<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Investor &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/investor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jan 2026 13:30:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Investor &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penataan Kabel di Kota Malang Dibidik Investor, Nilai Investasi Capai Rp 200 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/penataan-kabel-di-kota-malang-dibidik-investor-nilai-investasi-capai-rp-200-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibidik]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229489</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penataan kabel udara semrawut di Kota Malang mulai menemukan jalan keluar. Salah satu investor swasta, dikabarkan siap menanamkan modal besar untuk membenahi infrastruktur kabel kota, dengan nilai investasi diperkirakan di atas Rp 200 miliar tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penataan kabel udara semrawut di Kota Malang mulai menemukan jalan keluar. Salah satu investor swasta, dikabarkan siap menanamkan modal besar untuk membenahi infrastruktur kabel kota, dengan nilai investasi diperkirakan di atas Rp 200 miliar tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>



<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan saat ini proses kerja sama masih berada pada tahap penjajakan. Bahkan, investor tersebut telah melakukan audiensi awal dengan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>“Masih tahap audiensi dengan Pak Wali. Jadi ini masih penjajakan. Konsep kerja samanya nanti apakah sewa atau Build Operate Transfer (BOT), itu keputusan ada di Pak Wali,” ujar Arif, Jumat (16/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa calon investor tersebut dari Malang Raya, meski aktivitas usahanya banyak berjalan di Jakarta dan Jawa Barat. Pemkot menilai, hal itu sebagai nilai tambah karena menunjukkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pembangunan kota.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dalam penataan kabel memang diarahkan menggunakan dana non-APBD, sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ini yang sekarang sedang kami carikan investornya,” tuturnya.</p>



<p>Dalam skema yang tengah dibahas, investor akan menyusun Feasibility Study (FS) sebagai dasar kerja sama. Apabila itu terealisasi, proyek tersebut juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, baik pada tahap persiapan maupun pelaksanaan.</p>



<p>“Tenaga kerja dari Kota Malang pasti akan kita prioritaskan. Tidak perlu mengambil pekerja dari luar daerah,” tambahnya.</p>



<p>Pemkot Malang menargetkan realisasi kerja sama tersebut dapat mulai berjalan pada tahun ini, seiring dengan penyiapan regulasi pendukung. Arif berharap proyek penataan kabel tersebut dapat menjadi momentum penting bagi Kota Malang.</p>



<p>“Mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar dan menjadi kado ulang tahun Kota Malang,” imbuh Arif. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229489</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapa Masyarakat, Bupati Fawait Apresiasi Investor Lokal yang Berani Angkat Potensi Perekonomian Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/sapa-masyarakat-bupati-fawait-apresiasi-investor-lokal-yang-berani-angkat-potensi-perekonomian-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berani]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227996</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi pengusaha atau investor lokal yang berani menanamkan modalnya untuk mengangkat potensi perekonomian daerah. Dimana, dampak dari investasi tersebut tentu membuat perekonomian daerah tumbuh pesat. Apresiasi tersebut, disampaikan orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Jember, saat Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Kencong, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi pengusaha atau investor lokal yang berani menanamkan modalnya untuk mengangkat potensi perekonomian daerah. Dimana, dampak dari investasi tersebut tentu membuat perekonomian daerah tumbuh pesat.</p>



<p>Apresiasi tersebut, disampaikan orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Jember, saat Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025) tadi. Bupati Fawait menegaskan, mengenai arah baru pembangunan di wilayah selatan Jember. Disebutkannya, Kecamatan Kencong memiliki posisi strategis sebagai kawasan ekonomi yang tengah tumbuh pesat. Dirinya secara terbuka, menyoroti potensi Kencong sebagai salah satu kawasan penggerak ekonomi daerah yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.</p>



<p>Saat ditemui di pertemuan Kader Posyandu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, menyampaikan bahwa Kencong memiliki kekuatan ekonomi yang tidak dimiliki semua kecamatan. Salah satu yang paling menonjol, adalah sektor pariwisata.</p>



<p>“Kencong punya wisata alam Paseban dan itu bukan sekadar aset lokal. Bahkan saudara-saudara kita Umat Hindu dari Bali, datang jauh-jauh ke sini. Artinya, Kencong punya daya tarik yang kuat untuk menjadi destinasi regional,” ungkap Bupati Jember.</p>



