<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jerman &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jerman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Sep 2025 11:00:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jerman &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Juara Pertama Banyuwangi Ijen Green Trail Run 2025 Asal Jerman Kagumi Keindahan dan Rute yang Disuguhkan</title>
		<link>https://memontum.com/juara-pertama-banyuwangi-ijen-green-trail-run-2025-asal-jerman-kagumi-keindahan-dan-rute-yang-disuguhkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[disuguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[jerman]]></category>
		<category><![CDATA[kagumi]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225797</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyerahkan langsung hadiah bagi para pemenang Banyuwangi Ijen Green Trail 2025, Minggu (07/09/2025) tadi. Dalam momen itu, Bupati Ipuk kembali menyampaikan bahwa gelaran ini bukan hanya sekadar ajang olah raga. Sebaliknya, Banyuwangi Ijen Green Trail Run juga menjadi bagian dari promosi pariwisata berbasis sport tourism. Itu karena, pesona [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyerahkan langsung hadiah bagi para pemenang Banyuwangi Ijen Green Trail 2025, Minggu (07/09/2025) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, Bupati Ipuk kembali menyampaikan bahwa gelaran ini bukan hanya sekadar ajang olah raga. Sebaliknya, Banyuwangi Ijen Green Trail Run juga menjadi bagian dari promosi pariwisata berbasis sport tourism. Itu karena, pesona Geopark Ijen yang unik dipadukan dengan jalur ekstrem, membuat ajang ini bukan hanya tantangan olah raga, tetapi juga pengembangan wisata daerah.</p>



<p>&#8220;Jalur yang dilewati masuk dalam site Geopark Ijen. Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus menguatkan branding Banyuwangi, yang menekankan kekuatan alam, budaya dan keberlanjutan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, bahwa Banyuwangi Ijen Green Trail Run 2025, digelar selama hari atau sejak Sabtu kemarin. Selama gelaran, tentunya memberikan kesan tersendiri bagi ratusan pelari dari dalam dan luar negeri. Hal ini karena, event ini menawarkan kombinasi tantangan fisik dan panorama Geopark Gunung Ijen yang mendunia.</p>



<p>Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak 378 pelari ambil bagian di kompetisi yang masuk dalam kalender Asia Trail Master itu. Sementara untuk pesertanya, datang dari berbagai negara, seperti Singapura, Jepang, China, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Mesir, Prancis, Belanda, hingga Jerman. Termasuk, pelari dari berbagai kota di Indonesia, turut meramaikan ajang ini.</p>



<p>Sejumlah peserta, terbagi dalam empat kategori. Yakni 8 km, 14 km, 25 km dan 50 km.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pelari asal Jerman yang berhasil menjadi Juara Pertama Kategori Master Men 25 km, Thimo Kilberth (51), dalam kesempatan itu mengaku kagum dengan keindahan panorama dan sekaligus beratnya rute yang ditawarkan Banyuwangi Ijen Green Trail Run. “Lintasannya berat, tapi sangat indah. Apalagi saat naik ke Kawah Ijen. Semuanya luar biasa,” katanya, seusai tiba di garis finish, Minggu (07/09/2025) tadi.</p>



<p>Bagi dirinya, pengalaman berlari di Banyuwangi, sangat berbeda dibandingkan event trail run lain di berbagai negara. Fenomena alam seperti Blue Fire Kawah Ijen serta jalur menembus Gunung Ranti, menjadi nilai tambah yang sulit ditemui di tempat lain.</p>



<p>Sejak garis start, para pelari sudah dihadapkan dengan trek menantang. Jalur yang dilalui bervariasi, mulai dari jalan setapak, jalur berbatu, tanjakan curam, hingga turunan ekstrem yang menguji daya tahan fisik dan mental. Meski demikian, kelelahan mereka terbayar oleh pemandangan indah berupa perkebunan hijau, hutan pinus, kebun kopi, hingga padang ilalang yang terbentang di sepanjang lintasan.</p>



<p>Pelari asal Jember yang keluar sebagai Juara Umum Kategori 50 km Men, Akhmad Nizar, juga memberikan kesan positif tidak jauh berbeda. Yaitu, rute yang dilintasi menjadi paket lengkap.</p>



<p>“Treknya sangat menantang. Komplit lewat Gunung Ranti dan Ijen. Wisatanya juga makin bagus dan ramai,” ungkapnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225797</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Flashback Balai Desa Tulungrejo, dari Bangunan Villa Pengusaha Jerman Jadi Sekolah Rakyat dan Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/flashback-balai-desa-tulungrejo-dari-bangunan-villa-pengusaha-jerman-jadi-sekolah-rakyat-dan-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[flashback]]></category>
		<category><![CDATA[jerman]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tulungrejo,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Keberadaan Kantor Balai Desa Tulungrejo di Kecamatan Bumiaji, ternyata menyimpan sejumlah historis. Bahkan, siapa sangka jika sebelum dialih fungsikan sebagai pusat layanan pemerintahan desa di tahun 1955, bangunan ini adalah bangunan villa milik seorang pengusaha es krim bernama Profos asal negara Jerman. Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, mengatakan bahwa keberadaan Balai Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Keberadaan Kantor Balai Desa Tulungrejo di Kecamatan Bumiaji, ternyata menyimpan sejumlah historis. Bahkan, siapa sangka jika sebelum dialih fungsikan sebagai pusat layanan pemerintahan desa di tahun 1955, bangunan ini adalah bangunan villa milik seorang pengusaha es krim bernama Profos asal negara Jerman.</p>



