<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jenguk &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jenguk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Oct 2025 07:22:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jenguk &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Wahyu Jenguk Santri Asal Kota Malang Jadi Korban Musibah Ponpes Al Khoziny</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-wahyu-jenguk-santri-asal-kota-malang-jadi-korban-musibah-ponpes-al-khoziny</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jenguk]]></category>
		<category><![CDATA[khoziny]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226515</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebagai bentuk empati dan upaya memastikan perlindungan bagi warganya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjenguk salah satu santri korban musibah Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang merupakan warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (05/10/2025) malam. Dalam kunjungannya itu, Wali Kota Wahyu didampingi kepala perangkat daerah terkait. Seperti Kepala Dinas Kesehatan, Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebagai bentuk empati dan upaya memastikan perlindungan bagi warganya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjenguk salah satu santri korban musibah Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang merupakan warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (05/10/2025) malam.</p>



<p>Dalam kunjungannya itu, Wali Kota Wahyu didampingi kepala perangkat daerah terkait. Seperti Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial P3AP2KP, Kepala Bagian Kesra, Camat Kedungkandang dan Lurah.</p>



<p>&#8220;Kami atas nama Pemkot Malang turut menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa para santri di Ponpes Al Khoziny. Kami berharap ananda segera sembuh dan bisa kembali belajar seperti biasa. Pemkot Malang akan memastikan pendampingan yang dibutuhkan selama masa pemulihan,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengintruksikan puskesmas setempat, untuk melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap korban. Apabila diperlukan, nantinya RSUD Kota Malang siap memberikan perawatan lanjutan dengan tepat. Selain itu, Dinas Sosial P3AP2KB juga akan menurunkan tim pendamping trauma healing guna membantu pemulihan psikologis korban dan keluarganya.</p>



<p>Di samping itu, Wali Kota Wahyu juga meminta camat dan lurah di seluruh wilayah Kota Malang, agar segera melakukan pendataan dan melaporkan apabila terdapat warga lain yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Kami ingin memastikan seluruh warga Kota Malang yang terdampak mendapatkan perhatian dan penanganan sebaik-baiknya,” tegasnya.</p>



<p>Sebagai informasi, salah satu korban tersebut merupakan santri yang duduk dibangku kelas 3 MTs dan telah menimba ilmu selama tiga tahun di pondok tersebut. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mojokerto, setelah kondisinya berangsur membaik, kini telah kembali ke rumah orang tuanya di Kota Malang. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226515</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Jenguk Korban Tembok Ambrol Pasar Besar Guna Pastikan Kondisi dan Pengobatan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-jenguk-korban-tembok-ambrol-pasar-besar-guna-pastikan-kondisi-dan-pengobatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 14:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[jenguk]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223634</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi seorang pedagang pisang yang menjadi korban insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III Pasar Besar Malang, Kamis (03/07/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan ke rumah korban itu, dimaksudkan untuk memastikan kondisi korban dan kelanjutan proses pengobatan terhadap luka yang dialami. Mengingat, sesaat usai kejadian, korban harus dilarikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi seorang pedagang pisang yang menjadi korban insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III Pasar Besar Malang, Kamis (03/07/2025) tadi.</p>



<p>Kunjungan yang dilakukan ke rumah korban itu, dimaksudkan untuk memastikan kondisi korban dan kelanjutan proses pengobatan terhadap luka yang dialami. Mengingat, sesaat usai kejadian, korban harus dilarikan ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Korban saat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit. Setelah sempat dioperasi, korban baru Kamis ini tadi sudah diperbolehkan pulang. Kemudian, untuk kontrolnya juga sudah dijadwalkan tanggal 10 Juli mendatang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dalam hal ini, ujarnya, Pemkot Malang juga akan mendampingi proses pengobatan korban melalui koordinasi bersama RSUD Kota Malang. Diharapkan, nantinya Direktur RSUD Kota Malang juga turut memantau perkembangan kondisi korban, termasuk kemungkinan dukungan layanan medis lanjutan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini kejadiannya di luar dugaan. Korban adalah pedagang dan tertimpa material tembok yang jatuh (ambrol, red). Jarinya ada empat yang dipasang pen. Untuk pengobatan selanjutnya, tetap dilakukan di RS, tapi akan dikawal oleh RSUD agar penanganannya optimal,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur RSUD Kota Malang, Rina Istarowati, mengatakan bahwa pihaknya siap membantu pendampingan dan berkoordinasi dengan pihak RS. Termasuk kemungkinan kontrol lanjutan dilakukan di RSUD Kota Malang.</p>



