<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kalangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kalangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Mar 2026 13:03:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kalangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan dan Masalah Sosial, Pemkab Jember Gandeng Kalangan Pesantren</title>
		<link>https://memontum.com/akselerasi-penanggulangan-kemiskinan-dan-masalah-sosial-pemkab-jember-gandeng-kalangan-pesantren</link>
					<comments>https://memontum.com/akselerasi-penanggulangan-kemiskinan-dan-masalah-sosial-pemkab-jember-gandeng-kalangan-pesantren#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akselerasi]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penanggulangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231020</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menginisiasi sebuah langkah diplomasi sektoral strategis dengan merangkul tokoh-tokoh kunci dari kalangan pesantren. Salah satunya, dengan menyelenggarakan silaturahmi dan sahur bersama jajaran kyai, gus serta lora dari seluruh penjuru Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/03/2026) tadi. Pertemuan ini, bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sebuah forum konsolidasi kebijakan publik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menginisiasi sebuah langkah diplomasi sektoral strategis dengan merangkul tokoh-tokoh kunci dari kalangan pesantren. Salah satunya, dengan menyelenggarakan silaturahmi dan sahur bersama jajaran kyai, gus serta lora dari seluruh penjuru Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/03/2026) tadi.</p>



<p>Pertemuan ini, bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sebuah forum konsolidasi kebijakan publik yang bertujuan mengurai persoalan krusial di daerah melalui pendekatan berbasis komunitas religi. Langkah ini, sebagai upaya memperkuat struktur sosial dan ekonomi di wilayah Kabupaten Jember.</p>



<p>Dalam pemaparannya, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, menekankan bahwa pemerintah daerah memerlukan mitra yang memiliki pengaruh akar rumput (grassroots) yang kuat. Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, melainkan episentrum perubahan sosial.</p>



<p>Oleh karena itu, Pemkab Jember berencana membentuk Forum Komunikasi Khusus yang bersifat terstruktur. Rantai komando forum ini, direncanakan akan dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) di tingkat kabupaten, yang kemudian akan terintegrasi secara vertikal hingga ke tingkat kecamatan melalui koordinasi dengan para camat di 31 kecamatan di Jember.</p>



<p>Fokus utama dari sinergi ini, lanjutnya, adalah penanganan kemiskinan yang menurut data statistik masih terkonsentrasi di wilayah pedesaan. Dengan melibatkan tokoh agama, diharapkan mampu menjadi kunci untuk menggerakkan roda ekonomi desa. Sementara santri dan lembaga pesantren, diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui program-program pemberdayaan yang disinkronkan dengan kebijakan pemerintah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain aspek ekonomi, isu kesehatan masyarakat menjadi agenda prioritas dalam forum ini. &#8220;Jember masih menghadapi tantangan besar terkait tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta prevalensi stunting,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Gus Fawait menginstruksikan, agar pesantren menjadi garda terdepan dalam sosialisasi kesehatan dan gizi. &#8220;Edukasi mengenai kesiapan rumah tangga bagi para santri sebelum lulus, menjadi langkah preventif untuk menekan angka pernikahan dini, yang selama ini diidentifikasi sebagai salah satu akar penyebab tingginya angka kemiskinan dan masalah kesehatan reproduksi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Bupati Fawait juga menyoroti, mengenai aspek peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui penyelarasan dengan program nasional terkait SMK Global, lulusan pesantren diharapkan tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan industri global. Hal ini penting, agar santri Jember memiliki daya saing tinggi di pasar kerja internasional.</p>



<p>Secara makroekonomi, Gus Fawait melihat potensi Jember sebagai destinasi pendidikan pesantren nasional. &#8220;Jika Jember mampu menarik lebih banyak santri dari luar daerah, maka hal ini secara otomatis akan memicu peningkatan perputaran uang di masyarakat serta menarik lebih banyak alokasi anggaran dari pemerintah pusat ke daerah,&#8221; urainya.</p>



