<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kandang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kandang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Feb 2026 12:45:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kandang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kandang Ayam di Kabupaten Malang Alami Ambruk, Dua Pekerja Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/kandang-ayam-di-kabupaten-malang-alami-ambruk-dua-pekerja-meninggal</link>
					<comments>https://memontum.com/kandang-ayam-di-kabupaten-malang-alami-ambruk-dua-pekerja-meninggal#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230446</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kandang Ayam seluas sekitar 12 x 50 meter persegi milik Wawan di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, mengalami ambruk hingga mengakibatkan dua orang pekerja meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka, Selasa (24/02/2026) tadi. Informasinya, kandang berisi 25 ribu ayam itu, ambruk dan diduga akibat bagian belakang sisi utara bangunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kandang Ayam seluas sekitar 12 x 50 meter persegi milik Wawan di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, mengalami ambruk hingga mengakibatkan dua orang pekerja meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka, Selasa (24/02/2026) tadi.</p>



<p>Informasinya, kandang berisi 25 ribu ayam itu, ambruk dan diduga akibat bagian belakang sisi utara bangunan mengalami amblas, sekitar pukul 09.19. Kondisi tersebut, diperparah oleh kapasitas kandang yang berlebihan sehingga struktur tidak mampu menopang beban.</p>



<p>Dalam kejadian itu, beberapa pekerja terjebak di bawah reruntuhan konstruksi besi dan material bangunan. Dalam proses evakuasi itu, petugas menemukan tiga korban dalam kondisi luka-luka dan segera dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, dua pekerja lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah satu pekerja sempat dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian intensif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, mengatakan bahwa sesaat pasca kejadian, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait segera melakukan evakuasi. &#8220;Pukul 09.20, kami menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan sumber informasi. Pukul 09.30, laporan diteruskan kepada pimpinan untuk tindak lanjut,&#8221; ujar Purwoto.</p>



<p>Ditambahkannya, dalam proses evakuasi, petugas menemukan tiga korban dalam kondisi luka-luka dan segera dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, dua pekerja lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah satu pekerja sempat dinyatakan hilang.</p>



<p>Adapun korban meninggal adalah Thomas, warga Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dan Rian, warga Kabupaten Lumajang. Keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan. Selain menimbulkan korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan.</p>



<p>&#8220;Tingkat kerusakan dan nilai kerugian material masih dalam tahap asesmen,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kandang-ayam-di-kabupaten-malang-alami-ambruk-dua-pekerja-meninggal/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230446</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Maling Sapi Lumajang Kembali Berulah, Tiga Ekor di Satu Kandang Amblas Digondol</title>
		<link>https://memontum.com/maling-sapi-lumajang-kembali-berulah-tiga-ekor-di-satu-kandang-amblas-digondol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[amblas]]></category>
		<category><![CDATA[berulah,]]></category>
		<category><![CDATA[digondol]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Maling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229068</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Nasib apes menimpa Sanom (60), warga Dusun Karangtengah, Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Korban harus merelakan tiga ekor sapi miliknya, usai kandang hewan peliharaannya dibobol kawanan pelaku, Sabtu (27/12/2025) kemarin. Diceritakan Sanom, bahwa aksi pencurian oleh kawanan pelaku itu diperkirakan pukul 02.00. Itu karena, sesaat sebelum diketahui hilang, dirinya masih sempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Nasib apes menimpa Sanom (60), warga Dusun Karangtengah, Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Korban harus merelakan tiga ekor sapi miliknya, usai kandang hewan peliharaannya dibobol kawanan pelaku, Sabtu (27/12/2025) kemarin.</p>



<p>Diceritakan Sanom, bahwa aksi pencurian oleh kawanan pelaku itu diperkirakan pukul 02.00. Itu karena, sesaat sebelum diketahui hilang, dirinya masih sempat memberikan makan hewan peliharaannya tersebut.</p>



