<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kali metro &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kali-metro/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2020 10:31:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kali metro &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jagal Pacar, Terancam 15 Tahun Penjara</title>
		<link>https://memontum.com/jagal-pacar-terancam-15-tahun-penjara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2020 10:31:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kali metro]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 338]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/114755-jagal-pacar-terancam-15-tahun-penjara</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pelaku kasus pembunuhan di pintu air Sipon Talangagung dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dalam pers rilis yang digelar di Mapolres Malang pada Senin (18/5/2020), Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pelaku yang ternyata pacar korban, melakukan aksi keji tersebut dengan motif cemburu. Pelaku mengaku cemburu lantaran melihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pelaku kasus pembunuhan di pintu air Sipon Talangagung dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dalam pers rilis yang digelar di Mapolres Malang pada Senin (18/5/2020), Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pelaku yang ternyata pacar korban, melakukan aksi keji tersebut dengan motif cemburu.</p>
<p>Pelaku mengaku cemburu lantaran melihat foto pria lain di handphone milik korban. Yang kemudian setelah itu, pelaku berusaha mengklarifikasikan hal tersebut kepada kekasihnya. Karena merasa mendapat jawaban yang tidak memuaskan, keduanya sempat cek cok sebelum akhirnya pelaku menghabisi korban dengan menusuk leher kanan korban menggunakan gunting yang ia ambil dari motor si korban.</p>
<p>&#8220;Setelah parkir, si pelaku mau menaruh helm dan handphone korban di jok motornya, dan si korban juga menyuruh pelaku untuk membawa gunting tersebut sebagai jaga-jaga. Karena menurut korban di lokasi tersebut kerap ditemui aksi pemalakan. Saat itulah pelaku menyempatkan diri untuk melihat hanphone korban dan menemukan foto pria lain dengan emoticon love yang membuatya cemburu,&#8221; jelas AKBP Hendri Umar.</p>
<p>Setelah korban ditusuk di sisi kanan lehernya, korban langsung tidak sadarkan diri dan mengeluarkan suara mengorok. Melihat kejadian tersebut, pelaku sempat mendiamkan korban sejenak. Sebelum akhirnya pelaku menyeret korban sejauh sekitar 20 meter dari lokasi penusukan untuk diajatuhkan ke lereng jurang.</p>
<p>&#8220;Setelah diseret sekitar 20 meter dari lokasi penusukan, sebelum dijatuhkan ke jurang, pelaku sempat menusuk kembali leher korban. Dan setelah pelaku memastikan korban tidak bergerak, barulah si korban dijatuhkan ke dalam jurang,&#8221; imbuh AKBP Hendri Umar.</p>
<p><strong>BACA : </strong></p>
<ul>
<li><a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/3351-gadis-ayu-kromengan-ditusuk-gunting-lehernya-dilempar-ke-metro-sipon" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Gadis Ayu Kromengan Ditusuk Gunting Lehernya, Dilempar ke Metro Sipon</a></li>
<li><a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/3356-dua-kali-tusuk-leher-seret-korban-lempar-ke-tebing" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Dua Kali Tusuk Leher, Seret Korban Lempar ke Tebing</a></li>
</ul>
<p>Saat ini pelaku telah diamankan oleh jajaran Polres Malang, dengan beberapa barang bukti yang juga turut diamankan yakni 1 buah helm, 1 unit motor, kerudung dan masker yang dikenakan korban dan sebuah gunting yang digunakan pelaku untuk membunuh korban.</p>
<p>&#8220;Pasalnya 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, tapi mungkin nanti kita arahkan ke UU Perlindungan Anak, karena ini masih dibawah umur,&#8221; pungkasnya.<strong> (iki)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114755</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Kali Tusuk Leher, Seret Korban Lempar ke Tebing</title>
		<link>https://memontum.com/dua-kali-tusuk-leher-seret-korban-lempar-ke-tebing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2020 15:21:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kali metro]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/114640-dua-kali-tusuk-leher-seret-korban-lempar-ke-tebing</guid>

					<description><![CDATA[Tragedi Pembunuhan Gadis Ayu di Kepanjen Memontum Malang &#8211; Pelaku pembunuhan HYD (17) dalam pemeriksaan pihak kepolisian, mengaku jika ia menusuk leher korban sebanyak dua kali. Kini keterangannya tengah didalami penyidik Sat Reskrim Polres Malang dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. &#8220;Ada barang bukti di lokasi kejadian,&#8221; sebut AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Tragedi Pembunuhan Gadis Ayu di Kepanjen</h2>
