<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Jalan Ampelgading &#8211; Dampit Bergelombang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jalan-ampelgading-dampit-bergelombang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Mar 2021 16:56:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Jalan Ampelgading &#8211; Dampit Bergelombang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Awas&#8230; Jalan Nasional Probolinggo &#8211; Lumajang &#8211; Turen Berlubang dan Bergelombang</title>
		<link>https://memontum.com/awas-jalan-nasional-probolinggo-lumajang-turen-berlubang-dan-bergelombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2021 16:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Ampelgading - Dampit Bergelombang]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137786</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Akses jalan nasional kelas II yang bergelombang dan berlubang di sepanjang Turen (Kabupaten Malang, red) &#8211; Piket nol (Lumajang) hingga Probolinggo, menuai keluhan pemakai jalan. Masalahnya, meski terbilang baru dibenahi, nyatanya masih ditemui jalan yang mengalami kerusakan. Sebagaimana yang dikeluhkan Qodim, pemakai jalan dengan menggunakan sepeda motor, kepada memontum.com. Akses jalan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Akses jalan nasional kelas II yang bergelombang dan berlubang di sepanjang Turen (Kabupaten Malang, red) &#8211; Piket nol (Lumajang) hingga Probolinggo, menuai keluhan pemakai jalan. Masalahnya, meski terbilang baru dibenahi, nyatanya masih ditemui jalan yang mengalami kerusakan.</p>



<p>Sebagaimana yang dikeluhkan Qodim, pemakai jalan dengan menggunakan sepeda motor, kepada memontum.com. Akses jalan dari Lumajang via Malang, harus ekstra hati-hati, karena banyak jalan rusak.</p>



<p><strong><a rel="noreferrer noopener" href="https://memontum.com/137590-awas-anda-terekam-camera-pengintai-patuhi-peraturan-lalu-lintas#ixzz6q8tXXcHr" target="_blank">Baca Juga :</a><a href="https://memontum.com/137590-awas-anda-terekam-camera-pengintai-patuhi-peraturan-lalu-lintas#ixzz6q8tXXcHr" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> </a><a href="https://pemerintahan.memontum.com/20471-pemerintah-gelontorkan-rp-78-m-pelebaran-jalan-probolinggo-lumajang-hingga-turen#ixzz6q8wKMnO4" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pemerintah Gelontorkan Rp 78 M, Pelebaran Jalan Probolinggo-Lumajang hingga Ture</a><a rel="noreferrer noopener" href="https://memontum.com/137590-awas-anda-terekam-camera-pengintai-patuhi-peraturan-lalu-lintas#ixzz6q8tXXcHr" target="_blank">n</a></strong></p>



<p>&#8220;Jika kita dari Probolinggo menuju Malang lewat Lumajang (piket nol, red), kita harus ekstra hati-hati. Karena, banyak ditemui badan jalan yang rusak. Banyak lubang dan ini sudah lama. Kalau tidak hati-hati, pengendara motor bisa terjatuh,&#8221; ungkap Qodim, Kamis (25/03) tadi.</p>



<p>Selain kondisi jalan yang rusak, menurutnya kondisi itu masih diperparah dengan ruas jalan yang licin, berkelok dan rawan longsor. Apalagi, saat curah hujan meninggi.</p>



<p>&#8220;Jika hujan, pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok. Karena lubang jalan, secara otomatis tidak kelihatan karena terkena luapan air. Terutama, seperti saat melintas di Jembatan Grobogan Kedungjajang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hal senada, juga disampaikan Jono, pengemudi roda empat. Pria yang berprofesi sebagai pedagang makanan ringan (Snack, red) tersebut, hampir setiap hari melewati jalan nasional untuk mengirim barang dagangannya pada pelanggan. Terkait kerusakan, dirinya berharap agar ada perbaikan.</p>



<p>&#8220;Terkadang saya sulit memilih jalan, karena jalan yang mau dilewati rusak. Mudah-mudahan, segera diperbaiki. Apalagi, sekarang musim hujan juga,&#8221; terangnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137786</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalan Ampelgading &#8211; Dampit Bergelombang, Makan Korban</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-ampelgading-dampit-bergelombang-makan-korban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2018 11:03:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Ampelgading - Dampit Bergelombang]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Korban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=62320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang&#8211;Kali ini, musibah menimpa pengendara sepeda motor berboncengan, (Rabu (31/10/2018) saat melewati jalan raya Desa Pamotan sekitar jurang klampok, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Jalan bergelombang, mengakibatkan nyawa melayang. Musibah dialami pengendara motor Honda Vario berboncengan pria wanita, tepatnya pukul 14.00. Banyak warga menyebut, jalan bergelombang menyebabkan korban hilang kendali saat menuruni jalan yang menikung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Memontum Malang&#8211;</strong>Kali ini, musibah menimpa pengendara sepeda motor berboncengan, (Rabu (31/10/2018) saat melewati jalan raya Desa Pamotan sekitar jurang klampok, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Jalan bergelombang, mengakibatkan nyawa melayang.</p>
<p dir="ltr">Musibah dialami pengendara motor Honda Vario berboncengan pria wanita, tepatnya pukul 14.00. Banyak warga menyebut, jalan bergelombang menyebabkan korban hilang kendali saat menuruni jalan yang menikung tajam di Juwok.</p>
<p dir="ltr">Informasi didapat, korban diketahui bernama Handoko dan Yunaidah, warga Srigading, Desa Randugading, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Keduanya tergeletak di bawah jurang berkedalaman 7 meteran lebih.</p>
<p dir="ltr">Kedua korban yang terluka parah, sempat dibawa menuju Puskesmas Dampit. Naas, korban wanita meninggal dunia. Sedangkan, korban pria, menderita luka parah di tubuhnya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Benar ada korban. Tadi masih belum ada identitasnya. Satu dibawa ke Rumah Sakit, rupanya meninggal,&#8221; ungkap Kapolsek Dampit, AKP Amung Sri W, kepada Memontum.com, Rabu siang. Pihaknya, sempat menerjunkan anggota ke lokasi kejadian dan memberikan pertolongan.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, warga Dampit-Tirtoyudo-Ampelgading mengetahui jika jalan di tanjakan dan turunan berkelok berkondisi bergelombang. Pemakai jalan yang tidak pernah melewati jalan tersebut akan kesulitan bila tidak berhati-hati. Tidak sekali dua kali, pengendara motor terjatuh dan luka ringan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tiap tanjakan turunan, kondisinya bergelombang. Korban meninggal baru pertama itu. Sebelumnya hanya luka ringan,&#8221; ungkap Soleh, warga Ampelgading yang tiap hari melewati jalan Provinsi atau jalur utama di sisi Malang Timur itu. (sos)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">62320</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