<p>Selain wisata alam, Bupati Fawait juga menyoroti keberadaan destinasi keluarga seperti Dira, yang salah satu investasi swasta yang berdampak besar terhadap ekonomi kawasan. Kehadiran Dira tidak hanya meningkatkan nilai tanah, tetapi juga menggerakkan arus kunjungan dari luar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sebelum ada Dira, jarang ada yang dari Lumajang atau wilayah lain datang ke Jember bagian barat. Hari ini mereka datang, belanja dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ini bukti bahwa investasi lokal bisa menjadi pengungkit besar bagi pertumbuhan daerah,” kata Bupati Fawait.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, apresiasi kepada para investor asli Jember, yang memilih menanam modal di wilayah selatan. Investasi semacam itu, dianggap memberi eksternalitas positif, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat kecil.</p>



<p>“Yang kita butuhkan adalah semakin banyak pengusaha seperti Pak Haji Ponimin, yang mau berinvestasi di wilayah yang belum terlalu berkembang. Daerah seperti Kencong ini potensinya luar biasa, tinggal kita kuatkan ekosistemnya,” tambahnya.</p>



<p>Gus Fawait memastikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memberikan kemudahan investasi untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah-wilayah potensial seperti Kencong. Dirinya juga menegaskan, bahwa berbagai opsi insentif fiskal disiapkan, tanpa menaikkan beban pajak masyarakat.</p>



<p>“Untuk investor yang ingin masuk ke Jember, kami siapkan karpet warna pink. Kalau memang dibutuhkan insentif fiskal, itu bisa kita berikan. Yang penting, investasi yang masuk memberi manfaat bagi masyarakat dan mempercepat pertumbuhan daerah,” tegasnya.</p>



<p>Program Bunga Desaku di Kencong, menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus kesempatan bagi Bupati Fawait untuk menguatkan kembali arah pembangunan kecamatan yang disebutnya sebagai salah satu poros penggerak ekonomi Jember. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Investor Lokal Kembangkan Peternakan Sapi Perah di Kediri, Mas Dhito Minta Administrasi Dibantu</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-investor-lokal-kembangkan-peternakan-sapi-perah-di-kediri-mas-dhito-minta-administrasi-dibantu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[dibantu]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223746</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengapresiasi munculnya pengusaha lokal yang akan berinvestasi pada sektor peternakan, khususnya pengembangan peternakan sapi perah di Kabupaten Kediri. Dikatakannya, bahwa investasi pada peternakan sapi perah, selain mendukung pemenuhan susu secara nasional juga dapat menyedot tenaga kerja. Terlebih, investor telah menyatakan komitmennya untuk merekrut tenaga kerja dari warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengapresiasi munculnya pengusaha lokal yang akan berinvestasi pada sektor peternakan, khususnya pengembangan peternakan sapi perah di Kabupaten Kediri. Dikatakannya, bahwa investasi pada peternakan sapi perah, selain mendukung pemenuhan susu secara nasional juga dapat menyedot tenaga kerja. Terlebih, investor telah menyatakan komitmennya untuk merekrut tenaga kerja dari warga miskin.</p>



<p>“Pada prinsipnya kami di Pemerintah Kabupaten Kediri, sangat mensuport. Apalagi, investasi nantinya siap menyerap tenaga kerja dari warga miskin,” kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, Jumat (04/07/2025) tadi.</p>



<p>Apresiasi sendiri, disampaikan Mas Dhito saat melakukan pertemuan dengan Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian dan pihak investor dari PT IBS Farm dari Plosoklaten. Di mana dalam pertemuan itu, komitmen dari pihak investor sejalan dengan program kerjanya di periode kedua, yang fokus mengentaskan kemiskinan ektrem.</p>



<p>Untuk mengentaskan warga dari kemiskinan ektrem, pemerintah daerah siap menggandeng berbagai pihak, terutama pengusaha yang akan berinvestasi di Kabupaten Kediri. Mas Dhito pun meminta jajarannya, untuk dapat membantu suksesnya pengurusan perizinan bagi para investor.</p>



<p>“Kita sudah menanti investor datang dan ini sudah di depan mata. Sehingga, jangan sampai gagal karena administrasi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, dalam pertemuannya dengan Mas Dhito mengungkapkan bahwa saat ini untuk memenuhi kebutuhan susu di Indonesia masih harus impor. Sebab, produksi susu di Indonesia baru 21 persen dari 4,7 juta ton total kebutuhan.</p>



