<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jagoan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jagoan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Feb 2025 19:30:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jagoan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dialog bersama Kelompok Tani di Banyuwangi, Menko Zulhas Minta Program Jagoan Tani Ditularkan</title>
		<link>https://memontum.com/dialog-bersama-kelompok-tani-di-banyuwangi-menko-zulhas-minta-program-jagoan-tani-ditularkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[ditularkan]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218937</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi program pengembangan regenerasi petani muda di Kabupaten Banyuwangi. Menko yang akrab disapa Zulhas itu, meminta agar Banyuwangi menularkan program tersebut ke daerah-daerah lain. &#8220;Saya apresiasi program ini dan kami minta kepada Ibu Bupati agar ilmunya di-share kepada yang lain agar petani-petani muda tumbuh di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi program pengembangan regenerasi petani muda di Kabupaten Banyuwangi. Menko yang akrab disapa Zulhas itu, meminta agar Banyuwangi menularkan program tersebut ke daerah-daerah lain.</p>



<p>&#8220;Saya apresiasi program ini dan kami minta kepada Ibu Bupati agar ilmunya di-share kepada yang lain agar petani-petani muda tumbuh di banyak daerah,&#8221; kata Zulhas, saat berdialog bersama para kelompok tani di Desa Gumuk, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Senin (03/02/2025) tadi.</p>



<p>Kabupaten Banyuwangi memang memiliki banyak program yang mendukung munculnya petani-petani usia muda. Salah satunya, program Jagoan Tani. Dalam program itu, pemkab mendampingi para muda-mudi untuk berwirausaha di sektor pertanian.</p>



<p>Digagas sejak 2021, Jagoan Tani telah menelurkan ratusan petani milenial daerah. Mereka eksis mulai dari sisi hulu hingga hilir pertanian. Mulai dari terjun langsung menanam hingga memasarkan produk olahan.</p>



<p>Menurut Menko Zulhas, petani muda dibutuhkan untuk melanjutkan sektor pertanian. Apalagi, pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto.</p>



<p>Hubungan antara petani senior dan junior itu dianggap penting untuk saling berbagi ilmu. Petani muda memiliki banyak kelebihan. Salah satunya, mereka cakap memanfaatkan teknologi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ada yang nanamnya pakai mesin, memupuknya pakai drone, marketingnya pakai platform digital. Itu yang petani lama-lama tidak bisa. Itu yang perlu ditularkan dan ini sudah dikembangkan di Banyuwangi. Karenanya, mudah-mudahanan nanti bisa ditransfer ke daerah-daerah lain,&#8221; ungkap Menko Zulhas.</p>



<p>Di Banyuwangi sendiri, telah berdiri Koperasi Petani Milenial Banyuwangi, yang sebagian besar anggotanya merupakan alumnus program Jagoan Tani Banyuwangi. Ketua Koperasi Petani Milenial &#8216;Jenggirat Tangi Banyuwangi Nusantara&#8217;, Ahmad Maulana, mengaku Pemkab Banyuwangi terus mendukung para anak muda yang memiliki passion di bidang pertanian, lewat program Jagoan Tani.</p>



<p>“Koperasi ini kami bentuk berfokus untuk mendukung pemasaran produk-produk bidang pertanian yang dihasilkan oleh rekan-rekan alumni Jagoan Tani. Kami membantu pemasaran baik secara online maupun offline. Saat ini anggota kami berjumlah 170 orang dan usianya rata-rata dibawah 40 tahun” kata Ahmad Maulana.</p>



