<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Internet &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/internet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Mar 2026 14:03:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Internet &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lindungi Anak di Ruang Digital, DP3AK Jatim bersama Plato Foundation Gelar Safer Internet Day</title>
		<link>https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day</link>
					<comments>https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[foundation]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[lindungi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230602</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur bersama Plato Foundation menggelar Safer Internet Day bertema &#8216;Together for a Better Internet&#8217; di Taman Peradaban, Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (28/02/2026) tadi. Kegiatan yang turut didukung Unicef itu, menjadi momentum untuk mendiseminasikan Komik PP Tunas hasil karya Forum Anak Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur bersama Plato Foundation menggelar Safer Internet Day bertema &#8216;Together for a Better Internet&#8217; di Taman Peradaban, Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (28/02/2026) tadi. Kegiatan yang turut didukung Unicef itu, menjadi momentum untuk mendiseminasikan Komik PP Tunas hasil karya Forum Anak Jawa Timur di bawah naungan DP3AK Provinsi Jatim.</p>



<p>Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak dan remaja tentang pentingnya keamanan digital sekaligus memperkenalkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Aturan yang diterbitkan pada 2025 tersebut, disusun untuk melindungi anak-anak dan remaja saat menggunakan internet, aplikasi, gim, serta berbagai layanan digital lain.</p>



<p>Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AK Provinsi Jatim, R Hari Chandra, mengatakan perkembangan teknologi digital membawa peluang besar bagi anak, namun juga menyimpan risiko yang perlu diantisipasi. &#8220;Melalui Safer Internet Day ini, kami ingin memastikan anak-anak Jawa Timur tidak hanya menjadi pengguna internet yang aktif, tetapi juga cerdas dan aman. Komik PP Tunas yang disusun Forum Anak Jatim diharapkan menjadi media edukasi yang mudah dipahami oleh anak-anak,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menambahkan, pelibatan Forum Anak dalam penyusunan komik tersebut, menjadi bentuk partisipasi bermakna anak dalam menyuarakan kepentingan dan perlindungan mereka sendiri di ruang digital.</p>



<p>Sementara itu, Child Protection Specialist Unicef wilayah Jawa, Naning Pudjijulianingsih, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berkontribusi dalam kegiatan itu. &#8220;Kami mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat dan anak-anak melalui Forum Anak Jatim. Upaya bersama seperti ini sangat penting untuk mewujudkan lingkungan digital yang lebih aman dan ramah anak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kegiatan Safer Internet Day tersebut, diisi dengan sosialisasi PP Tunas, diskusi interaktif, serta diseminasi Komik PP Tunas sebagai bahan edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, melalui sinergi berbagai pihak, upaya perlindungan anak di ruang digital di Jawa Timur dapat semakin optimal. <strong>(kom/sby/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230602</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menteri Komdigi Kampanye Gerakan Digital Bersih di Agenda Penyediaan Akses Internet di MTs Ibnu Sina</title>
		<link>https://memontum.com/menteri-komdigi-kampanye-gerakan-digital-bersih-di-agenda-penyediaan-akses-internet-di-mts-ibnu-sina</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2025 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[agenda]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[komdigi]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[penyediaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218110</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya (Komdigi), Meutya Hafid, melakukan kunjungan kerja ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ibnu Sina, di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Sabtu (04/01/2025) tadi. Turut mendampingi dalam kunjungan itu, Plh Sekda Kabupaten Malang, Nurman, Kepala OPD dan Muspika Tumpang. Dalam kunjungannya itu, Menteri Komdigi meminta masyarakat untuk turut serta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya (Komdigi), Meutya Hafid, melakukan kunjungan kerja ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ibnu Sina, di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Sabtu (04/01/2025) tadi. Turut mendampingi dalam kunjungan itu, Plh Sekda Kabupaten Malang, Nurman, Kepala OPD dan Muspika Tumpang.</p>



<p>Dalam kunjungannya itu, Menteri Komdigi meminta masyarakat untuk turut serta dalam mengantisipasi praktik judi online (Judol). Tidak terkecuali bagi para orang tua dan guru, untuk turut dalam pencegahan di kalangan siswa.</p>