<p>“Produksi kita itu baru 1 juta ton setiap tahun dan 60 persen populasi sapinya di Jawa Timur,” ungkapnya.</p>



<p>Kedatangannya di Kabupaten Kediri, diakui sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi impor susu, mengingat adanya kesanggupan pengusaha lokal untuk mengembangkan peternakan Sapi Perah. Dalam hal ini, PT IBS Farm rencananya berinvestasi 3 ribu ekor Sapi Perah secara berkala. Sebagai tahap awal, ujarnya, dari 5 ratus ekor Sapi Perah yang rencananya akan didatangkan dari Australia pada tahun 2025, kini sebanyak 100 ekor sudah datang dan berada di Balai Karantina sebelum akhirnya dikirim ke kandang milik IBS Farm.</p>



<p>Sementara itu, pemilik IBS Farm, Muhammad Rofiq, menyatakan keseriusannya untuk berinvestasi di peternakan Sapi Perah. Sebagaimana yang telah dijalankan pada budidaya Sapi Pedaging selama ini, seluruh tenaga kerja diambil dari masyarakat sekitar, khususnya dari kalangan kurang mampu. “Kita telah membicarakan dengan Dinas Sosial meminta data warga miskin yang akan saya rekrut untuk kerja di situ,” ujarnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Situbondo Gala Dinner Kala Sambut Delegasi Investor Internasional Perusahaan Akuakultur Global</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-situbondo-gala-dinner-kala-sambut-delegasi-investor-internasional-perusahaan-akuakultur-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[akuakultur]]></category>
		<category><![CDATA[delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[dinner]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222407</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mendapat kunjungan resmi dari delegasi investor internasional yang tergabung dalam empat perusahaan Akuakultur Global, masing-masing Algisys, GroLink, Halophilic Marine Agriculture dan Seatopia, yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Nigeria dan Vietnam, Sabtu (24/05/ 2025) malam. Pelaksanaan kunjungan dalam rangka menjajaki peluang kemitraan dan kolaborasi, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mendapat kunjungan resmi dari delegasi investor internasional yang tergabung dalam empat perusahaan Akuakultur Global, masing-masing Algisys, GroLink, Halophilic Marine Agriculture dan Seatopia, yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Nigeria dan Vietnam, Sabtu (24/05/ 2025) malam. Pelaksanaan kunjungan dalam rangka menjajaki peluang kemitraan dan kolaborasi, itu dipimpin Direktur Program Hatch Blue, Benedict Tan.</p>



<p>Kunjungan sejumlah investor itu, dikemas Pemkab Situbondo dengan menggelar Gala Dinner bertajuk &#8216;With Insvestors Welcome To Situbondo Expolore The Wonders Of This City&#8217;, yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Situbondo. Hadir langsung menerima sejumlah delegasi, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Ketua PKK Situbondo, Husna Laili, Plt Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Situbondo serta tamu undangan lain.</p>



<p>Mengawali gala dinner itu, Bupati Yusuf Rio bersama istri, Husna Laili, menerangkan tentang berbagai potensi alam yang berada di Kabupaten Situbondo. Adapun potensi yang dipaparkan oleh Mbak Una-sapaan akrab Husna Laili, antara lain mengenai potensi pertanian tembakau dan kopi, potensi kelautan budidaya ikan kerapu, lobster, hatchery, udang serta potensi pariwisata alam dan potensi-potensi lain yang bisa dikolaborasikan dengan para pengusaha mancanegara.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Program Hatch Blue, Benedict Tan, dalam sambutannya mengatakan bahwa kunjungan bersama empat perusahaan mancanegara ini, salah satunya untuk mempelajari praktik akuakultur di Situbondo. Sekaligus, mengeksplorasi potensi kerja sama internasional.</p>



<p>&#8220;Hatch Blue merasa terhormat dapat membawa delegasi ini ke Kabupaten Situbondo, untuk belajar sektor Akuakultur lokal dan menjajaki potensi kemitraan. Kami percaya kunjungan ini membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan dan saya merasa terhormat, karena Pemkab Situbondo sangat terbuka,&#8221; kata Benedict Tan.</p>