<p>Sejumlah produk pertanian alumni anggota Jagoan Tani yang dipasarkan di antaranya susu, jamur, cabai dan buah naga. Juga ada produk olahan seperti sale buah naga, kripik buah naga dan sale pisang.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat kepada Banyuwangi. &#8220;Bagi Banyuwangi sektor pertanian menjadi salah satu perhatian dan perlu dipikirkan regenerasinya. Salah satunya program pertanian untuk anak-anak muda, karena kami sadar mereka adalah tulang punggung pangan ke depan. Selain itu, pertanian juga termasuk penggerak utama ekonomi daerah,&#8221; kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218937</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli UMKM, Bupati Banyuwangi Terus Semakin Tingkatkan Program Jagoan Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-umkm-bupati-banyuwangi-terus-semakin-tingkatkan-program-jagoan-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[semakin]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214030</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Program inkubasi wirausaha anak-anak muda &#8216;Jagoan Banyuwangi&#8217;, terus dihelat Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Program ini, mengajak anak-anak muda Banyuwangi yang tengah merintis usahanya untuk meningkatkan kualitas usahanya. Jagoan Banyuwangi sendiri, terdiri dari Jagoan Tani, yaitu inkubasi untuk subsektor pertanian, Jagoan Digital (sub sektor TIK) dan Jagoan Bisnis untuk sub sektor lainnya. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Program inkubasi wirausaha anak-anak muda &#8216;Jagoan Banyuwangi&#8217;, terus dihelat Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Program ini, mengajak anak-anak muda Banyuwangi yang tengah merintis usahanya untuk meningkatkan kualitas usahanya.</p>



<p>Jagoan Banyuwangi sendiri, terdiri dari Jagoan Tani, yaitu inkubasi untuk subsektor pertanian, Jagoan Digital (sub sektor TIK) dan Jagoan Bisnis untuk sub sektor lainnya.</p>



<p>Dalam program ini, bisnis yang tengah dirintis para peserta Jagoan Banyuwangi, dimatangkan dan dikurasi oleh sejumlah pakar sebagai mentor-mentor untuk bisa naik kelas. “Setiap tahun kami gelar dan terus kami perbaiki konsep-konsep inkubasi yang bermanfaat bagi usahawan muda ini. Seperti tahun ini, kami libatkan mereka yang tengah merintis usaha, bukan lagi yang masih ide bisnis. Kita berikan mentoring, lalu usaha mereka dikurasi dan dipantau terus oleh mentor agar bisa berkembang bisnisnya,” kata Bupati Ipuk, Rabu (11/09/204) tadi.</p>



<p>Salah satu usaha yang kemarin ditampilkan peserta adalah Cantika Leather yang memproduksi tas dan dompet berbahan dasar kulit asli. Produk kriya buatan UMKM ini memiliki kekhasan dengan tampilan yang kental filosofi budaya Indonesia. Seperti tas kulit yang dimodifikasi dengan kain tenun dan banyak lainnya.</p>



<p>Keunikan karyanya tersebut, membawa Dinar Laila, sang perintis usaha Cantika Leather, menjadi salah satu peserta terbaik dalam inkubasi Jagoan Bisnis. “Banyak hal baru yang saya dapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Selain ilmu, saya juga mengenal banyak teman baru yang memiliki passion sama. Ini menjadi kesempatan bagi saya untuk memperluas jejaring,” kata Dinar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Peserta Jagoan Tani, Feri Anwar, juga mengungkap hal serupa. Dirinya mengaku, mendapatkan banyak wawasan untuk pengembangan usahanya.</p>



<p>“Mentornya benar-benar membantu. Apa kekurangan di bisnis kami diberikan saran dan solusi. Ini sangat mendukung kemajuan usaha kami,” kata Feri.</p>



<p>Dirinya sendiri memiliki usaha di bidang pengolahan dan pemasaran produk perikanan. Seperti rambak dari kulit ikan salmon (salmon fish skin), sambal cumi, keripik cumi pedas dan rambak kulit cumi. Ada juga produk camilan seperti keciput mini, cipiran manis dan sale pisang. Produknya, kini sudah dipasarkan hampir di seluruh pusat oleh-oleh di wilayah Banyuwangi.</p>



<p>Program mencetak wirausahawan ini, menyediakan hadiah uang untuk modal mengembangkan usaha senilai total Rp 75 juta. Selain hadiah uang, pemenang difasilitasi internship untuk pematangan program. Setelah itu dapat sertifikat BSSN yang bisa menambah portofolio yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi trainer atau saat memasuki ke dunia kerja. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>



<p>Pemenang Jagoan Banyuwangi 2024.</p>



<p>Jagoan Bisnis: Nabila Cake Cookies and Bakery, Cantika Leather, Yubilant Beauty and Spa, Letak Furniture, dan It’s Madeena.</p>



<p>Jagoan Digital: Fery Yundara Putera, Roy Hairul Anam, Adi Keminggris, Adi Nugroho, serta David Mahbubi.</p>



