<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Jodipan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jodipan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jun 2025 15:50:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Jodipan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sambut Porprov 2025, Pemkot Malang Percantik Kembali Kampung Warna-Warni Jodipan</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-porprov-2025-pemkot-malang-percantik-kembali-kampung-warna-warni-jodipan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[percantik]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[warna-warni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222793</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang gelaran Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, yang akan dibuka pada 28 Juni mendatang, Pemerintah Kota Malang mulai melakukan pengecatan ulang kawasan wisata Kampung Warna-Warni Jodipan. Langkah tersebut dilakukan, sekaligus menjadi respon atas keluhan wisatawan dan masyarakat yang menilai kondisi kampung tidak lagi seindah seperti yang tampak di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang gelaran Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, yang akan dibuka pada 28 Juni mendatang, Pemerintah Kota Malang mulai melakukan pengecatan ulang kawasan wisata Kampung Warna-Warni Jodipan. Langkah tersebut dilakukan, sekaligus menjadi respon atas keluhan wisatawan dan masyarakat yang menilai kondisi kampung tidak lagi seindah seperti yang tampak di media sosial.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa banyak pengunjung yang mengaku kecewa saat berkunjung ke Kampung Warna-Warni, karena perbedaan antara visual di media dengan kenyataan di lapangan. &#8220;Banyak masyarakat dan wisatawan yang menyampaikan bahwa kampung ini terlihat indah di media, tapi saat datang langsung mereka kecewa. Maka dari itu, kami lakukan pengecatan ulang agar Kampung Warna-Warni kembali seperti dulu saat viral,” kata Wali Kota Wahyu, Sabtu (07/06/2025) tadi.</p>



<p>Dalam pengecatan ulang tersebut, nantinya melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemkot Malang, TNI, komunitas Paskhas, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga masyarakat setempat. Bahkan, bantuan pengecatan juga datang dari pihak swasta seperti DecoFresh yang menyuplai cat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Insyaallah sebelum pembukaan Porprov pada tanggal 25 Juni, pengecatan bisa selesai. Yang kami lakukan sekarang fokus pada Kampung Warna-Warni dulu, kemudian secara bertahap ke Kampung Tridi dan Kampung Biru,” katanya.</p>



<p>Untuk pengecatan di area sulit dan tinggi, nantinya akan menggandeng pasukan profesional, termasuk Paskhas yang terlatih menangani medan ekstrem seperti jembatan atau atap-atap tinggi. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa juga diharapkan, meskipun pengerjaan saat ini lebih banyak dilakukan oleh unsur pemerintah dan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Untuk fokus awal adalah mengembalikan keindahan visual kampung agar para tamu dan wisatawan yang datang saat Porprov nanti tidak merasa kecewa. Soal sarana prasarana lainnya, akan kita benahi sambil berjalan,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222793</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mayat Bayi Perempuan di Sungai Brantas Kejutkan Warga Jodipan Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/mayat-bayi-perempuan-di-sungai-brantas-kejutkan-warga-jodipan-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2025 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kejutkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220998</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sosok mayat bayi perempuan ditemukan mengambang di Sungai Brantas Jalan Ir H Juanda, RT 004/RW 001, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (10/04/2025) sekitar pukul 13.15. Kejadian ini, pun sempat membuat warga sekitar merasa terkejut hingga banyak yang mendatangi lokasi kejadian. Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdianto, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sosok mayat bayi perempuan ditemukan mengambang di Sungai Brantas Jalan Ir H Juanda, RT 004/RW 001, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (10/04/2025) sekitar pukul 13.15. Kejadian ini, pun sempat membuat warga sekitar merasa terkejut hingga banyak yang mendatangi lokasi kejadian.</p>