<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Pelaku pembunuhan HYD (17) dalam pemeriksaan pihak kepolisian, mengaku jika ia menusuk leher korban sebanyak dua kali. Kini keterangannya tengah didalami penyidik Sat Reskrim Polres Malang dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.</p>
<p>&#8220;Ada barang bukti di lokasi kejadian,&#8221; sebut AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada media, di lokasi kejadian, masuk Sipon, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (16/5/2020) petang.</p>
<p>Dari keterangan tersangka, diketahuilah kronologis pertemuannya dengan korban Aulia (17). Sebatas perlu diketahui, korban Aulia adalah anak tunggal dari warga Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Kabarnya, korban masih mondok (sekolah di pondok pesantren).</p>
<p>Sekitar pukul 14.00, berawal tersangka menjemput korban di Tempur, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Kata tersangka, gunting itu milik korban. Gunting ditaruh dalam jok sepeda motor.</p>
<p>Saat bersama tersangka, korban sempat meminta ponsel miliknya lebih baik ditaruh di jok sepeda motor. Tapi, tersangka justru membawanya diam-diam tanpa disadari korban.</p>
<p>Dalam ponsel tersebut, tersangka makin emosi ketika ada foto laki-laki lain di ponsel korban. Foto-foto itu sempat berusaha dihapus tersangka. Sekitar pukul 15.00, terjadilah puncak emosi tersangka.</p>
<p>Pucuk gunting ditusukkan ke leher korban. Korban masih kondisi hidup saat kejadian. Darah mengucur deras. Tersangka lalu menyeret korban ke bawah atau atas tebing. Dan mendorongnya ke bawah jurang.</p>
<p>Tubuh korban terperosok sekitar 10 m di jurang atau berjarak hanya 5-6 meter. &#8220;Posisi korban tersangkut di pepohonan, kondisi jurang curam,&#8221; urai seorang anggota evakuasi BPBD Kabupaten Malang.</p>
<p>Dari lokasi, tersangka sempat pulang ke rumahnya. Ia lalu berniat menyerahkan diri. Hingga anggota jajaran Reskrim Polsek Kepanjen dan Buru Sergap Polres Malang mendatangi rumah tersangka sekitar pukul 16.30. Tanpa perlawanan ia ditangkap petugas.</p>
<p><strong>BACA : <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/3351-gadis-ayu-kromengan-ditusuk-gunting-lehernya-dilempar-ke-metro-sipon" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Gadis Ayu Kromengan Ditusuk Gunting Lehernya, Dilempar ke Metro Sipon</a></strong></p>
<p>&#8220;Pelaku memberi keterangan koperatif. Ada barang bukti kami amankan,&#8221; ungkap AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada wartawan.</p>
<p>Sekitar pukul 22.05, jenazah korban menjalani visum luar atau observasi pemeriksaan. Keluarga menolak dilaksanakan proses visum et repertum lengkap atau otopsi.<strong> (sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114640</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gadis Ayu Kromengan Ditusuk Gunting Lehernya, Dilempar ke Metro Sipon</title>
		<link>https://memontum.com/gadis-ayu-kromengan-ditusuk-gunting-lehernya-dilempar-ke-metro-sipon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2020 14:56:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[kali metro]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/114634-gadis-ayu-kromengan-ditusuk-gunting-lehernya-dilempar-ke-metro-sipon</guid>

					<description><![CDATA[Motif Cemburu Lihat Hp Isi Foto Lelaki Lain Memontum Malang &#8211; Geger lingkungan sekitar Sipon, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (16/5/2020) jelang petang. Seorang perempuan dibunuh dan dilempar ke jurang kali Metro. Pelaku, sang pacar sendiri diduga terbakar api cemburu. Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH kepada Memontum.com membenarkan adanya kejadian dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Motif Cemburu Lihat Hp Isi Foto Lelaki Lain</h2>
<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Geger lingkungan sekitar Sipon, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (16/5/2020) jelang petang. Seorang perempuan dibunuh dan dilempar ke jurang kali Metro. Pelaku, sang pacar sendiri diduga terbakar api cemburu.</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH kepada Memontum.com membenarkan adanya kejadian dan pelaku telah ditangkap. &#8220;Iya Mas, pelaku sudah diamankan,&#8221; singkat kata Hendri Umar SIK MH, Sabtu (16/5/2020) pukul 19.00.</p>
<div id="attachment_114635" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-114635" decoding="async" class="size-full wp-image-114635" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Screenshot_2020-05-16-20-53-29-227_com.whatsapp.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Foto pelaku HYD. (ist)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Screenshot_2020-05-16-20-53-29-227_com.whatsapp.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Screenshot_2020-05-16-20-53-29-227_com.whatsapp.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Screenshot_2020-05-16-20-53-29-227_com.whatsapp.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Screenshot_2020-05-16-20-53-29-227_com.whatsapp.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-114635" class="wp-caption-text">Foto pelaku HYD. (ist)</p></div>
