<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kabunga &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kabunga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jul 2021 09:02:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kabunga &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Support Seniman Sepuh Malang, Kabunga Berikan Bantuan Sembako di Masa PPKM Darurat</title>
		<link>https://memontum.com/support-seniman-sepuh-malang-kabunga-berikan-bantuan-sembako-di-masa-ppkm-darurat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2021 09:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=147859</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, berdampak pada berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya adalah para seniman sepuh yang sudah tidak bisa maksimal dalam bekerja karena faktor usia. Merespon hal itu, Karya Bumi Ngalam (Kabunga) menggelar Kabunga Support, Senin (12/07) tadi. &#8220;Kabunga Support adalah kegiatan kami memberikan bantuan sembako bagi seniman sepuh. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, berdampak pada berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya adalah para seniman sepuh yang sudah tidak bisa maksimal dalam bekerja karena faktor usia. Merespon hal itu, Karya Bumi Ngalam (Kabunga) menggelar Kabunga Support, Senin (12/07) tadi.</p>



<p>&#8220;Kabunga Support adalah kegiatan kami memberikan bantuan sembako bagi seniman sepuh. Giat ini terwujud karena kita menyadari masa PPKM Darurat banyak seniman sepuh yang masih ingin berkarya tapi tidak bisa, mau pindah haluan menjadi Pedagang Kaki Lima (PKL) pun juga susah saat ini,&#8221; ujar Ketua Kabunga, Yuyun Sulastri.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
</ul>


<p>Terlebih, ketika pihaknya bertanya pada Wali Kota Malang, Sutiaji, terkait bantuan untuk seniman sepuh, ternyata tidak ada. &#8220;Jawaban dari Pak Wali, tidak ada bantuan untuk seniman sepuh. Nah, kami tidak bisa maksa, ya sudah kita usaha sendiri bagaimana membantu mereka,&#8221; ucap Yuyun.</p>



<p>Oleh karena itu, pihaknya berniat membantu seniman sepuh dengan membagikan sembako. Di mana, dana yang didapat berasal dari kas Kabunga dan beberapa donatur.</p>



<p>&#8220;Ada Bu Ida Kadisporapar yang berdonasi dengan uang pribadi. Ada juga istri Wawali Bung Edi, serta beberapa anggota dewan turut berpartisipasi dalam Kabunga Support,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Dari donasi itu, terkumpullah 45 paket yang akan disalurkan pada seniman sepuh yang telah terdata. &#8220;10 Paket untuk hari ini ada yang diambil langsung, sisanya akan kami antar ke rumah,&#8221; terang Yuyun.</p>



<p>Tak hanya berbagi sembako, Kabunga juga melakukan pendataan bagi seniman yang sedang isolasi mandiri (isoman). Dimana para seniman bisa mendaftar melalui link bit.ly/senimaniso</p>



<p>&#8220;Sampai hari ini baru terdata 4 seniman. Mungkin ada yang belum tau infonya atau ada yang masih sungkan mengisi,&#8221; tambah Yuyun.</p>



<p>Pendataan seniman yang sedang menjalani isoman ternyata bukan tanpa sebab. Pasalnya, Kabunga ingin membantu dalam hal pemberian asupan vitamin maupun penyaluran informasi seputar kebutuhan akan oksigen.</p>



<p>&#8220;Semoga dengan program-program kami di masa PPKM Darurat ini dapat menginspirasi banyak orang untuk saling bantu satu sama lain,&#8221; tutur Yuyun. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147859</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kabunga Akan Segera Lakukan Pendataan Ulang Terhadap Seniman Sepuh Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/kabunga-akan-segera-lakukan-pendataan-ulang-terhadap-seniman-sepuh-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 May 2021 04:36:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendataan Ulang]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman Sepuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142642</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Demi mewujudkan kepedulian terhadap seniman sepuh, Wali Kota Malang, Sutiaji, menjanjikan pendokumentasian biografi mereka. Namun hampir tiga bulan berlalu, janji tersebut belum nampak kelanjutannya. Oleh karena itu Ketua Karya Bumi Ngalam (Kabunga), Yuyun Sulastri, ingin menagih janji orang nomor satu di Kota Malang itu. &#8220;Akhir Februari lalu, kami bersama seniman sepuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Demi mewujudkan kepedulian terhadap seniman sepuh, Wali Kota Malang, Sutiaji, menjanjikan pendokumentasian biografi mereka. Namun hampir tiga bulan berlalu, janji tersebut belum nampak kelanjutannya. Oleh karena itu Ketua Karya Bumi Ngalam (Kabunga), Yuyun Sulastri, ingin menagih janji orang nomor satu di Kota Malang itu.</p>



