<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kandungan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kandungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Oct 2025 09:42:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kandungan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hasil Uji Lab MBG yang Berbau, Dinkes Kota Malang Temukan Kandungan Mikroba dan Ompreng Kurang Bersih</title>
		<link>https://memontum.com/hasil-uji-lab-mbg-yang-berbau-dinkes-kota-malang-temukan-kandungan-mikroba-dan-ompreng-kurang-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbau,]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[kurang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mikroba]]></category>
		<category><![CDATA[ompreng]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226732</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hasil uji laboratorium Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bau di Kecamatan Lowokwaru, sudah keluar. Dari empat jenis makanan yang diuji, tiga diantaranya dinyatakan mengandung mikroba, sementara satu dinyatakan aman. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa pengambilan sampel tersebut dilakukan oleh Puskesmas Dinoyo, pada Kamis (09/10/2025) lalu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hasil uji laboratorium Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bau di Kecamatan Lowokwaru, sudah keluar. Dari empat jenis makanan yang diuji, tiga diantaranya dinyatakan mengandung mikroba, sementara satu dinyatakan aman.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa pengambilan sampel tersebut dilakukan oleh Puskesmas Dinoyo, pada Kamis (09/10/2025) lalu, dengan menggunakan sanitarian kit. Sampel yang diuji, terdiri dari ayam suwir, tahu goreng, tumis wortel-jagung-buncis dan nasi putih.</p>



<p>“Setelah dilakukan pemeriksaan dengan penanaman selama 48 jam, hasilnya menunjukkan bahwa tiga sampel, yakni ayam suwir, tumis sayur dan nasi putih, mengandung mikroba. Sementara yang aman hanya tahu goreng,” ucap Husnul, saat dikonfirmasi, Selasa (14/10/2025) tadi.</p>



<p>Dari hasil penelusuran, menurut Husnul, penyebab utama kontaminasi berasal dari ompreng atau wadah makanan yang kurang bersih saat digunakan kembali. Diduga, ompreng tersebut sebelumnya dipakai untuk menu ikan dori.</p>



<p>“Kesimpulannya, pencucian ompreng makanan kurang bersih, sehingga makanan yang baru dimasak menjadi terkontaminasi dan sebagian, seperti ayam suwir, berbau tidak enak,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa tim Dinkes bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) pun memberikan sejumlah saran perbaikan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia MBG. Pertama, ompreng harus dicuci bersih dan direndam air panas agar sisa lemak dan bau benar-benar terangkat.</p>



<p>&#8220;Kedua, suhu freezer dan cold storage harus dijaga sesuai standar untuk mencegah kontaminasi. Ketiga, air yang digunakan dalam proses memasak disarankan memakai air PDAM, bukan air sumur seperti yang masih dilakukan saat ini,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Selain itu, Husnul juga menjelaskan bahwa dari hasil observasi, ayam suwir yang ditemukan berbau bukan disebabkan oleh bahan yang basi. Melainkan, karena kurang matang saat dimasak. Sehingga, masih ada sedikit kuah yang menimbulkan aroma tidak sedap.</p>



<p>&#8220;Tetapi setelah kejadian itu, SPPG sudah kembali menyalurkan MBG seperti biasa dan tidak ada keluhan lagi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Di akhir, Husnul menekankan bahwa ke depan para SPPG harus lebih memperhatikan Standart Operasional Prosedur (SOP). Apalagi, seluruh tenaga SPPG juga telah menjalani pelatihan penjamah makanan dan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL).</p>



<p>“Mulai dari penerimaan bahan baku hingga penyajian makanan, semua harus sesuai SOP. Jadi ke depan, SOP ini yang akan terus kami perketat agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226732</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Pamekasan Harap Momen Ramadan untuk Pedalam Kandungan Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>https://memontum.com/disdikbud-pamekasan-harap-momen-ramadan-untuk-pedalam-kandungan-al-quran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[pedalam]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207681</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Memasuki dua pekan Puasa Ramadan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan berharap setiap sekolah dari jenjang TK/PAUD, SD hingga SMP membiasakan membaca Al-Qur&#8217;an. Hal itu, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Disdikbud Pamekasan Nomor 800/463.301/2024 tentang kegiatan belajar selama Bulan Ramadan 1445 Hijriah. Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini, menyampaikan bahwa salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Memasuki dua pekan Puasa Ramadan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan berharap setiap sekolah dari jenjang TK/PAUD, SD hingga SMP membiasakan membaca Al-Qur&#8217;an. Hal itu, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Disdikbud Pamekasan Nomor 800/463.301/2024 tentang kegiatan belajar selama Bulan Ramadan 1445 Hijriah.</p>



<p>Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini, menyampaikan bahwa salah satu target pembelajaran di Bulan Ramadan, kali ini yakni pendidikan pesantren yang berpedoman pada Al-Qur&#8217;an. “Untuk mencapai itu, maka bagi muslim pedomannya adalah Al-Qur&#8217;an. Sehingga, siswa harus memahami betul isi kandungan Al-Qur’an,” ujar Zaini, Senin (25/03/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, kata Zaini, untuk capaian Pesantren Ramadan, yakni memadukan nilai-nilai Pancasila dan keagamaan. &#8220;Pancasila nomor satu, yakni beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME serta berahlaq mulya sebagaimana tujuan Kurikulum Merdeka,” ungkapnya.</p>



<p>Dijelaskan pula, dalam pembelajaran ini, konten digital juga sangat penting. &#8220;Konten digital itu penting sebagai bagian dari publikasi untuk pertanggungjawaban publik saat ini. Bahwa, kita telah melakukan proses belajar mengajar itu,” tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207681</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