<p>Kunjungan yang dilakukan tersebut, merupakan rangkaian dari salah satu dari agenda Kementerian Komdigi untuk sosialisasi dan kampanye gerakan digital bersih. Dengan tema &#8216;Kampanye Anti Judol dan Pinjol Ilegal serta Peninjauan Internet Bakti&#8217;.</p>



<p>Menteri Komdigi Meutya mengatakan bahwa sosialisasi ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menyediakan akses internet secara merata di seluruh Indonesia. Dirinya mengaku, tidak ingin bahwa akses yang diberikan ke pemerintah digunakan untuk hal negatif. Salah satunya, seperti aktivitas judi online.</p>



<p>“Kami titip pesan ke para orang tua, meskipun pendekatan teknologi dilakukan Komdigi, pengawasan tetap ada di rumah,” jelas Menteri Komdigi Meutya.</p>



<p>Pihaknya juga menyampaikan, bahwa kementeriannya juga terus memelototi terhadap situs-situs internet dan sering melakukan pemblokiran terhadap situs-situs judi online. Namun, hal tersebut menurutnya terkesan tak cukup efektif. Karenanya, untuk penggunaan akses internet harus ada pengawasan dari orang tua.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita blokir situsnya, tapi nanti muncul lagi dan itu bisa saja terjadi. Pemblokiran harus diikuti pengawasan orang tua di rumah atau guru saat sedang di sekolah. Mengatur anak, kapan akses internet dan apa saja yang dibuka. Internet itu seperti pisau bermata dua,” paparnya.</p>



<p>Dirinya menganggap, bahwa sosialisasi merupakan salah satu kewajiban moral yang harus dilakukan oleh pemerintah setelah menyediakan akses internet. Dirinya berharap, agar lebih dapat digunakan untuk kegiatan positif. Seperti kegiatan pendidikan atau perekonomian.</p>



<p>Pihaknya berpesan, bahwa internet harus digunakan ke hal-hal positif.</p>



<p>&#8220;Pesan kami, kalau internet masuk harus digunakan untuk hal baik. Jangan pemerintah memberi untuk digunakan untuk keburukan. Ini yang kami titip ke pemerintah daerah untuk mengawal. Baik kabupaten, kota atau provinsi,” paparnya.</p>



<p>Sebagai informasi, pada tahun 2024 lalu terdapat sekitar 5.400 lembaga di Indonesia yang mendapat intervensi dari pemerintah pusat terkait penyediaan akses internet. Salah satunya adalah MTs, Ibnu Sina di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.</p>



<p>“Ini salah satu madrasah yang diberi pendampingan oleh Kementerian Komdigi dari sekitar 5.400 se Indonesia untuk tahun 2024. Jadi ada 5.400 madrasah dan pesantren yang memang kita bantu memberikan akses internet,” terangnya. <strong>(spi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218110</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melek Literasi Digital, Lumajang Bangun 66 Perpustakaan Desa Plus Fasilitas Komputer dan Internet</title>
		<link>https://memontum.com/melek-literasi-digital-lumajang-bangun-66-perpustakaan-desa-plus-fasilitas-komputer-dan-internet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215336</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Melalui berbagai inisiatif strategis, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Salah satu langkah nyata, yaitu telah dilakukan pembangunan 66 Perpustakaan Desa yang dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet. Ini dilakukan, guna mendukung transformasi literasi digital di tingkat desa. Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Lumajang, Agus Widarto, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Melalui berbagai inisiatif strategis, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Salah satu langkah nyata, yaitu telah dilakukan pembangunan 66 Perpustakaan Desa yang dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet. Ini dilakukan, guna mendukung transformasi literasi digital di tingkat desa.</p>



<p>Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Lumajang, Agus Widarto, menyampaikan bahwa pengembangan perpustakaan desa ini tidak hanya sebatas menyediakan akses buku fisik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses informasi melalui platform digital. &#8220;Kami tidak hanya berfokus pada akses fisik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital melalui perpustakaan desa yang terintegrasi. Ini adalah bagian dari visi kami dalam mempersiapkan masyarakat yang lebih melek literasi dan mampu bersaing di era digital,&#8221; kata Agus, Minggu (13/10/2024) tadi.</p>



