<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Jembatan Suhat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jembatan-suhat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 May 2023 13:37:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Jembatan Suhat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Psikolog Sebut Kesadaran, Trauma hingga Lingkungan Jadi Faktor Penyebab Bunuh Diri</title>
		<link>https://memontum.com/psikolog-sebut-kesadaran-trauma-hingga-lingkungan-jadi-faktor-penyebab-bunuh-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolog]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189735</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus percobaan bunuh diri yang belakangan ini kerap kali dilakukan di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, menurut pakar psikologi karena adanya beberapa faktor penyebab. Kendati demikian, kesadaran dan kehendak dari lingkungan sekitar, sangat diperlukan.  Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fuji Astutik, menyampaikan jika faktor penyebab itu bisa karena trauma [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Kasus percobaan bunuh diri yang belakangan ini kerap kali dilakukan di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, menurut pakar psikologi karena adanya beberapa faktor penyebab. Kendati demikian, kesadaran dan kehendak dari lingkungan sekitar, sangat diperlukan. </p>



<p>Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fuji Astutik, menyampaikan jika faktor penyebab itu bisa karena trauma yang pernah dialami. Seperti perundungan, keterampilan yang dimiliki dalam menyelesaikan masalah yang belum berkembang dengan optimal dan karena perasaan rendah diri yang dimiliki begitu kuat.</p>



<p>“Banyak faktor penyebab itu bisa terjadi. Bisa saja dia merasa sendiri, sehingga menganggap bahwa masalahnya terlalu berat dan tidak mampu menyelesaikannya. Kemudian lingkungan sekitar, dirasa sudah tidak mampu lagi untuk membantu dirinya,” jelas Fuji, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (30/05/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkanbya, jika upaya preventif untuk mencegah tindakan seseorang melakukan bunuh diri itu sangat diperlukan. Seperti, melibatkan orang sekelilingnya untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.</p>



<p>“Misalnya, dia itu kalau ada masalah selalu menyalahkan dirinya sendiri. Nah, itu bisa dibantu dengan mengajak berbicara secara halus, menjalin komunikasi dengan teman-temannya, bagaimana caranya berteman dengan orang lain, jadi diberikan keterampilan sesuai dengan dirinya sendiri,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain itu, Fuji juga menegaskan, bahwa mengakhiri hidup itu bukan penyelesaian sebuah masalah. Namun, akan menambah luka bagi orang-orang sekitarnya, yang peduli dan mencintai individu tersebut. Sehingga, itu bukanlah sesuatu yang baik.</p>



<p>“Seberat apapun masalah itu kita harus punya pilihan. Dengan masalah yang berat ini saya harus seperti apa, akan ngapain. Nah, saya akan ngapain ini perlu dicari hal-hal yang sifatnya adaptif, baik dan positif. Pada dasarnya, setiap permasalahan itu ada solusinya dan setiap orang yang bermasalah, itu masih punya hak untuk bertahan hidup, dan memilih kehidupan yang seperti apa,” tambahnya.</p>



<p>Sehingga, kesadaran dari dalam diri dan kehendak untuk berubah, dinilai begitu penting dalam mengatasi sebuah masalah. Itu dapat dibangun melalui lingkungan sekitar yang mendukung. Seperti memberikan dukungan emosional, pemahaman, dorongan untuk berubah dan keinginan melakukan perubahan yang positif.</p>



<p>“Harus bertekad untuk menyelesaikan masalahnya, kalau berhasil dan kemudian dia sounding ke orang-orang yang mengalami masalah yang sama bahwa dia berhasil menghadapi masalah itu, malah akan lebih bagus, dia menjadi contoh yang baik dan berguna bagi orang lain. Jadi memang kesadaran dari dalam diri kita, dan kehendak untuk berubah begitu penting. Kalau itu tidak ada, ya susah,” lanjutnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, dirinya juga menekankan bahwa lembaga pendidikan, pemerintahan, psikolog dan psikiater perlu adanya kerjasama dalam memberikan sosialiasi kepada remaja di Kota Malang. Sebab, di dalam hidup ini menurutnya yang dihadapi bukan hanya tugas-tugas akademik saja, melainkan juga tugas-tugas kehidupan.</p>