<p>&#8220;Akhir Februari lalu, kami bersama seniman sepuh menggelar acara &#8216;Se Sesep&#8217;, disitu Pak Wali datang. Beliau menjanjikan pendataan seniman sepuh dan akan membuatkan buku biografi,&#8221; ujarnya, Sabtu (15/05).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasokan-masih-bergantung-dari-luar-daerah-harga-telur-di-kota-malang-alami-kenaikan-jelang-lebaran">Pasokan Masih Bergantung dari Luar Daerah, Harga Telur di Kota Malang Alami Kenaikan Jelang Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Menurutnya jika janji tersebut kemudian hari mampu direalisasikan, pihaknya ingin ada royalti juga untuk para seniman sepuh.</p>



<p>&#8220;Dalam arti kayak gini kalau kita misalnya nama seorang dibiografikan, itu masuk buku. Jadi paling tidak dia dapat royalti tiap hasil penjualan buku,&#8221; katanya.</p>



<p>Kabunga sendiri dijelaskan wanita yang akrab disapa Yuyun itu, sudah pernah menginventarisir seniman sepuh. Berdasarkan data yang terkumpul, ada sekitar 100 seniman sepuh yang ada di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Tapi database kita hanya by name dan alamat saja. Saya ingin lakukan pendataan ulang yang lebih bagus dan rapi. Supaya saat saya tagih janji ke Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, saya sudah pegang data para seniman sepuh,&#8221; beber Yuyun.</p>



<p>Baginya jika Kabunga hanya menagih tanpa ikut membantu mempersiapkan data yang dibutuhkan, sama saja omong kosong.</p>



<p>Bahkan pihaknya juga berencana mendata beberapa seniman sepuh Kota Malang yang sudah meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Seperti pak Aziz Franklin, beliau seniman sepuh yang luar biasa. Namun sayang, hingga akhir hidup almarhum, belum ada biografinya. Inikan masih ada keluarga, atau rekan yang bisa menceritakan bagaimana beliau berkecimpung dalam dunia seni semasa hidupnya,&#8221; pungkas Yuyun.</p>



<p>Terakhir wanita yang juga sempat menjadi Sekretaris Dewan Kesenian Malang (DKM) itu juga mentarget di bulan Juni pihaknya sudah tuntas melakukan pendataan para seniman sepuh. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142642</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sesep Do Dolan, Sebuah Bursa dan Pameran Karya Seniman Sepuh Malang</title>
		<link>https://memontum.com/sesep-do-dolan-sebuah-bursa-dan-pameran-karya-seniman-sepuh-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 May 2021 04:59:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142228</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Karya Bumi Ngalam (Kabunga) gelar bursa dan pameran hasil buatan seniman sepuh di Malang Town Square (Matos). Bertajuk &#8216;Sesep Do Dolan&#8217;, pameran yang rencananya akan berlangsung hingga 12 Mei ini diikuti oleh sekitar 20 seniman sepuh. &#8220;Sesep Do Dolan itu mengandung dua arti. Pertama, Sesep itu seniman sepuh, Do Dolan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Karya Bumi Ngalam (Kabunga) gelar bursa dan pameran hasil buatan seniman sepuh di Malang Town Square (Matos). Bertajuk &#8216;Sesep Do Dolan&#8217;, pameran yang rencananya akan berlangsung hingga 12 Mei ini diikuti oleh sekitar 20 seniman sepuh.</p>



<p>&#8220;Sesep Do Dolan itu mengandung dua arti. Pertama, Sesep itu seniman sepuh, Do Dolan itu podo dolan nang mall. Kedua, Sesep Do Dolan yaitu seniman sepuh podo dodolan,&#8221; jelas Ketua Pelaksana, Yuyun Sulastri, Sabtu (08/05).</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
</ul>


<p>Mayoritas karya yang dipamerkan dalam acara ini adalah dalam bentuk lukisan yang tertuang dalam berbagai media. Mulai dari kanvas, sketsa, lukisan payung, lukisan topeng, dan masih banyak lagi.</p>



