<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jaranan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jaranan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Aug 2024 06:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jaranan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Satpol PP Kabupaten Malang dan Bea Cukai Gempur Rokok Ilegal di Pantai Tamban Via Jaranan Campursari</title>
		<link>https://memontum.com/satpol-pp-kabupaten-malang-dan-bea-cukai-gempur-rokok-ilegal-di-pantai-tamban-via-jaranan-campursari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2024 16:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[campursari]]></category>
		<category><![CDATA[gempur]]></category>
		<category><![CDATA[ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[jaranan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<category><![CDATA[tamban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212862</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal terus dimasifkan Pemerintah Kabupaten Malang, melalui Satpol PP dan Diskominfo serta Kantor Bea Cukai Malang, Minggu (11/08/2024) malam. Kali ini, pelaksanaan itu berlangsung di Pantai Tambang Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang dikemas dengan pagelaran Gebyar Seni Nusantara Dirgahayu RI ke-79 dengan pertunjukan jaranan campursari. Hadir dalam pelaksanaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal terus dimasifkan Pemerintah Kabupaten Malang, melalui Satpol PP dan Diskominfo serta Kantor Bea Cukai Malang, Minggu (11/08/2024) malam. Kali ini, pelaksanaan itu berlangsung di Pantai Tambang Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang dikemas dengan pagelaran Gebyar Seni Nusantara Dirgahayu RI ke-79 dengan pertunjukan jaranan campursari.</p>



<p>Hadir dalam pelaksanaan itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, Pejabat Pemeriksa Bea Cukai, Hendro Try Noor Cahyo, Kepala Desa Tambakrejo, Agus Hariyanto serta masyarakat dan Muspika. Sementara mengawali pelaksanaan acara, kegiatan dibuka dengan doa bersama.</p>



<p>Kasatpol PP Kabupaten Malang mengatakan, bahwa langkah-langkah sosialisasi yang dilakukan Satpol PP dalam memberikan edukasi perundangan di bidang cukai atau Gempur Rokok Ilegal, sangat bervariatif. Mulai dari tatap muka, seperti Sobo Kampung, yakni menemui penjual dengan memberikan edukasi dan komunikasi dengan perokok hingga mengemasnya dengan berbagai kegiatan. Salah satunya, seperti yang dilakukan di Pantai Tambang.</p>



<p>&#8220;Melalui berbagai langkah ini, diharapkan masyarakat menjadi kian paham mengenai apa itu rokok ilegal. Bahkan, tidak hanya tahu mengenai ciri-cirinya. Namun, juga memahami bagaimana bahaya yang ditimbulkan. Sehingga, muncul partisipasi masyarakat dalam mencegah dan menghambat peredaran rokok ilegal,&#8221; kata Firmando.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="430" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/08/Satpol-PP-Kabupaten-Malang-dan-Bea-Cukai-Gempur-Rokok-Ilegal-di-Pantai-Tamban-Via-Jaranan-Campursari-2.jpg?resize=600%2C430&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-212864" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/08/Satpol-PP-Kabupaten-Malang-dan-Bea-Cukai-Gempur-Rokok-Ilegal-di-Pantai-Tamban-Via-Jaranan-Campursari-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/08/Satpol-PP-Kabupaten-Malang-dan-Bea-Cukai-Gempur-Rokok-Ilegal-di-Pantai-Tamban-Via-Jaranan-Campursari-2.jpg?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p></p>



<p>Gelaran ini sendiri, selama berlangsung cukup direspon masyarakat. Tidak hanya karena menunggu acara puncak seni, namun karena cara pengemasannya yang cukup menarik. Dimana, dari nara sumber, seperti Satpol PP dan Bea Cukai Malang memberikan tanya jawab yang disusul dengan pemberian hadiah kepada masyarakat.</p>



<p>Sementara itu, Pejabat Pemeriksa Bea Cukai secara umum tidak ketinggalan juga mengingatkan kembali mengenai ciri rokok ilegal. Termasuk, mengenai ancaman kepada mereka yang melanggar. Gaya pengemasan sosialisasi yang ringan dan simpel, membuat pelaksanaan menjadi cukup menarik.</p>



