<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jamur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jamur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Aug 2020 13:31:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jamur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>BHS Motivasi Petani Jamur dan Siapkan Asosiasi</title>
		<link>https://memontum.com/bhs-motivasi-petani-jamur-dan-siapkan-asosiasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2020 13:31:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bacabup]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Haryo]]></category>
		<category><![CDATA[jamur]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120568-bhs-motivasi-petani-jamur-dan-siapkan-asosiasi</guid>

					<description><![CDATA[Mengandung Kolagen dan Pencegah Kanker Memontum Sidoarjo &#8211; Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) memotivasi para petani jamur tiram di Sidoarjo. Jika sebelumnya, memberikan motivasi untuk petani jamur tiram di Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, kali ini BHS memotivasi petani jamur tiram di Desa Keper, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Tidak hanya memotivasi, BHS juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Mengandung Kolagen dan Pencegah Kanker</h2>
<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) memotivasi para petani jamur tiram di Sidoarjo. Jika sebelumnya, memberikan motivasi untuk petani jamur tiram di Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, kali ini BHS memotivasi petani jamur tiram di Desa Keper, Kecamatan Krembung, Sidoarjo.</p>
<p>Tidak hanya memotivasi, BHS juga mengapresiasi usaha para petani jamur tiram di Sidoarjo. Bahkan juga memberikan bantuan. BHS menilai, usaha budidaya jamur tiram memiliki potensi luar biasa yang bisa menumbuhkan geliat perekonomian masyarakat Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Budidaya jamur tiram ini memiliki potensi luar biasa. Jamur bisa memenuhi gizi masyarakat. Jamur tiram mengandung kolagen yang bisa menjadi obat pemutih dan mencegah keriput untuk perempuan dan ibu-ibu,&#8221; ujar BHS saat mengunjungi budidaya jamur tiram, di Desa Keper, Kecamatan Krembung, Sidoarjo, Selasa (04/08/2020).</p>
<p>Mantan anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI periode 2014-2019 ini menjelaskan jamur tiram selain menyehatkan juga harganya terjangkau yakni Rp 14.000 per kilogram. Padahal, kandungan gizinya sangat luar biasa. Bahkan bisa mencegah dan mengobati kanker payudara dan rahim.</p>
<p>&#8220;Manfaat jamur tiram Ini perlu diekspose ke publik. Selain bergizi tinggi, jamur bisa dikonsumsi kalangan ibu-ibu. Bahkan nilai potensi ekonomi budidaya jamur tiram sangat luar biasa. Karena budidaya jamur sebuah usaha tangguh, yang bisa menumbuhkan geliat perekonomian di kalangan masyarakat pedesaan. Ini harus diberdayakan,&#8221; imbuh pengusaha transportasi laut ini.</p>
<p>Karena itu, Alumnus ITS Surabaya ini langsung memberikan bantuan permodalaan. Hal ini setelah berdialog dengan salah satu petani jamur tiram, Eko Andik Susanto. BHS mendapatkan keluhan soal keterbatasan modal untuk pengembangan budidaya jamur tiram itu. Spontan, BHS memberi bantuan uang tunai untuk penambahan modal usaha jamur tiram itu.</p>
<p>&#8220;Saya bantu untuk membeli alat memasak (pembibitan) jamur. Saya berharap bantuan ini bisa menambah kapasitas panen jamur tiram yang dikelola. Sekarang usaha ini berskala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tapi, kami harap jadi petaninya jadi konglomerat. Sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan menyehatkan warga Sidoarjo,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, BHS mengungkapkan jumlah petani jamur di Sidoarjo cukup banyak dan tersebar di sejumlah wilayah desa dan kecamatan. Akan tetapi, hingga saat ini belum memiliki wadah atau perkumpulan (asosiasi) layaknya di daerah lainnya. Misalnya petani jamur tiram di wilayah Malang, Batu dan Pasuruan yang sudah ada wadahnya.</p>
<p>&#8220;Kalau saya diamanahi sebagai Bupati Sidoarjo, saya akan memfasilitasi dan mendorong adanya asosiasi petani jamur di Sidoarjo,&#8221; jelas Bacabup yang mengantongi rekomendasi Partai Garindra ini.</p>
<p>Sementara salah seorang petani jamur tiram asal Desa Keper, Kecamatan Krembung, Eko Andik Susanto mengaku berbudidaya jamur tiram itu sudah dimulainya sejak empat tahun lalu. Semula dia hanya memiliki satu lahan dengan jumlah 1.000 kantong jamur. Namun sekarang, bisa membangun satu tempat lagi. Bahkan bisa panen 10-15 kilogram per hari per seribu kantong jamur.</p>
<p>&#8220;Hasil panen saya jual ke Pasar Porong. Ada juga tengkulak yang langsung beli di lokasi budidaya jamur tiram. Selama ini, hampir tidak ada pihak lain yang berkunjung ke usaha saya ini. Sebagai rakyat kecil, saya merasa diperhatikan dengan kunjungan Pak BHS ini. Semoga bantuannya mampu menambah hasil produksi (panen) jamur tiram saya,&#8221; tandasnya. <strong>(wan/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120568</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Alih Teknologi, Tingkatkan Produktivitas Jamur Tiram</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-alih-teknologi-tingkatkan-produktivitas-jamur-tiram</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2018 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[jamur]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/16762-istighotsah-dan-malam-hiburan-rakyat-sambut-tahun-baru-dan-hari-jadi-pemkab-jember-ke-89</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak, dan kalori. Olahan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) memiliki citarasa mirip daging ayam, karena tekstur berserat dan gurih. Di Dusun Watukebo, Jember, terdapat beberapa kelompok usaha pembibitan budidaya dan pengolahan pangan berbahan jamur tiram, seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Jamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak, dan kalori. Olahan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) memiliki citarasa mirip daging ayam, karena tekstur berserat dan gurih. Di Dusun Watukebo, Jember, terdapat beberapa kelompok usaha pembibitan budidaya dan pengolahan pangan berbahan jamur tiram, seperti UKM Rumah Jamur Zahra dan Healthy Nugget Jamur. </p>