<p>&#8220;Sekitar jam 01.00, saya masih sempat memberikan makan sapi-sapi saya. Baru sekitar pukul 03.00, sapi saya sudah tidak ada semua. Total semua tiga ekor, satu jantan dan dua betina,&#8221; ujarnya, kepada Memontum.com, Minggu (28/12/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, dalam kejadian tersebut, tidak satupun pihak keluarga ada yang terbangun. Sebaliknya, aksi pencurian baru diketahui setelah semua sapi sudah raib.</p>



<p>&#8220;Tidak terdengar apa-apa, karena semua tertidur pulas. Baru setelah bangun pagi, tahu-tahu sudah hilang semua. Sudah lapor kepala desa, polisi juga sudah ke sini,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih menurut Sanom, pencurian sapi di Ranuyoso, sudah sering terjadi dan tidak ada yang ditemukan kembali. &#8220;Sudah belasan yang menjadi korban dan tidak ada yang ditemukan kembali,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Ranuyoso, Iptu Imam Soepardi, ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya sudah ke lokasi kejadian. &#8220;Polsek sudah di cek TKP. Pemilik disarankan melapor ke Polsek, untuk diminta keterangan. Hingga saat ini korban belum datang,&#8221; kata Kapolsek.</p>



<p>Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah-langkah guna mengantisipasi pencurian sapi yang akhir-akhir ini mulai marak lagi. &#8220;Upaya preventif kepolisian seperti sosialisasi dan cara pencegahannya seperti memasang kamera CCTV di daerah-daerah yang rawan pencurian hewan untuk memantau aktivitas yang mencurigakan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Di sisi lain, kata Ipda Untoro, kerja sama dengan masyarakat juga sudah dilakukan. &#8220;Kepolisian bekerja sama dengan masyarakat untuk melaporkan kasus-kasus pencurian hewan yang terjadi di daerah tersebut, &#8221; imbuhnya. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229068</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Kelayakan Hewan Kurban, Mas Dhito Terjunkan Tim DKPP Kediri ke Kandang Peternak</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-kelayakan-hewan-kurban-mas-dhito-terjunkan-tim-dkpp-kediri-ke-kandang-peternak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<category><![CDATA[terjunkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222413</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menerjunkan petugas kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, untuk melakukan monitoring hewan kurban. Dalam kegiatan monitoring itu, petugas mendatangi kandang milik peternak yang menyediakan hewan untuk kurban. Selama pelaksanaan, hewan ternak di sejumlah kandang peternak, kemudian dilakukan pengecekan untuk memastikan dalam kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menerjunkan petugas kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, untuk melakukan monitoring hewan kurban. Dalam kegiatan monitoring itu, petugas mendatangi kandang milik peternak yang menyediakan hewan untuk kurban.</p>



<p>Selama pelaksanaan, hewan ternak di sejumlah kandang peternak, kemudian dilakukan pengecekan untuk memastikan dalam kondisi sehat dan sudah cukup umur. &#8220;Lewat monitoring ini, kami dari DKPP memastikan keterkaitan kesehatan dan kondisi hewan yang akan dijadikan kurban,&#8221; kata Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, Kamis (22/05/2025) tadi.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, meski beberapa bulan terakhir tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, namun hal ini diakui tetap masih menjadi ancaman yang harus diwaspadai. Selain kegiatan vaksinasi yang masih berjalan, lewat kegiatan monitoring itu petugas juga melakukan edukasi kepada peternak.</p>



<p>Edukasi ini, supaya para peternak menjaga kondisi kesehatan hewan ternak dan kebersihan kandang. Di sisi lain, melalui kegiatan monitoring yang dilakukan, petugas juga mendata populasi hewan ternak yang siap kurban.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, dari data DKPP pada 2025 ini, jumlah sapi yang siap kurban sebanyak 12 ribu ekor, kambing kurang lebih 46 ribu dan domba 6.600 ekor. &#8220;Hasil monitoring selama 10 hari ini, permintaan (hewan kurban) baik dari masyarakat Kabupaten Kediri maupun luar kabupaten betul-betul luar biasa,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tingginya permintaan hewan kurban dari luar daerah, menurut Tutik, patut menjadi perhatian pelaku usaha ternak supaya mengetahui harapan konsumen. Pasalnya, pembeli saat ini lebih selektif dalam memilih hewan yang akan dijadikan kurban.</p>



