<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jajaki &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jajaki/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Oct 2025 13:23:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jajaki &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Jember bersama Komisi VI DPR RI Temui Lion Air Guna Jajaki Penerbangan Jember-Bali</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-bersama-komisi-vi-dpr-ri-temui-lion-air-guna-jajaki-penerbangan-jember-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[jajaki]]></category>
		<category><![CDATA[jember-bali]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227078</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, usai melakukan komunikasi dengan pemilik maskapai Lion Air, Jumat (24/10/2025) tadi. Komunikasi yang dilakukan, terkait rencana pembukaan rute baru Jember &#8211; Bali, melalui Bandara Notohadinegoro-Jember. Melalui rencana pembukaan rute baru tersebut, diharapkan akan mempermudah masyarakat menuju Pulau Dewata. “Alhamdulillah, setelah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, usai melakukan komunikasi dengan pemilik maskapai Lion Air, Jumat (24/10/2025) tadi. Komunikasi yang dilakukan, terkait rencana pembukaan rute baru Jember &#8211; Bali, melalui Bandara Notohadinegoro-Jember.</p>



<p>Melalui rencana pembukaan rute baru tersebut, diharapkan akan mempermudah masyarakat menuju Pulau Dewata. “Alhamdulillah, setelah melakukan komunikasi dengan Pak Rusdi Kirana, kami telah bersepakat bahwa Fraksi PKB akan membantu membuka penerbangan rute Jember-Bali PP melalui Bandara Notohadinegoro,” kata legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), saat dikonfirmasi melalui ponselnya.</p>



<p>Gus Rivqy-sapaannya, mengungkapkan bahwa rencana ini selaras dengan rencana membuka akses ke wilayah yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi. “Kemarin juga kami bersama pihak Lion Air dan Pak Rusdi Kirana, sudah diputuskan bahwa akan membuka rute dari Jember ke Bali. Sehingga, membuka peluang investasi dan bisnis bagi masyarakat,” imbuhnya.</p>



<p>Menariknya, penerbangan dari Jember-Bali PP tersebut, akan dibuka tiga kali penerbangan dalam satu minggu. “Yang kami tahu bahwa penerbangan tiga kali seminggu ini, pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Maka, kami saat ini telah berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan serta Angkasa Pura, agar bisa segera diberikan. Untuk penerbangan dari Bandara Notohadinegoro sekitar pukul 13.00 WIB, sementara dari Bali pukul 11.50 WITA rencana awalnya,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, Gus Rivqy menegaskan bahwa maskapai yang akan membuka rute Jember-Bali PP ini, semuanya akan ditanggung oleh pihak Lion Air. Jika terlaksana, Pemerintah Kabupaten Jember tidak perlu memberikan subsidi maupun blockseat.</p>



<p>“Pemkab Jember tidak usah memberikan subsidi harga tiket, tidak memberikan deposit, hingga blok seat. Jadi, murni ini pihak Lion Air akan terbang secara bisnis. Ini menjadi komitmen dari Fraksi PKB untuk masyarakat Jember, sehingga tidak perlu ada hal tersebut,” imbuhnya.</p>



<p>Pihak Lion sendiri, saat ini sedang menghitung berapa harga tiket. Dirinya memastikan, bahwa harga tiket akan ekonomis serta tidak akan terlalu mahal.</p>



