<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ipal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ipal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2021 10:58:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ipal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringati Hari Air Sedunia, Wawali Kota Malang Kunjungi SDN Kotalama 1 Resmikan Seribu Tomat dan Tanam Pule</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-air-sedunia-wawali-kota-malang-kunjungi-sdn-kotalama-1-resmikan-seribu-tomat-dan-tanam-pule</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2021 10:58:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sofyan Edi Jarwoko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137422</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hari Air Sedunia yang jatuh pada Senin (22/03) tadi, dimanfaatkan oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, untuk berkunjung ke SDN Kotalama 1. Dalam kunjungannya itu, pria yang akrab disapa Bung Edi, tidak hanya sekedar meresmikan Sekolah Rindang Buat Terobsesinya Orang Melakukan Aksi Tanam (Seribu Tomat). Namun, juga meresmikan instalasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Hari Air Sedunia yang jatuh pada Senin (22/03) tadi, dimanfaatkan oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, untuk berkunjung ke SDN Kotalama 1. </p>



<p>Dalam kunjungannya itu, pria yang akrab disapa Bung Edi, tidak hanya sekedar meresmikan Sekolah Rindang Buat Terobsesinya Orang Melakukan Aksi Tanam (Seribu Tomat).</p>



<p>Namun, juga meresmikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tadah hujan, menanam Pohon Pule ke 3.398 hingga 3.498.</p>



<p>Termasuk, dalam kesempatan itu juga ikut menyaksikan empat produk unggulan SDN Kotalama 1, serta menjadi nara sumber dalam webinar Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/134841-perpustakaan-smpn-9-kota-malang-hadirkan-beragam-keunikan">Perpustakaan SMPN 9 Kota Malang Hadirkan Beragam Keunikan</a></strong></p>



<p>Orang nomor dua di Kota Malang ini mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha dan media menjadi kekuatan utama di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Termasuk kaitannya dengan konservasi air. Apalagi, hari ini adalah Hari Air Sedunia. Selamat untuk kita semua yang sudah peduli terhadap lingkungan,&#8221; ungkap Wawali.</p>



<p>Bung Edi mengapresiasi konservasi air yang terdapat di SDN Kotalama 1. Di mana, terdapat IPAL dan biopori di lingkungan sekolah yang terletak di Jalan Kebalen Wetan, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>&#8220;Selain itu di tahun 2020 setiap kelurahan di wilayah Kota Malang, sudah dibangun 10 sumur resapan. Terus ini berlanjut supaya alam kita lestari, air kita juga lestari, bersih,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Menurut Bung Edi, giat hari ini yang berupa penanaman pohon pule, membangun tabungan air dalam bentuk konservasi, dan resapan air merupakan upaya melestarikan alam, khusunya di Kota Malang.</p>



<p>Kepala Sekolah SDN Kotalama 1, Isnaeni SPd MPd, menjabarkan beberapa program yang ada di sekolah ini.</p>



<p>&#8220;Pertama ada Seribu Tomat, program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya limbah tomat yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Kemudian kita juga punya 4 produk unggulan,&#8221; beber Isnaeni.</p>



<p>Produk unggulan pertama adalah tomat yang merupakan hasil dari program Seribu Tomat. Kedua, produk unggulan Sekolah Inovasi Bulu Kotoran Ayam (Ibukota).</p>



<p>Inovasi Ibukota ini dilatarbelakangi oleh belum termanfaatkannya bulu dan kotoran ayam oleh warga sekitar yang mayoritas memiliki usaha rumah potong ayam.</p>



<p>Sehingga untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi pupuk padat bulu ayam, pupuk cair bulu ayam, dan pupuk cair kombinasi bulu ayam.</p>



<p>&#8220;Ketiga ada produk unggulan jamur, keempat ada hasil kreatifitas siswa SDN Kotalama 1. Yaitu berupa produk daur ulang berbahan dasar bulu-bulu ayam dan karung goni,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Berkaitan dengan konservasi air, dijelaskan Isnaeni, selain biopori pihaknya juga memiliki IPAL.</p>



<p>&#8220;Di IPAL ada 3 bak, bak penampung pertama untuk limbah air wudhu dan air dari kamar mandi yang telah digunakan atau terbuang. Bak penampung 2 untuk mengendapkan kotoran yang ikut terbawa dari bak penampung 1, dimana didalamnya terdapat kerikil, serabut kelapa, dan arang. Terakhir bak penampung 3, air yang sudah masuk di bak pengendapan berisi lapisan hijau dan jerami,&#8221; jabarnya.</p>