<p>Untuk memastikan hewan ternak yang keluar kandang dalam kondisi sehat menjelang Idul Adha, Tutik mengaku meminta dokter hewan yang terjun ke lapangan untuk membuatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). &#8220;Jadi, nanti yang menerima sudah tahu ada SKKH. Minimal sudah dicek dokter hewan dan tidak ada indikasi penyakit hewan menular,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kegiatan monitoring hewan kurban yang dilakukan petugas dari DKPP tersebut, mendapatkan sambutan positif dari peternak. Salah satunya, Wahyu Widianto. Pemilik kandang ternak di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih tersebut mengaku SKKH saat ini sangat dibutuhkan para peternak.</p>



<p>&#8220;Seperti tempat kami ini, pembeli kebetulan juga minta SKKH. Alhamdulilah adanya kegiatan monitoring yang dilakukan oleh pemerintah ini sangat membantu kami para peternak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Wahyu Widianto menambahkan, di kandang miliknya terdapat 20 ekor sapi dan hampir semua telah dipesan konsumen untuk kurban. Selain sapi, dia juga mengembangkan ternak domba yang populasinya kini sekitar 200 ekor. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222413</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gubernur Jawa Timur Serahkan Bantuan Pedet dan Kandang untuk Siswa Kelas 4 SDN 2 Klampok Singosari</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-jawa-timur-serahkan-bantuan-pedet-dan-kandang-untuk-siswa-kelas-4-sdn-2-klampok-singosari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 May 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[klampok]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222181</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi Gubernur Jawa Timur, Hj Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan kandang dan pedet kepada Nanda Rosifullah, siswa kelas 4 SD Negeri 2 Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (18/05/2025) tadi. Bantuan ini diberikan, guna mewujudkan cita-cita seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Malang yang ingin memiliki seekor sapi untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi Gubernur Jawa Timur, Hj Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan kandang dan pedet kepada Nanda Rosifullah, siswa kelas 4 SD Negeri 2 Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (18/05/2025) tadi. Bantuan ini diberikan, guna mewujudkan cita-cita seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Malang yang ingin memiliki seekor sapi untuk dipelihara.</p>



<p>Sekedar diketahui, bahwa Nanda anak pasangan Rohman, buruh tani dan Fitri Laila yang setiap harinya bekerja menjaga toko. Penyerahan sapi pedet ini, merupakan wujud kepedulian Gubernur Khofifah terhadap anak-anak dan cita-cita mereka.</p>



<p>Penyerahan bantuan ini, berawal dari kunjungan Gubernur Khofifah ke Desa Klampok, Kecamatan Singosari dalam rangka Peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Selasa (13/05/2025) lalu. Saat itu, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut tengah membagikan sepatu kepada seluruh siswa SD, termasuk murid SMP di Desa Klampok yang berbaris menyambut kedatangannya sambil membawa Bendera Merah Putih.</p>



<p>Saat itu, oleh Gubernur Khofifah, sebagian siswa ditanya satu per satu tentang cita-citanya. Beragam profesi disebut, ada yang ingin menjadi polisi, tentara, dokter, guru dan lainnya.</p>