<p>Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdianto, mengatakan bahwa jenazah bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Yeni Susanti (43), warga setempat. &#8220;Saat saksi mencuci baju di kamar mandi sebelah Sungai Brantas, melihat ada mayat bayi mengambang di aliran sungai,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kejadian ini, tambahnya, membuat Yeni merasa kaget hingga berteriak meminta tolong warga sekitar. Saat itu, Fitri Widodo, juga warga sekitar langsung mengamankan bayi tersebut untuk dimasukan ke dalam kresek. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Blimbing hingga petugas segera datang melakukan penyelidikan. Sementara jenazah bayi tersebut, kemudian dievakuasi dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa sampai saat ini belum diketahui siapa sosok orang tua yang telah tega membuang darah dagingnya sendiri. &#8220;Jenazah bayi sudah dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220998</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang Jadi Tujuan Utama Wisatawan Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-warna-warni-jodipan-kota-malang-jadi-tujuan-utama-wisatawan-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>
		<category><![CDATA[warna-warni]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215863</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terus menarik perhatian dari turis mancanegara. Sebab, perharinya ada sekitar 100 hingga 200 turis yang berkunjung. Apalagi, jika akhir pekan angka tersebut terus bertambah. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Warna-Warni, Agus Kodar, menyampaikan jika kunjungan tersebut terus mengalami peningkatan, walaupun secara bertahap. Yakni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terus menarik perhatian dari turis mancanegara. Sebab, perharinya ada sekitar 100 hingga 200 turis yang berkunjung. Apalagi, jika akhir pekan angka tersebut terus bertambah.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Warna-Warni, Agus Kodar, menyampaikan jika kunjungan tersebut terus mengalami peningkatan, walaupun secara bertahap. Yakni sekitar 10 hingga 20 persen, untuk setiap bulannya.</p>



<p>“Kalau akhir pekan bisa sampai 300 sampai 400 wisatawan mancanegara. Ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata di Kota Malang secara umum,” jelas Agus, Sabtu (26/10/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Kampung Warna-Warni Jodipan juga menjadi salah satu dari dari tiga destinasi favorit yang dituju oleh wisatawan di Jawa Timur. Selain, tentunya Gunung Bromo dan Air Terjun Tumpak Sewu. Tidak heran jika menjadi tujuan utama wisatawan asing.</p>



<p>“Saya selalu tanya pada tour guide dan biro travel wisata dan mereka menyebutkan tiga destinasi favorit itu adalah Kampung Warna-Warni, Bromo, dan Tumpak Sewu. Tidak heran banyak turis yang datang ke sini setiap hari,” ucapnya.</p>



<p>Agus berharap ke depan, Pemerintah Kota Malang dapat memberikan perhatian lebih kepada Kampung Warna-Warni Jodipan. Sehingga, kampung tematik tersebut dapat semakin berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan.</p>



<p>“Karena kalau banyak pengunjung yang datang, tentu juga akan berdampak pada peningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di Kampung Warna-Warni Jodipan ini,” imbuh Agus. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215863</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buntut Kekosongan ASN di Jam Kerja Kelurahan Jodipan, Pemkot Malang Bakal Masifkan Sidak</title>
		<link>https://memontum.com/buntut-kekosongan-asn-di-jam-kerja-kelurahan-jodipan-pemkot-malang-bakal-masifkan-sidak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2024 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[buntut]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kekosongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masifkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209137</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Buntut insiden kekosongan ASN saat jam kerja di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Pemerintah Kota Malang, akan semakin masifkan inspeksi mendadak (Sidak) dari tim Satuan Tugas (Satgas). Hal itu, diungkap oleh Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Senin (06/05/2024) tadi. Diterangkannya, bahwa Sidak tersebut dilakukan untuk memberikan keyakinan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Buntut insiden kekosongan ASN saat jam kerja di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Pemerintah Kota Malang, akan semakin masifkan inspeksi mendadak (Sidak) dari tim Satuan Tugas (Satgas). Hal itu, diungkap oleh Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Senin (06/05/2024) tadi.</p>



<p>Diterangkannya, bahwa Sidak tersebut dilakukan untuk memberikan keyakinan bahwa tidak ada layanan publik yang berhenti. Tentunya, pelaksanaan akan dilakukan sewaktu-waktu di lapangan.</p>



<p>“Insiden di Kelurahan Jodipan kemarin, itu menjadi salah satu latar belakangnya ini. Sebelumnya, Tim Sidak ini memang sudah ada, tapi ini akan semakin dimasifkan. Jadi yang biasanya melakukan Sidak seminggu sekali misalnya, ini bisa setiap hari dilakukan Sidak. Atau mungkin, lebih sering dibandingkan sebelumnya. Tidak terjadwal, nanti sifatnya bukan Sidak,” jelas Sekda Erik.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa dalam tim sidak tersebut akan melibatkan dari inspektorat, BKPSDM dan Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkot Malang. Untuk menjaga sustainability (keberlanjutan,red) layanan publik, menurutnya ada hal-hal yang harus diberikan.</p>



<p>“Kita selalu mencoba memberikan motivasi, juga menjaga agar jangan sampai ada hal-hal yang terlanggar ataupun kemudian layanan publik tidak tersampaikan dengan pasti,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Apabila insiden Kelurahan Jodipan terulang, menurutnya akan diberikan sanksi kepegawaian. Mulai dari peringatan, teguran, hingga pemberian sanksi atau hukuman.</p>