<p>Setiap perpustakaan desa, ujarnya, juga mendapatkan distribusi 1.000 judul buku yang diharapkan dapat memperkaya referensi bacaan bagi masyarakat setempat. Khususnya, untuk kalangan pelajar dan generasi muda.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, ujarnya, keberadaan fasilitas digital memungkinkan masyarakat untuk terhubung dengan sumber pengetahuan yang lebih luas melalui internet, sehingga bisa mengikuti perkembangan informasi global. Dengan adanya perpustakaan desa yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap literasi masyarakat terus meningkat, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan di era modern.</p>



<p>“Kami ingin masyarakat Lumajang, terutama di desa-desa, semakin terbiasa dengan akses informasi digital, sehingga mereka tidak tertinggal di era transformasi teknologi ini,” tambah Agus.</p>



<p>Upaya tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang literat, inovatif dan berdaya saing tinggi, selaras dengan perkembangan teknologi yang kian pesat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215336</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahas Pemanfaatan Internet untuk Sebar Konten Positif, Kemenkominfo Webinar di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/bahas-pemanfaatan-internet-untuk-sebar-konten-positif-kemenkominfo-webinar-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Banjir informasi di media digital (internet) membuat orang sulit membedakan antara informasi yang bersifat positif dengan yang negatif. Internet bak sebuah kanal raksasa, tempat berlalu lalang beragam kebaikan dan keburukan. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan internet untuk menebar kebaikan hal positif? Untuk mendapatkan jawabannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Banjir informasi di media digital (internet) membuat orang sulit membedakan antara informasi yang bersifat positif dengan yang negatif. Internet bak sebuah kanal raksasa, tempat berlalu lalang beragam kebaikan dan keburukan.</p>



<p>Lalu, bagaimana cara memanfaatkan internet untuk menebar kebaikan hal positif? Untuk mendapatkan jawabannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (20/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo, M Adhi Prasnowo, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Trenggalek, Agoes Setiyono, Direktur Utama PT Mahakarya Samudera Agung Muhajir Sulthonul Aziz dan Azka Said selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftarantrenggalek2009. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Kamis (19/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan bahwa internet telah mendorong kemajuan berbagai aktivitas manusia, bahkan menciptakan peluang lapangan pekerjaan baru. Salah satu profesi baru yang kini banyak diminati pengguna digital itu ialah menjadi kreator konten.</p>



<p>”Kreator konten merupakan profesi baru yang membuat konten (isi) untuk media digital, seperti media sosial, blog, infografik, maupun e-book,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kreator konten, menurut Kemenkominfo, mesti bertanggung jawab atas setiap informasi yang dimuat di media, terutama media digital dan memiliki target audien tertentu.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, tugas kreator konten adalah membuat konten yang orisinal dan menarik, serta memberikan informasi dengan nilai tertentu seperti edukasi dan hiburan. ”Satu lagi, konten hendaknya sesuatu yang positif dan bermanfaat serta inspiratif,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Trenggalek, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Webinar di Lamongan dengan Tema Pemanfaatan Internet untuk Penyebaran Konten Positif</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-webinar-di-lamongan-dengan-tema-pemanfaatan-internet-untuk-penyebaran-konten-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 03:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213557</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Informasi positif maupun negatif bertebaran campur aduk di dunia maya. Pengguna digital terkadang bingung memilah antara informasi atau konten positif dengan negatif. Manfaatkan internet hanya untuk menyebarkan konten positif dan bermanfaat buat sesama. Untuk memastikan pemanfaatan internet sebagai sarana penyebaran konten positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Informasi positif maupun negatif bertebaran campur aduk di dunia maya. Pengguna digital terkadang bingung memilah antara informasi atau konten positif dengan negatif. Manfaatkan internet hanya untuk menyebarkan konten positif dan bermanfaat buat sesama.</p>