<p>Hasil air yang ditampung, dikatakan Isnaeni, akan dimanfaatkan untuk menyiram halaman dan taman yang ada di SDN Kotalama 1. <strong>(hms/mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137422</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wawali Malang Resmikan IPAL SDN Purwantoro 6, Air Bekas Wudhu Diolah Dialirkan ke Budidaya Ikan</title>
		<link>https://memontum.com/wawali-malang-resmikan-ipal-sdn-purwantoro-6-air-bekas-wudhu-diolah-dialirkan-ke-budidaya-ikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2021 05:22:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[adiwiyata]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Sofyan Edi Jarwoko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134010</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, meresmikan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) SDN Purwantoro 6, Jumat (5/2) pagi. Bung Edi, sapaan akrabnya, menganggap inovasi yang dibuat sekolah tersebut cukup unik. &#8220;Inovasi ini sangat menarik. Inovasi IPAL sebagai tempat wudhu, didesain sedemikian rupa. Sehingga, air bekas berwudhu dikembalikan dan diolah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, meresmikan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) SDN Purwantoro 6, Jumat (5/2) pagi. Bung Edi, sapaan akrabnya, menganggap inovasi yang dibuat sekolah tersebut cukup unik.</p>
<p>&#8220;Inovasi ini sangat menarik. Inovasi IPAL sebagai tempat wudhu, didesain sedemikian rupa. Sehingga, air bekas berwudhu dikembalikan dan diolah lagi dalam posisi bersih untuk budidaya ikan,&#8221; ujar Bung Edi.</p>
<p>Dirinya berpesan, bahwa inovasi yang berkaitan dengan lingkungan harus terus diangkat, supaya mampu memberi nilai tambah. Selain itu, juga komunikasi dan kolaborasi dengan stakeholder serta masyarakat yang harus terus ditingkatkan.</p>
<p>&#8220;Perlu dirangsang juga dengan kolaborasi bersama potensi masyarakat, pemerhati lingkungan, supaya apa yang dicita-citakan bersama mampu segera terwujud,&#8221; paparnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134002-dukung-adiwiyata-sdn-purwantoro-6-wawali-malang-tanam-pohon-pule">Dukung Adiwiyata SDN Purwantoro 6, Wawali Malang Tanam Pohon Pule</a></strong></p>
<p>Kepala Sekolah SDN Purwantoro 6, Siti Khotimah, SPd MPd, membeberkan bahwa melalui IPAL, pihaknya sedang menerapkan konservasi air.</p>
<p>&#8220;Jadi konsepnya adalah konservasi air. Kebetulan juga, air sumur disini masih bagus. Nah, anak-anak bisa wudhu di IPAL, yang sudah dibuatkan empat saluran. Air bekas wudhu, pastinya sudah kotor, karena sudah digunakan untuk membilas wajah dan menempelnya debu dan pasir pada wajah,&#8221; ujar Siti.</p>
<p>Dari situ, tambahnya, air bekas cucian wudhu yang tidak boleh digunakan lagi, ditampung pada wadah penyaring sederhana. Selanjutnya, air yang kembali jernih itu, digunakan untuk mengisi kolam ikan.</p>
<p>&#8220;Sehingga, ikannya bisa hidup dan berkembang biar karena air tidak tercemar. Jadi pada intinya adalah air sisa wudhu tidak terbuang percuma,&#8221; terangnya.</p>
<p>Bahkan tidak hanya itu, konservasi dan penghematan air juga dilakukan dengan gerkan petik air hujan. Dimana saat hujan turun pihaknya akan menyediakan bak bak penampungan air.</p>
<p>&#8220;Jadi air hujan tidak kami biarkan turun mengalir kemana-mana. Kami siapkan bak, dan keesokan harinya bisa digunakan untuk menyiram tanaman,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Berkaitan dengan arahan Wawali untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, diakui Siti pihaknya sudah kerap lakukan MoU.</p>
<p>&#8220;Kami libatkan PSM (Peran Serta Masyarakat), ada dari CSR (Corporate social responsibility), mahasiswa, dan lain sebagainya. Total MoU kita saat ini hampir 20,&#8221; terangnya.<strong> (cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134010</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Paska Disegel, Tambak Udang PT Bumi Subur Lumajang Diduga Tetap Buang Limbah</title>
		<link>https://memontum.com/paska-disegel-tambak-udang-pt-bumi-subur-lumajang-diduga-tetap-buang-limbah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 12:31:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[PT Bumi Subur]]></category>