<p>&#8220;Jika menemukan ciri-ciri rokok ilegal tersebut, jangan lupa dilaporkan kepada petugas. Sehingga, semua terhindar dari bahaya rokok ilegal,&#8221; ujar Hendro.</p>



<p>Kepala Desa Tambakrejo, Agus Hariyanto, dalam kesempatan itu menyambut baik pelaksanaan. Karena selain bisa menambah pengetahuan masyarakat, kegiatan juga sangat positif dalam meminimalisir rokok ilegal.</p>



<p>&#8220;Kegiatan kesenian ini bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Bea Cukai Malang, yang salah satu tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Sedangkan acara gebyar, dimeriahkan Jaranan Campursari Turonggo Seto Budoyo, yang harapkannya dapat mengangkat potensi wisata lokal dan melestarikan serta mengenalkan kepada generasi muda,&#8221; ujarnya. <strong>(diskominfo kab.mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Jati Diri Jaranan Kadiren, Pemkot Kediri Gelar Festival di Area Wisata Goa Selomangleng</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-jati-diri-jaranan-kadiren-pemkot-kediri-gelar-festival-di-area-wisata-goa-selomangleng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[jaranan]]></category>
		<category><![CDATA[kadiren,]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[selomangleng]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212263</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Kesenian jaranan sangat melekat erat dengan kebudayaan masyarakat di Jawa Timur, utamanya di Kota Kediri. Berlatar belakang hal itu, Pemkot Kediri terus berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya guna melestarikan kesenian kadiren tersebut. Salah satunya, dengan menggelar festival jaranan di area wisata Goa Selomangleng, Kota Kediri. Festival yang digelar selama dua hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Kesenian jaranan sangat melekat erat dengan kebudayaan masyarakat di Jawa Timur, utamanya di Kota Kediri. Berlatar belakang hal itu, Pemkot Kediri terus berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya guna melestarikan kesenian kadiren tersebut. Salah satunya, dengan menggelar festival jaranan di area wisata Goa Selomangleng, Kota Kediri.</p>



<p>Festival yang digelar selama dua hari atau Minggu (30/06/2024) lalu dan Minggu (07/07/2024) hari ini itu, diikuti oleh enam peserta kelompok kesenian jaranan yang ada di Kota Kediri. Dimana masing-masing kecamatan, mengirimkan dua perwakilan untuk berkompetisi menampilkan aksi terbaik mereka.</p>



<p>Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Kediri, Mandung Sulaksono, mengaku sangat mengapresiasi acara yang digawangi oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Pariwisata Kota Kediri ini. Menurutnya, perhelatan semacam ini penting untuk digelar guna menjaga dan melestarikan adat ketimuran yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.</p>



<p>&#8220;Kesenian jaranan adalah bagian dari budaya asli Indonesia utamanya Kota Kediri yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Sebab hal inilah yang membentuk identitas dan jati diri kita sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur menjadikan kita bangsa yang berbudaya,&#8221; katanya.</p>



<p>Dirinya berharap, ke depan festival jaranan ini terus terlaksana dan dikemas semakin luar biasa lagi. &#8220;Ini adalah budaya asli kita, kita harus bangga. Kami sangat mengapresiasi kiprah dari rekan-rekan pelaku seni jaranan di Kota Kediri yang terus berdiri tegak melestarikan kebudayaan kebanggaan kita ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Senada dengan itu, Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachrie, mengatakan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya bertujuan untuk memunculkan jati diri dan ciri khas kesenian jaranan Kota Kediri. &#8220;Selain sebagai wadah bagi para seniman jaranan di Kota Kediri, melalui kegiatan ini kami juga ingin mengedukasi masyarakat tentang jati diri atau ciri khas dari kesenian jaranan Kota Kediri itu seperti apa,&#8221; kata Zachrie.</p>



