<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kampung coklat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kampung-coklat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Apr 2023 11:07:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kampung coklat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wisata Kampung Coklat Blitar Mendadak Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-kampung-coklat-blitar-mendadak-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Apr 2023 23:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kampung coklat]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kota blitar]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187438</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Wisata Kampung Coklat di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Rabu (26/04/2023) dini hari sekitar pukul 01.30, terbakar hebat. Api berkobar cukup cepat dan juga sempat terdengar suara ledakan saat terjadi kebakaran. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, besarnya api membuat atap bangunan Ruang Cooking Class Kampung Coklat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Wisata Kampung Coklat di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Rabu (26/04/2023) dini hari sekitar pukul 01.30, terbakar hebat. Api berkobar cukup cepat dan juga sempat terdengar suara ledakan saat terjadi kebakaran.</p>



<p>Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, besarnya api membuat atap bangunan Ruang Cooking Class Kampung Coklat, mengalami kerusakan parah. Kasus kebakaran ini, hingga Rabu pagi masih dalam penyelidikan petugas Polres Blitar.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa kobaran api terlihar sekitar pukul 01.30. Saat itu, api sudah membesar hingga membuat warga sekitar terbangun dari istirahat tidurnya dan panik. Api teridentifikasi membesar dari ruang cooking class dan merembet ke beberapa ruang lainnya.</p>



<p>&#8220;Api dengan cepat merembet dan membesar. Juga terdengar suara ledakan seperti kembang api,&#8221; ujar Saidah, warga sekitar.</p>



<p>Saidah mengatakan, ada beberapa karyawan Wisata Kampung Coklat, yang sempat berusaha memadamkan api. Temasuk, menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan selang air. Namun, karena api terus membesar, maka kejadian ini segera dilaporkan ke Petugas Damkar Blitar.</p>



<p>&#8220;Pemadam kebakaran datang, sekitar 5 mobil,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Petugas pemadam langsung bekerja keras melakukan pemadaman supaya api tidak merambat ke area bangunan lainnya. Hampir 3 jam proses penyemprotan, api akhirnya berhasil padam. Dan, petugas tetap melakukan pembasahan memastikan api tidak kembali muncul.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Kasi Pencegahan dan Investigasi Kebakaran Damkar Pemkab Blitar, Tedy Prasojo, mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian akibat kebakaran ini, ditaksir mencapai ratusan juta.</p>



<p>&#8220;Kalau dari hasil investigasi awal kami, api muncul dari korsleting aliran listrik di ruang packing coklat. Tapi kita tunggu saja hasil laporan pihak kepolisian supaya lebih valid,&#8221; ujar Tedy.</p>



<p>Kasi Humas Polres Blitar, Iptu Udiyono, mengatakan kejadian kebakaran itu berawal dari area sekolah memasak (cooking class) di lokasi wisata itu. Api kemudian merembet dan menjadi besar.</p>



<p>&#8220;Kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, untuk kerugian, dirinya mengatakan ditaksir sekitar Rp 500 juta. Dari laporan yang masuk, kerugian berupa materi, sedangkan korban luka dan korban jiwa nihil.</p>



<p>Pemilik Wisata Kampung Coklat Blitar, Kholid Mustofa, mengatakan titik kebakaran memang awal terlihat di area sekolah memasak dengan luasan 10&#215;10 meter. Namun, kebakaran merembet hingga sekitar 25 meter luasnya, sekitar 5 persen dari luas wisata Kampung Coklat Blitar.</p>



<p>&#8220;Mungkin 5 persen dari luasan di Kampung Coklat. Itu area produksi, 5 persen dari luasan yang ada. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan korban luka tidak ada. Kerugiannya sekitar Rp500 juta,&#8221; katanya.</p>



