<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kali Jompo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kali-jompo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Apr 2020 09:55:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kali Jompo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Desakan Ekonomi Dampak Corona, 9 Warga Jadi Pencuri Besi Bekas Bencana Jompo</title>
		<link>https://memontum.com/desakan-ekonomi-dampak-corona-9-warga-jadi-pencuri-besi-bekas-bencana-jompo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2020 09:55:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Jompo]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=111025</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Terkadang karena tekanan ( tuntutan) ekonomi, masyarakat tidak memikirkan keselamatan diri sendiri, dia nekat melakukan hal &#8211; hal yang merugikan diri sendiri, seperti terjadi pada 9 orang pencuri besi yang tertangkap di lokasi Karya Bakti ambruknya pertokoan jompo yang terletaj di jalan Sultan Agung kabupaten Jember, Sabtu (4/4/2020) siang. Mereka, ditemukan petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Terkadang karena tekanan ( tuntutan) ekonomi, masyarakat tidak memikirkan keselamatan diri sendiri, dia nekat melakukan hal &#8211; hal yang merugikan diri sendiri, seperti terjadi pada 9 orang pencuri besi yang tertangkap di lokasi Karya Bakti ambruknya pertokoan jompo yang terletaj di jalan Sultan Agung kabupaten Jember, Sabtu (4/4/2020) siang.</p>
<p>Mereka, ditemukan petugas (tertangkap basah) mencuri atau mengambil besi dari reruntuhan ambruknya pertokoan Jompo di kolong Jembatan dengan merusak bangunan, tentunya tindakan tersebut akan membahayakan diri sendiri dan bahkan orang lain.</p>
<p>Kesembilan orang tersebut di antaranya M. Salam (35), Dedy Setyawan (24), Sucipto (42), Sunarto (42), Adi Mulyono (32), M.Harun (21), Joko (26), Kevin Wahyudi (18) dan Eriyan Santoso (49), kesemuanya adalah Warga jalan KH Sidiq, Lingkungan Talangsari, Kelurahan, Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, mereka, diamankan di kelurahan setempat.</p>
<p>Yoyok Sulistyono, Lurah Jember Kidul memberi arahan, jika apa yang dilakukan ini melanggar aturan hukum, apalagi, lokasi yang kalian ambil ini milik negara dan sudah dijaga oleh TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan relawan, Dia menilai, apa yang dilakukan warganya berdampak kepada pembangunan jember.</p>
<p>“Mereka beralasan mencari besi rongsokan, tapi apa yang hendak diambil di bawah kolong jembatan tempat ambrolnya ruko Kali Jompo, sangat berbahaya untuk dirinya sendiri dan membahayakan orang lain,” ujar Yoyok Minggu (5/4/2020) siang melalui teleponnya.</p>
<p>Yoyok berharap, agar warganya tidak melakukan perbuatannya lagi, karena bila masih dilakukan, maka akan berurusan dengan hukum.</p>
<p>Anggota TNI berkoordinasi dengan Komandan kodim 0824 Jember, Letkol Inf La Ode M Nurdin sebagai pemegang tongkat komando penanganan Ambruknya pertokoan Jompo, mantan Dandim Surabaya timur ini, memerintahkan agar sembilan pencuri itu dilepas, dengan konsekuensi tidak mengulangi lagi.</p>
<p>&#8220;Memang saya perintahkan anggota untuk menyelidiki, siapa yang sering mencuri besi diarea bekas pertokoan jompo, setidaknya, memberikan efek jera pelaku,&#8221; terang La Ode. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111025</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalan Nasional Jember Ditutup Sebulan, Korlantas Polri Tinjau Lokasi</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-nasional-jember-ditutup-sebulan-korlantas-polri-tinjau-lokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 11:22:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Ambles]]></category>
		<category><![CDATA[jalan ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Jompo]]></category>
