<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kampung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kampung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 May 2026 13:59:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kampung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Datangi Kampung Nelayan Merah Putih di Banyuwangi, Menko Zulhas Siapkan Skema Kesejahteraan Nelayan</title>
		<link>https://memontum.com/datangi-kampung-nelayan-merah-putih-di-banyuwangi-menko-zulhas-siapkan-skema-kesejahteraan-nelayan</link>
					<comments>https://memontum.com/datangi-kampung-nelayan-merah-putih-di-banyuwangi-menko-zulhas-siapkan-skema-kesejahteraan-nelayan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232428</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyiapkan skema penyerapan hasil tangkapan nelayan untuk memberikan kepastian harga bagi meraka. Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu melalui penyerapan hasil laut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menyokong Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Skema yang disiapkan tersebut, disampaikannya saat bertemu sekitar 120 nelayan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyiapkan skema penyerapan hasil tangkapan nelayan untuk memberikan kepastian harga bagi meraka. Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu melalui penyerapan hasil laut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menyokong Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>



<p>Skema yang disiapkan tersebut, disampaikannya saat bertemu sekitar 120 nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (14/05/2026) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang mendampingi kunjungan Menko Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan.</p>



<p>&#8220;Jadi, nelayan nanti punya kepastian keuntungan. Jangan sampai capek-capek melaut, setelah sampai di darat harganya nggak jelas berapa ikan itu dibeli,&#8221; kata Menko Zulhas.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, bahwa pemerintah telah menyiapkan ekosistem pendukung bagi nelayan. Mulai dari cold storage, pabrik es, hingga koperasi yang ada di Kampung Nelayan Merah Putih.</p>



<p>Sejumlah fasilitas tersebut, disiapkan agar nelayan tidak lagi terpaksa menjual ikan dengan harga rendah saat hasil tangkapan melimpah. &#8220;Tujuannya, itu agar nelayan punya daya tawar yang tinggi. Selama ini, usai melaut itu ikannya begitu sampai di darat, ditawar berapa dan kalau nggak dijual, kan bisa busuk,&#8221; tambah Zulhas.</p>



<p>Ditambahkannya, keberadaan cold storage dan koperasi akan membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan, ketika harga pasar sedang turun. Jika belum terserap pasar, ikan nantinya dapat dibeli oleh SPPG untuk kebutuhan Program MBG.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nanti kalau semua sudah jadi, kalau ikan nelayan dapat banyak dan harganya turun bisa disimpan dulu. Kalau masih nggak dibeli juga, nanti SPPG yang beli ikannya. Sudah kita atur begitu sehingga nelayan punya kepastian harga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menko Zulhas juga mencontohkan, pola serupa yang telah diterapkan pemerintah pada komoditas gabah. Dimana, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan ini, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.</p>



<p>&#8220;Gabah kita jamin Rp 6.500. Kalau gak harga segitu, gabah bisa dibeli Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (Kopdes),&#8221; terangnya.</p>



<p>Ketua KUB Nelayan Sumber Laut Lateng menyambut positif rencana itu. Terlebih, selama ini harga ikan sering jatuh saat musim tangkapan melimpah, karena posisi tawar nelayan lemah di hadapan pengepul.</p>



<p>&#8220;Menteri menyampaikan, bahwa nelayan itu akan dibikinkan standar harga. Kemudian, ikan-ikannya bisa diserap di SPPG. Kalau bagi nelayan, pasti kami senang kalau memang ada seperti itu. Sehingga, ekonomi nelayan meningkat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain berharap adanya kepastian harga, para nelayan juga meminta dukungan fasilitas penunjang lain seperti SPBU khusus nelayan untuk membantu operasional selama melaut. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/datangi-kampung-nelayan-merah-putih-di-banyuwangi-menko-zulhas-siapkan-skema-kesejahteraan-nelayan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232428</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</title>
		<link>https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[nyaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pemudik]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230934</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember saat ini tengah melakukan perbaikan besar-besaran untuk kondisi jalan berlubang. Melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Pemkab Jember tancap gas melakukan kerja bakti berskala besar. Langkah ini dilakukan, untuk memastikan seluruh jalur utama maupun penghubung di Jember tidak hanya tampak bersih dan asri, tetapi juga memiliki standar keamanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember saat ini tengah melakukan perbaikan besar-besaran untuk kondisi jalan berlubang. Melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Pemkab Jember tancap gas melakukan kerja bakti berskala besar. Langkah ini dilakukan, untuk memastikan seluruh jalur utama maupun penghubung di Jember tidak hanya tampak bersih dan asri, tetapi juga memiliki standar keamanan yang layak bagi para pengendara.</p>



