<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jelantah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jelantah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Feb 2025 07:20:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jelantah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>PALim Eco Friendly Kota Malang Mampu Ubah Minyak Jelantah Jadi Bernilai Rupiah</title>
		<link>https://memontum.com/palim-eco-friendly-kota-malang-mampu-ubah-minyak-jelantah-jadi-bernilai-rupiah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bernilai]]></category>
		<category><![CDATA[friendly]]></category>
		<category><![CDATA[jelantah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyak]]></category>
		<category><![CDATA[rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219105</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Minyak jelantah sering kali dianggap limbah tak berguna. Padahal, bila mampu diolah maka akan memiliki nilai ekonomis tinggi. Diantaranya, seperti sabun, lilin, hingga biodiesel. Hal inilah, yang mampu dioptimalkan PALim Eco Friendly, yang berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang. Penggagas PALim Eco Friendly, Hari Suprayitno, menyampaikan bahwa minyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Minyak jelantah sering kali dianggap limbah tak berguna. Padahal, bila mampu diolah maka akan memiliki nilai ekonomis tinggi. Diantaranya, seperti sabun, lilin, hingga biodiesel. Hal inilah, yang mampu dioptimalkan PALim Eco Friendly, yang berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>Penggagas PALim Eco Friendly, Hari Suprayitno, menyampaikan bahwa minyak jelantah yang terkumpul di tempatnya tidak hanya berasal dari Kota Malang, namun juga dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Pandaan. Dalam sehari, PALiM mampu mengumpulkan sebanyak 500 liter minyak jelantah dari berbagai sumber, mulai dari rumah tangga hingga restoran dan hotel. “Tidak ada batasan, berapa pun jumlahnya bisa kami ambil atau disetor ke sini. Minyak jelantah ini kemudian diekspor ke Belanda untuk diolah menjadi biodiesel. Kami bekerja sama dengan pabrik di wilayah Turen untuk proses ekspornya,” ujar Hari, Sabtu (08/02/2025) tadi.</p>



<p>Awalnya, usaha milik Hari bernama Siklus Hijau, sebelum akhirnya berganti nama menjadi PALiM, akronim dari Pahlawan Limbah. “Nama ini sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat untuk semakin peduli lingkungan dan mengelola limbah dengan tepat,” katanya.</p>



<p>Selain mengelola minyak jelantah, Hari juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat. Dirinya kerap mengadakan sosialisasi di berbagai komunitas, seperti PKK dan perkumpulan warga untuk mengajak masyarakat tidak membuang minyak bekas ke saluran air, bak cuci piring, atau sungai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Minyak yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan penyumbatan saluran air dan mencemari sungai. Kalau minyak menggenang di permukaan air, sinar matahari terhalang masuk, sehingga ekosistem air terganggu. Ikan dan tumbuhan air bisa mati,” tuturnya.</p>



<p>Hari juga menekankan pentingnya memilih tempat pengepul minyak jelantah yang terpercaya, mengingat masih ada oknum yang mengolah minyak bekas menjadi minyak goreng curah yang berbahaya bagi kesehatan.</p>



<p>“Kami selalu menjelaskan ke masyarakat bahwa minyak jelantah ini bukan untuk dikonsumsi ulang, melainkan diolah menjadi produk bermanfaat seperti biodiesel. Kami ingin masyarakat lebih sadar akan dampak lingkungan dan kesehatan,” imbuhnya.</p>



<p>Bahkan ditempatnya, masyarakat bisa menjual minyak jelantah dengan harga Rp 5 ribu per liter. Tak hanya minyaknya, ampas gorengan pun bernilai rupiah karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain memberikan keuntungan ekonomi, program ini juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak bekas secara sembarangan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219105</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Putus Sekolah dan Ajarkan Sedekah, SMP Muhammadiyah Terapkan Pembayaran SPP Pakai Minyak Jelantah</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-putus-sekolah-dan-ajarkan-sedekah-smp-muhammadiyah-terapkan-pembayaran-spp-pakai-minyak-jelantah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ajarkan]]></category>
		<category><![CDATA[jelantah]]></category>
		<category><![CDATA[minyak]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[pembayaran]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197786</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang, yang berlokasi di Jalan Gajayana Gang III, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, memberlakukan cara unik dalam program membayar uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Yaitu, dengan minyak jelantah atau minyak goreng bekas. Langkah ini dilakukan, sebagai salah satu langkah untuk mencegah siswa agar tidak putus sekolah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang, yang berlokasi di Jalan Gajayana Gang III, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, memberlakukan cara unik dalam program membayar uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Yaitu, dengan minyak jelantah atau minyak goreng bekas. Langkah ini dilakukan, sebagai salah satu langkah untuk mencegah siswa agar tidak putus sekolah.</p>



<p>Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang, Sahran, menyampaikan jika program tersebut telah digulirkan sejak Agustus 2023 lalu. Dimana nantinya, dalam pengumpulan minyak minimal 100 liter nantinya, itu akan dikirim ke perusahaan daur ulang di Jakarta, yang menjadi mitra kerja sekolah.</p>



<p>“Program ini berlaku untuk semua siswa dan bagi siswa yang mampu membayar SPP dengan uang, maka minyak dihitung sebagai sedekah. Sehingga, dalam program ini juga mengajarkan siswa bersedekah untuk membantu sesama,&#8221; ujar Sahran, Jumat (08/09/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika program tersebut tidak hanya diberlakukan bagi siswa. Namun, guru dan warga pun juga dipersilahkan untuk membawa minyak bekas tersebut ke sekolah. Dengan demikian, terdapat subsidi silang dalam program tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi, target kita sebenarnya agar tidak ada satu pun anak atau warga Malang, khususnya yang putus sekolah gara-gara biaya. Maka kita berharap, itu jadi solusi bahwa jangan khawatir terkait dengan biaya. Kita selalu mencari solusi agar biaya itu bisa tertangani dari sumber yang lain,” tambahnya.</p>



<p>Ke depan pihaknya, juga akan melakukan berbagai inovasi lain dan menggandeng pihak ketiga agar siswa dapat memenuhi kebutuhan sekolahnya. Sehingga, diharapkan nantinya dengan keberadaan sekolah juga turut memberikan dampak yang positif bagi lingkungan.</p>



<p>“Jadi seperti membeli alat tulis maupun untuk uang saku. Misalnya siswa membawa sampah plastik atau baju bekas. Sehingga secara otomatis ini juga akan berdampak positif untuk lingkungan di sini,” tuturnya.</p>



<p>Sebagai salah satu siswa SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang, Alfin Andrian Rahmadhani, mengaku sangat senang dengan adanya program tersebut. Sehingga, pihaknya tidak khawatir jika harus menunggak pembayaran uang sekolah tersebut.</p>



<p>“Tentu merasa senang dan terbantu, karena hampir tiap hari bisa bawa minyak jelantah ke sekolah, jadi ya tidak perlu khawatir dalam pembayaran SPP,” imbuh Andrian yang juga sebagai siswa kelas 8 di SMP Muhamammdiyah 4. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197786</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