		<category><![CDATA[tambak udang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133808</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; PT Bumi Subur (BS) Lumajang, diduga hari ini, Selasa (02/02), membuang limbah ke sungai. Padahal, keberadaan bangunan itu, beberapa waktu lalu saluran limbahnya sudah disegel oleh Satpol PP Lumajang. &#8220;Setelah disegel, diduga masih melakukan pembuangan limbah. Karena yang bermasalah dengan warga, waktu itu pembuangan limbahnya,&#8221; kata salah seorang warga, Ali Ridho. Dirinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; PT Bumi Subur (BS) Lumajang, diduga hari ini, Selasa (02/02), membuang limbah ke sungai. Padahal, keberadaan bangunan itu, beberapa waktu lalu saluran limbahnya sudah disegel oleh Satpol PP Lumajang.</p>
<p>&#8220;Setelah disegel, diduga masih melakukan pembuangan limbah. Karena yang bermasalah dengan warga, waktu itu pembuangan limbahnya,&#8221; kata salah seorang warga, Ali Ridho.</p>
<p>Dirinya menambahkan, sebelumnya DLH di forum pertemuan dengan masyarakat, DLH sudah melarang tambak beroperasi, sebelum membuat IPAL. Selang beberapa waktu lalu, Satpol PP pun melakukan penyegelan pembuangan limbahnya.</p>
<p>&#8220;Cuma sayangnya, di depan segel itu ada pipa. Pipa itu l, ternyata untuk saluran pembuangan limbah. Terbukti tadi, ada orang mancing di situ dan memvideokan, bahwasannya menemukan ada pembuangan limbah yang dibuang oleh tambak udang PT Bumi Subur,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menanggapi hal itu, dirinya pun akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terkait, yakni DLH. Karena, dinas itu yang mempunyai kewenangan.</p>
<p>&#8220;Tambak ini tidak ada manfaat untuk warga sini. Bahkan, mengganggu petani dan nelayan. Kami tengarai, bahwasannya perusahaan ini tidak mempunyai izin lengkap. Kami sedikit banyak ada bukti. Terus, berarti dia merugikan negara, juga masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/127458-tambak-udang-pt-bumi-subur-didemo-petani-dan-nelayan">Tambak Udang PT Bumi Subur Didemo Petani dan Nelayan</a><br />
</strong></p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yulli Haris, ketika dikonfirmasi terkait dugaan yang dilakukan tambak udang PT Bumi Subur l, menjelaskan jika setelah penerbitan teguran II bupati kepada PT BS dan penutupan saluran pembuangan limbah, maka PT BS diwajibkan untuk membangun instalasi pengelolaan limbah cair.</p>
<p>&#8220;Saat ini PT BS dalam tahap penyelesaian pembangunan IPAL. Yang selanjutnya, akan dipresentasikan kepada OPD terkait dan diujicoba untuk melihat efektivitas kinerja IPAL. Apabila telah sesuai, pembukan segel saluran akan dilakukan. Besok (Rabu, red), kami akan turun ke lokasi,&#8221; terang Yulli.</p>
<p>Kepala Satpol PP Lumajang, Matali Bilogo, mengatakan bahwa terkait pembuangan limbah PT Bumi Subur, pihaknya akan melakukan pengecekan. &#8220;Nanti di cek ya,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/125104-pt-bumi-subur-bergolak-lagi-laskar-pelangi-adukan-tr">PT Bumi Subur ‘Bergolak’ Lagi, Laskar Pelangi Adukan ‘TR’</a></strong></p>
<p>Ditanya status penyegelan yang sudah dilakukan, dirinya menegaskan, jika operasional tetap bisa jalan dan tidak ada masalah.</p>
<p>&#8220;Yang ditutup saluran pembuangan limbahnya saja. IPALnya, masih digarap dan masih belum selesai. Kemarin itu diwajibkan membangun IPAL. Nanti kalau sudah panen, limbahnya harus masuk ke IPAL dahulu, setelah mengendap dan bening, baru nanti bisa dibuang lewat saluran yang sekarang masih di segel,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ditambahkan, jika benar PT Bumi Subur membuang limbah, Matali menyampaikan, nanti diingatkan secara kedinasan. (<strong>adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133808</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Pemkab Sidoarjo Tangani Limbah Domestik</title>
		<link>https://memontum.com/ini-cara-pemkab-sidoarjo-tangani-limbah-domestik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 14:51:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Domestik]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128965</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; ­ Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Dampak Limbah Domestik bagi ratusan pelaku industri di Sidoarjo. Sosialisasi ini diikuti ratusan perwakilan perusahaan. Berdasarkan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Peraturan Menteri LHK No P 68/Menlhk-Setjen/2016 mengenai Baku Mutu Air Limbah Domestik. Secara garis besar, baku mutu air limbah domestik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo &#8211;</strong> ­ Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Dampak Limbah Domestik bagi ratusan pelaku industri di Sidoarjo. Sosialisasi ini diikuti ratusan perwakilan perusahaan.</p>
