<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kantong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kantong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Dec 2025 16:24:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kantong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pastikan Stok BBM Malang Raya Aman, Pertamina Siapkan SPBU Kantong di Titik Rawan</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-stok-bbm-malang-raya-aman-pertamina-siapkan-spbu-kantong-di-titik-rawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kantong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228911</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pertamina Fuel Malang memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Malang Raya aman, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan tersebut, mencakup wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang hingga Kota Batu, termasuk jalur-jalur wisata yang diprediksi mengalami lonjakan arus kendaraan. Fuel Terminal Manager Malang, Doly Pratama Yudha, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pertamina Fuel Malang memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Malang Raya aman, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan tersebut, mencakup wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang hingga Kota Batu, termasuk jalur-jalur wisata yang diprediksi mengalami lonjakan arus kendaraan.</p>



<p>Fuel Terminal Manager Malang, Doly Pratama Yudha, mengatakan bahwa Pertamina Fuel Malang telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan potensi kemacetan selama periode Nataru. “Insyaallah untuk ketersediaan stok BBM di Malang dan sekitarnya aman, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Kami menyuplai Malang, Batu, sampai Kabupaten Malang,” ujar Doly, Sabtu (20/12/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, Pertamina telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Nataru untuk memantau titik-titik rawan kemacetan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan SPBU kantong, yakni mobil tangki BBM yang disiagakan di wilayah tertentu guna memastikan pasokan tetap terjaga saat terjadi kepadatan lalu lintas.</p>



<p>“Kami siapkan SPBU kantong di wilayah-wilayah yang diprediksi terjadi kemacetan, termasuk jalur wisata. Jadi bukan SPBU fisik, tapi mobil tangki yang standby di lokasi,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Pertamina juga menyediakan Call Center 135 sebagai layanan jemput bola jika terjadi gangguan distribusi akibat kemacetan. Koordinasi lintas sektor turut dilakukan bersama kepolisian, baik Kasat Intelkam maupun Kasat Lantas, termasuk opsi pengawalan (patwal) apabila jalur distribusi tidak dapat dilalui.</p>



<p>“Kalau memang tidak bisa dilewati karena macet, kami koordinasikan untuk pengawalan. Intinya, semua sudah kami mitigasi,” tambahnya.</p>



<p>Untuk wilayah rawan kemacetan, Pertamina telah memetakan empat titik SPBU kantong, masing-masing dua titik di wilayah Batu, satu di Garum, Kabupaten Blitar dan satu titik di wilayah Malang bagian timur.</p>



<p>&#8220;Selama periode Nataru ada kenaikan 4 persen dibandingkan kondisi normal. Rata-rata distribusi harian yang biasanya berada di kisaran 2.100 kiloliter per hari diperkirakan meningkat selama libur akhir tahun,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228911</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Pasar Takjil Ramadan, Bupati Banyuwangi Minta Masyarakat Bawa Kantong Belanja dari Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-pasar-takjil-ramadan-bupati-banyuwangi-minta-masyarakat-bawa-kantong-belanja-dari-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[kantong]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Takjil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219757</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pasar Takjil yang banyak tumbuh di desa dan kampung-kampung warga. Di momen yang sama, dirinya juga meminta kepada masyarakat, juga agar membawa wadah atau kantong belanja sendiri saat berbelanja takjil. Sehingga, akan mengurangi sampah yang sudah menjadi isu besar. Pemkab Banyuwangi sendiri, sebagai bentuk dukungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pasar Takjil yang banyak tumbuh di desa dan kampung-kampung warga. Di momen yang sama, dirinya juga meminta kepada masyarakat, juga agar membawa wadah atau kantong belanja sendiri saat berbelanja takjil. Sehingga, akan mengurangi sampah yang sudah menjadi isu besar.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi sendiri, sebagai bentuk dukungan juga telah menyiapkan Pasar Takjil Ramadan yang dikemas dalam ‘Festival Ngerandu Buko’. Selain tersebar di kecamatan dan desa, beberapa titik baru telah disiapkan sebagai lokasi, yang salah satunya adalah Pantai Marina Boom.</p>