<p>Strategi ini, diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat Jember secara keseluruhan. Penutupan acara ini, ditandai dengan komitmen bersama bahwa pengentasan kemiskinan adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan paduan antara kebijakan formal pemerintah dan pengaruh kultural pesantren. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/akselerasi-penanggulangan-kemiskinan-dan-masalah-sosial-pemkab-jember-gandeng-kalangan-pesantren/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231020</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini Alasan Kenapa Kalangan Milenial Harus Pilih Bunda Indah dan Mas Yudha di Pilkada Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/ini-alasan-kenapa-kalangan-milenial-harus-pilih-bunda-indah-dan-mas-yudha-di-pilkada-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa?]]></category>
		<category><![CDATA[milenial]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Gedung Soedjono di Jalan Alun-alun Selatan Kelurahan Ditotrunan Lumajang, bakal menjadi sarana &#8216;Digital Center&#8217; pusat inovasi daerah Pemerintah Daerah (Pemkab) Lumajang. Wacana itu disiapkan, jika pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Bunda Indah dan Mas Yudha, terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lumajang periode 2024 &#8211; 2029 di Pilkada 27 November mendatang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Gedung Soedjono di Jalan Alun-alun Selatan Kelurahan Ditotrunan Lumajang, bakal menjadi sarana &#8216;Digital Center&#8217; pusat inovasi daerah Pemerintah Daerah (Pemkab) Lumajang. Wacana itu disiapkan, jika pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Bunda Indah dan Mas Yudha, terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lumajang periode 2024 &#8211; 2029 di Pilkada 27 November mendatang.</p>



<p>Inovasi itu sengaja digagas, untuk mendongkrak produk usaha di Kabupaten Lumajang, agar bisa dikenal hingga kancah internasional. Termasuk, menampung sejumlah pemikiran generasi milenial.</p>



<p>Bunda Indah, Calon Bupati Lumajang, mengungkapkan bahwa inovasi itu terbuka lebar bagi semua kalangan. Terlebih kalangan muda-mudi, yang diharapkan bisa menjadi wadah dalam menampung dan mengembangkan usaha baru serta ide-ide kreatif.</p>



<p>&#8220;Pusat inovasi atau digital center nantinya merupakan sumber inovasi dari seluruh sektor, seluruh kalangan baik itu anak-anak sekolah, anak muda atau milenial, pengusaha kecil hingga pengusaha besar. Termasuk, apakah itu di dalamnya usaha bidang pertanian (secara luas ya), UMKM, properti, pokoknya semua sektor. Dimana sumberdaya ini, tujuannya bisa melakukan inovasi di pusat digital yang terarah,&#8221; kata Bunda Indah, Minggu (27/10/2024) tadi.</p>



<p>Calon Bupati Lumajang ini berkomitmen, yakni mendongkrak perekonomian Lumajang, memperkuat pondasi berbasis teknologi hingga mengikuti perkembangan jaman untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di waktu yang sama, tim pemenangan Bunda Indah dan Mas Yudha, Agus Setiawan, menambahkan bahwa pihaknya siap merangkul dan memberikan bimbingan kepada generasi milenial. Sehingga, dengan sarana dan prasarana yang nantinya disiapkan, akan bisa lebih terarah.</p>



<p>&#8220;Kesempatan ini perlu kita rengkuh bersama-sama. Jadi nanti, teman-teman, anak muda bisa datang ke Gedung Soedjono melakukan pengembangan melalui sistem digital,&#8221; ungkap Agus.</p>



<p>Menariknya, selain menjadi ladang pengembangan usaha berbasis digital, wirausaha juga bakal berkesempatan memperoleh bantuan modal. &#8220;Misalkan ada kelompok pemuda sudah punya aplikasi, sudah punya tim tapi tidak punya modal, itu nanti bisa dibantu. Ada bantuan modal, terutama untuk pengusaha baru ya, wirausaha baru itu perlu support dari pemerintah,&#8221; imbuh Agus, pria yang kerap disapa Samco.</p>



<p>Lebih-lebih, meneruskan terobosan Bunda Indah, Samco mengutarakan pusat inovasi digital di Gedung Soedjono nantinya bakal dikemas ramah. Tidak kaku dan terlalu birokrasi, karena bertujuan agar pelaku usaha bisa krasan dan mengembangkan.</p>