		<category><![CDATA[Korlantas Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107719-jalan-nasional-jember-ditutup-sebulan-korlantas-polri-tinjau-lokasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pasca ditutupnya jalan nasional di Jalan Raya Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember akibat ambruknya beberapa pertokoan di bantaran sungai kali jompo, Selasa (3/3/2020) sore, Kasi Jianrek Sub bid Jemenopsrek Sub Ditkamsel Korlantas Polri, AKBP Moch Risya Mustario meninjau langsung lokasi bencana. Korlantas yang akrab disapa Risya ini mengaku, perihal seberapa lama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pasca ditutupnya jalan nasional di Jalan Raya Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember akibat ambruknya beberapa pertokoan di bantaran sungai kali jompo, Selasa (3/3/2020) sore, Kasi Jianrek Sub bid Jemenopsrek Sub Ditkamsel Korlantas Polri, AKBP Moch Risya Mustario meninjau langsung lokasi bencana.</p>
<p>Korlantas yang akrab disapa Risya ini mengaku, perihal seberapa lama penutupan jalan raya pihaknya telah mendapat penjelasan dari Kabag Ops Polres Jember Kompol Idham dan Baur Diklantas Polres mewakili Kasat Lantas, bahwa akan dilakukan rekayasa jalan atau pengalihan jalan ke Jalan Hos Cokroaminoto dan Jalan Samanhudi, selama sebulan penuh.</p>
<p>“Agar proses merobohkan bangunan yang masih tersisa dibantaran sungai kalijompo dan perbaikan serta normalisasi kembali sungai cepat terselesaikan sedangkan untuk jalan raya yang berada di wilayah bencana tidak boleh dilalui kendaraan (ditutup total), karena dapat membahayakan pengendara, &#8221; terangnya.</p>
<p>Ke depan lanjut Risya, setelah semua proses itu dilakukan, menimbang arus lalu lintas di Kabupaten Jember yang semakin padat, dimungkinkan untuk jalur nasional, bisa dirubah menjadi dua arah.</p>
<p><strong>BACA : </strong><a href="https://jember.memontum.com/2153-jalan-ambles-9-ruko-jompo-di-jember-ambruk" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Jalan Ambles, 9 Ruko di Pertokoan Jompo Jember Ambruk</a></p>
<p>&#8220;Jika dulunya one way, nanti akan dilakukan komunikasi lebih lanjut dengan forum lalu lintas dan Forkopimda bagusnya gimana, apakah dimungkinkan untuk dirubah 2 arah atau rekayasa lalu lintas lain, ” jelasnya.</p>
<p>Diketahui, pasca bencana ambruknya jalan akibat tergerus aliran sungai Jompo, kini telah dilakukan proses pembersihan dan relokasi Jalan di jalan raya Sultan Agung bersama jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII serta TNI dan Polri serta unsur – unsur lainnya. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107719</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasca Ambruknya Ruko Jompo, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa Tinjau Lokasi</title>
		<link>https://memontum.com/pasca-ambruknya-ruko-jompo-gubernur-jatim-khofifah-indar-parawangsa-tinjau-lokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2020 12:12:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Jompo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107605-pasca-ambruknya-ruko-jompo-gubernur-jatim-khofifah-indar-parawangsa-tinjau-lokasi</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Pasca kejadian Ambruknya 10 ruko Jompo yang terjadi Senin pagi sekitar 04.30, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawangsa didampingi Bupati Jember dr Hj Faida MMr dan Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Selasa ( 3/2/2020) sekitar pukul 01.00, meninjau langsung lokasi bencana yang ada di bantaran sungai “ [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Pasca kejadian Ambruknya 10 ruko Jompo yang terjadi Senin pagi sekitar 04.30, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawangsa didampingi Bupati Jember dr Hj Faida MMr dan Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Selasa ( 3/2/2020) sekitar pukul 01.00, meninjau langsung lokasi bencana yang ada di bantaran sungai “ kalijompo” tepatnya di jalan raya sultan agung kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.</p>
<p>Kedatangan Gubernur bertujuan tersebut untuk memastikan kebutuhan dan bantuan yang akan diberikan pada Pemerintah Kabupaten Jember, untuk percepatan pembongkaran Ruko yang terdampak longsor dan pembersihan puing &#8211; puing bangunan yang berada di badan sungai kaliJompo agar tidak terjadi resiko yang lebih besar, mengingat di musim penghujan dan cuaca ekstrim saat ini, sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar bantaran sungai.</p>