<p>Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Jember, Jupriono, menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri ini bukanlah kampanye estetika belaka. Dirinya ingin, masyarakat Jember merasakan perubahan fungsional yang nyata pada infrastruktur jalan.</p>



<p>&#8220;Gerakan ini adalah wujud kehadiran kami secara nyata di tengah masyarakat. Kami menyadari bahwa menjelang Lebaran, mobilitas warga akan meningkat berkali-kali lipat. Oleh karena itu, kami ingin menghadirkan lingkungan yang nyaman dan jalanan yang layak huni bagi semua,&#8221; jelas Jupriono, saat meninjau salah satu lokasi pengerjaan, Kamis (12/03/2026) tadi.</p>



<p>Agar perbaikan ini efektif, ujarnya, Satgas telah memetakan 10 titik kerusakan utama yang menjadi prioritas pengerjaan. Di wilayah perkotaan, fokus utama tertuju pada kawasan padat aktivitas di Tawangmangu, Kecamatan Sumbersari. Mengingat, wilayah ini adalah jantung kegiatan ekonomi dan pendidikan.</p>



<p>Perbaikan di Tawangmangu sendiri, diharapkan dapat mengurai potensi kemacetan akibat jalan rusak. Mengingat, perhatian pemerintah tidak berhenti di tengah kota. Sementara, perbaikan sendiri merata hingga ke pelosok-pelosok kecamatan agar tidak ada wilayah yang merasa dianaktirikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Bagi warga wilayah timur, jalur penghubung Lembengan hingga Cumedak di Ledokombo kini sedang dalam tahap pengaspalan ulang. Begitu pula dengan ruas Gayasan menuju Jatirejo di Kecamatan Jenggawah yang juga sudah menjadi lebih halus,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Bergeser ke wilayah selatan dan barat, Tim Satgas melakukan penambalan intensif sepanjang jalur Ambulu hingga Mangli, yang kemudian dilanjutkan ke arah Sukoreno di Kecamatan Kalisat. Akses penting lainnya, seperti Jalan Basuki Rahmat di Kecamatan Jombang dan jalur Kemuningsari Lor menuju Tamansari di Bangsalsari juga mendapatkan porsi perbaikan yang sama seriusnya.</p>



<p>Tidak ketinggalan, lintasan Kertosari-Antirogo di Kecamatan Pakusari serta ruas Kasiyan-Grenden di Kecamatan Puger, juga masuk dalam daftar pemeliharaan rutin. Perbaikan juga menyasar jalur Karangbayat menuju Mangungan di Kecamatan Sumberbaru, yang menjadi titik batas pemerataan infrastruktur di berbagai penjuru Kabupaten Jember.</p>



<p>Pemkab Jember menargetkan, seluruh perbaikan teknis ini tuntas pada 19 Maret 2026. Pemilihan tanggal ini, bukan tanpa alasan. Itu karena, tim ingin memastikan aspal sudah kering sempurna dan stabil sebelum dilalui ribuan kendaraan pemudik.</p>