<p>&#8220;Nanti bakal dikemas dengan nuansa milenial. Soal perkopian di Lumajang, nanti bakal diimbangi dengan inovasi teknologi supaya teman-teman bisa memasarkan produk usaha pertanian ke dunia internasional. Jangan lupa, nanti Gedung Soedjono akan dijadikan oleh Bunda Yudha dan Mas Yudha sebagai digital center pusat inovasi daerah,&#8221; papar Samco. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Bullying di Kalangan Pelajar, Satpol PP Lumajang Luncurkan Program Ayo Main ke Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-bullying-di-kalangan-pelajar-satpol-pp-lumajang-luncurkan-program-ayo-main-ke-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2024 14:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215745</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang meluncurkan program inovatif bertajuk &#8216;Satpol PP Ayo Main ke Sekolah&#8217;. Melalui program ini, diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya kenakalan remaja dan bullying. “Program ini bertujuan untuk mendekatkan Satpol PP kepada pelajar serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dan lingkungan,” kata Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang meluncurkan program inovatif bertajuk &#8216;Satpol PP Ayo Main ke Sekolah&#8217;. Melalui program ini, diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya kenakalan remaja dan bullying.</p>



<p>“Program ini bertujuan untuk mendekatkan Satpol PP kepada pelajar serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dan lingkungan,” kata Kepala Seksi Penyuluhan Masyarakat Satpol PP Lumajang, Sukardi, Selasa (22/10/2024) tadi.</p>



<p>Sukardi menambahkan, bahwa inisiatif tersebut dilatar belakangi oleh meningkatnya kasus kenakalan remaja di kalangan siswa. “Dengan program ini, kami ingin mengedukasi siswa tentang dampak negatif dari perilaku menyimpang dan bullying, serta cara untuk mencegahnya,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam program tersebut, Tim Satpol PP akan mengunjungi berbagai sekolah di Kabupaten Lumajang, untuk mengadakan sosialisasi dan diskusi interaktif. Melalui pendekatan yang humanis, diharapkan dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi siswa untuk berbagi pengalaman dan bertanya tentang isu-isu yang mereka hadapi di sekolah.</p>



<p>“Kami ingin para siswa tidak hanya memahami bahaya kenakalan remaja, tetapi juga memiliki keberanian untuk melapor jika mereka atau teman-teman mereka menjadi korban bullying,” terangnya.</p>



<p>Dengan peluncuran Program Satpol PP Ayo Main ke Sekolah, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran di kalangan pelajar. &#8220;Menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang dan fokus pada masa depan,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215745</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua DPC Gerindra Kota Malang Berharap Calon Pasangan Wahyu Hidayat dari Kalangan Milenial</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-dpc-gerindra-kota-malang-berharap-calon-pasangan-wahyu-hidayat-dari-kalangan-milenial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[milenial]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213340</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Siapa bakal calon pasangan mantan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam Pilkada Kota Malang 27 November nanti, terus mendapat perhatian. Salah satunya, muncul dari Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto. Sebagai partai pengusung Wahyu Hidayat maju di Pilkada Kota Malang, Moreno berharap agar pasangannya nanti dapat menggandeng sosok milenial. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Siapa bakal calon pasangan mantan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam Pilkada Kota Malang 27 November nanti, terus mendapat perhatian. Salah satunya, muncul dari Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto.</p>



<p>Sebagai partai pengusung Wahyu Hidayat maju di Pilkada Kota Malang, Moreno berharap agar pasangannya nanti dapat menggandeng sosok milenial. Meskipun, di satu sisi bahwa nama-nama yang akan diusung menjadi wakil dari Wahyu, masih dalam tahap pembahasan. Termasuk, nama Ali Mutohirin dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang masih belum dapat dipastikan.</p>



