<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kampung Inklusi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kampung-inklusi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Dec 2020 09:41:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kampung Inklusi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mengintip Produksi Batik Ciprat Ala Penyandang Disabilitas di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/mengintip-produksi-batik-ciprat-ala-penyandang-disabilitas-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2020 09:41:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Batik Ciprat]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Inklusi]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128825</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Meski dengan keterbatasan yang dimiliki, tak menyurutkan semangat kaum disabilitas di Kabupaten Trenggalek untuk berkreasi. Melalui program dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terkait pengembangan Kampung Inklusi, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Trenggalek memberikan pelatihan membuat batik ciprat bagi penyandang disabilitas. Staf Pengelola Data Bansos dan Hibah Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Meski dengan keterbatasan yang dimiliki, tak menyurutkan semangat kaum disabilitas di Kabupaten Trenggalek untuk berkreasi.</p>
<p>Melalui program dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terkait pengembangan Kampung Inklusi, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Trenggalek memberikan pelatihan membuat batik ciprat bagi penyandang disabilitas.</p>
<p>Staf Pengelola Data Bansos dan Hibah Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek, Indra Prasetyo Budi Apnanto mengatakan, kegiatan ini berawal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur tentang pengembangan kampung inklusi.</p>
<p>Kampung inklusi ini merupakan pusat rehabilitasi berbasis komunitas, peran serta kaum disabilitas, keluarga disabilitas dan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Di kampung inklusi ini dimungkinkan kaum disabilitas maupun non disabilitas bisa bekerjasama. Kebetulan disini memproduksi batik ciprat dan gula semut. Akan tetapi, untuk gula semut ini produksi masih dihentikan karena proses pembuatannya dirasa cukup berat bagi teman-teman disabilitas,&#8221; ungkap Indra sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Rabu (02/12/2020) siang.</p>
<p>Ia menyebut perkembangan produksi batik ciprat yang mulai dibuka Agustus 2020 cukup banyak peminat. Bahkan, sudah ada puluhan pesanan batik ciprat mulai dari dalam Trenggalek maupun luar kota.</p>
<div id="attachment_128827" style="width: 860px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/12/FT-batik.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-128827" decoding="async" class="size-full wp-image-128827" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/12/FT-batik.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Para penyandang disabilitas saat menunjukan produk batik ciprat dengan motif yang berbeda." width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/12/FT-batik.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/12/FT-batik.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/12/FT-batik.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/12/FT-batik.jpg?resize=400%2C212&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-128827" class="wp-caption-text">Para penyandang disabilitas saat menunjukan produk batik ciprat dengan motif yang berbeda.</p></div>
<p>Untuk proses pemasarannya sendiri, Dinas Sosial P3A Trenggalek menggandeng Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) selaku pembina dari produksi batik ciprat ini.</p>
<p>&#8220;Di KSM ini juga terbagi menjadi link &#8211; link yang bergerak mulai bagian produksi hingga pemasaran. Sementara ini pemesanan batik ciprat bisa dilakukan via offline ataupun online melalui media sosial yang ada,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Mengingat produksi batik ciprat ini masih tergolong baru, Dinas Sosial P3A Trenggalek semakin gencar melakukan promosi.</p>
<p>&#8220;Kami juga punya harapan, nanti kampung inklusi ini bisa berkembang di tiap-tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek. Dan juga proses produksi bisa setiap hari dilakukan,&#8221; kata Indra.</p>
<p>Selain fokus ke produksi batik ciprat, Dinas Sosial juga akan melakukan pengembangan lain seperti produksi baju dari bahan batik ciprat itu sendiri dan tempat cuci kendaraan bermotor.</p>
<p>&#8220;Karena kita masih terkendala sarana prasarana yang ada. Bahkan untuk lokasi produksi ini juga diberikan secara cuma-cuma oleh Pondok Gunung Kebo. Jadi kita perlu adanya penambahan fasilitas lain seperti pengolahan air limbah,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sri Utami koordinator produksi menuturkan proses pembuatan batik ciprat ini tidak memerlukan waktu yang lama.</p>
<p>&#8220;Prosesnya, mulai dari pemotongan kain lalu diberi pewarna dasar kemudian di jemur dibawah terik matahari. Selanjutnya adalah penguncian warna menggunakan water glass. Hal ini dimaksudkan agar warna dasar tidak berubah,&#8221; jelas Sri.</p>
<p>Setelah itu, kain diberi motif dengan menggunakan malam (Red : lilin batik). Disinilah kreatifitas mulai ditunjukkan. Untuk pemberian motif ke kain ini bisa dilakukan dengan menggunakan sapu lidi, garpu, kuas, dan canting.</p>