<p>Sementara itu terkait mengenai eksistensi kesenian jaranan di Kota Kediri, pihaknya mengatakan bahwa sejauh ini cukup bagus. Data terakhir menunjukkan ada sedikitnya 150 kelompok kesenian jaranan yang tersebar di Kota Kediri.</p>



<p>&#8220;Kami harap melalui festival jaranan ini, dapat memacu semangat para pelaku seni jaranan di Kota Kediri untuk terus berkiprah dan juga menjaga eksistensi kesenian jaranan sebagai budaya asli Kota Kediri ini tetap lestari,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Perlu diketahui, kegiatan yang digelar sebagai bagian dari rangkaian hari jadi Kota Kediri yang ke 1145 ini, mendaulat tiga juri profesional di bidang kesenian jaranan yang menilai mulai dari wiraga, wirama, wirasa hingga cerita dari performa yang ditampilkan oleh masing-masing peserta.</p>



<p>Sebagai informasi, setelah melalui proses penjurian dan musyawarah, akhirnya diputuskan untuk Juara I, Joko Mbalelo, Kelurahan Pakelan, Juara II Hipoyono Putro, Kelurahan Banaran dan</p>



<p>Juara III Prasetyo Wijoyo, Kelurahan Banaran. Kemudian Harapan 1, Satrio Pandu, Kelurahan Lirboyo, Harapan II, Joyo Alfi Saputro, Kelurahan Mojoroto dan Harapan III, Kisar Duloseto, Kelurahan Banjaran. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212263</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Posyandu Jiwa, Bupati Banyuwangi Disuguhi Keahlian Pasien Pemulihan Jiwa Lakukan Seni Jaranan</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-posyandu-jiwa-bupati-banyuwangi-disuguhi-keahlian-pasien-pemulihan-jiwa-lakukan-seni-jaranan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[disuguhi]]></category>
		<category><![CDATA[jaranan]]></category>
		<category><![CDATA[keahlian]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[Posyandu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211201</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkesempatan melihat langsung keahlian para pasien dengan gangguan mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat menampilkan seni jaranan, di Balai Dusun Karangrejo, Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Kamis (27/06/2024) tadi. Kesempatan itu diperolehnya, saat di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) dan karena di Banyuwangi sendiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkesempatan melihat langsung keahlian para pasien dengan gangguan mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat menampilkan seni jaranan, di Balai Dusun Karangrejo, Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Kamis (27/06/2024) tadi. Kesempatan itu diperolehnya, saat di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) dan karena di Banyuwangi sendiri terdapat Posyandu Jiwa yang khusus menangani pasien dengan gangguan mental atau ODGJ.</p>



<p>Di Posyandu itu, pasien selain mendapat pelayanan pemulihan kesehatan mental, juga dilatih dan diberdayakan sesuai dengan kemampuan. Caranya, yaitu dengan melibatkan relawan dari masyarakat sekitar serta pendampingan dan pengawasan tim kesehatan jiwa dari Puskesmas. Sementara pasien, ada yang diarahkan sebagai pelaku seni, penjahit hingga usaha kuliner.</p>



<p>“Ini program yang sangat baik. Selain kesehatan mentalnya dipulihkan, para pasien ODGJ juga diberdayakan. Sehingga, lebih mudah bagi mereka untuk diterima masyarakat. Lewat program ini, para pasien ODGJ mendapat dukungan warga sekitar dan harapannya bisa segera pulih,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Program Posyandu kesehatan jiwa ini, digagas oleh Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring. Program ini, melibatkan masyarakat sekitar yang tergabung dalam relawan &#8216;Kader Jiwa&#8217; yang bertugas membantu tim kesehatan jiwa Puskesmas.</p>



<p>Sekedar diketahui, saat ini total ada 10 kader jiwa yang terlibat. Para kader ini akan menyampaikan informasi terkait keberadaan dan perkembangan kondisi pasien, lalu menginformasikan kepada tim Puskesmas ketika ada suspek ODGJ baru di masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Setelah mendapatkan informasi, tim kami akan meninjau langsung di lapangan. Kami akan melakukan skrining untuk memastikan apakah memang mengalami gangguan mental atau tidak. Skrining juga diperlukan untuk menentukan jenis penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien,” kata Kepala Puskesmas Benculuk, Tatiek Setyaningsih.</p>