<p>“Untuk wakilnya masih terus kita godok. Belum pasti Ali Mutohirin. Tapi kalau Pak Wahyu Hidayat sudah pasti, karena rekomendasi sudah dibeliau,” kata Moreno.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa sampai dengan saat ini sudah ada tiga partai politik yang sudah merapat. Diantaranya, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Kesejahteraan Sosial (PKS).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sekarang kita menuju empat partai. Insyaallah, ada komunikasi hari ini juga dengan partai non parlemen,” tambahnya.</p>



<p>Mengenai Koalisi Indonesia Maju (KIM), dikatakannya bahwa Gerindra tetap terbuka dengan siapa saja dan tidak harus mutlak. Karena, tidak bisa memaksakan strateginya masing-masing.</p>



<p>“Baik dari KIM ataupun dari luar KIM, tidak masalah. Kita harus cair, yang terpenting kita bisa mengadopsi aspirasi masyarakat dengan baik,” terangnya.</p>



<p>Diakhir, Moreno juga mengungkapkan bahwa di Kota Malang ada kekhususan dengan mengusung nama Wahyu Hidayat. Termasuk, dinamika politik di berbagai wilayah juga berbeda-beda. “Tarik menarik bagaimana kepentingan dan aspirasi dari partai lain sudah biasa. Alhamdulillah, komunikasi kami dengan partai lain tetap baik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213340</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Bela Negara Ke-75 dan Hari Ibu Ke 95, Pj Wali Kota Malang Ajak Semua Kalangan Berperan Aktif</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-bela-negara-ke-75-dan-hari-ibu-ke-95-pj-wali-kota-malang-ajak-semua-kalangan-berperan-aktif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2023 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berperan]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203641</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Hari Bela Negara ke-75 dan Hari Ibu ke-95 tahun 2023, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didapuk menjadi inspektur upacara di Halaman Balai Kota Malang, Jumat (22/12/2023) tadi. Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu, menyampaikan bahwa peringatan Hari Bela Negara dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Hari Bela Negara ke-75 dan Hari Ibu ke-95 tahun 2023, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didapuk menjadi inspektur upacara di Halaman Balai Kota Malang, Jumat (22/12/2023) tadi.</p>



<p>Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu, menyampaikan bahwa peringatan Hari Bela Negara dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa membela negara itu bukan hanya kewajiban pemerintah saja, namun semua kalangan. &#8220;Semua kalangan sama-sama mempunyai tanggung jawab yang sama untuk membela negara. Jadi intinya, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, kan selama ini membela atau mengamankan negara dianggap bahwa itu tugasnya TNI/Polri,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Terlebih, lanjutnya, saat ini juga dihadapkan dengan dinamika perkembangan situasi yang kian kompleks, terus berubah dan sulit diprediksi. Seperti Pandemi Covid-19, konstelasi Geopolitik-Ekonomi Global, revolusi teknologi, krisis iklim yang membawa dampak risiko maupun ancaman stabilitas.</p>



<p>“Tentu ini sebagai bagian dari wawasan kebangsaan. Kita bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita tidak ingin ada gejala-gejala yang merongrong bangsa kita. Jadi, ini menjadi pengingat kita bahwa kita punya tanggung jawab yang sama. Integrasi ini tidak boleh terpecah, kita tetap NKRI,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut disampaikan, dalam peringatan Hari Ibu, tentunya itu bukan hanya sebagai perayaan peran perempuan dalam lingkup keluarga. Namun, jauh daripada itu. Perempuan adalah agen perubahan yang aktif berkontribusi dalam setiap perubahan dan dinamika kemajuan bangsa.</p>



<p>“Perempuan tentu mempunyai peranan penting dan membawa perubahan positif, serta merangsang semangat revolusi yang membantu mencapai tujuan pembangunan. Ini juga sebuah momen agar perempuan dapat mengembangkan kapasitas perannya untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, ide untuk kemajuan bangsa,” imbuhnya.</p>



<p>Dalam pantauan Memontum.com saat di lapangan, pada peringatan tersebut diikuti oleh para peserta kaum perempuan dari kalangan PKK, Dharma Wanita, hingga perempuan tani. Bahkan, komandan upacara juga dipimpin oleh perempuan, yakni Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Pemkot Malang, Yuyun Nanik Ekowati.</p>