<p>Khofifah mengatakan, rombongan dari Pemerintah Propensi Jawa timur terdiri dari Bina Marga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).</p>
<p>&#8220;Kita lakukan koordinasi secara serempak, seiring dengan dampak banjir yang cukup banyak yakni sejumlah 1500 KK,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara, untuk logistic tanggap darurat banjir Gubernur Perempuan ini menerangkan, pihaknya telah menyediakan seperti Bronjong dan pada saat yang bersamaan ada permintaan dari PDAM Jember, terkait penyempitan pipa besar milik PDAM yang mengalirkan ke 3000 pelanggan yang ada kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.</p>
<p>“Kita akan menghitung kebutuhan untuk percepatan, supaya seiring dengan ihtiar percepatan pembongkaran dan pembersihan apa yang sudah dilakukan semuanya, seiring tanggap darurat bagi Masyarakat yang terdampak dilakukan layanan,” terang Khofifah.</p>
<p>Bupati Jember dr Hj Faida MMR mendampingi Gubernur menjelaskan, bangunan yang terdampak ada 10 banguna ruko dan beberapa ruko yang masih berdiri diareal, berpotensi ambruk yang rencananya akan dirobohkan dan soal teknis pihaknya mengatakan bahwa telah berunding dengan Pusat dan Tim dari Propensi Jawa Timur.</p>
<p>”Teknisnya yakni merobohkan bangunan ruko mulai dari ruko nomor 11 sampai ke ruko 31 kearah jalan raya, namun demikian masih ada resiko pada pelaksanaannya, bisa roboh kebadan sungai dan 9 rumah penduduk diseberang yang posisi dibawah, ” jelasnya.</p>
<p>Sejumlah alat berat telah di sediakan atau sudah berada di Jember seperti eksafator sebanyak 3 unit dan Briker (alat pemecah batu) sebanyak 2 unit 1 Briker dari kabupaten jember 1 unit dan dari propensi 1 unit serta 1 unit Crein dari pusat, untuk mengangkat puing &#8211; puing bangunan keatas, namun sebelum merobohkan kata Bupati, terlebih dahulu pihaknya focus pada penyelesaian pembersihan reruntuhan.</p>
<p>Diketahui, sejak pagi pemerintah kabupaten Jember telah menurunkan 5 alat berat yang bekerja sejak pagi hingga pukul 22.00 dan untuk mempercepat pengakutan bongkahan bangunan reruntuhan yang sudah di pecah – pecah dan menaikan sisa bangunan yang ada di badan sungai Jompo dengan menggunakan Dump truk sejumlah 6 Unit.</p>
<p>“Hari ini kita harus melakukan proses percepatan untuk pembongkaran dan pembersihan puing -puing bangunan yang berada di palung sungai kalijompo dan akhirnya jalan raya sultan agung ini harus ditutup sementara sampai proses pembersihan dan pembongkaran selesai, &#8221; paparnya.</p>
<p>Bupati perempuan pertama di kabupaten Jember mengatakan, Proses penyelesaian bisa dilakukan dengan integrative antara Tim dari Pemkab Jember dan Tim dari Pemprop Jatim serta Pusat, karena kewenangan yang berbeda diantaranya bangunan ruko dalam kewenangan Pemkab jember sementara sungai dalam kewenangan Pemprop jatim dan jalan Nasional adalah kewenangan Pusat.</p>
<p>“Proses untuk mengkoordinasikan ini harus dilakukan karena tidak ada masalah sama sekali, sehingga masyarakat Jember bisa memberikan pemakluman dan jalan sultan agung ini untuk sementara untuk ditutup untuk menjaga keamanan dan semua ini sudah dikoordinasikan dengan polres dan Pemprop, &#8221; tuturnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://jember.memontum.com/2171-pertokoan-jompo-ambruk-wewenang-penanggulangan-siapa" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Pertokoan Jompo Ambruk, Wewenang Penanggulangan Siapa?</a></p>
<p>Sementara itu Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin mengatakan terkait bencana Ambruknya ruko Jompo pihaknya berupaya merespon cepat dengan melakukan langkah antisipatif terkait keamanan bersama Polri dan satpol PP kabupaten Jember, terutama dengan kedatangan warga untuk melihat dari dekat peristiwa dan membantu evakuasi</p>