<p>Gus Rivqy menambahkan, saat ini telah melakukan komunikasi intens dengan Bupati Gus Fawait, agar penerbangan dari Bandara Notohadinegoro Jember-Bali bisa segera selesai. “Kita berbagi tugas untuk melakukan komunikasi, karena sekarang dokumen persyaratannya telah dibahas dan semoga segera selesai,” imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227078</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jajaki Bisnis Lobster, Balad Grup Gandeng BUMN China</title>
		<link>https://memontum.com/jajaki-bisnis-lobster-balad-grup-gandeng-bumn-china</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2025 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[jajaki]]></category>
		<category><![CDATA[lobster]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218104</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; PT Bandar Laut Dunia (Balad) Grup menjalani bisnis budidaya Udang Barong atau Lobster dengan menggandeng BUMN China dan perusahaan swasta di negara Tirai Bambu. Hal itu, disampaikan oleh Owner PT Balad Grup, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Sabtu (04/01/2025) tadi. Pria yang akrab disapa Jhi Lilur, ini mengatakan jika dirinya hadir di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; PT Bandar Laut Dunia (Balad) Grup menjalani bisnis budidaya Udang Barong atau Lobster dengan menggandeng BUMN China dan perusahaan swasta di negara Tirai Bambu. Hal itu, disampaikan oleh Owner PT Balad Grup, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Sabtu (04/01/2025) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Jhi Lilur, ini mengatakan jika dirinya hadir di Shenzhen Guangdong China atas undangan dua perusahaan. Yakni, BUMN China dan perusahaan swasta nasional China. Kehadirannya itu, yakni guna membahas pertemuan kerja sama hatchery alias pemijahan Lobster di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, kerja sama perawatan Lobster, lingkup perawatan mulai dari pemberian pakan khusus untuk Lobster.</p>



<p>“Dengan pakan produksi BUMN China ini, Lobster bisa berkembang lima kali lipat. Lobster usia tujuh bulan yang biasanya beratnya 250 gram bisa menjadi 1,5 kilogram. Kemudian, obatan-obatan untuk perawatan Lobster, baik vitamin maupun obat penyakit Lobster. Berikutnya, BUMN China ini mengajak menandatangani MoU menuju kontrak pembelian 200 ribu ton Lobster di tahun 2025. Perkilogram sekitar Rp 500 ribu,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, BUMN China ini juga mengajak bekerjasama di bisnis budidaya perikanan lain. Seperti Kerapu, Teripang, Anggur Laut dan lain-lain. “Semuanya sudah dituangkan dalam MoU yang sudah kami tandatangani,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, bahwa pihaknya memiliki mimpi besar untuk budidaya lobster di 16 teluk di gugusan Teluk Kangean Sumenep Madura dengan volume 500 juta ekor dalam 10 tahun. &#8220;Sudah kami mulai setapak demi setapak rupanya diamati, dianalisa dan diapresiasi oleh mereka,” tegas Jhi Lilur.</p>



<p>Dirinya menyebut, BUMN China yang akan bekerjasama dengan PT Balad Grup adalah BUMN perikanan budidaya yang sudah terbiasa berbudidaya dengan nilai triliunan. “Kami bukan hanya bermimpi, namun sudah membuat mimpi kami membumi dan terus bermimpi. BUMN China mengagumi mimpi-mimpi besar kami yang terus kami tapaki. Legalitas perusahaan kami yang khusus Balad Grup dibuat untuk bermitra dengan BUMN China ini akan selesai akhir Januari,” tambahnya.</p>



<p>Setelah itu, lanjut Jhi Lilur, pada akhir Januari 2025 PT Balad Grup akan menandatangani kontrak kerja sama dengan BUMN China tersebut. Balad Grup sudah menjalankan agenda bisnisnya sebelum MoU ditandatangani, inilah yang membuat perusahaan BUMN China ini mengapresiasi Balad Grup. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218104</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Investor Jajaki Pembangunan Hotel di Kawasan Taman Krida Budaya Jatim, Pemkot Malang Siapkan Perizinan</title>
		<link>https://memontum.com/investor-jajaki-pembangunan-hotel-di-kawasan-taman-krida-budaya-jatim-pemkot-malang-siapkan-perizinan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2024 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[jajaki]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perizinan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208862</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hotel bintang lima direncanakan akan dibangun di area Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) Jalan Soekarno Hatta Kota Malang. Hanya saja, rencana tersebut masih dalam proses pertimbangan oleh pihak Provinsi Jawa Timur, selaku pemilik aset. Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hotel bintang lima direncanakan akan dibangun di area Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) Jalan Soekarno Hatta Kota Malang. Hanya saja, rencana tersebut masih dalam proses pertimbangan oleh pihak Provinsi Jawa Timur, selaku pemilik aset.</p>