<p>Dijelaskan, bahwa lokasi wisata masih tetap buka seperti biasa. Pengunjung masih bisa memanfaatkan titik lainnya untuk berwisata di libur Lebaran 2023. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187438</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tumpeng Ketupat Coklat, Warnai Tradisi Kupatan di Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/tumpeng-ketupat-coklat-warnai-tradisi-kupatan-di-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2018 11:46:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kampung coklat]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran ketupat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45233-tumpeng-ketupat-coklat-warnai-tradisi-kupatan-di-blitar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Kupatan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang selalu digelar setelah perayaan hari raya Idul Fitri secara turun temurun. Yaitu dengan membuat ketupat dan dimakan bersama anggota keluarga, tetangga dan para kerabat. Namun ada yang unik dari perayaan kupatan di Kabupaten Blitar. Tepatnya di wisata edukasi Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Kupatan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang selalu digelar setelah perayaan hari raya Idul Fitri secara turun temurun. Yaitu dengan membuat ketupat dan dimakan bersama anggota keluarga, tetangga dan para kerabat. Namun ada yang unik dari perayaan kupatan di Kabupaten Blitar.</p>
<p>Tepatnya di wisata edukasi Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, berbeda dengan ketupat biasa. Di Kampung Coklat, ketupat dimasak dengan menggunakan campuran coklat bubuk. Ketupat coklat itu kemudian disusun menjadi tumpeng dan diarak sejauh 20 kilometer, dengan iringan lantunan sholawat, Minggu (24/6/2018).</p>
<p>Setelah di kirab, kemudian tumpeng ketupat coklat tersebut didoakan dan dimakan bersama-sama oleh ratusan pengunjung yang telah memadati lokasi sejak pagi. Bahkan ratusan pengunjung terlihat berdesakan untuk mendapatkan ketupat coklat tersebut.</p>
<p>&#8220;Kirab tumpeng ketupat coklat bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim. Inilah yang disebut dengan Islam Nusantara, Islam yang menyatu dengan budaya bangsa. Dan karena tempatnya di Kampung Coklat maka ketupatnya kita buat berbeda dengan menambahkan coklat bubuk&#8221;, ungkap Kholid Mustofa pengelola sekaligus pemilik wisata edukasi Kampung Coklat.</p>
<p>Panitia menyediakam sebanyak 2.000 porsi ketupat coklat untuk dimakan bersama-sama secara gratis. Ribuan pengunjung wisata edukasi Kampung Coklat nampak berdesakan dan berebut untuk menikmati ketupat coklat yang disajikan bersama sayur lodeh dan opor ayam tersebut.</p>
<p>&#8220;Semua pengunjung dapat makan secara gratis ketupat coklat yang kami sediakan. Ada sekitar 2.000 porsi&#8221;, tandas Kholid.</p>
<p>Kholid menambahkan, di wisata edukasi Kampung Coklat, tradisi tumpeng ketupat coklat ini sudah digelar untuk kelima kalinya. Menurut dia, yang membedakan tradisi kupatan di Kampung Coklat tahun ini, panitia juga menyediakan 10 kilogram coklat curah berbagai varian yang disebar-sebarkan kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Selain ketupat coklat, kami juga membagikan sebanyak 10 kilo coklat curah berbagai varian kepada masyarakat yang menyaksikan kirap tumpeng, serta para pemgunjung Kampung Coklat&#8221;, tandasnya.</p>
<p>Untuk membuat 2.000 ketupat tersebut dibutuhkan 100 kilogram beras dan 20 kilogram bubuk coklat, dan dibutuhkan waktu semalam untuk memasak. Selain puluhan panitia proses memasaknya juga dibantu oleh enam Kepala Keluarga (KK) di sekitar Kampung Coklat.</p>
<p>&#8220;Proses memasaknya selain dilakukan panitia juga dibantu warga sekitar&#8221;, jelas pemilik wisata edukasi Kampung Coklat.</p>
<p>Sementara Anik, salah satu pengunjung mengaku senang bisa menyaksikan langsung kirab tumpeng ketupat coklat. Serta mencicipi rasa unik dari ketupat coklat. Ia berharap kedepan kirab tumpeng ketupat coklat tersebut tetap dipertahankan untuk melestarikan tradisi kupatan.</p>
<p>&#8220;Nasi dicampur coklat kayaknya gak nyambung. Namun ternyata rasanya enak lebih gurih dari ketupat biasanya&#8221;, tutur Anik. <strong>(jar/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45233</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