<p>Jagoan Tani: Chika Chocomold, Anggi Jamur, Pawonkoe, Oreng Oseng dan Bolo Kopi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214030</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lahirkan Ratusan Talenta Start Up, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Jagoan Digital</title>
		<link>https://memontum.com/lahirkan-ratusan-talenta-start-up-pemkab-banyuwangi-kembali-gelar-jagoan-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[talenta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213646</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program inkubasi anak muda, yakni Jagoan Digital. Tahun ini, program yang rutin digelar sejak 2021 dan telah melahirkan ratusan talenta start up tersebut, diikuti 85 anak muda Banyuwangi. Jagoan Digital sendiri, merupakan salah satu dari tiga program inkubasi anak-anak muda &#8216;Jagoan Banyuwangi&#8217;. Program ini memberi bekal skill pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program inkubasi anak muda, yakni Jagoan Digital. Tahun ini, program yang rutin digelar sejak 2021 dan telah melahirkan ratusan talenta start up tersebut, diikuti 85 anak muda Banyuwangi.</p>



<p>Jagoan Digital sendiri, merupakan salah satu dari tiga program inkubasi anak-anak muda &#8216;Jagoan Banyuwangi&#8217;. Program ini memberi bekal skill pada anak-anak muda daerah untuk membangun bisnis start up, dengan berhadiah modal usaha senilai puluhan juta rupiah.</p>



<p>“Jagoan Digital rutin kami gelar tiap tahun untuk mematangkan skill bisnis start up anak-anak muda daerah. Saat ini, skill digital sangat penting bagi anak-anak muda sehingga mereka mampu beradaptasi dan bersaing di dunia industri,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (30/08/2024) tadi.</p>



<p>Tahun ini, lanjutnya, ada 85 anak muda yang menjadi peserta program Jagoan Digital. Mereka adalah pemilik bisnis start-up maupun para pegiat digital. Mereka bakal mengikuti sesi mentoring secara hybrid untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan digitalnya.</p>



<p>Mentoring dimulai dari 28 hingga 29 Agustus via online. Dilanjutkan dengan mentoring offline pada 5 hingga 6 September, yang diikuti oleh 75 peserta yang lolos seleksi.</p>



<p>Dalam sesi mentoring, para peserta akan mendapatkan banyak materi terkait penguatan skill digital. Seperti enginer mindset, algoritma, hingga Artificial Intelligent (AI) for engineer.</p>



<p>“Fokus tahun ini kita ingin mengakselerasi bisnis start up yang sudah berjalan, serta mengasah keterampilan para pegiat digital untuk memperluas bisnis digital-nya,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Memasuki tahun ke empat, Jagoan Digital telah melahirkan talenta-talenta start up lokal. Sejumlah alumni Jagoan Digital berhasil diterima bekerja di start up besar nasional. Seperti Bibli dan Traveloka.</p>



<p>Beberapa alumni juga meraih prestasi di tingkat nasional. Seperti Top 3 Artifical Intelligence Huawei dan Top 10 Wirausaha Kemenpora. Ada pula yang berhasil meraih beasiswa LPDP Columbia University.</p>



<p>&#8220;Kami akan terus mengembangkan program ini dengan melibatkan start-up start-up nasional, seperti Gojek, Grab, Qasir dan DOT Technology untuk ikut serta mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dan digital Banyuwangi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ketua Program Jagoan Banyuwangi, Dias Satria, menambahkan bahwa Jagoan Digital 2024 menghadirkan sejumlah mentor dari profesional startup ternama Indonesia. Mulai Novaldi Nur CEO Digital Solution Grup yang memberikan topik tentang Engineer Mindest, dari analisa hingga tantangannya. Lalu Eko Heri dosen Politeknik Angkatan Darat yang membawakan topik tentang basic algoritma, serta Ardi Imawan CTO DOT Indonesia yang menyuguhkan materi mengenai AI for engineer. Para nara sumber tersebut telah mengisi sesi mentoring online pada 28-29 Agustus lalu.</p>



<p>“Saat workshop offline nanti, juga ada beberapa narasumber kompeten yang kita hadirkan. Di antaranya, Novan Co-Founder Qasir.id yang akan memandu praktik pembuatan aplikasi tanpa coding,” kata Dias.</p>



<p>Nantinya, ujarnya, akan dipilih lima talenta terbaik yang akan mendapatkan insentif permodalan senilai Rp 25 juta. Selain itu pemenang juga akan mendapatkan fasilitas sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>