<p>“Jadi bagaimana menghadapi masalah, pengambilan keputusannya, itu perlu digalakkan lagi, terlebih sekarang ini referensi orang bunuh diri diberitakan, jadi semua orang tahu kalau punya masalah berat bunuh diri saja, nah dikhawatirkan nanti akan menjadi trigger (pemicu) bagi orang-orang yang depresi. Jadi perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak,” imbuhnya.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Identitas Pria Bunuh Diri di Jembatan Suhat Terungkap, 2022 Pernah Coba Lakukan Aksi Serupa</title>
		<link>https://memontum.com/identitas-pria-bunuh-diri-di-jembatan-suhat-terungkap-2022-pernah-coba-lakukan-aksi-serupa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189440</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Identitas pria yang bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya terungkap. Pria yang sebelumnya tidak diketahui namanya itu, teridentifikasi berinisial TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Hal itu, disampaikan Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo. Disampaikannya, bahwa identitas korban diketahui dari dompet yang berhasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Identitas pria yang bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya terungkap. Pria yang sebelumnya tidak diketahui namanya itu, teridentifikasi berinisial TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Hal itu, disampaikan Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa identitas korban diketahui dari dompet yang berhasil ditemukan petugas. Selain tanda pengenalan berupa KTP, juga ada foto seorang perempuan. Hanya saja, siapa identitas foto itu tidak diketahui.</p>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Baca juga :</strong> </p>





<p class="related">Namun, Kapolsek memastikan bahwa dari tanda pengenal itu, diketahui jika pria kelahiran tahun 2005 itu, sebelumnya juga sudah pernah mencoba melakukan aksi percobaan bunuh diri. Yaitu, berusaha hendak melompat di Jembatan Suhat, pada Senin (01/08/2022) tahun lalu. Saat itu, korban sempat hilir mudik dan menuai curiga pemakai jalan.</p>



<p>“Iya, dia (pria, red) orang yang sama, yang pernah mencoba hendak melompat bunuh diri pada tahun 2022 lalu,” ujar Anton, Jumat (26/05/2023) tadi.</p>



<p>Pada tahun lalu itu, tambahnya, petugas Polsek Lowokwaru berhasil menggagalkan aksi percobaan bunuh diri tersebut. Sebab, para pengendara yang berlalu lalang di area jembatan, berhasil melaporkan pria itu ke Pos Polisi Simpang Tiga Universitas Brawijaya.</p>



<p>“Memang waktu itu, sempat gagal dilakukan. Karena, banyak warga yang telah mencurigai dengan rencana korban. Saat itu, dia sempat mondar-mandir di Jembatan Suhat. Lalu, warga langsung melaporkan ke Pos Polisi dan berhasil kami gagalkan,” katanya.</p>



<p>Dalam aksinya kali ini, terangnya, pria yang masih pelajar itu, melompat ke bawah jembatan lagi. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, di aliran Sungai Brantas atau berjarak beberapa meter dari korban jatuh kali pertama.</p>



<p>“Jaraknya sekitar 500 meter dari titik korban melompat. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” tambahnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, akibat kejadian itu, sontak menyita perhatian pengguna jalan. Apalagi, sebelum diketahui melompat dari jembatan, di titik awal jembatan didapati ceveran darah. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunuh Diri dengan Melompat dari Jembatan Suhat, Tubuh Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mati Terbawa Arus</title>
		<link>https://memontum.com/bunuh-diri-dengan-melompat-dari-jembatan-suhat-tubuh-pria-tanpa-identitas-ditemukan-mati-terbawa-arus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189397</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pria yang masih belum diketahui identitasnya melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (26/05/2023) tadi. Aksi nekad itu, diketahui beberapa warga dan langsung dilaporkan ke petugas kepolisian. Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, mengatakan bahwa aksi nekad itu diketahui oleh pengguna jalan yang melintas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pria yang masih belum diketahui identitasnya melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (26/05/2023) tadi. Aksi nekad itu, diketahui beberapa warga dan langsung dilaporkan ke petugas kepolisian.</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, mengatakan bahwa aksi nekad itu diketahui oleh pengguna jalan yang melintas di Jembatan Suhat. Melihat korban melompat, warga tersebut langsung berteriak meminta tolong dan melaporkan kepada petugas. Sementara di sekitar lokasi, ditemukan ceceran darah.</p>