<p>“Silakan berburu makanan dan minuman di pasar-pasar yang sudah disiapkan. Namun, jangan lupa untuk mengurangi kantong plastik. Karenanya, dihimbau bawa kantong belanja sendiri dan bawa wadah juga kalau memungkinkan. Ayo kita biasakan untuk bawa kantong belanja dari rumah,” kata Bupati Ipuk, Sabtu (01/03/2025) tadi.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, Bupati Ipuk juga mengingatkan agar para pedagang memperhatikan higienitas makanan yang dijajakan. Selain rasa dan tampilan yang menarik, pemilihan bahan juga harus diperhatikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Nanti akan ada laboratorium kesehatan keliling yang menguji kualitas makanan dan minuman secara bergilir ke sejumlah Pasar Takjil, untuk memastikan higienitas makanan yang dijajakan. Kami berharap, makanan yang ada tidak hanya lezat tapi juga sehat,&#8221; imbuh Bupati Ipuk.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi sendiri telah mengeluarkan imbauan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik terkait pelaksanaan Pasar Takjil Ramadan. Dalam imbauan yang ditandatangani oleh Asisten dan Perekonomian dan Pembangunan, Dwi Yanto, disebutkan bahwa pembeli diharapkan untuk membawa wadah dan kantong belanja sendiri. Tidak hanya pengunjung, para pedagang yang membuka lapak di Bazar Takjil Ramadan juga diimbau untuk tidak menggunakan kantong plastik atau kresek sekali pakai sebagai wadah dagangannya.</p>



<p>&#8220;Sebagai gantinya, pedagang kita minta untuk menyediakan kantong berbayar yang ramah lingkungan. Harus dimulai dari langkah kecil semacam ini, untuk mengurangi sampah plastik yang telah menjadi isu besar persampahan,&#8221; kata Dwi Yanto.</p>



<p>Pasar Takjil sendiri rutin digelar selama Bulan Ramadan di Banyuwangi, untuk mendorong ekonomi warga. Pasar Takjil ini banyak tumbuh di seluruh desa atau kelurahan dan kampung-kampung di Banyuwangi. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219757</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Optimis Dua Kantong Parkir Baru Sumbang PAD hingga Rp 5 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-optimis-dua-kantong-parkir-baru-sumbang-pad-hingga-rp-5-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kantong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[sumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218290</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua kantong parkir baru yang berlokasi di eks Gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jalan Majapahit dan eks Bank Mandiri Syariah Kayutangan Heritage, diproyeksikan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang Rp 1,5 miliar hingga Rp 5 miliar. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua kantong parkir baru yang berlokasi di eks Gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jalan Majapahit dan eks Bank Mandiri Syariah Kayutangan Heritage, diproyeksikan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang Rp 1,5 miliar hingga Rp 5 miliar. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmat Hidayat.</p>



<p>Meski parkir yang berada di eks Bank Mandiri Syariah Kayutangan Heritage, masih akan ditingkatkan sarana dan prasarana (Sarpras) nya, namun Rahmat optimis jika PAD dapat dimaksimalkan. Apalagi ke depan, kedua lokasi tersebut dapat saling terhubung.</p>



<p>&#8220;Kalau dengan sistem tarif reguler nanti PAD bisa mencapai Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar per tahun. Tetapi, kalau dengan sistem tarif progresif bisa mencapai Rp 4 sampai Rp 5 miliar dalam setahun. Itu hanya di dua lokasi itu saja,&#8221; ujar Rahmat,Sabtu (11/01/2025) tadi.</p>



<p>Jika kedua parkir tersebut saling terhubung, ujarnya, maka nantinya dapat menampung sebanyak 123 kendaraan roda empat dan 760 kendaraan roda dua. Dengan pengenaan sistem tarif parkir reguler, itu bisa meningkat hingga 4 kali lipat dari biasanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau pendapatan bersih di Kayutangan itu sekarang hanya bisa mencapai Rp 200 juta per tahun. Proyeksinya bisa mencapai 4 sampai 6 kali lipat kalau sistem tarif reguler, kalau progresif bisa lebih,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Rahmat juga menyampaikan bahwa penerapan sistem tarif progresif akan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) No. 4 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Dalam sistem tersebut, tiga jam pertama parkir dikenakan tarif reguler, sedangkan jam berikutnya akan dikenakan tambahan Rp 1.000 perjam.</p>



<p>“Tetapi sistem ini akan diterapkan secara kondisional. Jika memang dibutuhkan, arah kebijakan akan mengarah ke sistem tarif progresif,” lanjutnya.</p>



<p>Dalam hal ini, menurutnya Dishub Kota Malang telah melakukan sosialisasi terkait parkir terpusat kepada masyarakat dan juru parkir (Jukir) sejak November 2024. Menurut Rahmat, respon masyarakat dan jukir sejauh ini positif karena keberadaan parkir terpusat dianggap mendukung kenyamanan wisata di kawasan Kayutangan Heritage.</p>