<p>Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, mengatakan bahwa keberadaan Balai Desa Tulungrejo dibangun sejak 1909. Bangunan yang masuk dalam cagar budaya ini adalah milik orang kaya yang dahulunya tinggal di Bondowoso.</p>



<p>&#8220;Jadi, bangunan Balai Desa Tulungrejo ini dalam sejarahnya sebuah villa milik pengusaha es krim yang bernama Profos. Di mana, Profos ini seorang warga negara Jerman yang tinggal di Bondowoso,&#8221; terangnya, saat di ruang kerja di Kantor Balai Desa Tulungrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (27/08/2023) tadi.</p>



<p>Sedangkan, tambahnya, di era kemerdekaan dahulu, siapa sangka bangunan ini sempat di bumi hanguskan. Sehingga, sempat terbengkalai dalam waktu yang lama dan saat itu pemilik villa, sudah tidak mengunjungi lagi. Baru sekitar tahun 1943, bangunan villa itu dimanfaatkan untuk sekolah rakyat di Desa Tulungrejo.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Selama berdirinya sekolah rakyat di Desa Tulungrejo dari tahun 1943, baru kemudian kembali beralih fungsi. Tahun 1955, dialihfungsikan menjadi Balai Desa Tulungrejo. Karena, sekolah rakyat sudah dibangunkan di tempat lain,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sejak villa itu dijadikan balai desa, jelas Suliono, bahwa dirinya merupakan kepala desa yang ke lima menjabat di desa itu. Ini dikarenakan, jabatan kepala desa sempat terhenti disebabkan kareteker yang terlalu lama saat pemberontakan PKI pada 1965.</p>



<p>Sementara, tambahnya, pada tahun 2016 lalu, ahli waris dari Profos pernah mengunjungi Balai Desa Tulungrejo untuk bernostalgia. Kemudian, menunjukkan bahwa ruang kerja kepala desa dahulunya adalah kamar tidur. Dan, resepsionis tempat pelayanan balai desa adalah merupakan ruang tempat makan.</p>



<p>&#8220;Sampai hari ini, kami belum pernah merubah bangunan sama sekali. Hanya memperbaiki plafon, karena Balai Desa Tulungrejo ini masuk dalam cagar budaya,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Jerman Meriahkan Pawai Obor Asean Games</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-jerman-meriahkan-pawai-obor-asean-games</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 12:54:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Asean Games]]></category>
		<category><![CDATA[jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/48474-mahasiswa-jerman-meriahkan-pawai-obor-asean-games</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kemeriahan penyambutan obor pada beberapa kota yang dilewati juga dirasakan oleh warga Malang. Pertunjukan kesenian khas Malang maupun Jawa Timur turut dipertontonkan di Balaikota Malang. Misalnya Reog Ponorogo, yang dipentaskan oleh penari sanggar Sardulo Djoyo, Sukun, Malang. Menariknya, terlihat seorang wanita berparas western asal Jerman, Annita, terlihat bersama para penari lainnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kemeriahan penyambutan obor pada beberapa kota yang dilewati juga dirasakan oleh warga Malang. Pertunjukan kesenian khas Malang maupun Jawa Timur turut dipertontonkan di Balaikota Malang. Misalnya Reog Ponorogo, yang dipentaskan oleh penari sanggar Sardulo Djoyo, Sukun, Malang.</p>
<p>Menariknya, terlihat seorang wanita berparas western asal Jerman, Annita, terlihat bersama para penari lainnya berjalan mengelilingi bundaran Balaikota Malang dengan pakaian Reog Ponorogo. Annita merupakan salah satu calon mahasiswi asing yang akan menempuh bangku kuliah pada salah satu perguruan tinggi di Kota Malang. Sebelum masa aktif kuliah, Annita mempelajari kesenian khas Indonesia di sanggar Sardulo Djoyo.</p>
<p>Pada bulan ini, Annita diberi kesempatan untuk memeriahkan acara penerimaan api obor Asean Games, dengan menyajikan pagelaran Reog Ponorogo. Berbalut baju khas seni tari tersebut, dia menjadi buah bibir masyarakat. Pasalnya, parasnya yang berbeda lebih menonjol dibandingkan anggota penari lainnya.</p>
<p>&#8220;Saya bangga tradisi Jawa bisa show in (ditampilkan) dan menambah rekan bermain,&#8221; pungkas Annita, sembari berharap perhelatan Asean Games XVIII berjalan dengan lancar dan sportif. <strong>(mg3/rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48474</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