<p>Dirinya juga menerangkan, bahwa Hatch Blue merupakan perusahaan global yang bergerak di bidang investasi, inovasi dan pengetahuan, khususnya pada sektor akuakultur dan inisiatif kelautan berkelanjutan. “Perusahaan Hatch Blue ini memiliki kantor di Singapura, Jerman, Norwegia, Irlandia dan Amerika Serikat. Termasuk, telah berinvestasi lebih dari 71 perusahaan sejak tahun 2018, termasuk startup akuakultur Indonesia, Jala,” jelas Benedict Tan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengungkapkan apresiasinya, terhadap pencapaian Kabupaten Situbondo di bidang budidaya laut. Terutama, pada produksi ikan kerapu dan sistem keramba jaring apung yang telah dikenal luas dan hatchery serta tambak-tambak udang.</p>



<p>“Integrasi Situbondo dengan pasar ekspor serta kehadiran industri pengolahan mikro menjadi kekuatan yang utama dalam rantai nilai akuakultur nasional,” imbuhnya.</p>



<p>Peran pemerintah daerah, lanjut Benedict Tan, dalam menyediakan pelatihan, peralatan dan pembiayaan kolektif telah mendorong perkembangan sektor kelautan ini. Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi dan dukungan hal tersebut.</p>



<p>Bersama dengan perusahaan lain yang ikut berkunjung ke Kabupaten Situbondo, Benedict Tan mengatakan ketertarikannya untuk memahami secara menyeluruh kondisi industri lokal dalam praktik akses pasar dan potensi kolaborasi bisnis. “Fokusnya pertukaran pengetahuan, inovasi rantai pasok dan dukungan terhadap praktik berkelanjutan,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Yusuf Rio mengatakan bahwa Pemkab Situbondo menyambut baik inisiatif kerja sama internasional ini. &#8220;Sebagai pemerintah daerah, kami sangat terbuka untuk peluang kolaborasi dengan pengusaha-pengusaha mancanegara. Karena di Kabupaten Situbondo, itu masih banyak potensi yang bisa kita kerjakan bersama,&#8221; ujar bupati yang akrab disapa Mas Rio.</p>



<p>Mantan Direktur PRC ini juga menegaskan, bahwa pihak manapun bisa berkolaborasi dan berinvestasi di kabupaten ini. Sebab, masih banyak potensi bidang kelautan yang bisa di kolaborasikan. “Semoga dengan kunjungan investor manca negara ke Situbondo, maka peluang investasi semakin terbuka lebar,” imbuhnya.</p>



<p>Sekedar informasi, sejumlah pengusaha asal mancanegara yang melakukan kunjungan ke Kabupaten Situbondo itu, diantaranya adalah Manajer Pengembangan Bisnis, Tequisa Indonesia, Ariq M Irsyad, Direktur Pelaksana Investasi Tahap Awal, Hatch Blue Irlandia, Caitriona Kelleher, Direktur Program, Hatch Blue Singapura, Benedict Tan, Asisten Program, Hatch Blue Singapura, Marilyn Kang, Co-Founder &amp; Partner, Direktur Pelaksana Program, Hatch Blue Irlandia, Wayne Murphy, Co-Founder, Halophilic Marine Agriculture Vietnam, Nicholas.</p>



<p>Kemudian juga ada Chief Operations Officer Kepala Operasional, Seatopia Amerika Serikat, Clark Kissiah, Chief Executive Officer, AlgiSys Amerika Serikat, Roger Frank, Direktur Operasional, GroLink Amerika Serikat, Israel Tommy, Direktur Utama, GroLink Nigeria, Ifedolapo Atinmo, Co-Founder &amp; Chief Executive Officer, Living Seas Aquafeeds Indonesia, Timothy Hromatka dan Asisten Eksekutif, MIDA Trade Ventures Indonesia, Vanessa Juliecia Yusran. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222407</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gaet Investor, Pemkot Malang Siapkan Peta Investasi</title>
		<link>https://memontum.com/gaet-investor-pemkot-malang-siapkan-peta-investasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217356</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk memaksimalkan potensi investasi di Kota Malang, Dinas Tenaga Kerja dan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) mulai menyiapkan Peta Investasi. Itu nantinya, akan digunakan sebagai pedoman bagi para investor untuk menanamkan investasinya di Kota Malang. Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa Peta Investasi tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Untuk memaksimalkan potensi investasi di Kota Malang, Dinas Tenaga Kerja dan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) mulai menyiapkan Peta Investasi. Itu nantinya, akan digunakan sebagai pedoman bagi para investor untuk menanamkan investasinya di Kota Malang.</p>