<p>“Konsep wisata itu harus nyaman dan aman. Jika tidak, kawasan wisata akan kehilangan daya tariknya. Masalah seperti kemacetan, tarif parkir tidak sesuai, hingga kriminalitas sering terjadi di Kayutangan. Dengan parkir terpusat, hal ini bisa diminimalisir,” imbuh Rahmat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218290</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Siapkan Kantong Parkir untuk Pesta Rakyat Tahun 2025</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-siapkan-kantong-parkir-untuk-pesta-rakyat-tahun-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[kantong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218018</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk masyarakat yang akan menghadiri Pesta Rakyat, Selasa (31/12/2024) malam. Acara yang akan digelar di kawasan Balai Kota Malang ini, diprediksi akan menarik banyak pengunjung. Sehingga, Dishub telah mempersiapkan lokasi parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Yakni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk masyarakat yang akan menghadiri Pesta Rakyat, Selasa (31/12/2024) malam.</p>



<p>Acara yang akan digelar di kawasan Balai Kota Malang ini, diprediksi akan menarik banyak pengunjung. Sehingga, Dishub telah mempersiapkan lokasi parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Yakni di Jalan Gajahmada dan Jalan Sultan Agung sisi selatan.</p>



<p>&#8220;Kita siapkan di Jalan Gajahmada, selain itu di Jalan Sultan Agung sisi selatan,&#8221; ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra.</p>



<p>Untuk mengantisipasi kemungkinan membludaknya kendaraan, Dishub juga menyiapkan skema alternatif dengan membuka kantong parkir tambahan di sekitar Jalan Kertanegara. &#8220;Jika masih kurang, nanti kita siapkan di Jalan Sultan Agung sisi utara atau sebelah rumah makan, serta di Jalan Kertanegara sisi selatan. Untuk tambahan kantong parkir nanti akan kita sesuaikan juga dengan kondisi di lapangan pada saat acara berlangsung,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pria yang kerap disapa Jaya, itu berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas parkir yang telah disediakan dengan tertib, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. &#8220;Kami akan terus memantau situasi agar acara berjalan lancar tanpa kendala berarti,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Terkait pengalihan arus lalu lintas di kawasan Balai Kota Malang, untuk saat ini Jalan Kertanegara sisi selatan ditutup. Sementara, pengendara hanya bisa melewati Jalan Kertanegara sisi utara tanpa melewati area depan Gedung DPRD dan Balai Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kalau untuk sementara ini sebelum acara dimulai kita perlakuan pengalihan arus seperti pada saat upacara-upacara itu. Kalau nanti amat sangat crowded, tertutup, sangat mungkin kita nanti koordinasi dengan Polresta, mana yang terbaik,&#8221; imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218018</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakar Transportasi Soroti Pentingnya Andalalin di Kantong Parkir Kayutangan dan Majapahit</title>
		<link>https://memontum.com/pakar-transportasi-soroti-pentingnya-andalalin-di-kantong-parkir-kayutangan-dan-majapahit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[andalalin]]></category>
		<category><![CDATA[kantong]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217494</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan kantong parkir yang berada di Kawasan Kayutangan Heritage, tepatnya di bekas bangunan Mandiri Syariah, Jalan Basuki Rahmat dan di bekas atau eks Gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Jalan Majapahit, Kota Malang, mendapat apresiasi dari salah satu pakar transportasi Kota Malang, Dr Ir Nusa Sebayang. Itu karena, dinilai dapat mengatasi persoalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Keberadaan kantong parkir yang berada di Kawasan Kayutangan Heritage, tepatnya di bekas bangunan Mandiri Syariah, Jalan Basuki Rahmat dan di bekas atau eks Gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Jalan Majapahit, Kota Malang, mendapat apresiasi dari salah satu pakar transportasi Kota Malang, Dr Ir Nusa Sebayang. Itu karena, dinilai dapat mengatasi persoalan parkir dan kemacetan yang sering kali kali terjadi di kawasan tersebut.</p>



<p>Namun, menurutnya juga ada sejumlah hal teknis yang perlu diperhatikan oleh Dinas Perhubungan Kota Malang, agar kantong parkir tersebut tidak memperburuk kondisi lalu lintas di kawasan tersebut. “Keberadaan kedua kantong parkir ini cukup bagus. Tetapi perlu dilakukan penelitian terkait potensi parkir di sana. Hal ini penting agar kapasitas yang disediakan dapat memenuhi kebutuhan, terutama di masa-masa puncak kunjungan seperti akhir pekan atau libur panjang,” kata Dr Nusa, Kamis (12/12/2024) tadi.</p>



