<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>juleha &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/juleha/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Oct 2025 16:13:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>juleha &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Probolinggo Gelar Pelatihan Juleha 2025</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-probolinggo-gelar-pelatihan-juleha-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[juleha]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226598</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) 2025 di Bale Hinggil, Rabu (08/10/2025) tadi. Kegiatan yang diikuti 50 peserta pelaku usaha penyembelihan hewan se- Kota Probolinggo ini, dibuka Wali Kota Probolinggo, Aminuddin. Disampaikan Wali Kota Aminuddin, bahwa pelatihan ini untuk memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) 2025 di Bale Hinggil, Rabu (08/10/2025) tadi. Kegiatan yang diikuti 50 peserta pelaku usaha penyembelihan hewan se- Kota Probolinggo ini, dibuka Wali Kota Probolinggo, Aminuddin.</p>



<p>Disampaikan Wali Kota Aminuddin, bahwa pelatihan ini untuk memberikan edukasi tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat Islam dan ketentuan halal, menciptakan juru sembelih yang kompeten dan profesional. Termasuk, mendukung Program Sertifikasi Halal Nasional.</p>



<p>&#8220;Sungguh suatu pekerjaan mulia yang diampu bapak &#8211; ibu sekalian, karena apa? Karena apa yang dikerjakan bapak &#8211; ibu Juleha, menjadi syarat utama makanan halal yang kita konsumsi. Seperti yang dikatakan Nabi Muhammad SAW, bahwa keberkahan dan rahmat Allah SWT tergantung apa yang kita makan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut kepala daerah yang berprofesi sebagai dokter ini menjelaskan, di era modern seperti sekarang ini, kesadaran masyarakat dunia tentang pentingnya makanan halal semakin meningkat sehingga kebutuhan produk halal sangat besar. &#8220;Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, hingga saat ini hanya bisa menyediakan sekitar 12 persen produk halal. Sisanya atau justru 60 persen produk halal di dunia, dihasilkan oleh China sekalipun negara komunis. China paham betul bukan masalah halal atau haram saja produknya, tapi esensinya ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal),&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Probolinggo, ini menambahkan bahwa saat ini masyarakat dunia, sudah mengetahui kalau ada label halal berarti produknya aman dan sehat. Menjadi trade mark di dunia, bahwa memberikan keyakinan kepada konsumen kalau berlabel halal itu makanannya aman dan sehat.</p>



<p>&#8220;Jadi memang kita harus ke arah sana, ke depan bukan hanya rumah potong sapi saja yang bersertifikasi halal, tapi juga rumah potong unggas agar dipercepat sertifikasinya. Produk &#8211; produk halal juga dibutuhkan untuk bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG), kita juga sudah mempunyai sentra kuliner halal di Gladak Serang, serta pengolahan makanan di Ponpes &#8211; Ponpes, mendapat penghargaan dari Provinsi Jatim terkait Sentra Kuliner HAS (Halal, Aman, Sehat) dan masih banyak lagi yang akan terus kita kembangkan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, menyebut jika Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi di Kota Probolinggo sudah bersertifikasi halal. Sedangkan RPH Unggas, dalam proses pengujian BPJPH.</p>



<p>&#8220;RPH Ruminansia (Sapi) Kota Probolinggo saat ini sudah memiliki sertifikasi halal dari BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) sejak tahun 2016. Sedangkan untuk RPH Unggas, telah sampai pada tahap audit final untuk pengujian sertifikat halalnya dari tim verifikasi BPJPH,&#8221; terangnya.</p>



<p>Pelatihan Juleha tahun 2025 sendiri, menghadirkan nara sumber Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Riyadlus Sholihin, Tim Halal Institute Jakarta, Widodo Wahyudi dan Mochamad Syakurinal. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, Pj Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Kepala OPD terkait, hingga perwakilan MUI Kota Probolinggo. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226598</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Audiensi bersama Juleha, Bunda Indah Pastikan Penyembelihan Hewan sesuai Syariat Islam</title>
		<link>https://memontum.com/audiensi-bersama-juleha-bunda-indah-pastikan-penyembelihan-hewan-sesuai-syariat-islam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[juleha]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penyembelihan]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225683</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, melakukan audiensi bersama Juru Sembelih Halal (Juleha) di Ruang Mahameru, Senin (01/09/2025) tadi. Audiensi ini diwujudkan melalui kerja sama, untuk memastikan penyembelihan hewan di Lumajang berjalan sesuai syariat Islam dan sekaligus memenuhi standar kesehatan. Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berkomitmen membangun ekosistem pangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, melakukan audiensi bersama Juru Sembelih Halal (Juleha) di Ruang Mahameru, Senin (01/09/2025) tadi. Audiensi ini diwujudkan melalui kerja sama, untuk memastikan penyembelihan hewan di Lumajang berjalan sesuai syariat Islam dan sekaligus memenuhi standar kesehatan.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berkomitmen membangun ekosistem pangan halal dari hulu ke hilir. Terkait penyembelihan halal bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kepatuhan umat Islam terhadap syariat dan keyakinan.</p>



<p>“Pemerintah daerah punya tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat mendapat edukasi yang tepat. Halal bukan hanya label, tapi soal keimanan yang harus dijaga sejak proses penyembelihan,” tegas Bunda Indah.</p>



