<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jajanan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jajanan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 May 2025 15:39:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jajanan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang Ajak Forkopimda Plus Nikmati Jajanan, Kuliner hingga Fasilitas di Pasar Oro-oro Dowo</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-ajak-forkopimda-plus-nikmati-jajanan-kuliner-hingga-fasilitas-di-pasar-oro-oro-dowo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nikmati]]></category>
		<category><![CDATA[oro-oro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222553</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Forkopimda Plus Kota Malang dan Malang Tahes Club (MTC) melakukan kunjungan ke Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (30/05/2025) tadi. Diantara rombongan yang terlibat, seperti Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, Danlanud Abd Saleh, Marsma TNI Reza RR Sastranegara, Danlanal Malang, Kolonel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Forkopimda Plus Kota Malang dan Malang Tahes Club (MTC) melakukan kunjungan ke Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (30/05/2025) tadi.</p>



<p>Diantara rombongan yang terlibat, seperti Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, Danlanud Abd Saleh, Marsma TNI Reza RR Sastranegara, Danlanal Malang, Kolonel Laut (P) Hartanto, Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Kohir, Dandim Kota Malang, Letkol Arm Aris Gunawan, serta para pejabat lain. Bahkan, mantan Bupati Malang, Rendra Kresna, juga turut hadir ke Pasar Oro-oro Dowo.</p>



<p>Setelah ngobrol santai sambil menikmati kuliner, Wali Kota Wahyu mengajak Forkopimda Plus dan MTC berkeliling pasar. Mereka juga menyempatkan diri untuk ngobrol langsung dengan para pedagang dan pengunjung pasar, tentang kenyamanan berada di Pasar Oro-Oro Dowo. Hasilnya, para pedagang dan pengunjung sangat puas dengan kenyamanan dan juga kebersihan di Pasar Oro-Oro Dowo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu Hidayat mengatakan bahwa kunjungan atau silaturahmi di Pasar Oro-Oro Dowo ini juga untuk memperkenalkan kepada Forkopimda Plus, mengenai keberadaan pasar-pasar di Kota Malang yang sudah sangat nyaman untuk dikunjungi. Sehingga, Forkopimda Plus Kota Malang juga turut membantu mempromosikan pasar-pasar di Kota Malang, termasuk juga dengan beragam kulinernya.</p>



<p>&#8220;Kami ingin menghilangkan paradigma, bahwa pasar itu memiliki kesan kumuh dan bau. Karenanya, bisa dilihat sendiri di Pasar Oro-Oro Dowo ini. Ini sangat bersih dan menjadi destinasi wisata. Di Pasar Oro-Oro Dowo dan Klojen, tidak hanya ibu-ibu yang datang, tapi juga anak-anak muda. Selain berbelanja, mereka juga menikmati beragam kuliner dan jajanan pasar yang tersedia. Bisa dilohat sendiri, tadi pengunjungnya banyak yang datang dari luar kota,&#8221; kata Wali Kota Wahyu</p>



<p>Tentunya Pasar Oro-Oro Dowo adalah pasar yang sudah menjadi percontohan nasional. &#8220;Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo sudah viral dan menjadi percontohan nasional. Selain menjual bahan pokok dan sayur, juga terdapat banyak kuliner legend. Pasar yang bersih dan nyaman untuk dikunjungi,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa nantinya tidak hanya Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Klojen saja. Namun, Wali Kota Malang berkomitmen untuk mendorong agar pasar-pasar di Kota Malang lainnya menjadi pasar modern dan semakin berkembang. &#8220;Selanjutnya, Pasar Bareng menjadi tujuan pasar strategis selanjutnya,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222553</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Jajanan Pasar dan Dukungan Nyata Kuliner Khas Malang, Wali Kota Malang Buka Festival Jajanan Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-jajanan-pasar-dan-dukungan-nyata-kuliner-khas-malang-wali-kota-malang-buka-festival-jajanan-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka pelaksanaan &#8216;Festival Jajanan Pasar&#8217; di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Gelaran yang mengusung tema &#8216;Merayakan Rasa, Membangun Cerita, Menyatu Dalam Tradisi’ itu, akan digelar hingga 30 April 2025, dan serentak di tiga pasar lain, yaitu Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Sawojajar dan Pasar Tawangmangu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka pelaksanaan &#8216;Festival Jajanan Pasar&#8217; di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Gelaran yang mengusung tema &#8216;Merayakan Rasa, Membangun Cerita, Menyatu Dalam Tradisi’ itu, akan digelar hingga 30 April 2025, dan serentak di tiga pasar lain, yaitu Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Sawojajar dan Pasar Tawangmangu.</p>