<p>Sebagai informasi, seusai dilakukan upacara peringatan tersebut, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyalurkan beberapa bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Baznas Kota Malang. Seperti bantuan seragam sekolah, bantuan hidup lansia, bantuan kesehatan, bantuan bedah rumah hingga bantuan gerobak jualan. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203641</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Tingginya Penyakit Mata di Kalangan Pelajar, Pemkab Probolinggo Siap Lanjutkan Program I-SEE</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-tingginya-penyakit-mata-di-kalangan-pelajar-pemkab-probolinggo-siap-lanjutkan-program-i-see</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2023 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[tingginya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202854</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tidak ingin Program Inclusive for Effectif Eye Care (I-SEE), berakhir begitu saja, Yayasan Paramitra Indonesia, menggandeng stakeholder terkait di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya, untuk merumuskan dan mengevaluasi langkah-langkah penanggulangan gangguan pengelihatan menjelang closing Program I-SEE Direktur Paramitra Indonesia, Asiah Sugianti, menjelaskan bahwa Program I-SEE sudah berjalan dengan baik selama enam tahun ini. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Tidak ingin Program Inclusive for Effectif Eye Care (I-SEE), berakhir begitu saja, Yayasan Paramitra Indonesia, menggandeng stakeholder terkait di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya, untuk merumuskan dan mengevaluasi langkah-langkah penanggulangan gangguan pengelihatan menjelang closing Program I-SEE</p>



<p>Direktur Paramitra Indonesia, Asiah Sugianti, menjelaskan bahwa Program I-SEE sudah berjalan dengan baik selama enam tahun ini. Termasuk, pemberian bantuan kaca mata kepada masyarakat terutama bagi pelajar.</p>



<p>“Kami tidak ingin program yang seperti ini, hilang begitu saja. Selama enam tahun program I-SEE berjalan dan kami telah memberikan bantuan kaca mata kepada siswa SMP/MTs yang mempunyai gangguan pengelihatan,&#8221; ujarnya, Selasa (05/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kini, pihaknya akan berfokus pada kegiatan pasca closing Program I-SEE. &#8220;Namun, menyadari bahwa penutupan program berpotensi menghentikan bantuan tersebut, kami kini berfokus merancang kegiatan pasca closing program,” kata Asiah.</p>



<p>Oleh karena itu, Yayasan Paramitra Indonesia mengajak Dinas PMD, Dinkes, Dispendik, Kemenag, Komite Mata Daerah dan Puskesmas, untuk membahas rancangan kegiatan ke depannya. Pihaknya juga ingin memastikan, bahwa dampak positif yang telah dicapai selama program I-SEE, tetap berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>



<p>Selain itu, ujarnya, juga sudah ada payung hukum berupa Perbup No 49 tentang Penanggulangan Gangguan Pengelihatan (PGP). Ini menjadi landasan hukum yang kuat untuk melanjutkan program ini.</p>



<p>Meskipun Program I-SEE akan berakhir, Yayasan Paramitra Indonesia yakin bahwa dengan kolaborasi yang baik, Pemerintah Kabupaten Probolinggo dapat menciptakan solusi berkelanjutan untuk masalah kesehatan pengelihatan di masyarakat. Terbukti, dengan terbentuknya sembilan desa sehat mata, yakni di Desa Sekarkare, Dungon, Bulang, Karanganyar, Randujalak, Kertonegoro, Tarokan, Liprak kulon dan Betek taman.</p>



<p>Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap berkomitmen untuk melanjutkan program yang sudah berjalan selama enam tahun ini. “Ini kepentingan untuk beban masyarakat terkait gangguan pengelihatan. Apapun yang diprogramkan, kami akan berusaha untuk mengawal OPD yang punya kewajiban untuk melanjutkan program seperti itu,” kata Heri.</p>



<p>Dirinya juga mendorong, agar program ini untuk bisa berjalan di tingkat desa. Hal itu, karena desa punya penganggaran yang bisa membantu masyarakatnya terkait gangguan pengelihatan.</p>