<p>Jupriono berharap, dengan kondisi jalan yang mantap, risiko kecelakaan akibat lubang jalan dapat ditekan hingga ke titik terendah. &#8220;Selama masa perbaikan ini, mohon untuk tetap bersabar dan berhati-hati saat melintasi area yang sedang dikerjakan. Kurangi kecepatan kendaraan demi keselamatan bersama,&#8221; imbuhnya. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230934</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Dampingi Menteri KKP ke Kampung Nelayan Merah Putih di Pujiharjo</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-dampingi-menteri-kkp-ke-kampung-nelayan-merah-putih-di-pujiharjo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dampingi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pujiharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230740</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi pelaksanaan kunjungan kerja yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, ke wilayah Kabupaten Malang, atau persisnya di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Rabu (04/03/2026) tadi. Pelaksanaan Kunker yang dilakukan itu, dalam rangkaian peninjauan progres dari pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang bertujuan untuk meningkatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi pelaksanaan kunjungan kerja yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, ke wilayah Kabupaten Malang, atau persisnya di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Rabu (04/03/2026) tadi. Pelaksanaan Kunker yang dilakukan itu, dalam rangkaian peninjauan progres dari pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.</p>



<p>Program yang dilakukan itu, mencakup pembangunan sarana prasarana sebanyak 20 intervensi. Diantaranya, cold storage, pabrik es, dermaga dan SPBN, guna mengoptimalkan potensi perikanan yang tinggi di wilayah tersebut.</p>



<p>Dengan adanya program pemerintah pusat itu, masyarakat nelayan menyambut baik dan diakui bakal sangat mendukung peningkatan taraf hidup dan sarana kerja. &#8220;Kunjungan ke Desa Pujiharjo bersama-sama Pak Bupati Malang ini merupakan rangkaian pemantauan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Sebelumnya, saya meninjau proyek serupa di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Dan ini akan dilanjutkan ke Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta,&#8221; kata Menteri KKP, Trenggono.</p>



<p>Dalam kunjungan itu, Menteri Trenggono mengevaluasi langsung progres pembangunan KNMP Desa Pujiharjo, yang terletak di muara dari Pantai Sipelot, yang dinilainya memang masih belum rampung 100 persen. Pihaknya ingin memastikan, bahwa KNMP yang dibangun sesuai standar dan kualitas, supaya nanti bisa berfungsi secara layak dan baik.</p>



<p>Menteri KKP Trenggono dan Bupati Sanusi dalam momen itu juga memantau langsung gedung pabrik es yang sedang berproduksi dan gedung cold storage yang juga sudah beroperasi. Sementara kampung nelayan Pujiharjo sendiri, dihuni 2500 KK, dengan jumlah nelayan 900 orang dan ada 300 unit kapal, berkomoditas ikan Tongkol, Lemuru dan Layur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8221;Saya mencatat sejumlah pekerjaan memang harus segera diselesaikan. Seperti ketersediaan air bersih dengan butuh sumur bor, karena saat ini masih dalam kondisi air payau. Serta persoalan sedimentasi di area tambatan perahu dan pemecak ombak. Tadi saya panggil kontraktornya untuk dikoreksi dengan baik. Soal air bersih ini harus betul-betul diselesaikan. Sedimentasi tambatan perahu juga segera kita kerjakan,” tegas Menteri Trenggono.</p>



<p>Meski belum sepenuhnya selesai, Menteri KKP menyebut beberapa fasilitas justru telah beroperasi. Hanya saja, sarana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) masih dalam tahap koordinasi untuk segera dibangun.</p>



<p>Menteri Trenggono juga bangga dengan animo dan semangat tinggi masyarakat nelayan, terhadap perkembangan proyek ini. Karenanya, pihaknya juga menegaskan fasilitas yang belum lengkap bakal segera dipenuhi.</p>