<p>Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa Peta Investasi tersebut akan dibuat dalam waktu dekat ini. Kemudian, akan dibawa ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai apa saja yang akan ditawarkan di tahun 2025 mendatang.</p>



<p>&#8220;Nanti kami akan rapat dengan Bappeda kira kira apa yang akan kami angkat dari Kota Malang. Dari provinsi juga tentunya nanti akan membantu untuk pelaksanaannya,&#8221; ujar Arif, Sabtu (07/12/2024) tadi.</p>



<p>Menurut Arif, revisi Peta Investasi ini sangat diperlukan karena kondisi dan potensi Kota Malang terus berkembang. Perubahan tata ruang menjadi salah satu alasan utama perlunya pembaruan ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Contohnya, tren investasi berubah. Dulu banyak yang berinvestasi di usaha kos-kosan, sekarang mulai bergeser ke pembangunan rukos (rumah kos),” katanya.</p>



<p>Dengan adanya Peta Investasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran tren perkembangan di setiap wilayah Kota Malang. Apalagi, di tiap wilayah tentu memiliki karakteristik yang berbeda.</p>



<p>&#8220;Misalnya di wilayah Kedungkandang, banyak potensi untuk sektor perumahan atau properti. Sedangkan di pusat kota seperti Klojen, sektor jasa lebih dominan, seperti hotel, restoran, hiburan, hingga proyek baru seperti pengajuan izin hiburan biliar di depan Stasiun Malang Kota Baru,” paparnya.</p>



<p>Melalui Peta Investasi tersebut, Arif berharap nantinya para investor dapat lebih mudah melihat potensi dan tren di Kota Malang. Selain itu, peta ini diharapkan dapat segera selesai agar mampu menarik lebih banyak investasi ke Kota Malang ini. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217356</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Wahyu Terima Penghargaan Anubhawa Sasana, Branding Positif Tarik Investor</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wali-kota-wahyu-terima-penghargaan-anubhawa-sasana-branding-positif-tarik-investor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jul 2024 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[anubhawa]]></category>
		<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sasana]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212460</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mendapatkan penghargaan Anubhawa Sasana dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Penghargaan itu diberikan, karena menjadi kepala daerah yang telah membina dan mengukuhkan kelurahan menjadi kelurahan sadar hukum. Atas raihan penghargaan tersebut, pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu berharap agar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mendapatkan penghargaan Anubhawa Sasana dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Penghargaan itu diberikan, karena menjadi kepala daerah yang telah membina dan mengukuhkan kelurahan menjadi kelurahan sadar hukum.</p>



<p>Atas raihan penghargaan tersebut, pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu berharap agar masyarakat Kota Malang di tingkat kelurahan dapat mempunyai kesadaran hukum yang lebih baik lagi. “Alhamdulillah, dengan diraihnya Penghargaan Anubhawa Sasana, diharapkan iklim investasi di Kota Malang menjadi lebih kondusif, karena masyarakat Kota Malang mempunyai tingkat kesadaran hukum yang lebih baik. Tidak lupa, ucapan selamat kepada kecamatan maupun kelurahan yang sukses meraih prestasi ini,&#8221; kata Pj Wali Kota Wahyu, Rabu (31/07/2024) tadi.</p>



<p>Prestasi tersebut, turut diikuti oleh 5 kecamatan dan 13 kelurahan di Kota Malang serta Bagian Hukum Setda Kota Malang, yang juga mendapat penghargaan Anubhawa Sasana dan ditetapkan sebagai Desa atau Kelurahan Sadar Hukum (DKSH). Itu juga menjadi cermin kestabilan aspek hukum dan sosial masyarakat.</p>



<p>“Sehingga, DKSH ini menjadi branding positif untuk menarik investor, dengan harapan akan mendorong pertumbuhan ekonomi di masing-masing kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk kriteria ditetapkannya suatu desa atau kelurahan menjadi DKSH, diantaranya terdapat pembinaan, pemahaman, sikap dan perilaku hukum masyarakat di wilayah tersebut yang dilakukan secara optimal. Proses penilaiannya meliputi dimensi akses informasi hukum, dimensi implementasi hukum, dimensi akses keadilan serta dimensi demokrasi dan regulasi.</p>