<p>Festival ini, selain untuk menyemarakkan Peringatan HUT ke-111 Kota Malang, event ini pun sebagai bagian dari Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 dan menjadi dukungan nyata terhadap UMKM kuliner khas Malang, sekaligus menjadi upaya pelestarian tradisi jajanan pasar yang kaya rasa dan cerita.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Festival Jajanan Pasar. Dirinya mengungkapkan, bahwa event ini menjadi sebuah bentuk kolaborasi pemerintah kota dengan dunia perbankan dalam memajukan perekonomian Kota Malang. Serta, menjadi bagian visi misi serta Dasa Bakti yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Malang, yakni Ngalam Laris dan Ngalam Asik.</p>



<p>“Ngalam Laris ini kita buat memang untuk memberdayakan UMKM, memberdayakan kearifan lokal yang memang harus kita tingkatkan. Potensinya banyak sekali, salah satunya adalah jajanan pasar. Terkait Ngalam Asyik, ini memang kita bentuk ekosistem usaha pariwisata. Kita ubah pandangan orang tentang pasar yang dulu kotor, kumuh, bau, desak-desakan, kita jadikan lebih asyik. Alhamdulillah sekarang mereka sudah banyak datang ke pasar untuk bisa belanja sekaligus kulineran,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw) BI Malang, Febrina, mengatakan bahwa gelaran ini juga diinisiasi lembaga perbankan di Kota Malang bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Pihaknya mengharapkan, terselenggaranya event ini dapat memberikan dampak pada peningkatan ekonomi, terutama bagi para pelaku UMKM.</p>



<p>“Ini salah satu upaya untuk menarik kembali orang datang ke pasar meskipun sudah ramai, tapi kita ramaikan kembali. Kami juga berupaya melalui sektor pariwisatanya kembali menggelorakan gerakan bangga buatan Indonesia melalui jajanan pasarnya dan juga gerakan bangga berwisata di Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>Febrina mengaku, bahwa pasar di Kota Malang sudah tertata apik. “Baru di Malang ini kami apresiasi dan hebat sekali Pemkot Malang yang bisa menyediakan pasar yang nyaman. Jadi orang enggak cuman belanja aja, tapi juga ada daya tarik kuliner. Jadi orang betah nongkrong di pasar. Karena pasar yang nyaman itu adalah kunci bagi pengunjung untuk bisa datang,” ungkap Febrina.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Festival Jajanan Pasar menjadi bentuk dukungan terhadap program unggulan Pemkot Malang, yakni menggelar 1000 event untuk menjadikan Kota Malang sebagai destinasi wisata, termasuk di sektor kuliner. Dirinya menjabarkan, tidak hanya menjadi festival kuliner dari UMKM Kota Malang, namun gelaran ini sekaligus juga media sosialisasi terkait Program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, penggunaan QRIS untuk memudahkan transaksi jual beli, hingga sertifikasi halal. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Anak Muda Cintai Kuliner Tradisional, Wali Kota Malang Buka Festival Jajanan Pasar 2025</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-anak-muda-cintai-kuliner-tradisional-wali-kota-malang-buka-festival-jajanan-pasar-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cintai]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221362</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan Festival Jajanan Pasar 2025, di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam melestarikan kuliner tradisional serta mendorong pemberdayaan UMKM lokal. Pria yang kerap disapa Wahyu, itu turut mengapresiasi kegiatan festival tersebut. Sebab, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan Festival Jajanan Pasar 2025, di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam melestarikan kuliner tradisional serta mendorong pemberdayaan UMKM lokal.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wahyu, itu turut mengapresiasi kegiatan festival tersebut. Sebab, itu menurutnya memiliki nilai strategis dalam mengenalkan jajanan pasar kepada generasi muda.</p>