<p>&#8220;Tapi ada satu momen menyentuh terjadi saat saya menyapa Nanda. Dia menjawab cita-citanya ingin memiliki sapi. Mendengar jawaban sederhana namun penuh harapan itu, saya langsung mengambil inisiatif untuk mewujudkan keinginan Nanda,” kata Gubernur Khofifah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Bupati Malang, Sanusi, menyampaikan harapannya agar hal ini dapat menjadi pemacu semangat bagi Nanda Rosifullah untuk semakin giat belajar dan berdoa guna meraih cita-cita yang diimpikan. &#8220;Di sisi lain, kegiatan hari ini juga menjadi motivasi bagi kami Pemerintah Kabupaten Malang, untuk terus mendukung program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, utamanya dalam rangka menciptakan ekosistem yang kondusif di sektor pendidikan, sosial, maupun ekonomi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bupati Malang juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur yang telah mewujudkan harapan dari Nanda Rosifullah, yakni memiliki sapi untuk dipelihara dan diternakkan. &#8220;Semoga kepedulian dari Ibu Gubernur dapat menjadi inspirasi bagi kami dan pihak-pihak terkait lainnya untuk dapat mengambil peran yang sama. Sehingga, kebersamaan kita semua dapat menjadi jalan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur beserta rombongan juga turut meninjau kandang ternak kambing milik Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Singosari. Sebelumnya, Bupati Malang Sanusi telah memberikan bantuan 10 ekor kambing anakan dan bibit ikan nila serta ikan lele untuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Singosari agar dirawat dan dibudidayakan dengan baik.</p>



<p>Menurut Bupati Sanusi, bantuan 10 kambing anakan serta bibit ikan nila dan ikan lele ini merupakan dorongan dan motivasi kepada para Kader Muslimat NU Singosari agar berdaya dan mandiri dalam menjalankan roda organisasi maupun kehidupan sehari-hari. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lagi..Kawanan Maling Lumajang Bobol Kandang Milik Warga Kedungjajang dan Sikat Dua Ekor Sapi</title>
		<link>https://memontum.com/lagi-kawanan-maling-lumajang-bobol-kandang-milik-warga-kedungjajang-dan-sikat-dua-ekor-sapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[kedungjajang]]></category>
		<category><![CDATA[lagi..kawanan]]></category>
		<category><![CDATA[Maling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215631</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pencurian sapi di wilayah hukum Polres Lumajang, kembali terjadi. Kali ini, yang menjadi korban adalah warga Dusun Darungan Kidul, Desa/Kecamatan Kedungjajang, Asan, yang harus merelakan dua ekor sapi miliknya akibat disikat kawanan pelaku. &#8220;Kejadiannya kemarin (Sabtu (19/10/2024), red) dan kita tahunya saat Subuh. Saat itu, kandang sudah dalam kondisi kosong dan dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pencurian sapi di wilayah hukum Polres Lumajang, kembali terjadi. Kali ini, yang menjadi korban adalah warga Dusun Darungan Kidul, Desa/Kecamatan Kedungjajang, Asan, yang harus merelakan dua ekor sapi miliknya akibat disikat kawanan pelaku.</p>



<p>&#8220;Kejadiannya kemarin (Sabtu (19/10/2024), red) dan kita tahunya saat Subuh. Saat itu, kandang sudah dalam kondisi kosong dan dua ekor yang dicuri,&#8221; kata menantu Asan, Abdan, kepada Memontum.com, Minggu (20/10/2024) tadi.</p>