<p>Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, itu menyampaikan jika pengadaan fasilitas parkir harus memenuhi standart. Salah satunya yakni mengenai Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).</p>



<p>“Andalalin akan membantu merancang sistem keluar-masuk kendaraan, menentukan kapasitas parkir, dan memastikan gangguan lalu lintas bisa diminimalisir,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terlebih, kedua kantong parkir tersebut direncanakan juga akan saling terhubung. Sehingga, menurutnya perlu ada pertimbangan mengenai pintu keluar masuk kendaraan, dengan mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas.</p>



<p>“Mengingat sistem satu arah masih diberlakukan jadi ini harus dipertimbangkan mengenai keluar masuknya kendaraan yang parkir. Sirkulasi masuk-keluar kendaraan harus jelas, dengan pengaturan pintu masuk dan keluar yang tidak mengganggu arus jalan. Selain itu, perlu dilengkapi dengan petunjuk visual seperti simbol dan rambu untuk memandu pengendara,” jelasnya.</p>



<p>Menanggapi lahan parkir yang rencananya akan digunakan sebagai kantong parkir sementara selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang, pihaknya menyarankan agar pengelolaan parkir dilakukan secara profesional dan terstruktur. Termasuk juga mengenai petugas parkir harus ditempatkan secara strategis untuk menjaga kelancaran pergerakan kendaraan.</p>



<p>“Sistem pengelolaan ini harus diatur dengan baik, agar tidak menimbulkan kemacetan hingga ke badan jalan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217494</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Keramaian di Kawasan Jalan Ijen, Dishub Kota Malang Siapkan Kajian Kantong Parkir</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-keramaian-di-kawasan-jalan-ijen-dishub-kota-malang-siapkan-kajian-kantong-parkir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Sep 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[kantong]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[keramaian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199013</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kini tengah menyiapkan kajian rencana mengenai lahan parkir di kawasan Jalan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Hal tersebut dilakukan, untuk mengantisipasi timbulnya keramaian baru. Sebab, saat ini telah dilakukan pemasangan lampu yang didapat dari CSR, sementara sarana penunjang seperti parkir masih belum tersedia. Kepala Dishub Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kini tengah menyiapkan kajian rencana mengenai lahan parkir di kawasan Jalan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Hal tersebut dilakukan, untuk mengantisipasi timbulnya keramaian baru. Sebab, saat ini telah dilakukan pemasangan lampu yang didapat dari CSR, sementara sarana penunjang seperti parkir masih belum tersedia.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika hal tersebut menjadi perhatian dari pihaknya dan akan dilakukan diskusi bersama dengan dinas terkait. &#8220;Ini akan menjadi perhatian kami dan akan kami antisipasi. Ini akan kami diskusikan bersama dengan Dishub, Satpol PP, DPUPRPKP dan DLH. Kita siapkan kalau misalnya ada konsekuensi, kalau ada tarikan dan bangkitan di situ akan kita siapkan parkir,” ujar Jaya-sapaannya, Sabtu (30/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan jika ada beberapa titik yang dimungkinkan bisa untuk menjadi opsi kantong parkir. Seperti di Jalan Retawu (sebelah Museum Brawijaya), Taman Slamet dan Stadion Gajayana.</p>



<p>“Tetapi yang paling tepat itu di Stadion Gajayana, jadi nanti kita lihat dahulu kondisinya. Mudah-mudahan di tahun 2024 bisa terwujud dan mengoptimalkan lahan parkir vertikal yang ada di MOG,” katanya.</p>



<p>Karenanya, pihaknya tengah melakukan pemetaan dan analisis terlebih dahulu. Sementara masyarakat, nantinya diharapkan bisa mematuhi aturan dan arahan dari petugas. Hal itu juga berkaca dari kawasan Kayutangan, yang dikembangkan dengan tanpa kantong parkir.</p>



<p>&#8220;Ini kita tidak bisa seperti membalikan tangan. Selama ini kita pahami, Kayutangan itu dibangun nol. Tidak ada garis sempadan sama sekali. Tentu dengan adanya bangkitan seperti ini, konsekuensinya memanfaatkan tepi jalan,” imbuh Jaya.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199013</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