<p>&#8221;Pengelolaan KNMP ini nantinya dijalankan Koperasi Merah Putih secara profesional, dengan pendampingan dan koordinasi bersama Kementerian Koperasi. Jika kepengurusan dinilai tidak mampu menggerakkan koperasi ini, Pak Bupati Malang bisa melakukan evaluasi dan menggantinya. Tahun ini, kita rencanakan 1000 KNMP di seluruh Indonesia. Syaratnya, tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah kapal nelayan di masing-masing wilayah. Di Pujiharjo memiliki 300 unit kapal dan 580 nelayan aktif,” tambahnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230740</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Harlah 1 Abad NU, Presiden Prabowo Umumkan Pembangunan Kampung Haji di Makkah</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-harlah-1-abad-nu-presiden-prabowo-umumkan-pembangunan-kampung-haji-di-makkah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[umumkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230065</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di hadapan para ulama dan ratusan ribu warga NU Jawa Timur, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Suci Makkah. Hal itu disampaikan presiden, saat menghadiri Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (08/02/2026) tadi. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di hadapan para ulama dan ratusan ribu warga NU Jawa Timur, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Suci Makkah. Hal itu disampaikan presiden, saat menghadiri Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (08/02/2026) tadi.</p>



<p>Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia mendapat kehormatan bersejarah berupa izin kepemilikan lahan di Makkah untuk kepentingan jamaah haji dan umrah bagi warga asal Indonesia. “Indonesia pertama kali mendapat kehormatan dan hak untuk memiliki lahan di Kota Suci Makkah. Kita akan membangun Kampung Haji untuk jamaah haji dan umrah Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.</p>



<p>Menurutnya, pembangunan Kampung Haji Indonesia ini merupakan yang pertama dalam sejarah. Karena pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk pertama kalinya mengubah regulasi demi memberikan izin kepemilikan lahan kepada bangsa lain di Makkah.</p>



<p>“Ini adalah pertama kali dalam sejarah bahwa pemerintah Kerajaan Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di Kota Suci Makkah. Mereka mengubah undang-undang khusus sebagai penghormatan kepada bangsa Indonesia,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Presiden Prabowo memastikan, dalam pembangunan Kampung Haji akan menyediakan hunian yang layak dan pelayanan terbaik bagi jamaah. Terlebih, ditegaskan jika tidak boleh lagi ada praktik pelayanan yang merugikan jamaah haji Indonesia.</p>



<p>“Nanti semua jamaah akan mendapat tempat yang baik, hunian yang layak. Tidak usah ragu-ragu lagi, tidak boleh ada macam-macam. Pelayanannya harus yang terbaik,” katanya.</p>



<p>Selain peningkatan fasilitas, Prabowo juga menyatakan tekadnya untuk menurunkan biaya haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. “Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” ucapnya.&nbsp;</p>



<p>Di akhir, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa target pembangunan Kampung Haji Indonesia dapat terealisasi dalam waktu tiga tahun ke depan. Dalam waktu dekat, fasilitas awal berupa sekitar 1.000 kamar ditargetkan mulai tersedia dan akan terus dikembangkan secara bertahap.</p>



<p>“Insyaallah dalam tiga tahun kita sudah punya Kampung Haji yang bagus. Dalam beberapa bulan ke depan kita mulai dengan kurang lebih 1.000 kamar, dan akan terus kita bangun,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230065</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Nelayan Merah Putih Tambah Deretan Wisata Kuliner Seafood di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-nelayan-merah-putih-tambah-deretan-wisata-kuliner-seafood-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deretan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[seafood]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229870</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menambah deretan wisata kuliner seafood di Banyuwangi. Apalagi, keberadaan KNMP yang dibangun oleh pemerintah pusat, ini lokasinya tidak jauh dari pusat kuliner hasil olahan laut Fish Market di Kampung Mandar, yang telah dikembangkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menambah deretan wisata kuliner seafood di Banyuwangi. Apalagi, keberadaan KNMP yang dibangun oleh pemerintah pusat, ini lokasinya tidak jauh dari pusat kuliner hasil olahan laut Fish Market di Kampung Mandar, yang telah dikembangkan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Kehadiran KNMP yang merupakan kawasan kampung nelayan modern dan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, itu bakal menambah daya tarik sentra kuliner olahan laut yang menjadi salah satu jujukan favorit wisatawan yang berkunjung ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java. Saat ini, progres pembangunan KNMP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut telah memasuki tahap akhir. Progres fisik KNMP hampir rampung, dengan fokus pekerjaan pada penyempurnaan bangunan serta penataan kawasan pendukung.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini kian menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. &#8220;Terima kasih pada pemerintah pusat yang terus mendukung pariwisata Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk, Jumat (30/01/2026) tadi.</p>