<p>“Kami tetap menjalankan sanksi kepegawaian, tentu ada tahapan-tahapannya,” katanya.</p>



<p>Selain itu, Sekda Erik juga menyampaikan bahwa Tim Sidak tersebut bukan hanya meninjau pelayanan publik saja. Tetapi juga untuk mengamati Sumber Daya Manusia (SDM) di aparatur Pemkot Malang yang suka berpergian tanpa ada surat tugas.</p>



<p>“Masyarakat tidak boleh berprasangka buruk dahulu. Karena ada masanya ASN itu dianggap keluyuran, tapi ternyata karena menghadiri undangan kantor yang bertempat di pusat perbelanjaan. Bisa jadi ada pameran yang harus didatangi atau mendatangi layanan jemput bola yang biasanya banyak dilaksanakan di mal-mal. Tapi sekali lagi, yang membedakan adalah pada saat keluar itu ASN ini dibekali dengan surat tugas. Kemudian saat balik kantor juga ada bukti penugasannya,” jelasnya.</p>



<p>Namun, apabila masyarakat menemukan ASN yang dicurigai keluar disaat jam kerja, bisa dilaporkan kepada Pemkot Malang. Tentunya, kemudian akan dilakukan tahapan-tahapan pemeriksaan.</p>



<p>“Yang bersangkutan dipanggil, kalau memang penugasan ya atasannya dipanggil. Kami tetap melakukan tahapan itu, tidak langsung memutuskan untuk pemecatan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209137</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kantor Kelurahan Jodipan Sepi Petugas saat Jam Kerja, Ini Keterangan Pj Wali Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/kantor-kelurahan-jodipan-sepi-petugas-saat-jam-kerja-ini-keterangan-pj-wali-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja,]]></category>
		<category><![CDATA[keterangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beredar di sosial media instagram, Kantor Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sepi petugas Aparatur Sipil Negara (ASN) di saat jam kerja berlangsung, pada Senin (29/04/2024) kemarin. Menanggapi hal itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pun telah memanggil pihak lurah dan sekretaris lurah Kelurahan Jodipan, untuk memberikan keterangan atau klarifikasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beredar di sosial media instagram, Kantor Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sepi petugas Aparatur Sipil Negara (ASN) di saat jam kerja berlangsung, pada Senin (29/04/2024) kemarin.</p>



<p>Menanggapi hal itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pun telah memanggil pihak lurah dan sekretaris lurah Kelurahan Jodipan, untuk memberikan keterangan atau klarifikasi terkait dengan situasi itu. “Kemarin itu sudah saya minta ke Pak Sekda, untuk memanggil. Dan, mereka sudah meminta maaf dan orang yang sudah memberitakan (menginformasikan, red) juga sudah didatangi dan kita jelaskan permasalahannya. Yakni, karena memang pada saat itu ada salah satu Kasi (kepala seksi, red) yang nikah. Sementara, lurah dan sekretarisnya jadi wali,” jelas Pj Wali Kota Wahyu, seusai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kota Malang, Selasa (30/04/2024) tadi.</p>



<p>Dalam hal ini, menurut Pj Wali Kota Wahyu, Lurah dan Sekretaris Lurah memang tetap bersalah dalam bekerja. Itu karena, telah meninggalkan kantor dengan keadaan kosong dan hanya menyisakan anak magang. Tentu, sebagai ASN yang melayani masyarakat tetap harus berjalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Karena itu bagian dari kinerja, apalagi ASN ini tugasnya untuk melayani masyarakat. Lurah dan Sekretaris ini tetap salah, karena pelayanan harusnya juga tetap berjalan sampai dengan selesai pukul 16.00 WIB,” katanya.</p>



<p>Dari kejadian tersebut, ujarnya, Lurah dan Sekretaris Lurah melakukan door to door (melayani langsung, red) ke masing-masing rumah warga yang tidak terlayani dalam mengurus administrasi. Itu juga sudah terselesaikan keseluruhan kemarin.</p>



<p>“Berkas yang mereka tidak terlayani, langsung saya minta untuk door to door dan alhamdulillah selesai. Saya juga minta mereka untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi kejadian tersebut,” ucapnya.</p>