<p>&#8220;Disini lukisannya sekitar 40 buah dengan beragam harga, mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 1.25 juta. Selebihnya ini ada wayang, lukis payung, topeng, gambar sketsa wajah, baca tarrot juga ada,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dijelaskan wanita yang akrab disapa Yuyun itu, pihaknya menemui banyak tantangan ketika menggelar acara ini. Pasalnya, karena yang berjualan adalah seniman sepuh, fisik mereka tidak kuat jika harus berjualan lama. Sedangkan ketika membuka stand di mall harus dari pagi hingga petang.</p>



<p>&#8220;Rata-rata para sepuh ini hanya kuat 3 jam, lalu ambruk, capek. Makanya banyak juga yang hanya menitipkan karyanya disini, karena tidak bisa hadir, kita juga jual secara online. Kalaupun hadir juga tidak bisa sampai full,&#8221; cerita Yuyun.</p>



<p>Meski begitu, dikatakan Yuyun, dirinya sangat bersyukur karena pihak Matos benar-benar mendukung acara mereka.</p>



<p>&#8220;Ini meja kursi dipinjami dari Matos, sekat-sekat antar kategori karya juga dari mereka. Kita hanya bawa karya yang mau dipamerkan dan karpet,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Menurut Yuyun antusiasme pengunjung Matos sangat apik terhadap acara ini. Apalagi ketika sudah diatas jam 3 sore, disaat ramai-ramainya pengunjung.</p>



<p>&#8220;Makanya kami kepikiran untuk memperpanjang acara. Awalnya sampai tanggal 12, kita pingin saat lebaran juga tetap buka, jadi berakhir tanggal 17 Mei. Diprediksi ketika lebaran, malah banyak orang yang ke mall, kemungkinan karya laku juga tinggi,&#8221; bebernya.</p>



<p>Melalui bursa dan pameran ini, Yuyun menjelaskan bahwa mereka ingin mandiri dan memberi ruang untuk menunjukkan bahwa seniman sepuh masih memiliki eksistensi untuk berkarya. Terlebih pihaknya juga akan membagikan sembako pada beberapa seniman sepuh yang ada di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Makanya digelarlah Sesep Do Dolan ini, kami tidak ingin berpangku tangan hanya minta sumbangan untuk beli sembako dan disalurkan pada seniman sepuh. Kami coba mandiri, 30 persen dari penjualan akan dibelikan sembako untuk seniman sepuh,&#8221; paparnya. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Kegiatan Seniman Sepuh, Wali Kota Sutiaji Minta Inventarisir Data Karya Seniman</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-kegiatan-seniman-sepuh-wali-kota-sutiaji-minta-inventarisir-data-karya-seniman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2021 08:53:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135539</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, hadiri kegiatan Karya Bumi Ngalam (Kabunga) di salah satu cafe Kota Malang, Jumat (26/02). Kegiatan bertajuk &#8216;Se Sesep&#8217; yang mengumpulkan para seniman sepuh di Kota Malang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Suwarjana, dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, hadiri kegiatan Karya Bumi Ngalam (Kabunga) di salah satu cafe Kota Malang, Jumat (26/02).</p>



<p>Kegiatan bertajuk &#8216;Se Sesep&#8217; yang mengumpulkan para seniman sepuh di Kota Malang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Suwarjana, dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni.</p>



<p>Wali Kota Sutiaji, kegiatan mengumpulkan para seniman sepuh yang terdiri dari berbagai bidang budaya adalah agenda yang luar biasa positif.</p>



<p>&#8220;Ini kegiatan yang luar biasa bahwa mampu mengumpulkan para seniman sepuh. Dan saat ini kami sudah minta Dikbud dan Disporapar untuk mendata seniman berkaitan dengan masalah pandemi,&#8221; ungkap Sutiaji.</p>



<p>Tak hanya itu, dirinya menginstruksikan ke dinas terkait untuk menginventarisir karya para seniman sepuh. Terutama yang di Kota Malang, harus makin dikuatkan.</p>



<p>&#8220;Para seniman memiliki karya yang luar biasa terhadap bangsa dan negara. Dan menghargai karya bangsa ini sebetulnya menjadi keharusan kita semua,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurut Sutiaji, pembinaan transfer skill dan knowledge tidak hanya dilakukan saat ini saja, tapi terus menerus.</p>