<p>“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena penting untuk mengenalkan jajanan pasar, khususnya kepada anak-anak muda. Selama ini, mereka masih kurang peduli, padahal jajanan pasar punya cerita, tidak mengandung pengawet, bergizi, dan merupakan bagian dari kearifan lokal Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa festival tersebut juga selaras dengan program prioritas yang tertuang dalam Dhasa Bakti kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Malang. Yakni program Ngalam Asyik dan Ngalam Laris, yang fokus pada pemberdayaan UMKM dan revitalisasi pasar rakyat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menekankan, akan pentingnya mengubah citra pasar tradisional agar lebih menarik dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat, khususnya generasi muda. “Dahulu orang malas ke pasar, itu karena bau dan semrawut. Sekarang kita ubah persepsi itu. Kami ingin pasar menjadi destinasi wisata belanja yang menarik bagi masyarakat, termasuk wisatawan,” tambahnya.</p>



<p>Festival Jajanan Pasar 2025 tidak hanya berlangsung di Pasar Klojen, tetapi juga akan digelar di sejumlah pasar lain, seperti Pasar Sawojajar, Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Tawangmangu, selama satu minggu ke depan. Dalam kegiatan tersebut juga menggandeng Bank Indonesia (BI) Malang dan sejumlah perbankan untuk mendukung festival, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).</p>



<p>“Dengan berbelanja menggunakan QRIS, masyarakat bisa mendapatkan diskon 10 persen selama periode festival. Ini bentuk dukungan kami terhadap transformasi digital di sektor UMKM,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221362</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melihat Perkembangan Jajanan Ladu Beras Ketan Khas Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/melihat-perkembangan-jajanan-ladu-beras-ketan-khas-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Beras ketan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[Jajanan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196822</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Jajanan Ladu, yang menjadi khas Kota Batu, siapa sangka masih eksis hingga saat ini. Salah satu desa yang hingga saat ini masih bertahan memproduksi Ladu, yakni di Dusun Kandangan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Meskipun, saat ini di tempat tersebut hanya ada dua warga yang memproduksi jajanan jadul itu. Salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Jajanan Ladu, yang menjadi khas Kota Batu, siapa sangka masih eksis hingga saat ini. Salah satu desa yang hingga saat ini masih bertahan memproduksi Ladu, yakni di Dusun Kandangan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Meskipun, saat ini di tempat tersebut hanya ada dua warga yang memproduksi jajanan jadul itu.</p>



<p>Salah satu warga yang memproduksi Ladu, Sungkono (43), mengatakan bahwa perkembangan peminat Ladu selama beberapa terakhir mengalami penurunan. Bahkan, selama dua bulan ini sepi peminat.</p>



<p>&#8220;Biasanya bulan-bulan tertentu, misalnya Hari Raya banyak yang membeli jajanan Ladu ini. Tapi, mungkin bulannya nggak cocok, terus banyak yang keluar biaya anaknya sekolah dan sepi hajatan. Imbasnya, sekarang Ladu jadi sepi,&#8221; terangnya, saat ditemui di rumah produksi di Dusun Kandangan, Minggu (27/08/2023) siang.</p>



<p>Dalam sehari, paparnya, biasanya sebanyak 12 kilogram Ladu terjual. Tetapi, beberapa hari lalu sebanyak 24 kilogram Ladu hingga sepekan, masih belum terjual. &#8220;Untuk harga jual Ladu, setengah kilogram saya jual Rp 43 ribu. Dan, yang seperempat kilogram saya jual Rp 22 ribu,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Produksi jajanan Ladu tersebut, paparnya, digelutinya sejak empat tahun lalu. Sebelumnya, jajanan ini sudah ditekuni bersama keluarganya selama 23 tahun, yang salah satunya adalah pembuat Ladu. Hanya saja, kini yang memproduksi hanya menyisakan dua orang warga.</p>



