 ini bisa memberikan tumbuh kesadaran masyarakat untuk menghargai budaya kita sendiri,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu koordinator kegiatan, Dwi Cahyono, menyampaikan jika gelaran tersebut merupakan rangkaian acara dari kegiatan besar yang tiap tahunnya, di seluruh dunia dan tiap negara menyelenggarakan festival internasional topeng. Hanya saja di Indonesia sendiri, ada dua kota yang ikut dalam helatan tersebut.</p>



<p>“Total ada delapan negara dan ada 30 orang yang terlibat di dalamnya. Itu total keseluruhan. Jadi ada Negara Amerika, Thailand, Korea, dan sebagainya. Di Indonesia waktu itu ada 4 kota tapi akhirnya yang lain mundur, tinggal Kota Malang sama Solo saja,” tutur Dwi.</p>



<p>Menurutnya, dengan keseriusan pemerintah dalam mengelola budaya daerah, maka di situ ada nilai pelestariannya. Sehingga, diharapkan Kota Malang ke depan melalui gelaran tersebut dapat mendongkrak kegiatan fesyen hingga perekonomian.</p>



<p>“Sudah saatnya Kota Malang tidak bermain lokal. Ini saatnya Kota Malang sudah mengikuti event Internasional. Kalau betul-betul jadi nilai, Kota Malang akan ditunjuk sebagai Kota Internasional yang mewakili Indonesia,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk jenis topeng yang dilukis dalam kegiatan tersebut ada tiga, yakni Panji, Sekartaji dan Bapang. Itu dipilih karena mewakili satu cerita panji yang muncul dari Jawa Timur khususnya Malanh sampai ke seluruh negara di Asean. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201492</post-id>	</item>
		<item>
		<title>140 Peserta Dalam dan Luar Negeri Ikuti Event Batu International Tourism Paragliding</title>
		<link>https://memontum.com/140-peserta-dalam-dan-luar-negeri-ikuti-event-batu-international-tourism-paragliding</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[ikuti]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[luar]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[paragliding]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192546</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 140 peserta atlet paralayang diantaranya 132 orang dari Indonesia dan 8 orang dari Malaysia mengikuti event Batu International Tourism Paragliding yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Sedangkan, dalam event tersebut hadiah yang bakal diperebutkan di semua kategori adalah sekitar total Rp 63.140.000,-. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arif A [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 140 peserta atlet paralayang diantaranya 132 orang dari Indonesia dan 8 orang dari Malaysia mengikuti event Batu International Tourism Paragliding yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Sedangkan, dalam event tersebut hadiah yang bakal diperebutkan di semua kategori adalah sekitar total Rp 63.140.000,-.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arif A Sidiq, mengatakan bahwa event yang digelar ini merupakan event paralayang yang lokasi startnya di Gunung Banyak dan lokasi landing di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kita Batu. &#8220;Jadi, sebanyak 149 peserta atlet paralayang yang terdiri 132 dari Nusantara dan 8 dari negara Malaysia, mengikuti event Batu International Tourism Paragliding yang digelar mulai hari ini sampai hari Minggu (09/07/2023) lusa,&#8221; terangnya di Graha Pancasila Balaikota Among Tani Kota Batu, Kamis (06/07/2023) tadi.</p>



<p>Untuk kategori event tersebut, tambahnya, yaitu overall, tim, women, dan junior. Dimana, dalam event Batu International Tourism Paragliding total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp 63.140.000.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Jadi, event ini bukan seperti kejuaraan dunia pada umumnya. Tetapi, dengan konsep kategori yang ditentukan. Juri akan memilih yang terbaik penampilannya,&#8221; ujar Arif.</p>



<p>Dari 140 peserta yang mengikuti even ini, urainya, 132 peserta dari Indonesia yaitu 19 atlet dari Banten, 19 atlet dari Jateng, 22 atlet dari Jabar, 17 atlet dari DKI Jakarta, 26 atlet dari Jatim, 9 atlet dari Sumatera Barat, 7 atlet dari Bali, 2 atlet dari Papua, 6 atlet dari Sulawesi Tengah, 1 atlet dari Aceh. Kemudian, ditambah 8 atlet dari Malaysia.</p>