<p>“Hingga saat ini, warga terus berdatangan setelah informasi ambruknya Ruko di sini viral di media sosial, meski begitu, warga tetap diimbau tidak terlalu dekat dengan lokasi guna menghindari hal – hal yang tidak diinginkan dan untuk pengamanan lokasi kita mengirimkan 200 personil di bantu unsur masyarakat yakni komunitas radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI),&#8221; urai La Ode. <strong>(tog/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107605</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertokoan Jompo Ambruk, Wewenang Penanggulangan Siapa?</title>
		<link>https://memontum.com/pertokoan-jompo-ambruk-wewenang-penanggulangan-siapa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2020 12:58:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Ambles]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Jompo]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107521-pertokoan-jompo-ambruk-wewenang-penanggulangan-siapa</guid>

					<description><![CDATA[Bukan Hanya Kewenangan Pemkab Jember, Tapi Juga Kewenangan Pemprov dan Pemerintah Pusat &#160; Jember, Memontum &#8211; Bupati Jember dr Hj Faida MMr dan Forkopimda kabupaten Jember serta jajaran pihak terkait langsung mengadakan rapat koordinasi terkait ambruknya ruko di pertokoan jumpo yang berada di jalan Sultan agung Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember atau sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Bukan Hanya Kewenangan Pemkab Jember, Tapi Juga Kewenangan Pemprov dan Pemerintah Pusat</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Bupati Jember dr Hj Faida MMr dan Forkopimda kabupaten Jember serta jajaran pihak terkait langsung mengadakan rapat koordinasi terkait ambruknya ruko di pertokoan jumpo yang berada di jalan Sultan agung Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember atau sekitar Jembatan Jompo, Senin (2/3/2020) siang.</p>
<p>Usai menggelar rapat koordinasi, Bupati Jember dr Faida di dampingi Forkompimda dan jajaran TNI dan kepolisian langsung mendatangi lokasi pertokoan jompo dan meminta sekaligus mengusut jual beli ruko dan mengatasi permasalahan kebencanaan.</p>
<div id="attachment_107522" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107522" decoding="async" class="size-full wp-image-107522" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0121-copy.jpg?resize=740%2C342&#038;ssl=1" alt="Bupati Jember didampingi Dandim dan Kapolres Jember meninjau lokasi pertokoan jompo yang ambruk. (gik) " width="740" height="342" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0121-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0121-copy.jpg?resize=300%2C139&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0121-copy.jpg?resize=600%2C278&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0121-copy.jpg?resize=200%2C93&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107522" class="wp-caption-text">Bupati Jember didampingi Dandim dan Kapolres Jember meninjau lokasi pertokoan jompo yang ambruk. (gik)</p></div>
<p>“Kami meminta , terkait jual beli ruko mohon di usut tuntas, ” kata bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember itu.</p>
<p>&#8220;Terkait, ambruknya ruko di pertokoan Jumpo, bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jember, tetapi untuk sungai menjadi kewenangan dari Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur dan Jalannya merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, “ imbuhnya.</p>
<p>Karena memang lanjut dr Hj Faida, bangunannya milik Pemkab Jember yang dibangun tahun 1976, sedangkan sungainya adalah kewenangan Pemerintah Provinsi berikut jalannya menjadi kewenangan pemerintah pusat.</p>
<p>“Jika jalur yang ditempuh bukan langkah standart, tetapi tentang kebencanaan dan status bencana dilakukan jadi tidak perlu lagi dipermasalahkan, ” kata Faida kepada awak media.</p>
<p>Faida menerangkan, sehubungan dengan kejadian tersebut, pihaknya telah mengumpulkan para pedagang baik yang setuju maupun tidak, agar bangunan ini dirobohkan dan harus dilakukan evakuasi dan pihaknya akan membantu untuk mengosongkan toko karena status kebencanaan.</p>
