<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Jatuh dari Pohon Kenitu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jatuh-dari-pohon-kenitu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2020 08:46:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Jatuh dari Pohon Kenitu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gerakan Satu Nama Satu Pohon Targetkan Minim 10 Ribu Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/gerakan-satu-nama-satu-pohon-targetkan-minim-10-ribu-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2020 08:46:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati bersama Laskar Hijau Tanam Bibit Pohon di Lereng Gunung Lemongan]]></category>
		<category><![CDATA[Jatuh dari Pohon Kenitu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125526</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu – Program satu nama satu pohon yang di inisiasi Among Tani Foundation (ATF) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Binamarga Kota Batu, menjadi satu program diantara program lainnya dalam peringatan HUT ke -19 Kota Batu. Kepala DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Batu, Aris Setiawan, menerangkan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> – Program satu nama satu pohon yang di inisiasi Among Tani Foundation (ATF) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Binamarga Kota Batu, menjadi satu program diantara program lainnya dalam peringatan HUT ke -19 Kota Batu. Kepala DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Batu, Aris Setiawan, menerangkan bahwa pihaknya menargetkan dalam event tersebut setidaknya ada 10 ribu pohon, yang bisa ditanam dengan tujuan mengembalikan keasrian yang ada di kota destinasi wisata tersebut.</p>
<p>“Kami siapkan 19 titik media tanam dengan jumlah sekitar 10 ribu. Nanti, akan dimulai di kawasan pintu masuk kota dari sektor Selatan mulai Desa Pendem hingga Jalan Panglima Sudirman,” terangnya ketika melakukan konferensi pers di Among Tani Foundation jalan Hasanudin Desa Pesanggrahan Kecamatan /Kota Batu, pada Selasa (13/10).</p>
<p>Ditambahkannya, penanaman akan dimulai serentak pada pukul 10.00. Hal itu dilakukan, sekaligus untuk mengingat detik-detik Kota Batu, menjadi daerah otonom.</p>
<p>Lebih lanjut Aris mengatakan, kegiatan ini juga akan melibatkan warga. Untuk warga, yang akan menanam pohon diwajibkan untuk mengakses https:bit.registrasi.namapohon untuk mendaftarkan diri. Setelah itu, warga juga diwajibkan melakukan perekaman ketika menanam pohon tersebut.</p>
<p>“Nanti masyarakat juga akan diarahkan untuk terus merawat pohonnya, sebagai bentuk tanggung jawab. Pohon ini, nanti juga akan terus dipantau oleh DLH Kota Batu. Selain itu, untuk konsentrasi penanaman juga pada lahan yang beraviliasi untuk menjaga keberlangsungan mata air (lahan hutan serta daerah sumber mata air),&#8221; imbuh mantan Camat Batu.</p>
<p>Dengan adanya program ini, dirinya berharap, Kota Batu bisa kembali memiki kantung air mengingat saat ini pembangunan tengah terjadi secara signifkan.</p>
<p>Kabid Tata Ruang DPUPR Kota Batu, Dian Fachroni, mengaku bahwa dengan adanya progam satu nama satu pohon, nantinya bisa menjadi biopori alami untuk Kota Batu.</p>
<p>&#8220;Apalagi saat ini Kota Batu masih terus dihantui dengan krisis air akibat dari adanya sumur bor liar. Maka dari itu, sebagai tindakan preventif bagi Pemkot dan masyarakat Kota Batu,” ujarnya. <strong>(bir/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125526</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jatuh dari Pohon Kenitu, Penjual Bakso Tewas</title>
		<link>https://memontum.com/jatuh-dari-pohon-kenitu-penjual-bakso-tewas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2018 11:53:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Jatuh dari Pohon Kenitu]]></category>
		<category><![CDATA[Penjual Bakso Tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=56311</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang&#8212;Nasib apes dialami oleh Purnomo alias Gipol (31) penjual bakso keliling, warga Jl Nakula, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (19/9/2018) sekitar pukul 11.10 wib. Dia terjatuh dari pohon saat memetik buah Kenitu di halaman depan rumah Fuad Alton, warga Jl Nakula tak jauh dari SDN Polehan 5. Purnomo memgalami luka parah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang&#8212;</strong>Nasib apes dialami oleh Purnomo alias Gipol (31) penjual bakso keliling, warga Jl Nakula, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (19/9/2018) sekitar pukul 11.10 wib. Dia terjatuh dari pohon saat memetik buah Kenitu di halaman depan rumah Fuad Alton, warga Jl Nakula tak jauh dari SDN Polehan 5.</p>
<p>Purnomo memgalami luka parah pada bagian kepala hingga nyawanya tak bisa tertolong. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsekta Blimbing. Petugas segera tiba di lokasi dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan.<br />
Informasi Memontum bahwa Purnamo memang sudah biasa memanjat pohon yang berada di depan rumah Fuad dan warga. Hal itu tidak masalah karena buah tersebut untuk dimakan. Sebelum kejadian, Purnomo memanjat pohon Kenitu di depan rumah Fuad.</p>
<p>Diduga ranting yang diinjaknya patah hingga Purnomo terjatuh dari ketinggian sekitar 5 meter. &#8220;Saya mendengar suara ada yang terjatuh. Saat itu saya keluar dan melihat Purnomo berada di bawah dengan kondisi kepala luka parah. Banyak keluar darah,&#8221; ujar Fuad.</p>
<p>Purnomo sudah tidak bergerak dengan darah terus mengucur dari kepala, telinga, hidung dan mulut. Melihat hal itu Fuad dan istrinya segera meminta tolong kepada warga sekitar. Warga pun berdatangan ke lokasi untuk melakukan pertolongan. Namun karena luka yang cukup parah, Purnomo meninggal di lokasi.</p>
<p>Kapolsekta Blimbing Kompol Slamet Riyadi saat dikonfirmasi Memontum pada Rabu siang membenarkan adanya kejadian itu. &#8221; Setelah mendapat laporan anggota kita langsung ke lokasi. Kami masih melakukan penyelidikan. Korban terjatuh saat memanjat pohon. Ditemukan ada bekas ranting patah. Keluarga korban membuat surat pernyataan menolak di otopsi karena mengetahui meninggalnya korban akibat terjatuh dari atas pohon&#8221; ujar Kompol Slamet. (gie/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56311</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