<p>Warga yang memang dinyatakan mengalami gangguan mental, ujarnya, akan dilakukan penanganan lanjutan. Seperti pemberian obat dan terapi mental oleh tenaga perawat jiwa.</p>



<p>“Dalam terapi kami, selain ada obat yang harus diminum secara rutin, mereka juga kita beri kesibukan sesuai dengan bakat dan minatnya,” tambahnya.</p>



<p>Saat ini, ada 14 pasien ODGJ yang aktif memeriksakan diri ke Posyandu Jiwa di Puskesmas Bencukuk. Tim juga siaga 24 jam jika sewaktu-waktu ada laporan dari warga.</p>



<p>&#8220;Selain tim Puskesmas, juga melibatkan unsur Forpimka dalam penanganan ini,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211201</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keliling Desa dengan Bervespa, Mas Dhito Sempatkan Diri Lihat Warga Latihan Jaranan</title>
		<link>https://memontum.com/keliling-desa-dengan-bervespa-mas-dhito-sempatkan-diri-lihat-warga-latihan-jaranan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2024 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bervespa,]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[jaranan]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[Latihan]]></category>
		<category><![CDATA[sempatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205854</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, di sela rutinitas kerjanya menikmati waktu sore dengan mengendarai vespa berkeliling desa di Kecamatan Kras, Senin (12/02/2024) tadi. Saat berkeliling, Mas Dhito-sapaan akrabnya, tidak jarang berhenti dan melihat aktivitas warganya. Seperti salah satunya, saat melihat warga di Dusun Kras, Desa Kras, yang tengah berlatih kesenian jaranan Jowo. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, di sela rutinitas kerjanya menikmati waktu sore dengan mengendarai vespa berkeliling desa di Kecamatan Kras, Senin (12/02/2024) tadi. Saat berkeliling, Mas Dhito-sapaan akrabnya, tidak jarang berhenti dan melihat aktivitas warganya. Seperti salah satunya, saat melihat warga di Dusun Kras, Desa Kras, yang tengah berlatih kesenian jaranan Jowo.</p>



<p>Kedatangan Mas Dhito, pun disambut antusias warga yang tengah berlatih jaranan. Terlebih, dimasa kepemimpinan bupati muda ini, jaranan Jowo dipatenkan sebagai kesenian tradisional asli Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Sangat senang sekali, karena beliau memang sangat memperhatikan kesenian Jaranan Jowo, yang telah menjadi ikonnya Kabupaten Kediri,&#8221; kata Ketua Paguyuban Jaranan Jowo Turonggo Djati, Dusun Kras, Didik Pranoto.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah beberapa saat menonton warganya berlatih kesenian jaranan, Mas Dhito pun melanjutkan berkeliling desa yang ada di wilayah yang masuk kawasan Kediri Selatan itu. Dalam perjalanan keliling desa itu, sesekali juga menyapa ibu-ibu yang tengah senam sore hingga melihat anak-anak muda berlatih bola voli di seputaran Pasar Desa Kanigoro.</p>



<p>Di sana, sambil melihat-lihat warganya yang tengah berlatih bola voli, Mas Dhito menyempatkan melihat kondisi pasar desa. Termasuk, sarana prasarana pengelolaan sampah di area pasar.</p>



<p>Di lokasi itu, kedatangan Mas Dhito langsung dikerumuni warga yang meminta foto bareng. Mereka tidak menduga, bakal bertemu dekat dengan bupati.</p>



<p>Di mata warga, bupati muda itu merupakan sosok pemimpin yang baik dan dekat dengan rakyat. Hal itu, terlihat ketika Mas Dhito mengobrol santai dengan warganya termasuk anak-anak.</p>



<p>&#8220;Beliau ramah dan senang dengan anak kecil,&#8221; ungkap warga Desa Kanigoro, Zakia. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205854</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