<p>”Karena polemik bangunan ini milik Pemkab Jember atau sebagian milik pedagang disini, yang pernah jual &#8211; beli dan kini sudah milik pribadi sementara kita lepaskan, karena ini masih urusan kebencanaan,” tegasnya.</p>
<p>Hasil rapat koordinasi, Bupati Jember telah memerintahkan Disperindag Jember, untuk mengusut permasalahan ini, serta memerintahkan untuk mengosongkan wilayah dengan cara merobohkan bangunan, berkaitan dengan itu Pemkab jember dan Polres Jember telah mengambil sikap, agar arus lalu lintas dialihkan dan ditutup sementara.</p>
<p>“Kita mengambil sikap dan merobohkan bareng – bareng bangunan ruko, kalau di robohkan kearah sungai akan berdampak resiko banjir, kalau dirobohkan ke jalan raya maka harus menutup jalan utama, ruko yang di robohkan sampai ruko ke 31, yang memang sudah rawan, dengan target kurang lebih akan dikerjakan selama dua puluh hari, dengan alat berat,” ujarnya.</p>
<p>Untuk rumah yang berada di seberang sungai sambung bupati, memang ada resiko untuk roboh ke bangunan penduduk, untuk itu pihaknya akan menghimbau untuk mengosongkan pada saat pelaksanaan perobohan bangunan.</p>
<p>&#8220;Sesuai dengan rencana, bahwa ini akan menjadi wilayah yang bebas dari bangunan, untuk menjaga sungai dan sepadannya tidak boleh ada bangunan,” ucap Faida.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://jember.memontum.com/2153-jalan-ambles-9-ruko-jompo-di-jember-ambruk" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Jalan Ambles, 9 Ruko di Pertokoan Jompo Jember Ambruk</a></p>
<p>Dr Hj Faida MMr menjelaskan, Pemkab Jember akan fokus kepada penyelesaian masalah kebencanaan dan sudah menganggarkan tahun 2020 untuk perobohan bangunan-bangunan ini, hanya yang menjadi Polemik bangunan itu milik Pemkab Jember atau warga.</p>
<p>&#8220;Dengan robohnya bangunan ini menjadi status yang berbeda, kembali saya meminta Disperindag dan Polres Jember untuk mengusut masalah ini permasalahan Jual belinya ( ruko),” pungkasnya. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107521</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalan Ambles, 9 Ruko di Pertokoan Jompo Jember Ambruk</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-ambles-9-ruko-jompo-di-jember-ambruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2020 08:37:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Ambles]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Jompo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107445-jalan-ambles-9-ruko-jompo-di-jember-ambruk</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Amblesnya jalan raya yang sudah lama retak di pinggir sungai “kali jompo” yang berada di jalan raya Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, menyebabkan 9 ruko pertokoan jompo, Senin ( 2/3/2020) sekitar pukul 03.45 diketahui ambruk ke sungai “Kali Jompo&#8221;. “Menurut Tim Assesment BPBD Jember kami, terjadinya sekitar pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Amblesnya jalan raya yang sudah lama retak di pinggir sungai “kali jompo” yang berada di jalan raya Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, menyebabkan 9 ruko pertokoan jompo, Senin ( 2/3/2020) sekitar pukul 03.45 diketahui ambruk ke sungai “Kali Jompo&#8221;.</p>
<p>“Menurut Tim Assesment BPBD Jember kami, terjadinya sekitar pukul 03.45 pagi, ruko yang terdampak ada 9, sedangkan yang berpotensi Ambruk sekitar ada sekitar 8 unit ruko, &#8221; kata Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Heru Widagdo di lokasi kejadian.</p>
<div id="attachment_107446" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107446" decoding="async" class="size-full wp-image-107446" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0073-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="Kondisi Ruko pertokoan Jumpo yang ambruk. (tog) " width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0073-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0073-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0073-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0073-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0073-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200302-WA0073-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107446" class="wp-caption-text">Kondisi Ruko pertokoan Jumpo yang ambruk. (tog)</p></div>