<p>&#8220;Dari para seniman sepuh kita bisa mencontoh dan mengambil edukasi yang sangat berharga. Karya yang diinventarisir bisa berguna juga di bidang pendidikan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Malang itu juga berterimakasih kepada Lazisnu yang juga turut membantu berikan santunan kepada para seniman sepuh.</p>



<p>Dalam giat ini Pemerintah Kota Malang juga memberikan check up kesehatan gratis pada seniman sepuh yang hadir.</p>



<p>&#8220;Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Lazisnu yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini. Bentuk kepedulian kepada semua masyarakat yang ada di Kota Malang,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/135074-kota-malang-kini-miliki-pasar-kesenian-payung">Kota Malang Kini Miliki Pasar Kesenian Payung</a></strong></p>



<p>Senada dengan hal itu, Ketua Kabunga, Yuyun Sulastri, mengutarakan bahwa pihaknya sudah mendata seniman sepuh di Kota Malang. Dan dari data yang dihimpun, terdapat 100 seniman sepuh.</p>



<p>&#8220;Namun karena keterbatasan tempat kami undang sekitar 45 orang dan bertahap datangnya,&#8221; papar Yuyun.</p>



<p>Diakui Yuyun, kegiatan yang ditujukan ke seniman sepuh ini diharapkan mampu memacu mereka tetap berkreasi.</p>



<p>&#8220;Istilahnya begini, mereka cari pekerjaan sudah sangat sulit tapi mereka punya banyak karya yang bisa dijadikan seperti buku, film dan lainnya. Dan dari pemerintah bisa memberikan kontribusi ataupun royalti atas sepak terjang para senior kami dalam karya-karyanya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Menurut Yuyun para karya sesepuh seniman ini patut dibukukan dan didokumentasikan. &#8220;Supaya berguna bagi anak cucu, terutama di bidang pendidikan,&#8221; katanya. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135539</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Kini Miliki Pasar Kesenian Payung</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-kini-miliki-pasar-kesenian-payung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2021 08:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, bersama Karya Bumi Ngalam (Kabunga) meresmikan Pasar Payung Kutho Malang. Peresmian yang dihelat Sabtu (20/2) tadi, berlokasi di Kampung Wisata Payung, Jalan LA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing. &#8220;Hari ini kita diundang oleh Kabunga, untuk mewarnai kegiatan penempatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum </a>Kota Malang </strong> &#8211; Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, bersama Karya Bumi Ngalam (Kabunga) meresmikan Pasar Payung Kutho Malang.</p>



<p>Peresmian yang dihelat Sabtu (20/2) tadi, berlokasi di Kampung Wisata Payung, Jalan LA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing.</p>



<p>&#8220;Hari ini kita diundang oleh Kabunga, untuk mewarnai kegiatan penempatan Pasar Payung, di rumah sang maestro payung, Mbah Mun. Sebetulnya, 7 tahun yang lalu kita sudah menggagas hal ini, dan sekarang oleh Kabunga dibangkitkan kembali,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Di mata Ida, sosok Mbah Mun sendiri merupakan satu-satunya maestro payung di Indonesia dan memiliki hubungan erat dengan para pengrajin payung di Solo.</p>



<p>&#8220;Para seniman di Solo itu sangat membantu memperkuat keberadaan payungnya Mbah Mun. Ketika ada pameran dan Mbah Mun nggak mampu, mesti Solo yang support kita,&#8221; cerita Ida.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134386-sanggar-seni-kampung-adakan-pelatihan-seni-terapan-bertema-payung">Sanggar Seni Kampung Adakan Pelatihan Seni Terapan Bertema Payung</a></strong></p>



<p>Berkaitan dengan kegiatan yang difasilitasi oleh Kabunga ini, diharapkan Ida, mampu menjadi embrio pengembangan produksi kesenian payung di Kota Malang. Dirinya mencetuskan adanya kerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang untuk sosialisasi dan pemasarannya.</p>



<p>&#8220;Anak-anak sekolah diberikan workshop tentang kesenian payung. Kemudian, kita lombakan dan mungkin penilaian dari sisi kerapian payungnya. Setelah itu kita adakan suatu tari payung sehingga ini bisa berkembang. Karena kalau tidak seperti itu linknya, saya rasa akan stagnan hanya menunggu pesanan yang belum tentu intens penjualannya,&#8221; tegas Ida.</p>



<p>Ketua Kabunga, Yuyun Sulastri, mengatakan selanjutnya akan ada perkembangan bertahap tiap minggunya. Mulai dari pemasangan rak untuk display sampai dengan penyelenggaraan pemeran.</p>