<p>Berdasarkan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Peraturan Menteri LHK No P 68/Menlhk-Setjen/2016 mengenai Baku Mutu Air Limbah Domestik. Secara garis besar, baku mutu air limbah domestik terdiri dari 3 bagian yaitu rumah tangga dan/atau usaha dan/atau kegiatan di lokasi darat, usaha dan/atau kegiatan di lokasi perairan dan fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Air limbah domestik yang dimaksud pada peraturan itu adalah black water dan grey water. Selain itu, pengolahan air limbah domestik dilakukan secara tersendiri. Yaitu tanpa menggabungkan dengan pengolahan air limbah dengan jenis air limbah domestik maupun secara terintegrasi, melalui penggabungan air limbah dengan jenis air limbah lain ke dalam satu sistem pengolahan air limbah.</p>
<p><div id="attachment_128966" style="width: 860px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/12/Ft-pj-darjo-2.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-128966" decoding="async" class="size-full wp-image-128966" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/12/Ft-pj-darjo-2.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="SOSIALISASI: Pelaku usaha perwakilan perusahaan menyimak paparan Pencegahan Dampak Limbah Domestik." width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/12/Ft-pj-darjo-2.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/12/Ft-pj-darjo-2.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/12/Ft-pj-darjo-2.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/12/Ft-pj-darjo-2.jpg?resize=400%2C212&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-128966" class="wp-caption-text">SOSIALISASI: Pelaku usaha perwakilan perusahaan menyimak paparan Pencegahan Dampak Limbah Domestik.</p></div></p>
<p>Kepala DLHK Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan mengingatkan berdasarkan Peraturan Menteri LHK, industri diwajibkan mengelola limbahnya sebelum di buang ke sungai.</p>
<p>&#8220;Semua perusahaan sekarang tidak boleh membuang langsung limbahnya ke sungai. Perusahaan harus mengolah terlebih dulu IPAL-nya sesuai kadar yang diperbolehkan baru dibuang ke sungai. Aturan ini, untuk mencegah dampak limbah domestik yang bisa mencemari air sungai,&#8221; ujar Sigit Setyawan di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).</p>
<p>Sosialisasi yang dibuka Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono ini diharapkan seluruh perwakilan perusahaan yang hadir bisa menyampaikan langsung ke pimpinan perusahaan. Mengingat dampak limbah domestik ini, kontribusi terbesarnya dari perusahaan atau industri kemudian disusul limbah usaha kecil dan limbah rumah tangga.</p>
<p>&#8220;Hubungan antara kecerdasan dengan masalah limbah, maka di dalam konsep pembangunan ada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Timur tinggi, peringkat lima belas. Tapi, derajat kesehatannya masih rendah. Ukuran IPM salah satunya derajat kesehatan. Kami berharap derajat kesehatan meningkat mempengaruhi pola hidup masyarakat yang disiplin menjaga kebersihan agar penanganan dampak limbah ini bisa dilakukan melalui peningkatan IPM,&#8221; tegas Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono.</p>
<p>Cak Hud, mencontohkan limbah sungai berupa popok atau pampers. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon menerima sampah kurang lebih 1.200-an ton per hari. Upaya Pemkab Sidoarjo dalam penyelesaian dampak limbah domestik mulai dari normalisasi sungai dan mengelola sampah di TPA Jabon. Pemkab Sidoarjo saat ini sedang dalam proses membangun pengelolaan sampah untuk mengurai sampah yang masuk.</p>
<p>&#8220;Untuk menjaga kebersihan di pasar-pasar, pengelola diminta kerja ekstra. Dengan shodaqoh kerja, Sabtu &#8211; Minggu tetap masuk kerja membersihkan sampah-sampah di pasar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara berkaitan dengan limbah, ada Jogo Taman Delta, setiap hari Jumat dan Minggu melakukan bersih-bersih. Selain itu, ada program normalisasi sungai, pembersihan sampah rumah tangga seperti popok-popok bayi yang paling banyak dijumpai, maka menangani dampak limbah domestik ini juga membutuhkan kesadaran masyarakat dan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah saja.</p>
