<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kampak-watulimo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kampak-watulimo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Jan 2025 22:44:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kampak-watulimo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jalur Penghubung Kampak-Watulimo Trenggalek Ambles, Petugas Pasang Police Line</title>
		<link>https://memontum.com/jalur-penghubung-kampak-watulimo-trenggalek-ambles-petugas-pasang-police-line</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[kampak-watulimo]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[police]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218802</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Jalan penghubung antara Kecamatan Kampak dan Kecamatan Watulimo di Kabupaten Trenggalek, mengalami kerusakan parah setelah jembatan atau saluran air yang tepatnya berada di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, ambles. Akibatnya, kendaraan roda empat dan lainnya, untuk sementara waktu diimbau agar tidak melewati jalur tersebut. Bahkan, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, jajaran kepolisian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Jalan penghubung antara Kecamatan Kampak dan Kecamatan Watulimo di Kabupaten Trenggalek, mengalami kerusakan parah setelah jembatan atau saluran air yang tepatnya berada di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, ambles.</p>



<p>Akibatnya, kendaraan roda empat dan lainnya, untuk sementara waktu diimbau agar tidak melewati jalur tersebut. Bahkan, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, jajaran kepolisian dari Satlantas Polres Trenggalek bersama Polsek Watulimo, memasang tanda peringatan dan police line disepanjang jalur penghubung antar kecamatan tersebut.</p>



<p>Kasatlantas Trenggalek, AKP Agus Prayitno, mengatakan bahwa titik ambles berada tepat berada di bagian pinggir jembatan atau saluran air dengan posisi menjorok ke tengah badan jalan dengan lebar kurang lebih 1,5 meter. “Iya benar, anggota sudah di lokasi bersama Polsek Watulimo. Upaya kita sementara memasang papan peringatan, kemudian water barrier dan police line,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/01/2025) tadi.</p>



<p>Akibatnya, kendaraan truk maupun roda empat dan enam sementara waktu tidak bisa melintas. Hal ini disebabkan jalur yang menyempit akibat jalan ambles sehingga dinilai cukup berbahaya jika memaksakan melintas.</p>



<p>“Papan peringatan kita pasang di dua sisi baik dari arah Kampak maupun Watulimo. Tujuannya agar kendaraan yang akan melintas bisa memilih rute lainnya,&#8221; kata AKP Agus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk langkah tindak lanjut, sambungnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan stakeholder dan pihak terkait agar bisa segera dilakukan penanganan sehingga jalur bisa dilalui dengan aman kembali. “Jalur ini adalah jalan penghubung Kecamatan Watulimo dan Kampak dengan tingkat aktivitas relatif cukup tinggi. Kondisi seperti ini tentunya juga mengganggu mobilitas warga dan rawan terjadi kecelakaan terutama saat kondisi malam hari,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang jebol ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Sejak awal, warga berinisiatif memberikan tanda peringatan dengan menanam pohon pisang guna menghindari kecelakaan.</p>



<p>&#8220;Saat lubang jalan ini masih cukup kecil, warga mencoba menutupnya dengan pohon pisang. Berharap warga yang melintas lebih berhati-hati. Warga juga sempat memperlebar jalan dengan menggusur tebing disisi jalan, agar roda 4 masih bisa lewat. Tapi sayang, saat ini hanya roda 2 saja yang masih bisa melintas disini,&#8221; kata Santoso.</p>



<p>Sebagai jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Kampak dan Watulimo, tentu hal ini menyulitkan warga. Sementara waktu, kendaraan roda 4 harus menggunakan jalur pintas yang sempit dan berliku melalui Desa Gemaharjo dan tembus ke jalur Kampak &#8211; Watulimo.</p>



<p>&#8220;Dihimbau, untuk kendaraan roda 4 yang melintasi jalur alternatif untuk berhati-hati karena kondisi jalur lebih sempit. Warga juga berharap Pemerintah Daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalur ini. Sehingga bisa meminimalisir kerusakan jalan yang lebih besar dan jalur ini bisa dilintasi kembali,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218802</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