<p>&#8220;Semoga ini menjadi pemicu semangat untuk kelurahan-kelurahan lain. Ke depan, saya berharap harus semakin banyak kelurahan yang berhasil meraih predikat kelurahan sadar hukum. Karena semakin tinggi kesadaran hukum, maka semakin tertib pula kehidupan bermasyarakatnya dan kondisi keamanan yang baik ini akan menjadi nilai jual tersendiri untuk menambah kepercayaan investor dalam berinvestasi,&#8221; imbuh Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Sebagai informasi, kecamatan dan kelurahan yang menerima penghargaan ini antara lain Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing, Kecamatan Lowokwaru, Kecamatan Sukun dan Kecamatan Kedungkandang. Kemudian, Kelurahan Kauman, Kelurahan Klojen, Kelurahan Bareng, Kelurahan Kiduldalem, Kelurahan Samaan, Kelurahan Balearjosari, Kelurahan Blimbing, Kelurahan Arjowinangun, Kelurahan Kedungkandang, Kelurahan Buring, Kelurahan Tulusrejo, Kelurahan Mulyorejo dan Kelurahan Tanjungrejo. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212460</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Investor Jajaki Pembangunan Hotel di Kawasan Taman Krida Budaya Jatim, Pemkot Malang Siapkan Perizinan</title>
		<link>https://memontum.com/investor-jajaki-pembangunan-hotel-di-kawasan-taman-krida-budaya-jatim-pemkot-malang-siapkan-perizinan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2024 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[jajaki]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perizinan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208862</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hotel bintang lima direncanakan akan dibangun di area Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) Jalan Soekarno Hatta Kota Malang. Hanya saja, rencana tersebut masih dalam proses pertimbangan oleh pihak Provinsi Jawa Timur, selaku pemilik aset. Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hotel bintang lima direncanakan akan dibangun di area Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) Jalan Soekarno Hatta Kota Malang. Hanya saja, rencana tersebut masih dalam proses pertimbangan oleh pihak Provinsi Jawa Timur, selaku pemilik aset.</p>



<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa dalam rencana tersebut nantinya akan menyeleksi sedikitnya tiga investor yang tertarik. &#8220;Minimal nanti tiga investor, dari perusahaan nasional. Ini sudah ditanyakan dan untuk di TKBJ sekarang masih proses. Entah apakah itu untuk kerja sama pemanfaatan atau apa itu, masih negosiasi di pihak Provinsi Jawa Timur,” kata Arif, Selasa (30/04/2024) tadi.</p>



<p>Apabila nantinya investor tersebut sudah terpilih, ujarnya, maka Disnaker PMPTSP Kota Malang siap untuk membantu mengenai perizinannya di Kota Malang. Tentunya, sesuai dengan aturan pemerintah mulai dari Online Single Submission (OSS), Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) hingga Amdal Lingkungan.</p>



<p>“Dalam pembahasan Amdal lingkungan, warga Kota Malang tidak usah khawatir. Karena nantinya, akan dilibatkan pada saat pembahasan Amdal lingkungan tersebut. Sehingga, apa yang jadi masukan warga akan kita tuangkan. Selama itu sesuai dengan legal dan persyaratannya, kemudian peruntukan lahannya di situ, pasti kita bantu,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika luasan area yang akan diperuntukkan sebagai hotel bintang lima yakni sekitar 2,7 hektar dengan capaian nilai investasi sebesar Rp 500 miliar. Itu menjadi salah satu target Kota Malang untuk membuka investasi sebesar-besarnya di tahun 2024 ini.</p>



<p>“Di tahun 2023 lalu, kita tembus di angka Rp 2,070 triliun. Mudah-mudahan di tahun 2024 ini, investasi di Kota Malang bisa naik lagi. Targetnya untuk tahun ini 1,4 Triliun,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, jika proyek tersebut disetujui oleh pihak Pemprov Jatim, menurutnya itu akan menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan Soekarno Hatta yang sedang direncanakan untuk menjadi pusat wisata milenial. Apalagi di kawasan tersebut sudah banyak kafe, wisata kuliner, dan fasilitas lainnya, namun belum memiliki hotel bintang lima.</p>