<p>KNMP Banyuwangi sendiri, mulai dibangun September 2025. Sementara saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 97 persen dan pengerjaan hanya menyisakan tahapan finishing.</p>



<p>Bangunan-bangunan KNMP Banyuwangi sendiri, mengangkat arsitektur Osing sebagai gaya utama. Bangunan-bangunan yang berdiri membawa bentuk, karakter dan ornamen khas suku asli Banyuwangi itu.</p>



<p>Sebanyak enam unit bangunan utama, mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing dan diperkaya ornamen batik khas Gajah Oling. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu memberi identitas kuat, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, KNMP Banyuwangi dilengkapi dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar, balai pertemuan, pabrik es, serta unit pengolahan hasil laut. Bahkan juga disiapkan sebagai kawasan kuliner bahari baru.</p>



<p>“Kampung nelayan moderen ini dirancang terintegrasi. Selain menjadi tempat aktivitas kampung nelayan pada umumnya, juga dirancang menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Melalui konsep tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan bahwa pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai 1 dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.</p>



<p>“Program ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, Suryono, menyebut, KNMP disiapkan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi nelayan setempat. “Kawasan ini kami lengkapi dengan fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan agar benar-benar memberi manfaat langsung,” ujarnya.</p>



<p>Dikatakan Suryono, bahwa nanti setelah seluruh pekerjaan fisik tuntas, pengoperasional kawasan ini menunggu proses dari pemerintah pusat ke pengelola. “Setelah BAST, aset akan kami kelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah dibentuk,” tuturnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229870</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jatimulyo Dominasi Penghargaan Jogo Kampung Berkelas, Pemkot Malang Apresiasi Aktivasi Siskamling</title>
		<link>https://memontum.com/jatimulyo-dominasi-penghargaan-jogo-kampung-berkelas-pemkot-malang-apresiasi-aktivasi-siskamling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[aktivasi]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berkelas]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[jatimulyo]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siskamling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang terus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Hal itu ditunjukkan, melalui kegiatan Aktivasi Siskamling, sekaligus penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Siskamling, yang digelar di Grha Purva Praja, Selasa (30/12/2025) tadi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa aktivasi Siskamling menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang terus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Hal itu ditunjukkan, melalui kegiatan Aktivasi Siskamling, sekaligus penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Siskamling, yang digelar di Grha Purva Praja, Selasa (30/12/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa aktivasi Siskamling menjadi langkah strategis dalam menciptakan suasana kota yang aman, tertib dan kondusif. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan wilayah tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat.</p>



<p>“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara warga dan pemerintah. Siskamling bukan hanya rutinitas, tetapi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama pada momentum-momentum penting seperti akhir tahun,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP Kota Malang, yang dinilai konsisten melakukan pembinaan serta penilaian Siskamling secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap lingkungannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kegiatan yang diinisiasi Satpol PP Kota Malang ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Malang, perwakilan Polresta Malang Kota, Kodim 0833, kepala perangkat daerah, Forkopimcam, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur Linmas se-Kota Malang.</p>



<p>Pada puncak acara, dilakukan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Siskamling dalam rangka program &#8216;Jogo Kampung Berkelas&#8217;. Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, tampil dominan dengan menyabet juara di kategori pembina maupun pelaksana Siskamling.</p>



<p>Untuk kategori Pembina Siskamling Terbaik, diantaranya diraih oleh Bripka Mohamad Rheza Firmansyah (Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatimulyo), Peltu Fatkur Arif (Babinsa Kelurahan Jatimulyo), Sertu Agus Sutriyono (Babinsa Kelurahan Jatimulyo) dan Lurah Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru.</p>