<p>UKM Rumah Jamur Zahra merupakan unit usaha jamur terpadu, karena mereka bergerak di bidang pembibitan jamur tiram, hingga produksi olahannya menjadi jamur crispy dan nugget jamur. Adapun UKM Healthy Nugget merupakan produsen nugget jamur (original jamur, mix ayam, dan sayur) yang ternyata digemari masyarakat. Keberadaan UKM jamur tiram terpadu ini terbukti telah meningkatkan kesejateraan dan pendapatan masyarakat di Dusun Watukebo, desa Andongsari, Jember, secara signifikan.</p>
<div id="attachment_60373" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-60373" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181017-WA0011-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Nugget ayam jamur, salah satu produk olahan jamur tiram. (ist)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-60373" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181017-WA0011-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181017-WA0011-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-60373" class="wp-caption-text"><em><strong>Nugget ayam jamur, salah satu produk olahan jamur tiram. (ist)</strong></em></p></div>
<p>&#8220;Potensi keberadaan UKM jamur bagi peningkatan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat Dusun Watukebo, desa Andongsari, Jember, secara signifikan inilah yang melatari saya tergerak melakukan kegiatan untuk meningkatkan kinerja UKM Jamur Tiram terpadu, baik kapasitas dan kualitas produk, guna mendukung pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri,&#8221; ungkap Mas’ud Effendi STP, MP, dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.</p>
<p>Solusi permasalahan yang dihadapi oleh UKM Jamur Tiram Terpadu yaitu fasilitas peralatan produksi Teknologi Tepat Guna yang dapat memperbaiki kinerja proses dan kapasitas produksi pembibitan, serta olahan jamur tiram yang meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Andongsari, khususnya UKM Rumah Jamur Zahra dan Healthy Nugget Jamur. Kegiatan ini diperkuat dengan pendampingan tim bersama pendamping lapangan dari Taman Nasional Meru Betiri, sebagai pembina daerah kawasan hutan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UB.</p>
<p>Melalui program kemitraan masyarakat ini, Mas’ud Effendi STP, MP, berhasil mengajak UKM Jamur untuk melakukan alih teknologi dalam proses produksi jamur tiram dan olahannya melalui penggunaan laminar, spinner inverter dan freezer. </p>
<p>&#8220;Adanya alih teknologi ini memungkinkan peningkatan produktivitas UKM Jamur Tiram Terpadu di Jember, melalui efisiensi tenaga kerja, waktu, dan biaya. Selain itu, juga menaikkan kapasitas produksi bibit jamur dan nugget jamur hingga dua kali lipat dengan kualitas lebih baik dan biaya produksi lebih rendah,&#8221; beber Mas&#8217;ud. </p>
<p>&#8220;Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi, baik pembibitan dan olahan jamur tiram dengan perbaikan sistem produksi melalui teknologi tepat guna,&#8221; harap Mas&#8217;ud. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16762</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jamur Unik di Tengah Makam, Bikin Heboh warga Mojan</title>
		<link>https://memontum.com/jamur-unik-di-tengah-makam-bikin-heboh-warga-mojan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2018 11:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[jamur]]></category>
		<category><![CDATA[makam]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/48822-jamur-unik-di-tengah-makam-bikin-heboh-warga-mojan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sebuah fenomena unik terjadi di sebuah makam keluarga yang berada di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang-Jember, Rabu (25/7/2018). Pasalnya secara tiba-tiba muncul sebuah jamur berwarna putih besar di tengah salah satu makam tersebut. Masyarakat sekitar pun takjub, karena menurut mereka jika muncul sebuah jamur tidak mungkin berdiameter besar dan hanya bertahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sebuah fenomena unik terjadi di sebuah makam keluarga yang berada di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang-Jember, Rabu (25/7/2018). Pasalnya secara tiba-tiba muncul sebuah jamur berwarna putih besar di tengah salah satu makam tersebut.</p>
<p>Masyarakat sekitar pun takjub, karena menurut mereka jika muncul sebuah jamur tidak mungkin berdiameter besar dan hanya bertahan hidup selama kurang lebih beberapa minggu.</p>
<p>Namun jamur yang menjadi viral tersebut, hidup selama dua bulan lebih dan kini berdiameter semakin besar dan menyerupai bunga teratai dan memiliki ukiran seperti batik.  </p>
<p>Ketua RW 02 Lingkungan Mojan Muhammad Arik Surya Putranto menyampaikan, sekitar dua bulan lalu, secara tiba-tiba muncul jamur di tengah makam, yang awal mulanya hanya berdiamter kecil.</p>
<p>Arik saat dikonfirmasi Memo x menyatakan, “Kebetulan makam ini, adalah makam keluarga istri saya. Kemudian jamur itu tumbuh tepat ditengah makam nenek istri saya sekitar bulan puasa kemarin. Kata pakdenya istri saya awalnya kecil dan semakin membesar,” ujarnya.</p>
<p>Dirinya pun awalnya tidak merasa aneh dengan munculnya jamur tersebut. Pasalnya jamur yang diketahui olehnya itu, hanya tumbuh hidup paling lama beberapa minggu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48822</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