<p>&#8220;Baru setelah itu dilakukan pewarnaan kedua menggunakan pewarna yang lebih gelap. Misalnya, hitam, maroon, biru dongker dan lainnya. Tapi bagi pemesan juga bisa request warna, motif dan juga ukuran kainnya. Jika ingin menambah aksen dalam kain ini, pemesan juga bisa membubuhkan tandatangan, nama maupun aksen yang lain,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Masih terang Sri, proses selanjutnya adalah penguncian warna dengan water glass untuk kedua kalinya. Lalu kain di siram menggunakan air mengalir, dan baru direbus menggunakan air mendidih selama 5 menit. Hal ini berfungsi untuk menghilangkan malam yang menempel pada kain.</p>
<p>Ia mengaku, dalam proses produksi ini juga melibatkan teman &#8211; teman disabilitas yang mau belajar untuk membuat suatu karya yakni batik ciprat. &#8220;Dengan belajar dan memproduksi sendiri batik ciprat ini, tentu teman &#8211; teman bisa berdaya seperti orang normal pada umumnya. Dan tentu bisa menghasilkan penghasilan sendiri ,&#8221; pungkas Sri.</p>
<p>Disingung terkait harga jual batik ciprat ini, wanita paruh baya ini menyebut bervariasi. Mulai harga Rp 125 &#8211; 190 per lembar. Harga tersebut juga tergantung dari panjang bahan, dan tingkat pewarnaan yang bisa dilakukan hingga 3 kali. &#8220;Kami berharap produksi batik ciprat ini bisa berjalan dan bisa membantu perekonomian teman &#8211; teman disabilitas,&#8221; tutupnya. <strong>(mil/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128825</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Novita Hardini Apresiasi Kreatifitas Penyandang Disabilitas di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/novita-hardini-apresiasi-kreatifitas-penyandang-disabilitas-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2020 13:08:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Inklusi]]></category>
		<category><![CDATA[Novita Hardini]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127888</guid>

					<description><![CDATA[Dorong Produksi Batik Ciprat Lebih Dikembangkan Memontum Trenggalek &#8211; Mendatangi kampung inklusi Gunung Kebo Desa Sambirejo Kecamatan Trenggalek, istri Calon Bupati Trenggalek nomor urut 2, Novita Hardini dorong pengembangan batik ciprat oleh penyandang disabilitas. Tak heran kalau akhirnya Novita sangat mengapresiasi kreatifitas para penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Trenggalek. &#8220;Ini mungkin bisa menjadi peluang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Dorong Produksi Batik Ciprat Lebih Dikembangkan</strong></h3>
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Mendatangi kampung inklusi Gunung Kebo Desa Sambirejo Kecamatan Trenggalek, istri Calon Bupati Trenggalek nomor urut 2, Novita Hardini dorong pengembangan batik ciprat oleh penyandang disabilitas. Tak heran kalau akhirnya Novita sangat mengapresiasi kreatifitas para penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Ini mungkin bisa menjadi peluang jika mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Daerah. Jadi kami akan mendorong bagaimana produksi batik ciprat ini bisa lebih berkembang,&#8221; ungkap Novita saat dikonfirmasi, Kamis (19/11/2020) sore.</p>
<p>Kunjungannya di kampung inklusi ini berawal dari rasa penasaran Ketua TP PKK Trenggalek non aktif terhadap proses produksi batik ciprat, utamanya yang membuat adalah para penyandang disabilitas.</p>
<p>&#8220;Awalnya saya merasa penasaran akan pembuatan batik ciprat bagi mereka yang berkebutuhan khusus yang ada di kawasan inklusi Gunung Kebo ini. Dan tadi saya juga berkesempatan untuk mencoba langsung membuat batik ciprat dengan alat khusus yang namanya canting,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Novita Hardiny juga mampu menyelesaikan pembuatan batik cipratnya itu hingga proses pewarnaan. Pihaknya juga mengapresiasi semangat para penyandang disabilitas, dengan kekurangan yang dimiliki.</p>
<p>&#8220;Yang jelas saya sangat mengapresiasi mereka, karena mereka mampu menghasilkan sebuah karya yaitu batik ciprat yang bisa dikatakan luar biasa,&#8221; kata Novita.</p>
<p>Pihaknya juga akan mendorong agar produksi batik ciprat ini bisa berkembang dan terkenal baik di kancah nasional maupun internasional. Untuk proses pemasarannya, Pemerintah Daerah juga akan memfasilitasi dengan mengenalkan produk tersebut salah satunya melalui Galeri Gemilang.</p>
<p>&#8220;Dan ini membuktikan, meski orang &#8211; orang yang disini bisa dikatakan tidak seperti orang normal pada umumnya, akan tetapi dengan kreatifitas yang dimiliki tentu mereka bisa menjadi setara dengan di lingkungan masyarakat,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Seperti yang diketahui, batik ciprat merupakan batik yang dibuat dengan cara mencipratkan malam di atas kain jenis mori (putih). Langkah selanjutnya, kain mori diberi pewarna (pewarnaan) sehingga akan menghasilkan motif yang abstrak dan berbeda di setiap kainnya.</p>
<p>Produksi batik ciprat ini juga diketahui sebagai salah satu media pemberdayaan terhadap orang-orang berkebutuhan khusus seperti penyandang disabilitas maupun Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) ringan. <strong>(mil/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127888</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