<p>&#8220;Jadi kalau sesuai keinginannya Pak Pj Wali Kota, inginnya kawasan Suhat ini dijadikan pusat wisata milenial. Kalau konsep kolonial, kan sudah ada di Kayutangan Heritage. Harapannya juga untuk mendongkrak karena di Kawasan Soekarno Hatta, apa yang tidak ada? Semuanya kan ada. Apalagi di sana juga menjadi sentranya mahasiswa,” imbuh Arif. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wacana Bangun Stadion Baru, Pemkot Malang Buka Peluang untuk Investor</title>
		<link>https://memontum.com/wacana-bangun-stadion-baru-pemkot-malang-buka-peluang-untuk-investor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang membuka peluang bagi sejumlah investor yang ingin membangun stadion baru di Kota Malang. Stadion yang diwacanakan itu, yakni stadion standar FIFA. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa stadion baru itu nantinya akan dibangun di sisi timur Kota Malang, atau di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Lokasi itu dipilih, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang membuka peluang bagi sejumlah investor yang ingin membangun stadion baru di Kota Malang. Stadion yang diwacanakan itu, yakni stadion standar FIFA.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa stadion baru itu nantinya akan dibangun di sisi timur Kota Malang, atau di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Lokasi itu dipilih, agar berdekatan dengan akses jalan tol di wilayah Madyopuro, Kota Malang.</p>



<p>“Beberapa investor memang ingin membangun stadion baru di Kota Malang. Ini stadion baru dan karena memang mereka melihat potensi dari keolahragaan dan prestasi yang ada di Kota Malang, itu sangat baik,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Senin (19/02/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam hal ini, Pj Wali Kota Wahyu membuka peluang bagi siapa saja, yang ingin terlibat atau menjadi investor. Apabila, pembangunan dilakukan di aset milik Pemkot Malang, maka menurutnya harus ada kerja sama yang baik. Meskipun mengenai penentuan lokasinya, itu masih dalam tahap pembicaraan.</p>



<p>“Saya silahkan kalau mau di aset pemerintah. Tapi, harus ada kerja sama,” katanya.</p>



<p>Kemudian, Pj Wali Kota Wahyu berharap agar nantinya stadion baru tersebut juga dapat difungsikan sebagai sport center. Sehingga, tidak hanya menjadikan stadion sebagai tempat pertandingan olah raga saja, namun juga pusat kegiatan olah raga beragam serta dapat meningkatkan kualitas dan variasi kegiatan olah raga di Kota Malang.</p>



<p>“Iya kita lakukan nanti bisa jadi sport center. Saya minta sekaligus saja, bukan hanya nasional tapi Internasional standart FIFA nanti,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206119</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tata Pasar Gadang, Pj Wali Kota Malang Kaji PKS dan Siap Panggil Investor</title>
		<link>https://memontum.com/tata-pasar-gadang-pj-wali-kota-malang-kaji-pks-dan-siap-panggil-investor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2024 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[panggil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang saat ini sedang mengkaji terkait dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pasar Gadang. Itu karena, persoalan-persoalan yang terjadi mulai dari macet, jalan berlubang hingga bongkar muat yang tidak teratur, belum dapat dituntaskan dengan baik. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa persoalan itu terjadi sudah sejak lama dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang saat ini sedang mengkaji terkait dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pasar Gadang. Itu karena, persoalan-persoalan yang terjadi mulai dari macet, jalan berlubang hingga bongkar muat yang tidak teratur, belum dapat dituntaskan dengan baik.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa persoalan itu terjadi sudah sejak lama dan menjadi perhatian masyarakat. Bahkan, jalan berlubang sering kali terjadi, meskipun sudah beberapa kali diperbaiki.</p>



<p>“Karena ada pasar di situ, tentunya jalan menjadi rusak. Karenanya, saat ini kita sedang mengkaji terkait persoalan Pasar Gadang,” kata Pj Wali Kota Wahyu, seusai menggelar Program Ngobrol Bareng Mbois Ilakes (Ngombe), Senin (05/02/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sehingga, dalam hal ini Pemkot Malang akan memanggil pihak investor Pasar Gadang, untuk duduk bersama. Tentu dalam hal ini, harus ada tanggung jawab, hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh investor.</p>



<p>“Setelah kita mempelajari kajian PKSnya, kita akan panggil. Seperti apa yang dilakukan oleh mereka dan apa yang harus dilakukan oleh Pemkot Malang. Kita akan cari solusi untuk selesaikan. Kalau Pasar Gadang ini tidak selesai, dampaknya itu banyak,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dalam pemanggilan itu nantinya akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Setidaknya, seusai masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.</p>



<p>“Sekarang kita masih mempelajari, mungkin setelah Pilpres besok kita bisa panggil. Kita pahami dahulu PKSnya, agar nanti ada koordinasi yang matang saat kita panggil mereka,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205608</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