<p>Untuk memastikan pemanfaatan internet sebagai sarana penyebaran konten positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (29/08/2024) besok pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Penyebaran Konten Positif&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Chusnu Yuli Setyo, dosen Universitas Paramadina Jakarta, Septa Dinata dan Fernand Tampubolon selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranlamongan2908" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranlamongan2908</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Rabu (28/08/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, transformasi digital terus berjalan tanpa bisa berbalik arah ke masa silam. Teknologi informasi dan aplikasi terus maju berkembang. Pengguna digital harus mampu mengikuti perkembangan dalam pemanfaatan internet untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama.</p>



<p>”Pengguna media digital harus bisa memutar otak agar mendapatkan ide-ide kreatif membuat konten positif. Kreator konten perlu melakukan identifikasi potensi diri untuk dapat mengetahui konten seperti apa yang bermanfaat,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Pemanfaatan internet untuk penyebaran konten positif, menurut Kemenkominfo, harus didasari oleh kemampuan menggunakan media digital secara kritis, yakni harus selalu melakukan analisis, verifikasi dan evaluasi, saat mengolah informasi yang diterima.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Buatlah konten yang kreatif, original, dan mempunyai nilai guna; menjunjung nilai dan moral kebaikan serta kebajikan. Selain itu, pastikan konten memiliki kepekaan pada isu lingkungan sekitar,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, untuk membuat konten positif, interaksi, partisipasi dan kolaborasi di dunia digital perlu terus dilakukan agar konten positif yang dihasilkan dapat memiliki dampak yang lebih besar lagi.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Lamongan, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213557</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libatkan Segmen Pendidikan Jombang, Kemenkominfo Webinar Tema Waspada Rekam Jejak Digital di Internet</title>
		<link>https://memontum.com/libatkan-segmen-pendidikan-jombang-kemenkominfo-webinar-tema-waspada-rekam-jejak-digital-di-internet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[segmen]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213418</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Selasa (27/08/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Waspada Rekam Jejak Digital di Internet&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Selasa (27/08/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Waspada Rekam Jejak Digital di Internet&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo, M Adhi Prasnowo, dosen Universitas Dr Soetomo Surabaya, Meithiana Indrasari, Mom Influencer, Dyah Hakim sebagai key opinion leader dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranjombang2708" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranjombang2708</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Senin (26/08/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, segala aktivitas di ruang digital akan meninggalkan rekam jejak digital. Jejak digital (digital foot print) akan tertinggal secara abadi di dalam server internet dan sulit untuk dihilangkan. Siapa pun dapat mencari, mencuri, dan memanfaatkan untuk berbagai alasan kepentingan.</p>



<p>”Hati-hati dan lindungi rekam jejak digital. Jangan sampai jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Karena siapa pun dapat memanfaatkan jejak digital kita yang tertinggal di internet untuk menjatuhkan reputasi kita dan kejahatan,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, banyak pengguna digital tidak menyadari akan bahaya rekam jejak digital. Mereka tidak memikirkan bahwa unggahan di media sosial, riwayat pencarian, aktivitas transaksi belanja, bahkan bermain game dan mendengarkan hiburan musik dari aplikasi di internet, akan meninggalkan rekam jejak digital.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Ada dua jenis jejak digital, yaitu: jejak digital aktif atau yang sengaja dibagikan oleh pengguna, dan jejak digital pasif yang merupakan jejak digital yang dikumpulkan tanpa sepengetahuan pengguna saat mereka berselancar di internet,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Beberapa langkah sederhana untuk menjaga dan melindungi jejak digital: atur privasi di media sosial, buat kata sandi yang kuat, pikir ulang sebelum membagikan, hapus riwayat pencarian dan cache di browser, serta monitor jejak digital. ”Gunakan alat atau layanan untuk memantau jejak digital dan mendeteksi penggunaan data pribadi tanpa izin,” tegasnya.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Jombang, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213418</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Waspada Rekam Jejak Digital di Internet, Kemenkominfo Gelar Webinar Literasi Digital bersama Pelajar Pasuruan</title>
		<link>https://memontum.com/waspada-rekam-jejak-digital-di-internet-kemenkominfo-gelar-webinar-literasi-digital-bersama-pelajar-pasuruan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209204</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pengguna digital banyak yang tidak menyadari, aktivitas di internet akan meninggalkan rekam jejak digital (digital footprint). Aktivitas googling, posting dan komentar di media sosial, mengunjungi laman situs, bahkan mengakses hiburan dan belanja, semuanya bakal meninggalkan jejak digital. Jaga rekam jejak digital anda selalu positif, agar tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pengguna digital banyak yang tidak menyadari, aktivitas di internet akan meninggalkan rekam jejak digital (digital footprint). Aktivitas googling, posting dan komentar di media sosial, mengunjungi laman situs, bahkan mengakses hiburan dan belanja, semuanya bakal meninggalkan jejak digital. Jaga rekam jejak digital anda selalu positif, agar tidak merugikan orang lain dan diri sendiri.</p>