<p>“Jika di desa, nanti bebannya terlalu banyak karena membantu penderita gangguan pengelihatan di masyarakat, maka kami akan berusaha tangani di level kabupaten. Kami juga melalui PMI secara rutin melakukan operasi katarak setiap tahunnya,” tambahnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202854</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan PTM di Kalangan Muda, Dinkes Kota Probolinggo Gelar Koordinasi dan Pendampingan Germas</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-ptm-di-kalangan-muda-dinkes-kota-probolinggo-gelar-koordinasi-dan-pendampingan-germas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 11:04:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[germas]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199004</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tingginya angka pengidap penyakit tidak menular (PTM) yang berasal dari kalangan muda, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) PPKB Kota Probolinggo, merasa khawatir. Karena itu, dengan menggandeng Pemprov Jatim, Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, mengadakan Koordinasi dan Pendampingan Pelaksanaan Implementasi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Hadir sebagai nara sumber, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Ninik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Tingginya angka pengidap penyakit tidak menular (PTM) yang berasal dari kalangan muda, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) PPKB Kota Probolinggo, merasa khawatir. Karena itu, dengan menggandeng Pemprov Jatim, Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, mengadakan Koordinasi dan Pendampingan Pelaksanaan Implementasi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).</p>



<p>Hadir sebagai nara sumber, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Ninik Ira Wibawati dan Kabid PPM Kesra pada Bappeda Litbang Kota Probolinggo, Umar Hidayat. Dalam seremonial pembukaan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr Nurul Hasanah Hidayati, mengatakan bahwa Germas ini erat kaitannya dengan gaya hidup. Karena itu, dibutuhkan banyak orang untuk mengkampanyekan Germas kembali.</p>



<p>“Karena itu, kami membentuk Tim Germas Kota Probolinggo yang diketuai oleh Ibu Sekda,” ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa setiap anggota tim diharapkan dapat berperan sesuai tugasnya masing-masing. ”Saat ini, semakin banyak anak muda yang menderita PTM (Penyakit Tidak Menular). Seperti diabetes melitus, yang kebanyakan diidap anak muda. Jantung dan stroke juga. Karena itu, diperlukan langkah preventif agar penyakit tidak menular ini tidak menimpa lebih banyak orang,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Sekda Kota Probolinggo, drg Ninik Ira Wibawati, dalam paparannya mengatakan bahwa program Germas ini sudah dinaungi dasar hukum, Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017. &#8220;Pelayanan kesehatan saat ini menuju cakupan kesehatan semesta, terutama penguatan pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi,” ujar Sekda Ninik.</p>



<p>Karena itu, dirinya pun meminta setiap pihak yang datang pada acara tersebut, dapat membantu mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat mengubah pola hidup mereka melalui Germas. “Harapannya, kita bisa mendukung di masyarakat jika selama ini mungkin masyarakat kurang olah raga atau tidak olah raga setiap hari. Acara ini semoga bisa memotivasi agar rajin olah raga. Karena olah raga itu kegunaannya untuk diri sendiri,” jelasnya.</p>



<p>Dirinya pun meminta tim dari Puskesmas, tim penggerak PKK, pihak kecamatan, kelurahan hingga posyandu, untuk terus menerus mensosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat ini. “Ayo diawali kembali senam pagi sebelum memulai pekerjaan dan di tengah-tengah hari melakukan relaksasi. Kita ini kan capek bisa melakukan peregangan kalau misalnya kerja di kantor,” ujarnya.</p>



<p>Sekda Ninik pun kemudian menceritakan bagaimana banyak orang yang melakukan terapi kumkum di Pantai Mayangan menginginkan sembuh seperti sedia kala. “Apa yang mereka katakan, sering saya renungkan. Katanya, kalau penyakit sudah masuk ke badan, susah keluarnya (susah sembuh, Red). Makanya sebelum penyakit masuk harus kita cegah. Salah satunya dengan makan dengan gizi seimbang dan perbanyak aktivitas,” paparnya. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199004</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