<p>Sementara, pada kategori Pelaksana Siskamling Terbaik, diantaranya untuk terbaik pertama diraih RT 02/RW 02, Kelurahan Jatimulyo, terbaik kedua yakni RT 07/RW 05, Kelurahan Arjowinangun, terbaik ketiga yakni RT 04/RW 04, Kelurahan Bandulan dan harapan satu yakni RT 03/RW 04, Kelurahan Madyopuro, serta harapan dua yakni RT 02/RW 02, Kelurahan Kasin.</p>



<p>Wali Kota Wahyu berharap, prestasi tersebut tidak berhenti pada penilaian semata, namun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dirinya juga menekankan bahwa Siskamling harus menjadi ruang komunikasi warga, sarana deteksi dini persoalan lingkungan, sekaligus penguat nilai gotong royong.</p>



<p>“Jadikan Siskamling sebagai bagian dari budaya warga. Dengan kebersamaan dan kepedulian, stabilitas keamanan, terutama menjelang tahun baru dapat terus terjaga,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229177</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisata di Kayutangan Melonjak, Kampung Heritage Naik 100 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisata-di-kayutangan-melonjak-kampung-heritage-naik-100-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229144</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kunjungan wisata di Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, mengalami lonjakan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Bahkan, khusus di Kampung Heritage Kayutangan, jumlah wisatawan tercatat meningkat hampir 100 persen dibanding periode libur di tahun 2024 lalu. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kunjungan wisata di Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, mengalami lonjakan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Bahkan, khusus di Kampung Heritage Kayutangan, jumlah wisatawan tercatat meningkat hampir 100 persen dibanding periode libur di tahun 2024 lalu.</p>



<p>Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa Koridor Kayutangan dan Kampung Kayutangan Heritage menjadi destinasi paling ramai dikunjungi sepanjang Desember 2025. “Koridor Kayutangan mencatat kunjungan sebanyak 58.123 wisatawan, sementara Kampung Heritage Kayutangan mencapai 38.101 kunjungan,” ujar Baihaqi, Selasa (30/12/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa lonjakan paling tajam terjadi di Kampung Kayutangan Heritage. Berdasarkan pantauan selama 12 hari libur Nataru, jumlah kunjungan tahun ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pada Nataru 2024 lalu, kunjungannya sekitar 14 ribuan. Tahun ini naik menjadi 28 ribuan, atau hampir 100 persen peningkatannya,” tambahnya.</p>



<p>Senada dengan itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Heritage Kayutangan, Mila Kurniawati, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan sudah terasa sejak pertengahan Desember.</p>



<p>“Mulai ramai sejak 13 Desember 2025. Rata-rata kunjungan harian mencapai 2.000 hingga 3.000 orang, yang masuk melalui enam pintu akses,” tutur Mila.</p>



<p>Menurutnya, lonjakan tersebut mencapai tiga kali lipat dibanding hari biasa. Sementara pada akhir pekan, jumlah kunjungan meningkat sekitar satu kali lipat dari kondisi normal. “Kalau weekday biasanya lebih landai. Saat libur panjang seperti ini, lonjakannya terasa sekali,” imbuh Mila. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229144</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apresiasi Lembaga Kampung Lestari dan Sekolah Adiwiyata, Wali Kota Malang Ingatkan Kesadaran Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/apresiasi-lembaga-kampung-lestari-dan-sekolah-adiwiyata-wali-kota-malang-ingatkan-kesadaran-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[adiwiyata]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228810</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyerahkan penghargaan kepada Lembaga Kampung Lestari, sekolah Adiwiyata, serta perwakilan lingkungan yang dinilai berprestasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, Rabu (17/12/2025) tadi. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Plh Kepala DLH Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyerahkan penghargaan kepada Lembaga Kampung Lestari, sekolah Adiwiyata, serta perwakilan lingkungan yang dinilai berprestasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, Rabu (17/12/2025) tadi. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa pemberian penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing. “Ini untuk memberikan semangat kepada mereka yang sudah berjuang dengan kesadaran tinggi melakukan hal-hal terbaik dalam penyelamatan lingkungan. Kesadaran lingkungan ini sangat penting karena akan membuat wilayah menjadi lebih nyaman untuk ditinggali,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan sejalan dengan visi dan program prioritas Pemerintah Kota Malang, yakni Ngalam Seger dan Ngalam Rijik. Program tersebut, menekankan pentingnya kebersihan, ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta pengelolaan sampah yang baik sebagai upaya menciptakan kota yang sehat dan nyaman.</p>