<p>Untuk memberikan pemahaman terkait rekam jejak digital di internet, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Pasuruan, Rabu (08/05/2024) besok pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Waspada Rekam Jejak Digital di Internet&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti secara nonton bareng (Nobar) oleh siswa dan tenaga pendidik itu rencananya menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Manajer Marketing Compass Publishing Indonesia, Femikhirana, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Syafi’i, key opinion leader penyanyi, Inta Oceania dan Anissa Rilia, selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranpasuruan0805" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranpasuruan0805</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet sebesar Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (07/05/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, dunia digital memiliki jangkauan yang luas, tidak terbatas ruang dan waktu serta mudah diterima dan dibagikan. Jika dahulu kita mengenal jejak batu tulis dan hanya ada di satu tempat, jejak digital bisa diakses banyak orang dalam waktu singkat.</p>



<p>&#8220;Kita masih sering menemukan dan masih banyak orang meninggalkan komentar kasar dan informasi hoaks di dunia digital yang berujung pada masalah hukum. Masih banyak pula masyarakat yang belum memahami pentingnya kerahasiaan data, seperti data KTP dan data keuangan, asal dimasukkan dalam aplikasi yang berujung pada kasus penipuan,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, jejak digital yang berisi informasi data pribadi sangat rawan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. &#8220;Data-data tersebut dapat berakibat pada berbagai aspek yang akhirnya berimplikasi pada hubungan personal hingga ke ranah hukum. Jangan sampai kita mengalami hal tersebut,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Pasuruan ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. &#8220;Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,&#8221; tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>&#8220;Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,&#8221; tutur Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Webinar Kemenkominfo di Sidoarjo Angkat Tema Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif</title>
		<link>https://memontum.com/webinar-kemenkominfo-di-sidoarjo-angkat-tema-pemanfaatan-internet-untuk-menyebarkan-konten-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[menyebarkan]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207521</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Pemanfaatan internet idealnya untuk berkolaborasi dan menyebarkan budaya positif. Yakni, dengan cara membuat konten untuk mengisi internet dengan hal-hal yang baik. Konten tersebut, bisa berisi motivasi, inspirasi, edukasi, hiburan, dengan menggunakan mindfull communications atau komunikasi dengan penuh perhatian. Untuk mendorong penggunaan internet secara positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Pemanfaatan internet idealnya untuk berkolaborasi dan menyebarkan budaya positif. Yakni, dengan cara membuat konten untuk mengisi internet dengan hal-hal yang baik. Konten tersebut, bisa berisi motivasi, inspirasi, edukasi, hiburan, dengan menggunakan mindfull communications atau komunikasi dengan penuh perhatian.</p>



<p>Untuk mendorong penggunaan internet secara positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (22/03/2024) pagi, pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif&#8217;, webinar yang akan diikuti secara nobar oleh siswa dan tenaga pendidik rencananya menghadirkan tiga nara sumber.</p>



<p>Tiga nara sumber itu, yakni Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Kabupaten Sidoarjo, Luthfi Isa Anshori, dosen Sekolah Tinggi Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA AWS), E Rizky Wulandari, Mom Influencer, Novindah Asochmariyanti dan Khadafi selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaransidoarjo2203. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Kamis (21/03/2024) tadi</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa selain konten positif, internet juga berfungsi sebagai penyedia sarana hiburan. Bahkan, kini internet menjadi sarana transaksi ekonomi dan perdagangan (e-commerce) di seluruh dunia.</p>