<p>&#8220;Tentunya, di sini kami menargetkan yang pertama sport tourism destinasi paralayang yang menjadi ikonik Kota Batu semakin banyak diminati masyarakat bukan dari dalam negeri saja tetapi dari luar negeri. Dan kedua, di sini dengan adanya event ini secara langsung mendatangkan kunjungan wisata secara instan. Misalnya, dari banyaknya peserta juga membawa saudara, kerabat, teman untuk menikmati Kota Batu,&#8221; paparnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192546</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rangkaian International Energy Week 2023, Kota Malang Komitmen Bangun Kota Hijau dan Tangguh Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/rangkaian-international-energy-week-2023-kota-malang-komitmen-bangun-kota-hijau-dan-tangguh-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[hijau]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rangkaian]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[week]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191441</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, bersama dengan Inspektur Kota Malang, Mulyono, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto dan Kepala Bagian Pemerintahan Kota Malang, Fahmi Fauzan, menghadiri serangkaian acara The 5th International Energy Week (IEW) Expo &#38; Summit di Kuching, Sarawak-Malaysia. Acara itu, merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Pemerintah Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, bersama dengan Inspektur Kota Malang, Mulyono, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto dan Kepala Bagian Pemerintahan Kota Malang, Fahmi Fauzan, menghadiri serangkaian acara The 5th International Energy Week (IEW) Expo &amp; Summit di Kuching, Sarawak-Malaysia. Acara itu, merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Kementerian Energi dan Keberlanjutan Lingkungan Sarawak.</p>



<p>Dalam IEW tahun 2023, mengangkat tema Transitioning Towards Net-Zero Carbon Future. Sementara tujuan dari kegiatan tersebut, yaitu untuk membahas dan mengeksplorasi peluang dalam transisi energi bersih di Borneo menuju masa depan tanpa karbon.</p>



<p>Salah satu agenda yang dihadirkan dalam acara tersebut, yaitu &#8216;Roundtable: Focus on Indonesia,&#8217; yang mencakup beberapa topik. Antara lain, diskusi tentang Ibu Kota Nusantara, Perdagangan Karbon serta Kota Hijau dan Tangguh Bencana.</p>



<p>Wawali Kota Malang menyampaikan, bahwa hal ini berkaitan dengan kota hijau dan tangguh bencana. Perubahan iklim sendiri, telah meningkatkan risiko bencana di Kota Malang, terutama bencana hidrometeorologi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Malang telah mengimplementasikan kebijakan pembangunan kota yang hijau, berkelanjutan dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.</p>



<p>“Misi kedua dalam pembangunan Kota Malang adalah menciptakan kota yang produktif dan kompetitif. Lalu, berbasis ekonomi kreatif, berkelanjutan dan terpadu. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai implementasi, seperti pengembangan ruang terbuka hijau, urban farming, penghijauan, modernisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, optimalisasi peran bank sampah, digitalisasi layanan air limbah domestik, penerangan jalan pintar dan lainnya,” jelas Bung Edi-sapaan Wawali Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, pihaknya juga menjelaskan mengenai pengelolaan tata ruang Kota Malang, yang berfokus pada pembangunan kota hijau. Apalagi, saat ini Kota Malang memiliki 693 ruang terbuka hijau (RTH) yang terdiri dari taman kota dan hutan kota.</p>



<p>Tentu, upaya penghijauan terus ditingkatkan serta pengelolaan sampah yang sistematis dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir, menjadi pendukung utama dalam mewujudkan Kota Malang sebagai kota hijau. &#8220;Kami terus mendorong program penghijauan, dengan penanaman lebih dari 13.000 pohon setiap tahun. Terkait penanganan sampah, kami telah melakukan modernisasi di TPA Supit Urang, serta optimalisasi Bank Sampah. Dimana Kota Malang menjadi pionir model Bank Sampah di Indonesia sejak tahun 2011,” katanya, Selasa (20/06/2023) tadi.</p>



<p>Tidak berhenti sampai di situ, pemanfaatan energi terbarukan dan ramah lingkungan untuk fasilitas umum juga menjadi perhatian Pemkot Malang. Dalam hal ini, Pemkot Malang juga telah melakukan kerja sama dengan Penerangan Jalan Umum bertenaga surya, yang akan dipasang di berbagai titik.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk upaya preventif mengantisipasi terjadinya bencana juga telah disiapkan Pemkot Malang. Yaitu, Program Kelurahan Tangguh, dimana penanganan bencana dilakukan secara terencana, terpadu dan terkordinasi.</p>



<p>Program ini, imbuhnya, menjadi upaya untuk mempercepat perlindungan masyarakat di kawasan rawan bencana. &#8220;Untuk itu, selain layanan darurat 24 jam melalui 112, terdapat aplikasi kebencanaan sebagai early warning system. Agar penanganan bencana lebih terencana, terpadu, dan terkoordinasi, program kelurahan tangguh pun terus dikuatkan. Melalui program ini sinergi dan integrasi program bencana dan pembangunan dikuatkan, sehingga mempercepat perlindungan masyarakat di kawasan rawan bencana dan meningkatkan kemandirian dan kesadaran masyarakat,&#8221; imbuhnya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191441</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