<p>“Kemungkinannya sebelum lompat, diduga korban menyayat atau bagaimana dahulu. Karena, ditemukan ada ceceran darah di titik awal korban. Sementara, untuk identitas atau sarana yang digunakan korban, tidak ada di lokasi,&#8221; kata AKP Anton saat ditemui Memontum.com.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tim SAR bersama dengan BPBD Kota Malang, di lokasi mulai melakukan penyusuruan dari bawah Jembatan Suhat hingga wilayah Tembalang, Kota Malang. Bahkan, pencarian tubuh korban sampai memakan waktu selama kurang lebih 1,5 jam.</p>



<p>“Penyisiran mulai dilakukan dari jembatan sampai wilayah Tembalang, Kota Malang. Karena diduga, korban jatuh dan terbawa arus menuju ke arah sana,” lanjutnya.</p>



<p>Setelah dilakukan penyisiran, tubuh korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tubuh korban, ditemukan berjarak sekitar 500 meter dari titik korban melompat.</p>



<p>&#8220;Tadi yang menemukan dari Tim SAR. Untuk identifikasinya, nanti di kamar mayat. Nama saksi mata masih di pos polisi dan nanti kami beri tahu lebih lanjut,” ujarnya.</p>



<p>Akibat aksi nekad itu, sontak membuat kemacetan di area Suhat hingga menuju Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang. Itu karena, banyak masyarakat yang antusias untuk melihat lokasi kejadian. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189397</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sutiaji Tekankan Kawasan Lalin di Jembatan Suhat Harus Menjadi Perhatian Bersama</title>
		<link>https://memontum.com/sutiaji-tekankan-kawasan-lalin-di-jembatan-suhat-harus-menjadi-perhatian-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2020 15:59:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105545-sutiaji-tekankan-kawasan-lalin-di-jembatan-suhat-harus-menjadi-perhatian-bersama</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menindaklanjuti keluhan dari masyarakat terkait kemacetan lalu lintas di sekitar Jembatan Sukarno Hatta (Suhat), Walikota Malang, H Sutiaji meninjau langsung lokasi dimaksud pada hari Senin (3/2/2020) dengan didampingi Kadis Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto. Tampak hadir pula Kapolresta Malang Kota, Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang, Tommy Anderson beserta jajaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menindaklanjuti keluhan dari masyarakat terkait kemacetan lalu lintas di sekitar Jembatan Sukarno Hatta (Suhat), Walikota Malang, H Sutiaji meninjau langsung lokasi dimaksud pada hari Senin (3/2/2020) dengan didampingi Kadis Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto. Tampak hadir pula Kapolresta Malang Kota, Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang, Tommy Anderson beserta jajaran Forum Lalu Lintas Kota Malang dan Prof. Bisri selaku pemerhati lingkungan sekaligus guru besar Universitas Brawijaya Malang.</p>
<p>Menurut Walikota Sutiaji, kondisi lalu lintas di jalan Suhat utamanya di sekitaran jembatan dan apartemen sukarno hatta ini membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak. &#8220;Salah satunya dari para rektor khususnya di perguruan tinggi yang mahasiswanya banyak mengakses jalan ini; kami berharap agar secepatnya dapat kita lakukan rapat koordinasi untuk membahas permasalahan ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-105547" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0096-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0096-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0096-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0096-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0096-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Malang akan meminta para rektor untuk memundurkan jam kuliahnya. Jika biasanya jam pertama pada pukul 07.00 WIB maka kami meminta untuk dimundurkan pada pukul 09.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Tidak menutup kemungkinan pula jika nantinya kita atur jam masuk pada instansi perkantoran. Khususnya pelayanan di Pemerintah Kota Malang, agar tidak terjadi penumpukan masyarakat yang datang,&#8221; tambahnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-105546" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0094-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0094-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0094-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0094-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200203-WA0094-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kedepan, Walikota Malang dari Partai Demokrat tersebut juga akan mencoba menggandeng akademisi dan para ahli transportasi untuk menganalisis jika dibangun underpass sebagai salah satu solusi untuk memecahkan kemacetan di wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Koordinasi antara Pemkot Malang, Polresta Malang Kota dan Kodim 0833 Kota Malang akan terus kami tingkatkan demi memecahkan permasalahan ini,&#8221; tandasnya. <strong>(*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105545</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