<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa dalam rencana tersebut nantinya akan menyeleksi sedikitnya tiga investor yang tertarik. &#8220;Minimal nanti tiga investor, dari perusahaan nasional. Ini sudah ditanyakan dan untuk di TKBJ sekarang masih proses. Entah apakah itu untuk kerja sama pemanfaatan atau apa itu, masih negosiasi di pihak Provinsi Jawa Timur,” kata Arif, Selasa (30/04/2024) tadi.</p>



<p>Apabila nantinya investor tersebut sudah terpilih, ujarnya, maka Disnaker PMPTSP Kota Malang siap untuk membantu mengenai perizinannya di Kota Malang. Tentunya, sesuai dengan aturan pemerintah mulai dari Online Single Submission (OSS), Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) hingga Amdal Lingkungan.</p>



<p>“Dalam pembahasan Amdal lingkungan, warga Kota Malang tidak usah khawatir. Karena nantinya, akan dilibatkan pada saat pembahasan Amdal lingkungan tersebut. Sehingga, apa yang jadi masukan warga akan kita tuangkan. Selama itu sesuai dengan legal dan persyaratannya, kemudian peruntukan lahannya di situ, pasti kita bantu,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika luasan area yang akan diperuntukkan sebagai hotel bintang lima yakni sekitar 2,7 hektar dengan capaian nilai investasi sebesar Rp 500 miliar. Itu menjadi salah satu target Kota Malang untuk membuka investasi sebesar-besarnya di tahun 2024 ini.</p>



<p>“Di tahun 2023 lalu, kita tembus di angka Rp 2,070 triliun. Mudah-mudahan di tahun 2024 ini, investasi di Kota Malang bisa naik lagi. Targetnya untuk tahun ini 1,4 Triliun,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, jika proyek tersebut disetujui oleh pihak Pemprov Jatim, menurutnya itu akan menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan Soekarno Hatta yang sedang direncanakan untuk menjadi pusat wisata milenial. Apalagi di kawasan tersebut sudah banyak kafe, wisata kuliner, dan fasilitas lainnya, namun belum memiliki hotel bintang lima.</p>



<p>&#8220;Jadi kalau sesuai keinginannya Pak Pj Wali Kota, inginnya kawasan Suhat ini dijadikan pusat wisata milenial. Kalau konsep kolonial, kan sudah ada di Kayutangan Heritage. Harapannya juga untuk mendongkrak karena di Kawasan Soekarno Hatta, apa yang tidak ada? Semuanya kan ada. Apalagi di sana juga menjadi sentranya mahasiswa,” imbuh Arif. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Trenggalek Jajaki Kerja Sama Carbon Trading dengan UINSA Surabaya</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-trenggalek-jajaki-kerja-sama-carbon-trading-dengan-uinsa-surabaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2024 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[carbon]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[jajaki]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[trading]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204359</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menghadiri rapat koordinasi penjajakan kerja sama terkait carbon trading di Fakultas Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Diketahui, perdagangan karbon atau carbon trading akan terus menjadi pembahasan dalam beberapa tahun ke depan, baik secara nasional maupun global. Oleh karenanya, Mas Ipin-sapaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menghadiri rapat koordinasi penjajakan kerja sama terkait carbon trading di Fakultas Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.</p>



<p>Diketahui, perdagangan karbon atau carbon trading akan terus menjadi pembahasan dalam beberapa tahun ke depan, baik secara nasional maupun global. Oleh karenanya, Mas Ipin-sapaan akrab bupati, menyampaikan jika diskusi terkait hal itu masih panjang dan akan menjadi kurang menguntungkan jika tertinggal.</p>



<p>&#8220;Kita ingin mendorong bagaimana inisiasi Kabupaten Trenggalek bisa melahirkan satu kebijakan konkret. Tujuannya, dalam jangka waktu pendek menengah ini menjadi carbon neutral city,&#8221; katanya saat dikonfirmasi, Kamis (11/01/2024) tadi.</p>