<p>”Internet telah banyak berjasa membantu aktivitas manusia di segala bidang kehidupan. Pemanfaatan internet secara luas lantaran teknologi tersebut dikenal memiliki kemudahan dan kecepatannya,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Sidoarjo ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>”Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. &#8220;Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,&#8221; papar Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207521</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Webinar di Sidoarjo, Kemenkominfo Ajak Siswa Manfaatkan Internet untuk Sebar Konten Positif</title>
		<link>https://memontum.com/webinar-di-sidoarjo-kemenkominfo-ajak-siswa-manfaatkan-internet-untuk-sebar-konten-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2024 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Pemanfaatan internet dan media digital di sektor pendidikan, dipastikan sangat membantu dalam proses dan aktivitas belajar mengajar. Kuncinya, jeli dalam memanfaatkan dan mengembangkan beragam konten positif di ruang digital. &#8220;Beragam konten positif bisa diakses untuk menginspirasi siswa dan santri, agar berkarya dan belajar dengan lebih baik. Juga, menjadi penolak dan penghancur konten-konten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Pemanfaatan internet dan media digital di sektor pendidikan, dipastikan sangat membantu dalam proses dan aktivitas belajar mengajar. Kuncinya, jeli dalam memanfaatkan dan mengembangkan beragam konten positif di ruang digital.</p>



<p>&#8220;Beragam konten positif bisa diakses untuk menginspirasi siswa dan santri, agar berkarya dan belajar dengan lebih baik. Juga, menjadi penolak dan penghancur konten-konten negatif yang membanjiri media digital dan makin tak terbendung,” tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dalam rilisnya, Selasa (05/03/2024) tadi.</p>



<p>Rilis itu disampaikannya, terkait rencana Kemenkominfo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (06/03/2024) besok, atau sekitar pukul 09.30-11.30 WIB. Rencananya, diskusi online ini akan diikuti secara nobar di 20an sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta serta madrasah tsanawiyah se-Kabupaten Sidoarjo.</p>



<p>&#8220;Webinar juga bisa diikuti secara gratis dengan cara mendaftar ke <a href="https://s.id/pendaftaransidoarjo0603" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaransidoarjo0603</a>. Dalam diskusi yang dibuka Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, peserta akan mendapatkan e-sertifikat juga e-money senilai total Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Diskusi online yang mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Penyebarkan Konten Positif&#8217;, ini akan menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, yang membahas dari sudut pandang etika digital. Lalu, CEO Raelikha Craft and Gallery Isna Noviningtyas (kecakapan digital) dan Kepala Program Studi Ekonomi Syariah STAIM Tulungagung, Mei Santi (keamanan digital) serta Dodo Dondi yang bertindak selaku moderator.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, memanfaatkan dan mengakses konten positif dapat menjadi solusi agar remaja, siswa, juga santri, terbentengi dari beragam konten negatif yang menyerbu ke ruang publik tanpa kendali. &#8220;Webinar ini menjadi penting untuk mengedukasi kalangan pendidikan terkait menjamurnya informasi hoaks dan beragam konten negatif lain di dunia digital, yang perlu dibentengi dengan beragam konten positif,&#8221; ujar Kemenkominfo.&nbsp;</p>



<p>Lebih jauh disampaikan, bahwa webinar bertujuan menginspirasi siswa dan guru agar semakin jeli dalam memanfaatkan dan memaksimalkan internet untuk memproduksi beragam karya dan konten belajar yang positif. &#8220;Dengan internet pula, siswa dan guru dapat menciptakan lingkungan pergaulan di beragam platform digital yang positif dan bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan tumbuh kembang anak, baik di sekolah maupun di rumah. Tentu, dibutuhkan bimbingan guru dan orangtua secara kritis dan terkontrol,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar yang membidik segmen pendidikan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang digelar sejak 2017. Tahun ini, program #literasidigitalkominfo tersebut mulai bergulir pada Februari 2024.</p>



<p>Sementara hingga akhir 2023, tercatat 24,6 juta orang telah mengikuti program untuk mewujudkan Indonesia yang #MakinCakapDigital ini. ”Sampai akhir 2024, kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta warga masyarakat Indonesia,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205652</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