<p>&#8220;Setiap minggu akan terus-menerus bertahap dan tempatnya akan terus di sini tidak akan berpindah. Mungkin pameran bisa diselenggarakan dimana-mana, tapi untuk lokasi Pasar Payung tetap disini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Wanita yang akrab disapa Yuyun itu menjelaskan, bahwa lokasi Pasar Payung, harus dekat dengan sang maestronya. Supaya ketika wisatawan yang datang ke Kota Malang, mereka tahu bahwa ada Pasar Payung yang selokasi dengan maestro.</p>



<p>&#8220;Kalau terbangun di tempat lain, misal di Dewan Kesenian Malang (DKM) atau di Dinas Kebudayaan nanti akan hilang maestronya. Kalau di sini mereka akan tahu proses pembuatannya,&#8221; tambah Yuyun.</p>



<p>Penjualan berbagai karya payung dan pernak-perniknya pun dilakukan secara offline dan online. Berbagai platform sosial media, seperti Instagram dan Bigo Live akan menjadi sarana penjualan online dengan harga yang beragam.</p>



<p>&#8220;Harganya macam-macam, untuk souvenir mulai Rp 10 ribu. Payung mbah Mun yang kertas seharga Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu, kalau lukis kombinasi dibandrol Rp 50 ribu sampai Rp 300 ribu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karya yang nampak terpajang di Pasar Payung, nantinya pun tak hanya buah tangan Mbah Mun saja. Pasalnya, seluruh warga kampung sudah mulai bisa membuat karya seni maupun pernak-pernik bertemakan payung. Seperti masker, gantungan kunci, bahkan sampai coklat berbentuk payung. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135074</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sanggar Seni Kampung Adakan Pelatihan Seni Terapan Bertema Payung</title>
		<link>https://memontum.com/sanggar-seni-kampung-adakan-pelatihan-seni-terapan-bertema-payung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2021 03:22:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Bumi Ngalam]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134386</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kabunga (Karya Bumi Ngalam), melalui Sanggar Seni Kampung adakan gerakan pelatihan untuk masyarakat. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis (11/02) besok itu, bertujuan untuk menguatkan program perkumpulan seni dan budaya Kabunga Group, yaitu Pasar Payung Kutho Malang. Baca: SE Wali Kota PPKM Skala Micro PKL Boleh Buka Hingga Pukul 00.00 &#8220;Program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum <a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Kota Malang</a></strong> &#8211; Kabunga (Karya Bumi Ngalam), melalui Sanggar Seni Kampung adakan gerakan pelatihan untuk masyarakat.</p>
<p>Kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis (11/02) besok itu, bertujuan untuk menguatkan program perkumpulan seni dan budaya Kabunga Group, yaitu Pasar Payung Kutho Malang.</p>
<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134287-se-wali-kota-ppkm-skala-micro-pkl-boleh-buka-hingga-pukul-00-00">SE Wali Kota PPKM Skala Micro PKL Boleh Buka Hingga Pukul 00.00</a></strong></p>
<p>&#8220;Program tersebut akan diselenggarakan secara online dan offline. Maka diadakan pelatihan beberapa seni terapan yang berhubungan dengan tema payung,&#8221; terang Ketua Kabunga, Yuyun Yulastri.</p>
<p>Di bulan Februari ini, akan diadakan tiga pelatihan. Di mana seminggu sekali pelatihan di lima kecamatan. Beberapa materi yang akan dibagikan, antara lain membuat souvenir payung berbahan perca.</p>
<p>&#8220;Lalu kita juga ajarkan untuk melukis masker dengan tema payung dan membuat tempat cincin hiasan payung,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pelatihan yang berada di co-working space Bunulrejo itu, membatasi kuota peserta maksimal 20 orang. Bagi peserta workshop, tidak ditarik biaya jika hasil karyanya diserahkan ke Kabunga .</p>
<p>Tapi jika dibawa pulang, maka dikenakan rata rata Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu, tergantung bahan yang digunakan.</p>
<p>Bidang Advokasi Kabunga, Yiyesta Ndaru Abadi, mengatakan bahwa peran serta pemerintah sangat diperlukan dalam mendukung program ini.</p>