<p>“Para pemenang juga akan mendapat kesempatan studi bisnis di perusahaan besar, untuk menambah wawasan ekosistem&nbsp; bisnis dan melihat secara langsung bagaimana sebuah bisnis berkembang,” kata Dias. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213646</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Pebisnis Muda Ikuti Program Jagoan Bisnis Pemkab Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-pebisnis-muda-ikuti-program-jagoan-bisnis-pemkab-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211306</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program inkubasi bagi anak muda, yakni Jagoan Bisnis. Program ini, diikuti sebanyak 75 anak muda yang ingin menguatkan dan mengembangkan usahanya. Jagoan Bisnis sendiri, adalah satu dari tiga program inkubasi bagi anak-anak muda Banyuwangi, yang dikemas dalam Jagoan Banyuwangi. Jagoan Bisnis, berfokus pada pengembangan bisnis secara umum, Jagoan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program inkubasi bagi anak muda, yakni Jagoan Bisnis. Program ini, diikuti sebanyak 75 anak muda yang ingin menguatkan dan mengembangkan usahanya.</p>



<p>Jagoan Bisnis sendiri, adalah satu dari tiga program inkubasi bagi anak-anak muda Banyuwangi, yang dikemas dalam Jagoan Banyuwangi. Jagoan Bisnis, berfokus pada pengembangan bisnis secara umum, Jagoan Tani pengembangan usaha di sektor pertanian dan turunannya, serta Jagoan Digital program inkubasi bagi anak muda yang bergerak di sektor TIK.</p>



<p>&#8220;Jagoan Bisnis kami gelar tiap tahun, untuk memberikan dukungan penguatan bisnis secara komprehensif&nbsp; bagi anak anak muda daerah untuk mengembangkan bisnisnya. Fokus Pemkab kali ini ingin agar usaha yang sudah berjalan bisa naik kelas,&#8221; kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Senin (01/07/2024) tadi.</p>



<p>Pada tahun ini, ujarnya, ada 75 wiraswasta muda menjadi peserta program ini. Mereka adalah bisnis owner yang usahanya sudah berjalan dan beromset. Mulai dari bisnis food and beverage, tour n travel, kerajinan, fashion dan jasa.</p>



<p>Mereka akan dibekali materi tentang penguatan usaha komprehensif untuk naik kelas, seperti manajemen, akses permodalan hingga pengembangan pasar bersama ahli-ahlinya. “Tahun ini konsepnya kita rubah. Bila tahun-tahun sebelumnya kita menjaring ide bisnis dan rintisan usaha, namun sekarang justru mereka yang sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkan usahanya,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Lewat program ini, lanjutnya, diharapkan bisnis mereka semakin maju. “Harapannya bisa mendorong pertumbuhan bisnis yang berdampak positif bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi dalam memperkuat ekosistem wirausaha di Banyuwangi,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jagoan Bisnis sendiri, terdiri atas serangkaian program yakni Online Session yang berlangsung pada 20 hingga 21 Juni 2024, yang diikuti oleh 178 talenta. Selanjutnya, Offline Sesion pada 27 hingga 28 Juni dan diikuti oleh 75 peserta yang lolos seleksi.</p>



<p>Ketua Program Jagoan Banyuwangi, Dias Satria, menambahkan bahwa Jagoan Bisnis akan menghadirkan sejumlah nara sumber yang telah berkiprah di bisnis korporat hingga pebisnis sukses. Mereka memberikan bekal manajemen, penguatan SDM, membangun jaringan hingga success story dalam membangun bisnis.</p>



<p>“Diantaranya, ada Mas Eko Andi Suryo, Senior Trainer sekaligus Dosen Teknik Universitas Brawijaya yang fokus pada Mindset dan Leadership dalam bisnis. Ada Arief Bawono dari Lego Serious Play yang memberi materi tentang manajemen&nbsp; bisnis dan keuangan,” kata Dias, yang juga merupakan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.</p>



<p>Selain itu, ujarnya, juga ada dari Millenial Job Center yang memiliki jaringan startup di Jatim. Tujuannya untuk mengkoneksikan startup bisnis yang ada di Banyuwangi dengan yang ada di Jatim sehingga mereka bisa masuk ekosistem yang lebih besar.</p>