<p>Humas BPBD kabupaten Jember yang akrab di sapa Heru ini mengatakan, tidak korban Jiwa dalam peristiwa ini dan untuk ke 8 ruko yang berpotensi ambruk pihaknya menghimbau, agar segera mungkin mengosongkannya, karena kita berharap setiap ada kejadian tidak ada korban jiwa.</p>
<p>“Kami lakukan untuk pengosongan pada lokasi yang terdampak, kita berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada korban jiwa di setiap kejadian seperti longsor atau seperti kejadian sekarang ini, ” terang Heru.</p>
<p>Menurutnya, ambruk pertokoan tersebut di duga akibat Intensitas curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada Minggu (1/3/2020) sekitar sejak pukul 15.00 hingga malam hari, di wilayah Kabupaten Jember.</p>
<p>“Hasil pemantauan sementara, triggernya (pemicu) ambruknya ruko, akibat curah hujan yang luar biasa, pemicunya itu adalah hujan, sebenarnya potensi , juga banyak yang ada di sekitar wilayah kali Jompo, tetapi Trigger itu yang patut kita waspadai, ” ujar pria yang akrab di sapa Heru ini.</p>
<p>“Siaga darurat bencana itu telah di tetapkan sejak bulan oktober 31 Maret 2020, juga termasuk wilayah penanganan darurat, kita terus memantau dalam 31 wilayah kecamatan yang kita miliki, sehingga ada beberapa titik yang harus diwaspadai termasuk desa Pondok Waluh,” sambungnya.</p>
<p>Lurah Jember kidul Yoyok mengatakan, pagi sekitar pukul 04.30 pagi terdengar suara gemuruh yang sangat keras terdengar, yang mengakibatkan 10 kavling ruko mulai dari pojok sebelah timur ambruk kearah selatan sungai jompo kurang lebih sepanjang 40 m.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa karena penghuni ruko sudah pindah (ruko kosong, tidak ada di tempat) hanya tinggal beberapa barang yang tersisa, tidak menutup kemungkinan 8 kavling ruko di sebelahnya akan mengalami hal yang sama karena didepan ruko tersebut tanahnya sudah ambles, ” katanya.</p>
<p>Sementara itu Dirut PDAM Jember Adi Setiawan turun langsung kelokasi kejadian dengan respon cepat untuk mengecek dan melakukan langkah strategis penanganan dari efek dari ambrolnya jalan raya pada pipa transmisi besar milik PDAM Kabupaten Jember yang mengaliri kurang lebih 3000 pelanggan yang ada di Kecamatan Kaliwates seperti kebocoran.</p>
<p>“Langkah kita pertama, tadi emergensi sudah kita lakukan dan Alhamdulillah aliran sudah lancar ke pelanggan 3000, akan tetapi sebagai medikasi, ke depan kita akan adakan pembaharuan pipa dengan memasang pipa di ujung utara jalan, agar tidak terkena dampak lagi dan setelah pipa baru terpasang, pipa yang terkena longsor nanti akan kita matikan,” ungkapnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://jember.memontum.com/1246-dprd-jember-minta-pemerintah-atasi-kerusakan-jalan-sultan-agung-dan-jembatan-kali-jompo" target="_blank" rel="noopener noreferrer">DPRD Jember Minta Pemerintah Atasi Kerusakan Jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo</a></p>
<p>Pantauan di lokasi, terlihat BPBD Jember bekerjasama dengan jajaran TNI dan POLRI dan Sat Pol PP Kabupaten Jember serta jajaran samping yang lain melakukan pengamanan, sedangkan untuk ruko yang berpotensi akan dilakukan evakuasi.</p>
<p>Diketahui, di sekitaran Areal Pertokoan Jompo yang roboh dan sepanjang jalan raya Sultan Agung, pagi itu ramai di kunjungi ratusan warga, mereka memadati areal kejadian, meraka ingin melihatnya, beruntung posisi Pertokoan Jompo yang berada di tengah kotan Arus Lalu lintas tidak macet, karena polisi yang sudah mengantisipasi.