<p>Korban diketahui bernama Aulia (16) warga Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Sedang pelaku diketahui masih di bawah umur berinisial HYD (17) pemuda Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang</p>
<p>Jelang petang, posisi korban berada di jurang, kedalaman lebih dari 10 meter. Posisinya miring di tebing yang curam. &#8220;Ini masih proses evakuasi. Nanti dibawa ke KM,&#8221; ungkap Kapolsek Kepanjen, AKP Yatmo, kepada Memontum.com.</p>
<p>Dijelaskan lebih detail, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto, bahwa pelaku dan korban saling kenal. Keduanya bertemu di dekat Sipon Talangagung, sekitar pukul 14.00. Di lokasi, jauh dari pengawasan warga.</p>
<p>&#8220;Pelaku bertemu sekitar pukul 14.00 mungkin aksinya sekitar pukul 15.00, pukul 16.00. Dia niatnya awal ingin mengajak korban ngobrol di tempat sepi,&#8221; ungkap Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada wartawan.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/I_WC32khEBw" width="750" height="400" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>Sekitar pukul 21.00, jenazah korban diangkut ambulan BPBD Kabupaten Malang dan didampingi anggota SAR Awangga, SAR Bhayangkara Polres Malang, tiba di halaman Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. Dua kerabat korban dari Kota Malang juga datang ke KM Celaket.<strong> (sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114634</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jasad Bawah Taman Puspa Jalinbar Ternyata Warga Tebo yang Hilang Sehari</title>
		<link>https://memontum.com/jasad-bawah-taman-puspa-jalinbar-ternyata-warga-tebo-yang-hilang-sehari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2018 15:55:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[jalinbar]]></category>
		<category><![CDATA[kali metro]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22393-jasad-bawah-taman-puspo-jalinbar-ternyata-warga-tebo-yang-hilang-sehari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Jenazah wanita tanpa busana di Kali Metro, bawah jembatan Jalinbar Kepanjen, Kamis (25/1/2018) jelang petang, dipastikan adalah warga Tebo Tengah, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang hilang Rabu (24/1/2018) lalu. Korban diketahui bernama Sri Arti (57) warga Jalan Tebo Tengah RT04/RW01, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Identitasnya dipastikan dari wajah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Jenazah wanita tanpa busana di Kali Metro, bawah jembatan Jalinbar Kepanjen, Kamis (25/1/2018) jelang petang, dipastikan adalah warga Tebo Tengah, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang hilang Rabu (24/1/2018) lalu. </p>
<p>Korban diketahui bernama Sri Arti (57) warga Jalan Tebo Tengah RT04/RW01, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Identitasnya dipastikan dari wajah yang masih dapat dikenali keluarga korban. </p>
<p>Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo, kepada Memontum.com membenarkan kepastian identitas tersebut. &#8220;Betul warga Tebo. Hilang sehari, Rabu lalu. Tadi dicek memakai alat mambis, sehingga keluar data E-KTPnya, &#8221; ungkap Bindriyo. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?resize=650%2C433&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="433" class="aligncenter size-full wp-image-22398" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0156-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Informasi dihimpun Memo, dari berbagai sumber, diceritakan keluarga, Rabu (24/1/2018) jelang petang, korban mencari anaknya di seputaran kampung. Anaknya, Dela Putri Rahmati (16) siang itu bermain. </p>
<p>Rabu itu hujan mengguyur deras wilayah Kelurahan Mulyorejo. Sri Arti dilihat Jumiati, keluar sambil membawa payung merah. Ia sempat ditanyai soal keberadaan Della. </p>
<p>Sejak petang itulah, Sri Arti tidak kunjung pulang ke rumahnya. Keluarga menjadi kuatir. Seorang kerabat kemudian sempat menyampaikan informasi terkait ketidakpulangan korban di media sosial. </p>
<p>Ditunggu sampai Kamis (25/1/2018) pagi, korban tidak juga pulang. Keluarga semakin panik karena mengetahui bahwa Sri Arti mengidap pikun dan riwayat penyakit lainnya. Keluarga kemudian memutuskan melapor ke Polsek Sukun. </p>
<p>Kamis (25/1/2018) pukul 15.00, warga terkejut melihat sosok payung kondisi baik berwarna merah. Payung tersebut berada di bawah pohon cerry. Letak tepatnya di lereng jurang atau bawah jembatan Kalisat Tebo Utara. </p>
<p>Kekuatiran pun muncul di benak keluarga. Pasalnya, patung merah tersebut adalah milik korban Sri Arti. Siapa sangka, asumsi korban terpeleset di sungai. Sungai di Tebo memang merupakan terkait dengan aliran menuju Wagir &#8211; Kepanjen. </p>
<p>Hingga pada Kamis (25/1/2018) pukul 17.00, muncul informasi berkaitan temuan mayat tanpa busana di sungai dekat Taman Puspa (Jalinbar), Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22393</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