<p>“Kami tidak muluk-muluk. Target kami sederhana, bagaimana RTH tersedia dengan baik, lingkungan bersih dan masyarakat sadar akan kewajibannya agar tidak terjadi banjir. Karena masih kita temui sampah dibuang tidak pada tempatnya,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa penghargaan lingkungan hidup tahun ini diberikan kepada sekitar 50 peserta dari berbagai kategori. Penghargaan tersebut berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Kementerian Lingkungan Hidup.</p>



<p>&#8220;Untuk tingkat nasional ada enam penerima, tingkat provinsi tiga dan sisanya tingkat kota. Besaran penghargaan bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 15 juta,&#8221; ungkap Raymond.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa penilaian dilakukan secara komprehensif, meliputi kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta upaya penghijauan seperti penanaman tanaman buah dan tanaman pelindung. Proses penilaian melibatkan tim independen yang terdiri dari akademisi ITN dan UB, pemerhati lingkungan, kader lingkungan, serta OPD terkait.</p>



<p>&#8220;Harapannya dengan diberikan penghargaan ini dapat menjadi motivasi berkelanjutan bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup secara kolektif,&#8221; imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Nataru, Disporapar Kota Malang Siapkan Kampung Tematik Jadi Jujugan Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nataru-disporapar-kota-malang-siapkan-kampung-tematik-jadi-jujugan-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[jujugan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228221</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemkot Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menyiapkan sejumlah destinasi wisata jujugan. Salah satunya, yakni kampung-kampung tematik yang masih menjadi primadona wisatawan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa sebagian besar destinasi wisata di Kota Malang dikelola [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemkot Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menyiapkan sejumlah destinasi wisata jujugan. Salah satunya, yakni kampung-kampung tematik yang masih menjadi primadona wisatawan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa sebagian besar destinasi wisata di Kota Malang dikelola masyarakat dan swasta. Meski begitu, kampung tematik tetap menjadi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>



<p>&#8220;Destinasi unggulan yang selalu jadi tujuan wisatawan antara lain koridor Kayutangan, kampung-kampung tematik seperti Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi. Sementara yang dikelola swasta, ada Hawaii Waterpark, Transmart dan lainnya,” ujar Baihaqi, Sabtu (29/11/2025) tadi.</p>



<p>Untuk memastikan layanan wisata tetap optimal, Disporapar Kota Malang terus melakukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata. Termasuk, pembinaan rutin kepada para Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di masing-masing kampung tematik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sementara untuk infrastruktur dilakukan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain sesuai tupoksinya. Infrastruktur jalan yang semakin baik, lingkungan yang tertata oleh DLH hingga pengaturan lalu lintas oleh Dishub, semuanya mendukung kenyamanan wisatawan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Hingga akhir November, capaian kunjungan wisata Kota Malang telah mencapai 80 persen dari target. Baihaqi menyebut, peningkatan kunjungan biasanya mulai terlihat pertengahan Desember seiring libur akhir tahun.</p>



<p>&#8220;Kenaikan kunjungan ditandai dari hunian hotel. Selain wisatawan umum, banyak kegiatan MICE dari provinsi maupun kementerian yang digelar di Kota Malang. Mereka juga sekaligus menikmati destinasi di sini,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Baihaqi juga menegaskan, bahwa Disporapar Kota Malang rutin menggelar pertemuan bulanan dengan PHRI. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan di sektor pariwisata.</p>



<p>&#8220;Pokdarwis selalu kami libatkan untuk pembinaan. Fokusnya pada peningkatan layanan, keselamatan dan kenyamanan sehingga wisatawan membawa kenangan indah saat berkunjung ke Kota Malang,&#8221; imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228221</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