<strong> (tog/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107445</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Jember Minta Pemerintah Atasi Kerusakan Jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-jember-minta-pemerintah-atasi-kerusakan-jalan-sultan-agung-dan-jembatan-kali-jompo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2019 10:37:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Jompo]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Retak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98904-dprd-jember-minta-pemerintah-atasi-kerusakan-jalan-sultan-agung-dan-jembatan-kali-jompo</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember meminta pemerintah kabupaten daerah, provinsi hingga pusat untuk segera mengatasi kerusakan jalan Sultan Agung (depan Rien Collection) dan kerusakan Jembatan Kali Jompo. &#8220;Kami berharap penanganan segera dilakukan pemerintah daerah hingga pusat, agar warga masyarakat yang tinggal dan hendak melintas di kawasan Sultan Agung tidak lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember meminta pemerintah kabupaten daerah, provinsi hingga pusat untuk segera mengatasi kerusakan jalan Sultan Agung (depan Rien Collection) dan kerusakan Jembatan Kali Jompo.</p>
<p>&#8220;Kami berharap penanganan segera dilakukan pemerintah daerah hingga pusat, agar warga masyarakat yang tinggal dan hendak melintas di kawasan Sultan Agung tidak lagi merasa was-was. Khususnya saat memasuki musim hujan,&#8221; kata Ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto.</p>
<div id="attachment_98905" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-98905" decoding="async" class="size-full wp-image-98905" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Komisi A DPRD Jember saat melakukan inspeksi mendadak kerusakan jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo. (Kj1)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-98905" class="wp-caption-text">Komisi A DPRD Jember saat melakukan inspeksi mendadak kerusakan jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo. (Kj1)</p></div>
<p>Menurutnya, kerusakan infrastruktur jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo sudah sangat memprihatikan, sehingga jika tidak segera dilakukan penanganan serius, maka dikhawatirkan bakal terjadi insiden yang membahayakan keselamatan penghuni ruko maupun pengguna jalan.</p>
<p>&#8220;Perlu diperhatikan, bahwa ini membahayakan dan sangat merugikan. Karena disebelahnya bangunan-bangunan ruko berdekatan. Sehingga kalau tidak segera dilakukan antisipasi bisa-bisa mengakibatkan ruko roboh. Kalau informasinya balai pelaksana teknis jalan, ketika tidak diambil langkah-langkah antisipatif maka akan semakin parah. Tidak menutup kemungkinan juga akan ambruk ke sungai,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dia menambahkan, jika insiden ruko-ruko roboh akan menimbulkan korban jiwa. Untuk itu, sebelum peristiwa yang tidak diinginkan bersama terjadi, pihaknya meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif meminimalisir sumber bahaya atau ancaman bencana.</p>
<p>&#8220;Kami akan agendakan untuk berkoordinasi dengan rekanan Pemkab Jember disertai rumusan-rumusan hasil rapat provinsi. Terlebih sebelum ini, provinsi sudah berkirim surat kepada kepala daerah, yang harapannya Pemkab Jember melakukan rapat lintas sektor bersama OPD dalam menangani persoalan ini. Kami juga meminta penghuni sadar diri memindahkan segala asetnya dan mengosongkan gedung ruko,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara salah satu warga asli yang tinggal di lingkungan setempat, Susiono mengaku, sejauh ini belum pernah terjadi apa-apa akibat kerusakan jalan dan jembatan di tempat tersebut.</p>
<p>Terkait kondisi ambrol sudah terjadi sejak lama, sempat pemerintah turun memasang bronjong di pinggiran sungai. Namun, setelah itu rusak lagi akibat curah hujan yang sangat tinggi dan terjangan banjir.</p>
<p>&#8220;Kalau sekarang nggak apa-apa ya, kami tau sendiri kan masih belum hujan lagi. Kalau ambrolnya itu sudah lama, sama Bu Faida dikasi Bronjong, ketika hujan lagi, banjir lagi ya habis lagi, mungkin karena kekuatannya sudah nggak ada,&#8221; ungkap Susiono.</p>
<p>&#8220;Toko mulai dari pojok ke arah tengah itu sudah nggak kuat, sudah menggantung semua, itu bergeser kira-kira sekian sentimeter gitu, pergeseran bangunan,&#8221; pungkasnya.<strong> (Kj1/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98904</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