<p>&#8220;Kami meminta agar sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) dikelola terlebih dulu oleh masyarakat sekitar. Ini dilakukan pemilahan dan bisa dimanfaatkan. Sehingga volume sampah yang dibuang di TPA Jabon setiap hari bisa berkurang,&#8221; urainya.</p>
<p>Sedangkan pertumbuhan ekonomi Sidoarjo paling tinggi. Middle income misalnya. Ciri-ciri masyarakat suka rekreasi. Konsumtif, hal ini berdampak pada tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.</p>
<p>&#8220;Pekerjaan rumah kami yang belum, tolong untuk industri dan khususnya yang ada di jalan-jalan protokol dijaga kebersihan. Kami tidak ingin terjebak pada pertumbuhan ekonomi Sidoarjo yang sudah tinggi. Kami selaku pimpinan Sidoarjo mengharapkan adanya inovasi dan kreativitas pada sektor ekonomi industri kecil menengah,&#8221; tandasnya.<strong> (wan/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128965</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ipal RPH Baru Sebarkan Bau Busuk, Disnakwan Akui Salah Elevasi</title>
		<link>https://memontum.com/ipal-rph-baru-sebarkan-bau-busuk-disnakwan-akui-salah-elevasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2019 03:12:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Disnakwan Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[RPH Situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92652-ipal-rph-baru-sebarkan-bau-busuk-disnakwan-akui-salah-elevasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Diduga karena tidak berfungsi secara maksimal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Situbondo menyebarkan bau busuk yang sangat menyengat. Akibatnya, puluhan warga sekitar dan para pengendara kendaraan bermotor yang melintas, mengeluhkan aroma bau busuk yang berasal dari tempat RPH berlokasi di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo itu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Diduga karena tidak berfungsi secara maksimal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Situbondo menyebarkan bau busuk yang sangat menyengat.</p>
<p>Akibatnya, puluhan warga sekitar dan para pengendara kendaraan bermotor yang melintas, mengeluhkan aroma bau busuk yang berasal dari tempat RPH berlokasi di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo itu.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-92654" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0106-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0106-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0106-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0106-copy.jpg?resize=217%2C122&amp;ssl=1 217w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0106-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Katanya sudah dibuatkan IPAL dengan anggaran APBD 2018 sebesar Rp 196 juta lebih. Tapi kok masih mengeluarkan bau busuk. Terus fungsi IPAL itu untuk apa,” kata Kacong (21), warga sekitar Desa Sumberkolak, Kamis (12/9/2019) siang.</p>
<p>Menurutnya, jika IPAL di RPH Sumberkolak itu memang sudah berfungsi sebagaimana mestinya, pihaknya yakin tidak ada bau busuk yang menyengat.</p>
<p>Selain itu, limbah yang sudah masuk setelah diproses di IPAL yang tersedia juga akan menghasilkan semacam biogas.</p>
<p>“Biasanya setelah keluar dari IPAL itu sudah menjadi air bersih dan tidak berbau, serta menghasilkan biogas. Namun, justru ini mengeluarkan bau busuk sangat menyengat sekali,” beber Kacong.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-92653" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0094-copy-1.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0094-copy-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0094-copy-1.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0094-copy-1.jpg?resize=217%2C122&amp;ssl=1 217w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0094-copy-1.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Kabupaten Situbondo, Udin Riwansia mengatakan, bau menyengat yang menyerang dan dikeluhkan warga itu karena IPAL yang baru saja selesai dibangun itu salah ukuran.</p>
<p>Selain itu, elevasinya juga salah. Sehingga tidak mampu menampung limbah dari sejumlah sapi yang dipotong setiap hari.</p>