<p>&#8220;Kalau ditekuni, sebenarnya Ladu mendapatkan hasil yang bagus. Keuntungannya rata-rata dahulu saat masih populer, bisa mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, dalam sebulan dari omset kotor paling banyak Rp 10 juta. Dan, di kampung ini yang memproduksi Ladu hanya dua orang. Saya dan ibu saya. Sebelumnya, itu ada enam orang dan yang bertahan masih dua,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Cara pembuatan Ladu, imbuhnya, selama ini dengan cara manual. Beras ketan pilihan direndam selama 5 jam. Lalu diselep jadi tepung baru direbus.</p>



<p>Setelah matang, kemudian ditumbuk dicampur gula pasir cair. Kemudian diolah terus dilempengkan lalu dijemur. Setelah kering, diiris kotak-kotak lalu di open.</p>



<p>&#8220;Ladu yang menjadi khas jajanan Kota Batu, ini rasanya kriuk leleh di mulut dengan rasa manis. Dan, tanpa bahan pengawet,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai pemasaran selama ini, diakuinya, masih berada di pasaran lokal Kota Batu. &#8220;Kemarin izin halal sudah saya buat. Di sini karena saya ingin pemasaran bisa keluar Kota Batu. Saya terbentur modal. Saya berharap, Ladu ini benar-benar menjadi ikon Kota Batu. Tahun 2022 lalu memang pernah Dinas Pariwisata Kota Batu mengunjungi kampung kami hingga menamakan Kampung Ladu tetapi hanya sekali saja. Saya ingin Pemkot Batu memperhatikan Ladu yang menjadi jajanan khas Kota Batu ini,&#8221; harapnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196822</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Jokowi Datangi Festival Tabut 2023 Bengkulu dan Beli Jajanan Gulali</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-jokowi-datangi-festival-tabut-2023-bengkulu-dan-beli-jajanan-gulali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2023 16:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gulali]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[tabut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bengkulu &#8211; Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Festival Tabut 2023 yang diselenggarakan di Lapangan Merdeka Bengkulu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Rabu (19/07/2023) malam. Presiden tiba di Festival Tabut 2023, sekitar pukul 19.15. Dengan mengenakan kaus berwarna coklat lengan panjang, Presiden Jokowi disambut antusiasme masyarakat yang hadir di sana. Presiden pun tampak melambaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Bengkulu </strong>&#8211; Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Festival Tabut 2023 yang diselenggarakan di Lapangan Merdeka Bengkulu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Rabu (19/07/2023) malam. Presiden tiba di Festival Tabut 2023, sekitar pukul 19.15.</p>



<p>Dengan mengenakan kaus berwarna coklat lengan panjang, Presiden Jokowi disambut antusiasme masyarakat yang hadir di sana. Presiden pun tampak melambaikan tangan untuk menyapa para pengunjung sambil berjalan kaki untuk berkeliling di area festival.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ketika berkeliling, Presiden Jokowi tampak berhenti saat melewati penjual gulali dan membeli sebanyak lima gulali. &#8220;Satu-satu, ini saya dua,” kata Presiden Jokowi sambil bergurau seraya membagikannya kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.</p>



<p>Presiden pun juga mengeluarkan tiga lembar uang pecahan Rp 50 ribu, kepada penjual tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih, Pak,” kata penjual gugali tersebut bahagia.</p>



<p>Selain berkeliling menikmati suasana festival, Presiden Jokowi juga beberapa kali berswafoto bersama masyarakat yang hadir meramaikan acara tersebut. Sekira satu jam berada di sana, Presiden Jokowi meninggalkan area festival untuk kembali ke hotel tempatnya bermalam. <strong>(mc/bkl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193816</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