<p>Kemudian, saat disinggung mengenai sanksi yang diberikan untuk Kelurahan Jodipan, Pj Wali Kota Wahyu menyerahkan sepenuhnya kepada Sekda Kota Malang. “Tetap nanti biar Pak Sekda aja itu. Tapi yang jelas, tanggung jawabnya Pak Lurah untuk mendatangi mereka yang saat itu melakukan pelayanan, sudah didatangi langsung dan selesai kemarin,” imbuh Pj Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Main di Tepi Sungai, Balita Asal Jodipan Kota Malang Dilaporkan Hanyut</title>
		<link>https://memontum.com/main-di-tepi-sungai-balita-asal-jodipan-kota-malang-dilaporkan-hanyut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2024 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207646</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang Balita berinisial KC (5), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dilaporkan hanyut di aliran Sungai Brantas, atau tidak jauh dari rumahnya, Sabtu (23/03/2024) siang. Kejadian ini, pun sudah dilaporkan ke Polsek Blimbing hingga petugas dan tim relawan segera mendatangi lokasi kejadian melakukan pencarian. Informasi Memontum.com bahwa siang itu, korban sedang bermain-main [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang Balita berinisial KC (5), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dilaporkan hanyut di aliran Sungai Brantas, atau tidak jauh dari rumahnya, Sabtu (23/03/2024) siang. Kejadian ini, pun sudah dilaporkan ke Polsek Blimbing hingga petugas dan tim relawan segera mendatangi lokasi kejadian melakukan pencarian.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa siang itu, korban sedang bermain-main dengan sebayanya berisial KG (5), di tepi sungai tidak jauh dari rumahnya. Usai bermain, KC terlihat mencuci kakinya di pinggiran sungai. Namun saat itu, korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengetahui temannya jatuh dan hanyut, KG kemudian memberitahukan ke warga. Usai kejadian itu, ayah korban, Hadi Sempulur (40) dan warga lainnya melakukan pencarian. Kontan, bersama warga langsung menuju ke lokasi.</p>



<p>Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdianto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan itu. Bahkan, pihaknya bersama tim gabungan, relawan dan warga masih melakukan pencairan. &#8220;Saat ini korban masih dalam pencarian,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207646</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang dan Rusak Delapan Kios di Kelurahan Jodipan</title>
		<link>https://memontum.com/angin-kencang-sebabkan-pohon-tumbang-dan-rusak-delapan-kios-di-kelurahan-jodipan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[delapan]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[kencang]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205129</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan disertai angin kencang membuat salah satu pohon tumbang di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (24/01/2024) tadi. Akibat kejadian itu, juga sebabkan delapan kios pedagang yang ada disekitar lokasi, mengalami kerusakan yang cukup parah. Salah satu anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Jodipan, Muhammad Rosidi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan disertai angin kencang membuat salah satu pohon tumbang di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (24/01/2024) tadi. Akibat kejadian itu, juga sebabkan delapan kios pedagang yang ada disekitar lokasi, mengalami kerusakan yang cukup parah.</p>



<p>Salah satu anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Jodipan, Muhammad Rosidi, menyampaikan jika kejadian pohon tumbang itu terjadi pukul 14.24 WIB. Kejadian itu, diduga dikarenakan usia pohon yang sudah tua dan akar pohon keropos.</p>



<p>“Tadi anginnya memang kencang. Sementara pohonnya itu sendiri, memang sudah tua dan akarnya keropos,” kata Rosidi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kejadian tersebut, ujarnya, tidak mengakibatkan korban jiwa. &#8220;Tidak ada korban jiwa. Hanya ada dua motor yang parkir di sekitar lokasi, tertimpa pohon. Yang cukup parah, itu delapan kios milik pedagang,” tambahnya.</p>



<p>Pohon yang menimpa lapak atau kios pedagang tersebut, berjenis Kecrutan dengan diameter kurang lebih 60 cm dan ketinggian 15 meter. Kejadian tersebut, juga sudah langsung ditangani oleh dinas terkait.</p>



<p>“Setelah kita hubungi, sekitar beberapa menitan langsung ditangani oleh pihak dinas,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205129</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Kaca Penghubung Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Kota Malang Segera Dibuka</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-kaca-penghubung-kampung-warna-warni-jodipan-dan-kampung-tridi-kota-malang-segera-dibuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2023 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[segera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usai dilakukan perbaikan, jembatan kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Kota Malang, akan segera dibuka pada pekan depan. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan jika saat ini masih diperlukan waktu untuk pengeringan dan penguatan pasca dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Usai dilakukan perbaikan, jembatan kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Kota Malang, akan segera dibuka pada pekan depan.</p>