<p>Dirinya menambahkan, Pemkab Lumajang siap mendukung program pelatihan, penyuluhan, hingga sertifikasi jagal halal. Dukungan ini dinilai penting agar masyarakat mendapat jaminan pangan halal yang terjaga keutuhannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan sinergi ini, Pemkab Lumajang berharap tumbuhnya generasi penyembelih halal yang profesional, berkompeten, serta mampu menjaga kehalalan dan kesehatan produk hewan. “Lumajang tidak hanya melestarikan tradisi qurban, tapi juga sedang bergerak menuju daerah yang berdaya saing dalam ekosistem pangan halal. Ini modal sosial sekaligus spiritual yang akan memperkuat masyarakat,” imbuh Bunda Indah.</p>



<p>Ketua Juleha Lumajang, Aris, menyambut baik dukungan Pemkab Lumajang. Menurutnya, Juleha hadir bukan hanya saat momentum Idul Adha, melainkan aktif sepanjang tahun dalam memberi pelatihan teknis, membina tukang sembelih, serta mengedukasi masyarakat soal pentingnya proses penyembelihan sesuai syariat.</p>



<p>“Dakwah kami adalah dakwah teknis. Kami ingin memastikan umat bisa beribadah qurban dan mengonsumsi daging halal dengan penuh keyakinan, karena prosesnya benar secara syar’i dan higienis,” jelas Aris.</p>



<p>Aris juga mengungkapkan bahwa Juleha Lumajang telah bermitra dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk memperluas jangkauan edukasi, sehingga kesadaran halal semakin mengakar di masyarakat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225683</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Hewan Kurban Aman, Wali Kota Malang Pantau RPH Perumda Tunas dan Juleha</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-hewan-kurban-aman-wali-kota-malang-pantau-rph-perumda-tunas-dan-juleha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aman]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[juleha]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda]]></category>
		<category><![CDATA[tunas]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192136</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momen perayaan Idul Adha 1444 Hijriah, juga dimanfaatkan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, untuk memantau secara langsung prosesi penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang, Jalan Raya Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (29/06/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momen perayaan Idul Adha 1444 Hijriah, juga dimanfaatkan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, untuk memantau secara langsung prosesi penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang, Jalan Raya Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (29/06/2023) tadi.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang telah diberikan oleh ratusan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang, yang telah membantu dalam proses penyembelihan hewan kurban di tahun ini. &#8220;Alhamdulillah, kita dibantu untuk pemantauan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang. Mereka ada sekitar 400 hingga 450 personel, yang menyebar di lima kecamatan Kota Malang,&#8221; kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Hal tersebut dilakukan, guna untuk menjaga kehigienisan (kebersihan) hewan dan memastikan agar tidak terjangkit penyakit apapun. Termasuk, dalam Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang menyerang pada sapi.</p>



<p>&#8220;Jangan sampai, nanti masyarakat itu mendapatkan daging dari hewan yang berpenyakit. Makanya, ini dilakukan pemeriksaan dan untuk memastikan hewan yang terjangkit PMK, juga sudah tidak ada,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian, dalam kesempatan itu pihaknya juga melihat langsung proses penyembelihan lima ekor sapi miliknya di RPH Kota Malang. Dimana, dalam penyembelihan sendiri melibatkan 13 Juru Sembelih Halal (Juleha) yang sudah terlatih secara profesional dan mengikuti tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.</p>



<p>“Saya berharap, ini bisa memberikan contoh yang baik. Apalagi, Juleha di RPH Kota Malang itu sudah profesional dalam melakukan penyembelihan, dan pasti dengan cara islami,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tunas Kota Malang, Dodot Tri Widodo, menyampaikan jika lima ekor sapi milik Wali Kota Malang, satu diantaranya berjenis Limosin dengan berat badan hampir 800 kg dan empat ekor sapi jenis Simental.</p>



<p>“Pak wali tadi selain 5 ekor sapi, juga 2 ekor kambing. Beliau tidak mau ribet, jadi kita yang melakukan pemotongan sampai masuk dalam tas kresek, dan mereka tinggal mendistribusikan. Pembagiannya sesuai permintaan, kalau yang mau dibagi banyak kita timbangnya per 1 kg sampai satu sentengah kg. Tetapi kalau sedikit ya bisa 2 kg, tergantung request,” jelas Dodot.</p>



<p>Lebih lanjut, Dodot memperkirakan, jika sampai dengan tiga hari ke depan, hewan kurban yang disembelih di RPH Kota Malang, bisa mencapai 200 ekor sapi, dan 150 ekor kambing. Sampai dengan saat ini, RPH Kota Malang telah melakukan pemotongan hingga lebih dari 100 ekor sapi.</p>



<p>“Saat ini yang terdata 100 lebih, kan berjalan terus. Kemarin 55 dan hari ini lebih banyak. Nanti sore atau malam baru ketahuan. Tapi perkiraan kami total sekitar 200 ekor sapi dan 150 ekor kambing. Karena tahun lalu segitu,” tambahnya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai temuan penyakit, pihaknya menyampaikan jika sampai dengan saat ini aman dan belum ada temuan sama sekali. Sebab, sebelum masuk di RPH Kota Malang, hewan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.</p>



<p>“Alhamdulillah aman, jadi sebelum dan sesudah kami cek semua. Jadi ada dokter hewan dan kir master. Belum ada temuan dan tidak ada yang dipulangkan karena sakit. Karena kasian masyarakat, kalau mereka harus menerima daging dalam keadaan rusak atau berpenyakit,” imbuh Dodot. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192136</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
