<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>JKIEC &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jkiec/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Dec 2017 14:18:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>JKIEC &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diapresiasi Wapres, FT UB Sempurnakan Alakantuk Secepatnya</title>
		<link>https://memontum.com/diapresiasi-wapres-ft-ub-sempurnakan-alakantuk-secepatnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Dec 2017 14:18:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[JKIEC]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[unibraw]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/11862-diapresiasi-wapres-ft-ub-sempurnakan-alakantuk-secepatnya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Usai peresmian Jusuf Kalla Innovation and Entrepreneurship Centre&#8221; (JKIEC) dalam rangkaian kegiatan Seminar Nasional Hilirisasi Inovasi Tehnologi dan Start-up Bisnis di Widyaloka, Universitas Brawijaya, Malang, Senin (4/12/2017), Wakil Presiden H HC Jusuf Kalla memberikan apresiasi atas karya mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) Malang, ALas Anti KANTUK [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Usai peresmian Jusuf Kalla Innovation and Entrepreneurship Centre&#8221; (JKIEC) dalam rangkaian kegiatan Seminar Nasional Hilirisasi Inovasi Tehnologi dan Start-up Bisnis di Widyaloka, Universitas Brawijaya, Malang, Senin (4/12/2017), Wakil Presiden H HC Jusuf Kalla memberikan apresiasi atas karya mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) Malang, ALas Anti KANTUK (Alakantuk), yang dipamerkan di lantai bawah gedung Widyaloka UB. </p>
<p>Tentu apresiasi Wapres begitu berarti dan membuat tim Alakantuk yang diawaki Wahyu Tsary Naufal (ketua), Asri Anjasari, dan Prayoga Bintang Primawan, bersemangat menyempurnakan prototype Alakantuk. &#8220;Waktu itu pak JK langsung menyarankan Alakantuk digunakan untuk anggota DPR saat rapat, karena fungsinya mengatasi kantuk disaat tak tepat. Nah, ini peluang bagi kami, untuk itu kami harus segera menyempurnakannya,&#8221; jelas Asri, yang diamini kedua rekan prianya, dimana ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2016.</p>
<p>Alakantuk merupakan bantal duduk yang memberikan respon getaran dengan listrik kecil, jika pengguna tiba-tiba mengantuk menuju fase lelap atau hampir tidur. Komponen Alakantuk terdiri dari sensor detak jantung, motor servo, baterai lithium 2.300 mAh, dan microprocessor arquino nano. </p>
<p>&#8220;Sensor detak jantung dipasang pada pergelangan tangan. Jika tekanan jantung orang yang mengantuk di bawah 80 kali per menit, maka sensor detak jantung akan mengirimkan sinyal ke microprocessor arquino nano, melalui bluetooth yang diteruskan ke motor servo dan bergetar untuk memberikan kejutan pada pengguna sekitar 60 Hz. Ada 4 motor servo yang kami tanam dalam bantal. Motor akan terus bergerak hingga kesadaran pengguna kembali pulih, atau detak jantung diatas 80 kali per menit,&#8221; jelas Naufal, sembari menambahkan waktu standby baterai mampu bertahan 3-4 jam.</p>
<p>Alakantuk merupakan karya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017, yang mulai dikonsep November 2016, dan mulai membuat prototype Maret 2017 dengan masa pengerjaan selama 3 bulan. &#8220;Idenya muncul mengurangi tingginya angka kecelakaan Roda 4 akibat mengantuk. Selain itu, berguna untuk mahasiswa dengan jadwal kuliah padat yang biasanya bikin lelah. Karena kami juga sempat mendapatkan pengalaman lelah dan ngantuk itu. Hambatannya trial and error hingga puluhan kali. Jika dikalkulasi, trial and error sudah menghabiskan dana sekitar Rp 5-7 juta, meski jika dibuat per satuan eceran komponen hanya sekitar Rp 1,5 juta,&#8221; jelas Yoga. </p>
<p>Uji coba Alakantuk dilakukan pada 10 orang, dengan posisi bantal diduduki pada berbagai profesi. Namun efektif pada pengemudi Roda 4 dan mahasiswa saat jam kuliah. &#8220;Memang saat ini masih dalam bentuk prototype, dan akan kami sempurnakan. Yang perlu perbaikan diantaranya indikator lebih banyak, desain dan chasing lebih simple, responsif gerakan motor, dan lainnya. Untuk merespon gagasan dan saran Wapres, rencananya akan diproduksi massal. Untuk itu, kami masih menunggu kebijakan kampus UB,&#8221; tukas Naufal. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wapres Jusuf Kalla Resmikan JKIEC di Unibraw</title>