<p>“Jangankan 10 sampai 15 ekor sapi yang dipotong setiap harinya, satu ekor saja sudah susah dan limbahnya meluap. Untuk mengurangi aroma bau busuk kami masih cari solusinya,” ujar Udin. <strong>(im/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92652</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Kantongi Ijin Ipal, Pabrik Jeans Tenggumung Berani Beroperasi</title>
		<link>https://memontum.com/tak-kantongi-ijin-ipal-pabrik-jeans-tenggumung-berani-beroperasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2018 17:39:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berijin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/32185-tak-kantongi-ijin-ipal-pabrik-jeans-tenggumung-berani-beroperasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8212; Sekian lama warga hanya bisa mengeluh saja soal pencemaran di lingkungannya. Hingga akhirnya warga sekitar memberanikan diri protes pada pemilik perusahaan wenter jeans atau tekstil. Namun tetap saja tak digubris keluhan warga dan pabrik itu, masih beroperasi. Lokasi pabrik yang dikeluhkan ini, berada di Jl Tenggumung Wetan Garuda RW-8 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8212; Sekian lama warga hanya bisa mengeluh saja soal pencemaran di lingkungannya. Hingga akhirnya warga sekitar memberanikan diri protes pada pemilik perusahaan wenter jeans atau tekstil. Namun tetap saja tak digubris keluhan warga dan pabrik itu, masih beroperasi. Lokasi pabrik yang dikeluhkan ini, berada di Jl Tenggumung Wetan Garuda RW-8 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Surabaya.</p>
<p>Perihal pencemaran ini, sudah masuk di meja Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Musdik. Menurutnya, ”Perusahaan tersebut sudah kami berikan tindakan dengan memberikan surat peringatan kepada pemilik perusahaan tersebut.&#8221;</p>
<p>”Namun entah kenapa sampai saat ini, pemiliknya tidak ada itikad baik mengurusnya. Bahwa sampai batas yang ditentukan, ternyata pemilik terbukti tidak bisa menunjukan dokumen perijinannya. Maka kami akan berikan sanksi kepada pemilik dengan menggerakkan Satpol PP kota dan pihak Kecamatan Semampir untuk menutup usaha tersebut,” ungkap Musdik.</p>
<p>Saat ini, penanganan limbah ini ditangani Sonya, Wakil Sekretaris Kepala DLH. Dia menjelaskan, ”Perusahan tersebut sudah kami undang untuk menghadiri rapat pada tanggal 23 Desember 2017. Pemiliknya tidak punya itikat baik menghadiri panggilan Kepala Dinas. Kita akan menindak pemilik perusahan tersebut bila tidak koperatif. Kita siap menutup operasionalnya, tetapi langkah tersebut kita tunda karena pemilik perusahaan berubah sikap,” tegasnya .</p>
<p>Lanjut Sonya, ”Hasil rapat terakhir pemilik perusahaan sepakat dan bersedia untuk memenuhi perijinan dan membuat IPAL dalam waktu 2 bulan. Jika tidak dipenuhi kami akan menutup operasionalnya,” ujarnya.</p>
<p>Perusahaan wenter Jeans atau tekstil yang limbahnya dibuang di selokan pemukiman warga Jl Tenggumung Wetan Garuda ini, masih beraktifitas seperti biasanya. Padahal Kepala DLH sudah mengetahui perusahan tersebut tidak mempunyai ijin. Tapi tak ada tindakan tegas dan malah diberikan waktu tenggang selama 2 bulan untuk mengurus ijin Ipalnya.</p>
<p>”Faktanya, perusahan tersebut belum mengantongi ijin namun tetap saja dibiarkan beroperasi. Seharusnya kan DLH menghentikannya. Karena sebelum ijin keluar, perusahaan tidak boleh melakukan kegiatan operasionalnya,&#8221; ujar salah satu warga.</p>
<p>Karena ancaman bagi perusahaan yang sengaja membuang limbah di got atau yang disebut pencemaran lingkungan, akan dijerat dengan Pasal 60 jo dan Pasal 104 UU PPLH sebagai mana pelanggaran perusahaan yang membuang limbah, yang tertera di Pasal 60 UU PPLH, bahwa setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin.</p>
<p>Pasal 104 UU PPLH, yang dimaksud, setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3.000.000.000. (tiga miliar rupiah)</p>
<p>Perusahaan tekstil yang melakukan pencucian wenter celana dan diduga mencemari lingkungan adalah milik H Mat Ruji warga Tenggumung Wetan Garuda Rw 08 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota surabaya, kekuatiran warga kalau dibiarkan beroperasi akan terjadi dampak pada warga masyarat setempat. Apalagi dimusim hujan ini yang ditakutkan oleh warga akan menyebabkan terjangkit penyakit gatal-gatal. <strong>(dik/sppd)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32185</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