<p>Melalui kerja sama tersebut, lanjutnya, diharapkan ke depan ketika apa yang dilakukan di Trenggalek terlihat hasilnya, maka akan menjadi hal yang cukup positif dengan menyumbangkan pemikiran yang lebih adil dan setara bagi semua. Dikatakan suami Novita Hardiny ini, Pemkab Trenggalek sendiri di sisi lain juga sudah menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) sampai tahun 2045. Yaitu salah satunya dengan sudah mencapai net zero carbon.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita sudah menyiapkan nanti di RPJPD sampai tahun 2045 itu sudah net zero carbon,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, kerja sama ke depan tidak berisiko terhadap lingkungan hidup tetapi menghasilkan pendapatan. Pendapatan tersebut, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>



<p>Carbon trading bagi Kabupaten Trenggalek, bisa menjadi skema fiskal yang baru melalui pembangunan yang berbasis lestari. Tidak berisiko terhadap lingkungan hidup tetapi menghasilkan pendapatan.</p>



<p>&#8220;Dan itu bisa dilakukan oleh masyarakat tanpa harus merupakan mindset atau apa, sebenarnya gampang orang setiap hari kerja di hutan, di laut, kan begitu, tinggal memonetisasi,&#8221; tutur Bupati Arifin.</p>



<p>Dengan kata lain, Pemkab Trenggalek dan masyarakat tidak perlu melakukan eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. &#8220;Artinya, sekarang kita tidak perlu melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam tetapi bisa di monetisasi, dan kesempatan ini bisa hadir kalau kemudian ada dukungan dari expert, justifikasi sainsnya sudah masuk,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204359</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Bawang Merah di Probolinggo Turun, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Kalimantan Tengah</title>
		<link>https://memontum.com/harga-bawang-merah-di-probolinggo-turun-pemkab-jajaki-kerja-sama-dengan-kalimantan-tengah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[jajaki]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<category><![CDATA[turun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197160</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Harga Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo, mengalami penurunan akibat dampak panen raya. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Probolinggo bakal melakukan Kerja sama Antar Daerah (KAD) Bawang Merah dengan Kalimantan Tengah (Kalteng). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengatakan bahwa untuk mendorong hasil tani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo, pihaknya akan menjalin kerja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Harga Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo, mengalami penurunan akibat dampak panen raya. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Probolinggo bakal melakukan Kerja sama Antar Daerah (KAD) Bawang Merah dengan Kalimantan Tengah (Kalteng).</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengatakan bahwa untuk mendorong hasil tani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan pemerintah Kalteng. Hal tersebut dilakukan, karena harga Bawang Merah di Kalteng sendiri cukup tinggi atau di kisaran harga Rp 60 ribu perkg.</p>



<p>Dengan langkah ini, ujarnya, diharapkan hasil tani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo, nantinya akan tetap optimal. Sehingga, Bawang Merah Probolinggo akan dikirim ke Kalteng, dengan harga pasaran Kalteng.</p>