		<link>https://memontum.com/wapres-jusuf-kalla-resmikan-jkiec-di-unibraw</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2017 11:26:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[JKIEC]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[unibraw]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/10475-wapres-jusuf-kalla-resmikan-jkiec-di-unibraw</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Wakil Presiden H HC Jusuf Kalla meresmikan &#8220;Jusuf Kalla Innovation and Entrepreneurship Centre&#8221; (JKIEC) dalam rangkaian kegiatan Seminar Nasional Hilirisasi Inovasi Tehnologi dan Start-up Bisnis di Universitas Brawijaya, Malang, Senin (4/12/2017). Selain didampingi istri, Mufidah Jusuf, juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf, Walikota Malang HM Anton, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Wakil Presiden H HC Jusuf Kalla meresmikan &#8220;Jusuf Kalla Innovation and Entrepreneurship Centre&#8221; (JKIEC) dalam rangkaian kegiatan Seminar Nasional Hilirisasi Inovasi Tehnologi dan Start-up Bisnis di Universitas Brawijaya, Malang, Senin (4/12/2017). Selain didampingi  istri, Mufidah Jusuf, juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf, Walikota Malang HM Anton, dan lainnya. </p>
<p>Peresmian Jusuf Kalla Innovation and Entreprenuership Centre merupakan puncak dari berbagai rangkaian kegiatan yang dimulai kompetesi start-up dikalangan mahasiswa, workshop pengembangan start-up, dan berfungsi sebagai tempat co-working space, peer to peer learning and share ideas and peer support, dan JKIEC Start up accelerator program. </p>
<p>&#8220;Banyak orang mengatakan kemakmuran ditentukan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimilikinya, namun hal itu tidak berlaku bagi Jepang dan Korea yang tidak mempunyai sumber alam yang memadai untuk ekonomis, tapi mampu makmur dan kaya. Negara di Afrika kaya SDA berlian dan mineral, tapi justru jatuh miskin. Sementara Indonesia SDA luar biasa, namun tingkat pertumbuhannya menengah. Seperti halnya, dalam bidang sharing economy melalui e-commerce, Gojek, Grab, Uber, Bukalapak, Bli-Bli, dan lainnya,  mereka tidak memiliki aset, tapi kaya dan mampu menghidupi banyak orang dan usaha,&#8221; jelas Jusuf Kalla, alumni UB karena menerima Honoris Causa dari UB beberapa bulan lalu. </p>
<p>Di Amerika, lanjut Kalla, sebagian besar kemajuan ide dari Valley dan Stanford University, sebagai contoh bagaimana menggabungkan antara dunia pendidikan yang menciptakan teknologi dengan dunia usaha. &#8220;Di Indonesia ada UB. Ujungnya Teknologi Penelitian, dimana teknologi hasil riset, dan riset hasil pendidikan. Banyak hal yang dilakukan oleh Jepang dan Amerika, seperti pembuatan mobil dengan engineering terbalik, dan right copy bukan copyright. UB bisa memulai dengan JKIEC untuk menghasilkan inovasi kreatif melalui teknologi dan kebersamaan dengan pengabdian masyarakat. Jangan hanya menjadi konsumen, sebab negara akan tertinggal. Penelitian bukan hanya untuk naik pangkat, tetapi bagaimana penelitian itu bisa diimplementasikan dan berguna bagi kemaslahatan masyarakat,&#8221; tandas owner Bosowa Grup ini. </p>
<p>Hilirisasi merupakan salah satu ikhtiar UB tentang pengembangan hasil-hasil riset sesuai kebutuhan pasar atau masyarakat. JKIEC dilatarbelakangi pentingnya kontribusi Perguruan Tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama kaitannya dengan inovasi teknologi dan pengembangan kewirausahaan masyarakat. Sekaligus peran Perguruan Tinggi sebagai salah salah satu pilar utama sumber inovasi baru bagi pengembangan teknologi dan pengembangan kewirausahaan masyarakat melalui upaya pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.</p>
<p>Sementara dalam seminar mendiskusikan antara peneliti UB dengan stakeholder lain untuk menemukan strategi yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan inovasi teknologi yang berbasis kebutuhan pasar,  serta dapat memberikan wacana kebijakan dan best practice hilirisasi inovasi dan teknologi Pergruan Tinggi. Selain Jusuf Kalla, pembicara yang hadir diantaranya Prof. Dr. Moh Dimyati (Dirjen Pengembangan Riset Kemristeek DIKTI), Adang Wijaya (CEO green Nitrogen), dan Salies Apriliyanto (CEO Marksiplus Indonesia Utama).</p>
<p>&#8220;Melalui JKIEC UB diharapkan menjadi kawah candra dimuka untuk menghasilkan entrepreneur yang kreatif dan inovatif dalam memberikan solusi tehadap permasalahan yang muncul di masyarakat, melalui riset unggulan yang bermanfaat dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada bapak Wapres RI karena gagasan yang dikembangkan bersama oleh badan usaha tersebut mendapat sambutan baik dari bapak Wapres,&#8221; papar Rektor UB Prof Dr Ir M Bisri MS, dalam sambutannya. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">10475</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