<p>Pasca mengetahui dua ekor sapinya sudah tidak ada di kandang, ujar Abdan, pihak keluarga Asan langsung melaporkan kejadian ke perangkat desa setempat. Dengan dibantu warga, akhirnya mencoba melakukan pencarian di sekitar lokasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita langsung lapor ke Pak Kampung. Lalu melakukan pencarian dengan mengikuti jejak kaki sapi, sampai jembatan arah ke Desa Krasak. Namun, hasilnya nihil dan tidak ketemu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diceritakannya, bahwa aksi pencurian sapi di kampungnya, sudah yang kedua kalinya. &#8220;Sudah sekitar satu bulan lebih, itu satu ekor sapi juga hilang. Warga juga mencoba mencari, namun tidak ketemu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Abdan juga menjelaskan, bahwa dua ekor sapi yang dimaling pelaku, berjenis kelamin pejantan dan betina. Sementara yang betina, dalam kondisi hamil. Sementara kerugian, diperkirakan sekitar Rp 35 juta.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Kedungjajang Polres Lumajang, AKP Maryanto, ketika dikonfirmasi terkait kejadian pencurian sapi tersebut mengatakan jika belum ada laporan. &#8220;Blm ada laporan,&#8221; tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215631</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kawanan Pelaku Pencurian Sapi Kembali Beraksi di Lumajang, Dua Kandang Dibobol</title>
		<link>https://memontum.com/kawanan-pelaku-pencurian-sapi-kembali-beraksi-di-lumajang-dua-kandang-dibobol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2024 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[beraksi]]></category>
		<category><![CDATA[dibobol]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[kawanan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204745</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Aksi pencurian hewan ternak sapi kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Kali ini, kawanan pelaku beraksi di Kecamatan Klakah dan korbannya adalah Nasri, warga Dusun Sumur, Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah. Dalam kejadian itu, korban harus merelakan dua ekor sapinya. Sementara kejadian, dilakukan kawanan pelaku, Sabtu (20/01/2024) dini hari. Dikatakan Nasri, dirinya mengetahui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Aksi pencurian hewan ternak sapi kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Kali ini, kawanan pelaku beraksi di Kecamatan Klakah dan korbannya adalah Nasri, warga Dusun Sumur, Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah.</p>



<p>Dalam kejadian itu, korban harus merelakan dua ekor sapinya. Sementara kejadian, dilakukan kawanan pelaku, Sabtu (20/01/2024) dini hari.</p>



<p>Dikatakan Nasri, dirinya mengetahui raibnya dua ekor sapinya, saat akan salat Subuh. Saat mengecek kandang, didapati hewan peliharaannya itu sudah hilang dari kandang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sekitar jam 05.00, sapi saya sudah tidak ada. Semoga saja selama masa pencarian, bisa diketemukan kembali,&#8221; kata korban.</p>



<p>Kanit Reskrim Polsek Klakah Polres Lumajang, Aiptu Wahyu Widodo, ketika dikonfirmasi Memontum.com, membenarkan terkait kejadian tersebut. &#8220;Iya, diketahui oleh pemilik sekitar jam 05.00. Kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan upaya pencarian. Namun, sementara ini belum ditemukan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, diperoleh informasi bahwa aksi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Yosowilangun. Kejadian yang berlangsung Jumat (19/01/2024), menimpa kandang milik Yusuf, warga RT06/RW05, Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang. Beruntung, berkat kerja sama yang baik antara warga desa dengan pihak Polsek Yosowilangun, akhirnya tiga ekor sapi yang sempat amblas dari kandang berhasil digagalkan. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204745</post-id>	</item>
		<item>
		<title>14 Hari, 10 Kandang Sapi Milik Warga Lumajang Dibobol Maling</title>
		<link>https://memontum.com/14-hari-10-kandang-sapi-milik-warga-lumajang-dibobol-maling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jan 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[dibobol]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[Maling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204469</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Aksi pencurian hewan ternak sapi di wilayah Kabupaten Lumajang, meningkat tajam. Memasuki hari ke 14 di Januari 2024 atau Minggu (14/01/2024) ini, sebanyak 10 kandang sapi milik warga yang telah dibobol kawanan pelaku. Salah satu korbannya, adalah Maslan (60), warga Dusun Kenongo, Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang. Dua ekor sapi miliknya, disikat kawanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Aksi pencurian hewan ternak sapi di wilayah Kabupaten Lumajang, meningkat tajam. Memasuki hari ke 14 di Januari 2024 atau Minggu (14/01/2024) ini, sebanyak 10 kandang sapi milik warga yang telah dibobol kawanan pelaku.</p>



<p>Salah satu korbannya, adalah Maslan (60), warga Dusun Kenongo, Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang. Dua ekor sapi miliknya, disikat kawanan pelaku, Jumat (12/01/2024) kemarin. Peristiwa apes itu, baru disadari korban menjelang Salat Subuh.</p>