<p>Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan jika saat ini masih diperlukan waktu untuk pengeringan dan penguatan pasca dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Senin (07/11/2023) lalu. Begitu siap, maka akan dibuka kembali.</p>



<p>“Proses perbaikan jembatan kacanya alhamdulillah sudah selesai dan sudah diperbaiki oleh DPUPRPKP. Tetapi informasi dari Pak Kadis DPUPRPKP barusan, itu masih butuh pengeringan dua sampai tiga hari ini. Sehingga, insyaallah minggu depan sudah bisa dibuka lagi,” kata Baihaqi, Rabu (08/11/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa selama penutupan akses jembatan kaca, yang kurang lebih berlangsung selama dua pekan ini, tidak membawa dampak terhadap kunjungan wisatawan. Itu karena, wisatawan yang datang hanya diarahkan untuk tidak melewati jembatan kaca tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Untuk kontruksi lain aman dan tidak ada masalah. Jadi, nanti saat berkunjung ke Kampung Tridi dan Kampung Warna-warni, itu aman dan tidak ada masalah,” katanya.</p>



<p>Untuk menjaga jembatan kaca tersebut, ujarnya, ke depan pihaknya akan selalu melakukan koordinasi bersama dengan warga yang ada di sekitar kampung tersebut. Sebab, konsep dari destinasi wisata itu menurutnya memang harus menuju Desa Wisata Cerdas Mandiri Sejahtera (Dewi Cemara).</p>



<p>“Tentu kita akan terus koordinasi dengan perangkat daerah dan dengan DPUPRPKP. Kemudian, melakukan monitoring dan evaluasi (monev), sehingga kalau butuh pemeliharaan dan segala macam, bisa diprediksi dari awal. Kita juga tidak ada tim khusus untuk itu, tapi sudah menjadi kewajiban kita untuk melakukan monev. Yang terlibat ya ada Pokdarwis, masyarakat, semua stakeholder yang terlibat,” jelas Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201177</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rampung Diperbaiki, Jembatan Kaca Penghubung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Masih Ditutup</title>
		<link>https://memontum.com/rampung-diperbaiki-jembatan-kaca-penghubung-warna-warni-jodipan-dan-kampung-tridi-masih-ditutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201088</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan Kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi, Kota Malang, yang sempat mengalami retak, akhirnya sudah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota Malang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika perbaikan tersebut telah selesai dilakukan pada Senin (06/11/2023) kemarin. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan Kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi, Kota Malang, yang sempat mengalami retak, akhirnya sudah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika perbaikan tersebut telah selesai dilakukan pada Senin (06/11/2023) kemarin. &#8220;Sudah selesai dilakukan perbaikan kemarin,” ujar Dandung-sapaannya, Selasa (07/11/2023) tadi.</p>



<p>Dalam perbaikan keretakan itu, menurutnya dilakukan mulai dari pengisian material pada jembatan yang retak, perbaikan sealent kaca dan juga perbaikan pada besi jembatan yang sudah mulai berkarat. Untuk perbaikan jembatan kaca tersebut, tidak memerlukan banyak anggaran.</p>



<p>“Untuk anggaranya tidak banyak, tetapi saat ini saya masih menunggu laporan dari teman-teman,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Bagus Irawan, menyampaikan jika dalam perbaikan jembatan tersebut telah dilakukan sejak hari Jumat (03/11/2023) lalu hingga kemarin, Senin (06/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Perbaikannya sudah selesai, tetapi saya masih belum menerima laporan hasil pekerjaannya. Perbaikan itu dikerjakan mulai hari Jumat lalu,” kata Bagus.</p>



<p>Dalam pantauan Memontum.com, jembatan kaca tersebut memang sudah dilakukan perbaikan. Namun, hingga saat ini akses jalan masuk menuju Jembatan Kaca masih dilakukan penutupan, dengan pagar yang digembok dan bertuliskan &#8216;Closed, Bridge under Repair&#8217;. Sehingga para pengunjung tidak diperbolehkan untuk masuk.</p>



<p>Selain itu, sebagai salah satu pengunjung Kampung Tridi, Fitri Fatmawati, mengaku sedikit kecewa dengan adanya penutupan jembatan kaca tersebut. Apalagi, dirinya juga baru pertama kalinya mengunjungi Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni Jodipan.</p>



<p>“Sedikit kecewa, tadi cuma bisa lihat Jembatan Kaca dari atas rumah warga. Padahal ingin sekali berfoto-foto di atas Jembatan Kaca tersebut,” imbuh Fitri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201088</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
