<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Jl Terusan Sulfat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jl-terusan-sulfat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Dec 2018 15:32:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Jl Terusan Sulfat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tabrak Lari Terusan Sulfat, Polantas Buru Truk Penabrak</title>
		<link>https://memontum.com/tabrak-lari-terusan-sulfat-polantas-buru-truk-penabrak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2018 15:32:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Jl Terusan Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tabrak Lari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/70131-tabrak-lari-terusan-sulfat-polantas-buru-truk-penabrak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; kasus tabrak lari di simpang 4 Jl Terusan Sulfat, Kota Malang. Pada kecelakaan Jumat (21/12/2018) pukul.03.00, pengemudi motor Honda Beat Nopol N 6356 GK, Igun Afrianto (24) warga Jl Manggar, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, menjadi korban tabrak lari. Igun meninggal dalam perjalanan ke IGD RSSA Malang, sedangkan truk yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; kasus tabrak lari di simpang 4 Jl Terusan Sulfat, Kota Malang. Pada kecelakaan Jumat (21/12/2018) pukul.03.00, pengemudi motor Honda Beat Nopol N 6356 GK, Igun  Afrianto (24) warga Jl Manggar, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, menjadi korban tabrak lari.</p>
<p>Igun meninggal dalam perjalanan ke IGD RSSA Malang, sedangkan truk yang menabraknya kabur dan belum diketahui identitasnya. Kanit Laka Lantas Polres Malang Kota Iptu Sutadi, saat dikonfirmasi Memontum pada Minggu (23/12/2018) sore, mengatakannbahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari identitas sopir dan truk uang telah menabrak korban. </p>
<p>&#8221; Sampai saat ini, kami masih terus melakukan penyelidikan. Mencari saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut. Sampai saat ini kami masih mencari identitas truk yang telah menabrak korban. Semoga si penabrak nantinya bisa terungkap,&#8221; ujar Iptu Sutadi saat dihubungi Memontum melalui ponselnya. </p>
<p>Perlu diketahui bahwa pada Jumat sekitar pukul 03.00, Igun membonceng Syahrul Rohmat Doni (20) warga Jl Tegal Pasangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, mengendarai motor Honda Beat. Truk yang tidak diketahui identitasnya tersebut melaju dari barat ke timur. Pengemudi truk tidak memprioritaskan motor yang dikendarai Igun yangbaudah terlibih dahuku masuk masuk di persimpangan.</p>
<p>Karena truk tersebut tidak mau mengalah, tetap melanu hingga menabrak motor Igun di Simpang empat Jl Terusan Sulfat.  Mengetahui ke 2 korbannya berjatuhan, sopir truk tersebut memilih kabur ke arah timur. Saat warga ke lokasi, kedua korban sudah tergeletak. Namun Igun akhirnya meninggal dalam perjalanan ke IGD. Sedangkan Doni mengalami sejumlah luka dan menjalani perawatan. Petugas Laka Lantas terus mencari identitas truk untuk menangkap pelakunya. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pipa PDAM Kota Malang Jebol</title>
		<link>https://memontum.com/pipa-pdam-kota-malang-jebol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2018 11:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Jl Terusan Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[PDAM]]></category>
		<category><![CDATA[pipa jebol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/47753-pipa-pdam-kota-malang-jebol</guid>

					<description><![CDATA[Air Mancur Dadakan Setinggi 10 Meter Bikin Macet &#160; Memontum Kota Malang &#8211; Besi air rilise pipa PDAM di Perempatan Jl Terusan Sulfat, Kota Malang atau tepatnya di samping jembatan Jl Kapiworo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (18/7/2018) sekitar pukul 15.30, jebol. Air keluar menyebur ke atas dengan ketinggian sekitar 10 meter. Kejadian itu mengundang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Air Mancur Dadakan Setinggi 10 Meter Bikin Macet</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Besi air rilise pipa PDAM di  Perempatan Jl Terusan Sulfat, Kota Malang atau tepatnya di samping jembatan Jl Kapiworo, Kecamatan Pakis,  Kabupaten Malang, Rabu (18/7/2018) sekitar pukul 15.30, jebol. Air keluar menyebur ke atas dengan ketinggian sekitar 10 meter.</p>
<p>Kejadian itu mengundang perhatian pengguna jalan dan banyak yang ingin mengabadikan gambar air mancur dadakan tersebut. Jalanan di kawasan Jl Sulfat, macet. Apalagi pengguna kendaraan motor yang hendak ke Jl Kapi Woro atau yang dari Jl Kapi Woro ke Sulfat, tidak bisa melintas. Mereka memilih jalan aternatif lainnya supaya baju tidak basah terkena semburan air. Saat itu yang bisa melintas hanya pengendara mobil. Petugas Dishub pun berdatangan mengatur jalanan supaya kemacetan tidak terlalu parah. </p>
<p>Kejadian itu berlangsung lebih dari 1 jam. Semnuran air mulai mengecil sekitar pukul 16.30. Hal itu terjadi setelah petugas PDAM Kota Malang datang ke lokasi mengunxi saluran air. Hingga pukul 17.00, petugas PDAM maaih terus perbaikan besi Air Rilise yang pecah dan mengantinya dengan yang baru. </p>
<p>Menurut keterangan Sulis Andi Asmawan, Meneger bagian perbaikan bocoran PDAM Kota Malang, mengatakan bahwa besi Air Rilise setebal 7 mili tersebut pecah karena Water Hamer. Yakmi tekanan berlebih yang sangat besar. &#8221; Tekanan berlebih ada aliran balek. Itu diluar kendali kita. Disaat bersamaan besi Air Rilise di Jl Danau Kerinci Sawojajar juga jebol. Jadi di saat bersamaan ada 2 besi Air Rilise yang jebol. Perbaikannya ya dengan cara harus diganti,&#8221; ujar Sulis.</p>
<p>Meskioun demikian, Sukis mengatakan bahwa pelayanan air kepada warga tidak terganggu karena saluran ini menuju ke arah tandon. &#8221; Air ini dari pompa menuju ke tandon. Ya kalau tandon masih penuh airnya ya tidak sampai menganggu pelayanan ke masyarakat. Perbaikan ini harus segera cepat diselesaikan . Sebab jika suplai air terganggu mala pelayanan juga akan terganggu,&#8221; ujar Sulis. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">47753</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