<p>“Juga ada Derry Noto, pebisnis appearel olahraga yang produknya sudah tembus pasar nasional. Ada juga sejumlah pebisnis lokal yang ikut berbagi perjalanan membangun bisnis,” kata Dias.</p>



<p>Nantinya akan dipilih lima talenta terbaik yang akan mendapatkan insentif permodalan senilai Rp 25 juta. Selain itu pemenang juga akan mendapatkan fasilitas sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>



<p>“Para pemenang juga akan mendapat kesempatan studi bisnis di perusahaan besar, untuk menambah wawasan ekosistem&nbsp; bisnis dan melihat secara langsung bagaimana sebuah bisnis berkembang,” ujarnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211306</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Membanggakan, Program Jagoan Banyuwangi Bakal Jadi Pilot Project Pengembangan UMKM Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/membanggakan-program-jagoan-banyuwangi-bakal-jadi-pilot-project-pengembangan-umkm-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2024 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan]]></category>
		<category><![CDATA[membanggakan,]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[project]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208751</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bakal memfasilitasi Program Jagoan Banyuwangi menjadi pilot project pengembangan UMKM secara nasional. Program Jagoan Banyuwangi sendiri, merupakan program inkubasi pengembangan usaha anak muda di bidang pertanian, bisnis dan digitalisasi (startup) beserta turunannya yang digagas oleh Pemkab Banyuwangi. Program Jagoan Banyuwangi sendiri, terdiri dari Jagoan Tani, Jagoan Digital dan Jagoan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bakal memfasilitasi Program Jagoan Banyuwangi menjadi pilot project pengembangan UMKM secara nasional. Program Jagoan Banyuwangi sendiri, merupakan program inkubasi pengembangan usaha anak muda di bidang pertanian, bisnis dan digitalisasi (startup) beserta turunannya yang digagas oleh Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Program Jagoan Banyuwangi sendiri, terdiri dari Jagoan Tani, Jagoan Digital dan Jagoan Bisnis. &#8220;Kami akan berkolaborasi dan juga melihat secara langsung bagaimana pengembangan dan pembinaan UMKM Banyuwangi yang terkait dengan Jagoan Banyuwangi,&#8221; kata Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Kemenkeu, Adi Budiarso, saat bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin (22/04/2024) tadi.</p>



<p>Pihaknya mengatakan, bahwa program ini sudah sering didengar dan bahkan sudah direplikasi oleh daerah lain. &#8220;Karena itu, kami ingin agar pengembangannya bukan hanya berbasis lokal, tapi juga nasional bahkan internasional,&#8221; tambahnya.</p>



<p>PKSK Kemenkeu menyebut, bahwa&nbsp; kolaborasi ini akan berfokus pada akselerasi para alumni Jagoan Banyuwangi, utamanya dalam literasi dan ekosistem keuangan. Dengan pengetahuan tersebut, diharapkan bisa memperluas literasi keuangan dan menambah peluang usaha anak-anak muda Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami akan mengenalkan teman-teman Jagoan Banyuwangi dengan ekosistem keuangan yang lebih luas diantaranya Kemenkeu, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LSP), serta instansi terkait seperti Bea Cukai dan sebagainya,&#8221; terang Adi.</p>