<p>&#8220;Ini dilakukan, karena Kabupaten Probolinggo merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya petani Bawang Merah. Jadi, kami akan jalin kerja sama dengan Kalteng untuk memperjuangkan harga Bawang Merah hasil petani kita,&#8221; ujarnya, Kamis (31/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain dengan pemerintah Kalteng, lanjut Ugas, pihaknya juga akan melakukan kerja sama dengan Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kerja sama ini, itu terkait dengan harga beras di Kabupaten Probolinggo. &#8220;Bulan lalu kami kerja sama dengan Subang, untuk komoditi beras,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dengan terjalinnya beberapa KAD yang dilakukan, pihahnya berharap dapat menjaga harga hasil panen petani di Kabupaten Probolinggo. Selain harga tetap aman meskipun saat panen raya, stok juga tetap sama. &#8220;Dengan begitu, meskipun panen raya harga komoditi dapur masih tetap aman dan tidak akan terjadi penurunan harga,&#8221; paparnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197160</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jajaki Pengembangan Bidang Pariwisata dan Budaya, Wali Kota Malang Kunjungi Kota Nanning Guangxi RRT</title>
		<link>https://memontum.com/jajaki-pengembangan-bidang-pariwisata-dan-budaya-wali-kota-malang-kunjungi-kota-nanning-guangxi-rrt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 16:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[guangxi]]></category>
		<category><![CDATA[jajaki]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nanning]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[rrt]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190867</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usai melakukan kunjungan kerja ke Kota Beijing, Wali Kota Malang, Sutiaji, ganti melakukan kunjungan ke Kota Nanning, Guangxi-Republik Rakyat Tiongkok (RRT), untuk menjajaki pengembangan pariwisata serta manajemen promosi wisata dan kebudayaan di Guangxi Tourism Development, Selasa (13/06/2023) tadi. Seperti diketahui, bahwa Kota Nanning, Guangxi-RRT, menjadi salah satu destinasi andalan wisatawan lokal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Malang</strong> &#8211; Usai melakukan kunjungan kerja ke Kota Beijing, Wali Kota Malang, Sutiaji, ganti melakukan kunjungan ke Kota Nanning, Guangxi-Republik Rakyat Tiongkok (RRT), untuk menjajaki pengembangan pariwisata serta manajemen promosi wisata dan kebudayaan di Guangxi Tourism Development, Selasa (13/06/2023) tadi.</p>



<p>Seperti diketahui, bahwa Kota Nanning, Guangxi-RRT, menjadi salah satu destinasi andalan wisatawan lokal maupun mancanegara. Karena di lokasi tersebut, saat malam hari menawarkan keindahan yang luar biasa. Selain itu lanskap kota yang unik dan banyak destinasi kuliner serta pemandangan tepi Sungai Yongjiang maupun taman kota.</p>



<p>“Kami berkesempatan datang kemari untuk mempelajari pengembangan pariwisata dan budaya yang telah dilakukan oleh Guangxi Tourism Development Group. Perusahaan yang bergerak di bidang investasi pariwisata dan insfrastruktur. Apalagi Kota Nanning, dikenal dengan kota hijau dan kota air,” jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan jika di Kota Nanning, banyak taman yang menjadi pusat wisata. Tentu, hal tersebut juga senada dengan Kota Malang yang juga memiliki banyak taman serta hutan kota yang kerap menjadi tujuan lokasi berwisata.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Kesamaan ini menjadi salah satu fokus utama pengembangan wisata di Kota Malang, termasuk juga wisata event yang menjadi andalan wisata di kota kita,” katanya.</p>



<p>Pihaknya berharap, dari kunjungan yang telah dilakukan ke Kota Nanning, mampu memberikan penguatan pengembangan pariwisata dan majanemen promosi wisata di Kota Malang. Dengan melalui berbagai inovasi dan penyiapan insfrastruktur penunjang utamanya di berbagai alternatif wisata lainnya.</p>



<p>“Mengingat Kota Malang tidak memiliki wisata alam yang dapat menarik perhatian wisatawan; maka kita harus terus kreatif mengembangkan alternatif wisata lainnya dengan pelibatan akademisi, dunia usaha, media, dan industri keuangan sebagai kolaborasi hexahelix,” lanjutnya.</p>



<p>Berdasarkan Peraturan Wali Kota Malang Nomor 34 Tahun 2014, tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah, potensi kepariwisataan Kota Malang harus dibina dan dikembangkan, guna menunjang pembangunan daerah pada umumnya dan pembangunan kepariwisataan pada khususnya. Dengan tidak hanya mengutamakan segi-segi finansial saja, melainkan juga segi-segi agama, budaya, pendidikan, lingkungan hidup, ketentraman dan ketertiban serta kenyamanan.</p>



<p>“Sehingga diharapkan pengembangan potensi kepariwisataan yang tersebar di Kota Malang juga mampu mewujudkan keterpaduan dalam kegiatan penyelenggaraan kepariwisataan yang berwawasan lingkungan,” imbuhnya.<strong>&nbsp;(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190867</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