<p>&#8220;Jumat kemarin, saya menjadi korban maling sapi. Sebanyak dua ekor sapi milik saya hilang dari kandang dan sampai hari ini belum ketemu,&#8221; kata Maslan kepada Memontum.com, Minggu (14/01/2024) tadi.</p>



<p>Hal senada, diceritakan warga Kecamatan Kedungjajang, Emil (30) bahwa kalau akhir-akhir ini marak aksi pencurian hewan ternak sapi. Dalam satu kandang, dua hingga tiga ekor sapi milik warga amblas digondol kawanan pencuri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Minggu (14/01/2024) tadi, itu ada tiga ekor sapi milik warga Desa Bandaran, Kecamatan Kedungjajang, yang hilang dicuri kawanan maling sapi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kapolsek Kedungjajang, Iptu Maryanto, ketika dikonfirmasi membenarkan terkait kejadian tersebut. Bahkan, pihaknya bersama warga masih melakukan pencarian.</p>



<p>&#8220;Kita masih melakukan pencarian,&#8221; ujarnya singkat via telepon WhatsApp, Minggu (14/01/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Achmad Rochim, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum ada jawaban.</p>



<p>Sementara itu, dari informasi yang diperoleh, selain dua kandang di Kecamatan Kedungjajang, juga ada delapan lokasi lain. Diantaranya, yakni satu TKP di Kecamatan Klakah, dua TKP di Kecamatan Ranuyoso, satu TKP di Kecamatan Yosowilangun, satu TKP di Kecamatan Tempeh dan tiga TKP di Kecamatan Sumbersuko. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204469</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Sumenep Luncurkan Jersey Kandang dan Tandang Perssu Madura City</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-sumenep-luncurkan-jersey-kandang-dan-tandang-perssu-madura-city</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[jersey]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[perssu]]></category>
		<category><![CDATA[tandang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200181</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Sumenep &#8211; Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meluncurkan Jersey atau kaos tim pemain sepak bola Persatuan Sepak Bola Sumenep (Perssu) untuk mengikuti kompetisi Liga 3 musim 2023-2024. Kostum penggawa pemain Perssu ini, diantaranya bewarna merah untuk jersey pertama atau kandang. Kostum ini, melambangkan semangat dan jiwa yang tinggi, energik dan berani untuk meraih kemenangan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memomtum Sumenep </strong>&#8211; Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meluncurkan Jersey atau kaos tim pemain sepak bola Persatuan Sepak Bola Sumenep (Perssu) untuk mengikuti kompetisi Liga 3 musim 2023-2024. Kostum penggawa pemain Perssu ini, diantaranya bewarna merah untuk jersey pertama atau kandang. Kostum ini, melambangkan semangat dan jiwa yang tinggi, energik dan berani untuk meraih kemenangan.</p>



<p>Sedangkan jersey kedua atau tandang, bewarna hijau yang melambangkan bahwa penggawa memiliki mental yang tenang dan bijaksana. &#8220;Perssu dengan kehadiran seragam baru ini, diharapkan bisa menumbuhkan semangat baru dalam keikutsertaannya berkompetisi di Liga 3 musim 2023-2024,” kata Bupati di sela-sela peluncuran jersey Perssu, di Stadion GOR A Yani Panglingur, Jumat (20/10/2023) tadi.</p>



<p>Pihaknya mengharapkan, kehadiran jersey baru memberi dampak positif bagi Tim Perssu. Tentunya, agar lebih maju, berkembang, inovatif demi meraih prestasi untuk naik level di kancah sepak bola Tanah Air.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Masyarakat tentu saja menunggu prestasi di Liga 3 ini, supaya bisa promosi hingga ke Liga 1. Mereka ingin melihat Perssu menampilkan permainan terbaik di lapangan hijau dalam setiap pertandingan,” terangnya.</p>



<p>Pada kompetisi Liga 3 musim 2023-2024, Perssu bakal menambah nama baru untuk skuad Madura City. Dengan harapan, daya dobrak tim kian maksimal. Karena, kehadiran Perssu Madura City diharapkan mendapat dukungan penuh seluruh masyarakat atau suporter di Pulau Madura.</p>