<p>Dikatannya, dengan model semacam ini, Jagoan Banyuwangi diharapkan bisa menjadi pilot project pengembangan UMKM di tingkat nasional. &#8220;Kami berharap nantinya ini bisa menjadi best practice intervensi pemerintah yang bisa membuat UMKM naik kelas,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Ditambahkan Founder Jagoan Banyuwangi, Dias Satria, kolaborasi bersama Kemenkeu ini akan dimulai pada Jagoan Banyuwangi edisi ke-empat, pada Juni 2024. &#8220;Dengan dukungan PKSK Kemenkeu, kami libatkan mentor yang tersertifikasi untuk mengajarkan bukan hanya model bisnis, namun juga ekspor impor, literasi keuangan dan lainnya. Jadi bahasannya bakal lebih mendalam,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani berharap jika kolaborasi bersama Kemenkeu ini akan meningkatkan kualitas Program Jagoan Banyuwangi. Anak-anak muda Banyuwangi yang masuk program inkubasi ini, peluang pengembangan bisnisnya juga akan semakin besar.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Dengan diconnectkan dengan ekosiatem keuangan dan pasar, para mentor yang dilibatkan juga praktisi langsung. Tentunya peluang pengembangan usaha para peserta Jagoan Banyuwangi akan semakin besar. Harapan kami, akan semakin lebih banyak mereka yang eksis mengembangkan usahanya,&#8221; kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208751</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Seleksi dan Presentasi Jagoan Tani 2023, Bupati Banyuwangi Berharap Jawaban untuk Dongkrak Pertanian</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-seleksi-dan-presentasi-jagoan-tani-2023-bupati-banyuwangi-berharap-jawaban-untuk-dongkrak-pertanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan]]></category>
		<category><![CDATA[jawaban]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi]]></category>
		<category><![CDATA[tani]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193986</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung pelaksanaan seleksi Jagoan Tani 2023, yang memasuki tahapan seleksi business model di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Jumat (21/07/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk berpesan untuk memanfaatkan kesempatan pelaksanaan ini dengan sebaik-baiknya. &#8220;Kami ingin, anak muda Banyuwangi bisa berperan terhadap pertanian Banyuwangi. Kontribusi PDB terus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung pelaksanaan seleksi Jagoan Tani 2023, yang memasuki tahapan seleksi business model di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Jumat (21/07/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk berpesan untuk memanfaatkan kesempatan pelaksanaan ini dengan sebaik-baiknya.</p>



<p>&#8220;Kami ingin, anak muda Banyuwangi bisa berperan terhadap pertanian Banyuwangi. Kontribusi PDB terus menurun setiap tahun dan jumlah petani juga terus menurun. Melalui Jagoan Tani ini diharapkan bisa menjawab itu dan anak Banyuwangi bisa muncul untuk mendongkrak pertanian Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga berharap, sektor pertanian ketika ditangani anak muda, pun bisa lebih keren dan inovatif. Sehingga, bisa mensejahterakan para petani. &#8220;Kreativitas kalian kami harapkan akan memberi nilai lebih sektor pertanian. Apa-apa yang harus kalian lakukan saat ini dan semoga menjadi trigger bagi anak muda lainnya untuk masuk ke pertanian,&#8221; tambah Bupati Ipuk.&nbsp;</p>



<p>Pihaknya berharap ada jejaring dengan jawara jagoan digital dan jagoan bisnis. &#8220;Karena itu penting untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas. Jaringan itu penting untuk membangun bisnis yang kuat,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Program inkubasi bisnis berbasis pertanian ini, telah memasuki tahun ke tiga. Tidak kurang dari 212 tim yang mendaftarkan proposal bisnisnya. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pelaku UMKM hingga petani muda. Mereka mengusung ide dari peternakan, perikanan, holtikultura, perkebunan, hingga tanaman pangan.</p>



<p>Sebelum melakukan presentasi, para peserta telah mengikuti mentoring secara offline pada 20-21 Juli. Mereka digembleng oleh mentor yang berpengalaman di bidangnya, seperti Sr Manager Research and Validation E-Fishery dan CEO Pandawa Agri, Priyandaru Agung.</p>



<p>Ada juga Kukuh Roxa, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Prof Mangku P, Founder Jagoan Indonesia &amp; Piknik Hub, Dias Satri, Founder Let&#8217;s Play Indonesia, Arif Bawono CEO PT Sirtanio Organik Indonesia, Ahmed Tessario dan Founder Ais Coffee, Azmi Zakki.</p>



<p>Dalam presentasinya, para peserta menunjukkan antusiasme dan kreativitasnya dalam menyampaikan ide bisnisnya. Di antaranya adalah Tim Jalen Mushroom Foods. Tim ini mengolah jamur menjadi berbagai produk turunannya. Ada juga Tim Lomeal yang menyediakan alternatif makanan pokok dengan bahan Mocaf (tepung singkong) dan Dried Fruit (buah yang dikeringkan).</p>



<p>Untuk tahun ini, Jagoan Tani menyediakan hadiah Rp127,5 juta bagi para kandidat terpilih sebagai stimulus modal usaha. Para peserta juga mendapatkan bimbingan lebih lanjut dari para mentor dan fasilitator untuk mengembangkan bisnisnya. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan akses ke modal usaha, pasar dan jejaring yang luas. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193986</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