<p>“Kami sudah mengumpulkan data administrasi korban seperti KTP dan KK. Untuk pembiayaan akan kami lihat lebih lanjut, termasuk kemungkinan menggunakan BPJS,” kata Rina.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya juga akan dikoordinasikan bersama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) serta pihak rumah sakit untuk memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223634</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Warga, Bupati Banyuwangi Jenguk dan Pastikan Layanan Kesehatan Lansia di Sela Safari Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-warga-bupati-banyuwangi-jenguk-dan-pastikan-layanan-kesehatan-lansia-di-sela-safari-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2024 15:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[jenguk]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Safari]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207808</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Perhatian lebih diberikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di sela melaksanakan Safari Ramadan di Kecamatan Genteng, Selasa (26/03/2024) tadi. Yakni, di sela kesibukannya tetap menyempatkan diri untuk menjenguk seorang Lansia bernama Jumhari, yang kondisinya sedang sakit dan tinggal sebatang kara. Diketahui, selama ini pria atau kakek berusia 84 tahun tersebut, tinggal seorang diri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Perhatian lebih diberikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di sela melaksanakan Safari Ramadan di Kecamatan Genteng, Selasa (26/03/2024) tadi. Yakni, di sela kesibukannya tetap menyempatkan diri untuk menjenguk seorang Lansia bernama Jumhari, yang kondisinya sedang sakit dan tinggal sebatang kara.</p>



<p>Diketahui, selama ini pria atau kakek berusia 84 tahun tersebut, tinggal seorang diri di rumahnya di Dusun Sawahan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Selain mendapat perawatan dan pemeriksaan rutin dari Puskesmas setempat, selama ini Jumhari dibantu oleh para tetangga.</p>



<p>&#8220;Saya sangat senang melihat kerukunan dan budaya saling bantu warga kampung sini. Terima kasih saya ucapkan kepada orang-orang di sini baik,&#8221; kata Bupati Ipuk kepada warga yang hadir di rumah Jumhari.</p>



<p>Perlu diketahui, kakek Jumhari tinggal sendirian di rumahnya sejak istrinya meninggal 7 tahun lalu. Sementara anak-anaknya, tinggal luar Jawa. Kondisinya yang tidak memungkinkan karena sakit, membuatnya tidak bisa bekerja.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepada Bupati Ipuk, Jumhari bercerita telah mendapat bantuan Sembako dari pemerintah. Baik dari pemerintah desa maupun masyarakat sekitar. &#8220;Kalau dapat bantuan Sembako, yang masakkan ya tetangga-tetangga di sini. Yang bersihkan rumah saya juga tetangga. Mereka juga membantu saya kalau ada apa-apa. Termasuk, warga rutin mengantarkan saya berobat ke Puskesmas,&#8221; kata Jumhari.</p>



<p>Saat kunjungan itu, Bupati Ipuk meminta Jumhari untuk terus semangat dan menjaga kesehatan. &#8220;Tetap semangat. Kalau ada apa-apa, bilang ke petugas Puskesmas&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya dalam kesempatan itu juga meminta agar Puskesmas dan kecamatan, untuk rutin menjenguk Jumhari. Apalagi, Pemkab Banyuwangi juga memiliki program layanan &#8216;Jemput Bola Rawat Warga&#8217;. Di mana, Puskesmas melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah warga secara rutin, khususnya ke Lansia yang tidak bisa berobat ke luar rumah.</p>



<p>&#8220;Layanan kesehatan terus kami dorong, sekaligus mengintensifkan layanan keliling ke rumah-rumah warga,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang peka terhadap lingkungan sekitarnya. &#8220;Kami minta, apabila masyarakat menemukan Lansia yang tinggal sebatang kara atau ada anak putus sekolah, supaya melapor ke desa atau kecamatan. Tujuannya, tentu agar segera mendapat tindakan,&#8221; papar Bupati Ipuk. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207808</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
