<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jalinbar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jalinbar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Mar 2018 13:00:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jalinbar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Waspasalah Lewat Jalinbar Kepanjen!</title>
		<link>https://memontum.com/waspasalah-lewat-jalinbar-kepanjen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2018 13:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[jalinbar]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[laka lantas]]></category>
		<category><![CDATA[polsek kepanjen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29372-waspasalah-lewat-jalinbar-kepanjen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Diduga akibat mengantuk sehingga kurang konsentrasi, mobil Daihatsu AG 660 AG, hilang kendali dan menabrak pohon di marka jalan Jalur Lingkar Barat (Jalinbar&#8211;red). Kamis (1/3/2018) siang, dua pria dibawa ke RS Wava Husada Kepanjen. Musibah kecelakaan misterius itu menimpa Pratama Aditya Rokim (21) dan Imam Rokimi (50), informasinya warga Desa Kedunglurah, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Diduga akibat mengantuk sehingga kurang konsentrasi, mobil Daihatsu AG 660 AG, hilang kendali dan menabrak pohon di marka jalan Jalur Lingkar Barat (Jalinbar&#8211;red). Kamis (1/3/2018) siang, dua pria dibawa ke RS Wava Husada Kepanjen.  </p>
<p>Musibah kecelakaan misterius itu menimpa Pratama Aditya Rokim (21) dan Imam Rokimi (50), informasinya warga Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. </p>
<p>Keduanya, kemarin siang meluncur dari Malang atau Wagir melewati Jalinbar untuk pulang seusai bertransaksi membeli burung. Belum jelas apa sebab musibah kecelakaan tunggal itu menimpa kedua pria itu.  </p>
<p>Adanya tabrakan ini telah diketahui anggota Lantas Polsek Kepanjen dam Unit Laka Lantas Polres Malang. Iptu Yoyok Supandi kepada wartawan, membenarkan adanya kecelakaan tunggal.  </p>
<p>Siang kemarin, mobil telah berhasil dievakuasi warga. Adanya mobil ringsek ini sempat memicu perhatian pemakai jalan. Bahkan warga sempat berusaha menolong korban yang tampak terjepit. </p>
<p>Kondisinya memang cukup parah. Pecahan kaca di sekitar lokasi kejadian. Bercak darah masih tercecer di mobil itu. Adanya musibah di Jalinbar ini sempat viral dalam media sosial Fesbuk.  </p>
<p>Sebatas informasi, selain musti konsentrasi dan melihat rambu marka jalan di Jalinbar, pemakai jalan musti waspada dan awas terhadap kondisi jalan, terutama bagian Barat atau jalur yang dilewati pemakai jalan dari arah Blitar/Ngajum (Barat &#8211; Timur). </p>
<p>Pasalnya, di sejumlah titik jalur tersebut tampak beberapa lubang jalan cukup besar dan berbahaya. Bila malam hari atau kondisi hujan, pengendara motor musti berhati-hati. </p>
<p>Informasi lain didapat Memontum.com, ada satu pengendara sepeda motor terjungkal dan mengalami luka lecet akibat lubang jalan di area Jalinbar. <strong> (sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jasad Bawah Taman Puspa Jalinbar Ternyata Warga Tebo yang Hilang Sehari</title>
		<link>https://memontum.com/jasad-bawah-taman-puspa-jalinbar-ternyata-warga-tebo-yang-hilang-sehari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2018 15:55:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[jalinbar]]></category>
		<category><![CDATA[kali metro]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22393-jasad-bawah-taman-puspo-jalinbar-ternyata-warga-tebo-yang-hilang-sehari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Jenazah wanita tanpa busana di Kali Metro, bawah jembatan Jalinbar Kepanjen, Kamis (25/1/2018) jelang petang, dipastikan adalah warga Tebo Tengah, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang hilang Rabu (24/1/2018) lalu. Korban diketahui bernama Sri Arti (57) warga Jalan Tebo Tengah RT04/RW01, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Identitasnya dipastikan dari wajah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Jenazah wanita tanpa busana di Kali Metro, bawah jembatan Jalinbar Kepanjen, Kamis (25/1/2018) jelang petang, dipastikan adalah warga Tebo Tengah, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang hilang Rabu (24/1/2018) lalu. </p>
<p>Korban diketahui bernama Sri Arti (57) warga Jalan Tebo Tengah RT04/RW01, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Identitasnya dipastikan dari wajah yang masih dapat dikenali keluarga korban. </p>
<p>Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo, kepada Memontum.com membenarkan kepastian identitas tersebut. &#8220;Betul warga Tebo. Hilang sehari, Rabu lalu. Tadi dicek memakai alat mambis, sehingga keluar data E-KTPnya, &#8221; ungkap Bindriyo. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?resize=650%2C433&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="433" class="aligncenter size-full wp-image-22398" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Informasi dihimpun Memo, dari berbagai sumber, diceritakan keluarga, Rabu (24/1/2018) jelang petang, korban mencari anaknya di seputaran kampung. Anaknya, Dela Putri Rahmati (16) siang itu bermain. </p>
<p>Rabu itu hujan mengguyur deras wilayah Kelurahan Mulyorejo. Sri Arti dilihat Jumiati, keluar sambil membawa payung merah. Ia sempat ditanyai soal keberadaan Della. </p>
<p>Sejak petang itulah, Sri Arti tidak kunjung pulang ke rumahnya. Keluarga menjadi kuatir. Seorang kerabat kemudian sempat menyampaikan informasi terkait ketidakpulangan korban di media sosial. </p>
<p>Ditunggu sampai Kamis (25/1/2018) pagi, korban tidak juga pulang. Keluarga semakin panik karena mengetahui bahwa Sri Arti mengidap pikun dan riwayat penyakit lainnya. Keluarga kemudian memutuskan melapor ke Polsek Sukun. </p>
<p>Kamis (25/1/2018) pukul 15.00, warga terkejut melihat sosok payung kondisi baik berwarna merah. Payung tersebut berada di bawah pohon cerry. Letak tepatnya di lereng jurang atau bawah jembatan Kalisat Tebo Utara. </p>
<p>Kekuatiran pun muncul di benak keluarga. Pasalnya, patung merah tersebut adalah milik korban Sri Arti. Siapa sangka, asumsi korban terpeleset di sungai. Sungai di Tebo memang merupakan terkait dengan aliran menuju Wagir &#8211; Kepanjen. </p>
<p>Hingga pada Kamis (25/1/2018) pukul 17.00, muncul informasi berkaitan temuan mayat tanpa busana di sungai dekat Taman Puspa (Jalinbar), Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22393</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