<p>&#8220;Kami optimis dengan semangat jajaran pengurus dan nama baru &#8216;Perssu Madura City&#8217; bisa membawa perubahan yang positif untuk berlaga di Liga 3 Indonesia tahun ini,” terang Bupati. Bupati yang juga Presiden Perssu Madura City, menandai peluncuran jersey tim yang berdiri sejak 1972 ini, dengan memakaikan kaos kepada pelatih, Budiharjo Talib.</p>



<p>Sementara itu, Manajer Perssu Madura City, RB MS Hadi Pradipta, mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya memperjuangkan dan mengawal Perssu di kompetisi Liga 3 musim ini untuk meraih prestasi dan mampu mengharumkan daerah melalui olah raga sepak bola. “Kami berusaha dan bekerja keras untuk meraih prestasi yang mampu membawa nama harum Kabupaten Sumenep,” paparnya.<strong> (kom/edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Kandang Kambing Terbakar, Tujuh Kambing Tewas Terpanggang</title>
		<link>https://memontum.com/dua-kandang-kambing-terbakar-tujuh-kambing-tewas-terpanggang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Sep 2023 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[terpanggang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198532</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Dua kandang kambing milik Tini (30) dan Suparmi (53), warga Kelurahan Kenonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, terbakar, Rabu (20/09/2023) dinihari. Akibat kebakaran tersebut, sebanyak tujuh kambing milik Tini, mati terbakar. Informasi yang dihimpun, kandang kambing tersebut diketahui milik dua orang yaitu Tini dan Suparmi. Kandang kambing yang terbakar tersebut, posisinya berdempetan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Dua kandang kambing milik Tini (30) dan Suparmi (53), warga Kelurahan Kenonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, terbakar, Rabu (20/09/2023) dinihari. Akibat kebakaran tersebut, sebanyak tujuh kambing milik Tini, mati terbakar.</p>



<p>Informasi yang dihimpun, kandang kambing tersebut diketahui milik dua orang yaitu Tini dan Suparmi. Kandang kambing yang terbakar tersebut, posisinya berdempetan. Saat terjadi kebakaran, di kandang tersebut hanya ada tujuh kambing milik Tini. Sedangkan kambing milik Suparmi, saat itu tidak di dalam kandang.</p>



<p>Kebakaran tersebut, diketahui pertama kali oleh anak Suparmi sekitar pukul 02.30. Saat itu, kondisi api sudah membesar. Suparmi kemudian meminta pertolongan warga setempat untuk memadamkan api. Termasuk, kejadian ini ke Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Jadi awalnya yang mengetahui kandang kambing terbakar itu anak Bu Suparmi. Kemudian, saksi membangunkan tetangga dan saudara untuk melakukan pemadaman,&#8221; terang Tini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelum kebakaran terjadi, paparnya, ia sempat pergi ke kamar mandi dan tidak mendapati bunyi ataupun kobaran api di kandang kambing. Sementara posisi kandang, setiap malam lampunya selalu dimatikan.</p>



<p>&#8220;Total ada tujuh ekor kambing yang mati. Kambing-kambing tersebut, saya rawat sejak beberapa tahun yang lalu. Sementara akibat kejadian itu, kerugian mencapai Rp 15 juta,&#8221; ujar Tini.</p>



<p>Sementara itu, Komandan Regu 2 Damkar Pemkot Probolinggo, Satiman, mengatakan pihaknya mendapat laporan kebakaran dari call center sekitar pukul 03.00. Pihaknya kemudian menerjunkan satu unit Mobil Damkar berkapasitas 3 ribu liter air.</p>



<p>&#8220;Setelah mendapat laporan, kami menerjunkan 1 unit Mobil Damkar. Selama pemadaman kandang kambing tidak ada kendala. Api baru dapat padam sekitar pujul 04.45,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198532</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