<p>&#8220;Seperti menyediakan ruang untuk pelatihan dan mendukung informasi kepada masyarakat. Pasalnya, pelatihan diadakan di lima kecamatan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, menurutnya juga diperlukan kebijakan-kebijakan sehubungan dengan dukungan di pemasaran, dukungan perlindungan karya yang menunjang kearifan lokal.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134327-dapoer-bibuu-sajikan-sate-ayam-sambal-matah-dengan-potongan-daging-besar">Dapoer Bibuu, Sajikan Sate Ayam Sambal Matah dengan Potongan Daging Besar</a></strong></p>
<p>Seperti payung Mbah Mun, yang mengunakan tekhnologi tradisional perlu disosialisasi dengan pembuatan bentuk kekinian yang menguatkan kebudayaan yang dimiliki. &#8220;Hal tersebut sesuai UU Pemajuan Kebudayaan No 5 Tahun 2017,&#8221; singkatnya.</p>
<p>Sanggar seni kampung sendiri, selama setahun ini di 2021 akan melakukan pelatihan terus menerus seputar ornamen payung tradisional dan ornamen jaranan. Dengan melibatkan seniman profesional, namun loyalitas bergerak secara sosial demi kemajuan seni di Kota Malang di masa pandemi.<strong> (cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134386</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekda Wasto Kunjungi Pameran Hasil Karya Binaan Kabunga</title>
		<link>https://memontum.com/sekda-wasto-kunjungi-pameran-hasil-karya-binaan-kabunga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2020 08:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=130263</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang  &#8211; Karya Bumi Ngalam (Kabunga) mengadakan pameran sekaligus workhsop yang bertajuk &#8216;The Jaranan&#8217;. Menampilkan seluruh karya dari hasil binaan Kabunga, pameran digelar di Gedung DKM (Dewan Kesenian Malang), Jumat (18/12) tadi. Ada dua kecamatan yang selama dua bulan ini, dibimbing oleh Kabunga melalui Sanggar Seni Kampung. Kecamatan itu antara lain, Blimbing dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong> &#8211; Karya Bumi Ngalam (Kabunga) mengadakan pameran sekaligus workhsop yang bertajuk &#8216;The Jaranan&#8217;.</p>
<p>Menampilkan seluruh karya dari hasil binaan Kabunga, pameran digelar di Gedung DKM (Dewan Kesenian Malang), Jumat (18/12) tadi.</p>
<p>Ada dua kecamatan yang selama dua bulan ini, dibimbing oleh Kabunga melalui Sanggar Seni Kampung. Kecamatan itu antara lain, Blimbing dan Klojen. Ke dua kecamatan itu, dibimbing untuk membuat berbagai kreatifitas selama seminggu sekali.</p>
<p>&#8220;Kita ajarkan glass painting, menulis dan membatik payung, membuat kostum karnaval, serta desain batik ciri khas masing-masing. Jadi kita bagian penerapannya,&#8221; terang Ketua Kabunga, Yuyun Sulastri.</p>
<p>Sejatinya, Sanggar Seni Kampung ini melengkapi sanggar-sanggar yang sudah ada. Dana untuk penyelenggaraan workshop dan pelatihan, berasal dari swadaya.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, peserta cukup terbatas. Maksimal hanya 30 orang atau peserta. Selain karena dana, juga menyesuaikan kondisi pandemi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Yuyun menambahkan, bahwa sangat ingin mengembangkan ekonomi kreatif berbasis seni yang nantinya bisa berkembang menjadi UMKM.</p>
<p>&#8220;Kami Kabunga melalui Sanggar Seni Kampung menjemput bola, kita datang ke masyarakat memberi pelatihan secara gratis. Namun kedepannya, kami ingin bekerja sama dengan berbagai Dinas untuk membantu kami dalam program ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekda Kota Malang, Wasto, menyempatkan diri menyambangi Gedung DKM (Dewan Kesenian Malang), untuk melihat serangkaian acara pameran.</p>
<p>Menurutnya, sentuhan kesabaran para pembuat karya seni tercermin dari hasil buah tangan yang terpajang. Dirinya pun berharap, kedepannya produk seniman ini bisa mengarah ke UMKM.</p>
<p>&#8220;Katakanlah seperti batik, yang mereka buat dengan ciri khas masing-masing wilayah. Kita bantu uruskan ijinnya. Terlebih masalah Haki (Hak Kekayaan Intelektual), supaya bisa legal dan lebih diterima pasar,&#8221; terang Wasto yang juga turut mendukung penuh pengembangan UMKM. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130263</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
