<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Karangkates &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/karangkates/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Jul 2023 16:16:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Karangkates &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perahu Terbalik, Dua Orang Tenggelam di Bendungan Karangkates Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-terbalik-dua-orang-tenggelam-di-bendungan-karangkates-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Karangkates]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[terbalik,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tiga orang pencari biawak, masing-masing Hartono (35), warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Sugimun (32), warga Desa Ngerjo, Kecamatan Kromengan dan Yudi (29), warga Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, mengalami kecelakaan (Laka) air di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 12.00. Perahu yang mereka tumpangi, mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tiga orang pencari biawak, masing-masing Hartono (35), warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Sugimun (32), warga Desa Ngerjo, Kecamatan Kromengan dan Yudi (29), warga Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, mengalami kecelakaan (Laka) air di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 12.00. Perahu yang mereka tumpangi, mengalami kejadian terbalik setelah diterjang angin kencang.</p>



<p>Dari ketiganya, Yudi berhasil selamat setelah ditolong oleh seorang pencari ikan, Supriono. Namun, naas menimpa kedua temannya yang tenggelam dan masih dalam pencarian.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa ketiganya mencari biawak di pinggiran aliran Sungai Brantas sejak pukul 09.00. Sekitar pukul 12.00, mereka tiba di Bendungan Sutami Karangkates. Kemudian, mereka menyeberang bendungan ke arah Kalipare dengan menaiki perahu kayu bermesin (perahu motor tempel) milik Wadri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Awalnya, Yudi sempat menolak. Namun, karena kedua temannya tetap mengajaknya menyebrang, maka mereka pun menyebrang. Saat itu, awalnya perahu yang dinaiki baik-baik saja. Sesampainya di tengah atau berjarak sekitar 100 meter, tiba-tiba angin kencang menerjang sehingga perahu pun terbalik.</p>



<p>Kejadian itu, sontak membuat ketiganya berteriak minta tolong. Seorang pencari ikan yang kebetulan melihat, langsung mencari pelampung dari pohon kelapa untuk berenang dan menolong. Saat itu, Yudi berhasil diselamatkan dan dibawa ke tepian. Sedangkan dua korban lainnya, dilaporkan belum ditemukan. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sumberpucung.</p>



<p>Kapolsek Sumberpucung, AKP Lukman Hudi, saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya sekitar pukul 15.03, membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya juga masih berkonsentrasi dan fokus dalam pencarian para korban.  &#8220;Betul. Saat ini masih dalam proses pencarian,&#8221; ungkap AKP Lukman Hudi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192811</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelajah Desa Wisata Sumberpucung, Bupati Malang Inginkan Karangkates Tumbuh Menjadi Ikon Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/jelajah-desa-wisata-sumberpucung-bupati-malang-inginkan-karangkates-tumbuh-menjadi-ikon-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2023 02:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Ikon]]></category>
		<category><![CDATA[inginkan]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Karangkates]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumberpucung]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191143</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, kembali melakukan Jelajah Desa Wisata. Kali ini, giliran wilayah Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang menjadi jujugan, Jumat (16/06/2023) pagi. Turut hadir, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat, Kepala Dinas Pariwisata, Purwoto, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi dan jajaran Perangkat Daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, kembali melakukan Jelajah Desa Wisata. Kali ini, giliran wilayah Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang menjadi jujugan, Jumat (16/06/2023) pagi. Turut hadir, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat, Kepala Dinas Pariwisata, Purwoto, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi dan jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Malang serta Forkopimcam Sumberpucung.</p>



<p>Dalam jelajah Desa Wisata di Kecamatan Sumberpucung, Bupati Malang berkesempatan mengunjungi Taman Wisata Bendungan Sutami. Selanjutnya, mengunjungi Arca Ganesha untuk mengikuti upacara adat dan menikmati wedang rempah khas Karangkates berupa Wedang Seger Waras.</p>



<p>Di lokasi terakhir atau Bendungan Lahor, Bupati Malang memberikan Piagam Desa Wisata Kepada Kepala Desa Karangkates. Bupati Sanusi dalam sambutannya berharap di wilayah Kecamatan Sumberpucung ada ikon wisata yang mendunia. “Di Kabupaten Malang yang sudah mencapai wisata tingkat dunia hanya di Cafe Sawah dan Desa Pujon Kidul. Sedangkan Wisata Boonpring, Kecamatan Turen, sudah mencapi tingkat nasional,” jelas Bupati Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga berharap, di wilayah Kecamatan Sumberpucung ada wisata desa yang tampil menjadi wisata terbaik. Seperti halnya Desa Sumberdem, sudah menjadi desa terbaik dalam mengatasi masalah yang ada di tingkat desa.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan di Kecamatan Sumberpucung bisa mengikuti langkah tersebut dan Desa Karangkaten bisa menjadi ikon wisata yang bekerjasama dengan Jasa Tirta,&#8221; harapnya.</p>



<p>Melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, agar melaksanakan promosi wisata yang ada di Sumberpucung. &#8220;Seperti membuatkan video untuk di tayangkan di Kementerian Parekraf. Sehingga, nanti disaat ada pameran pariwisata bisa di tampilkan,&#8221; tambah Bupati Sanusi. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191143</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pencari Ikan Kalipare Terjerat Jaring di Karangkates</title>
		<link>https://memontum.com/pencari-ikan-kalipare-terjerat-jaring-di-karangkates</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 11:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Karangkates]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[polsek kalipare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107706-pencari-ikan-kalipare-terjerat-jaring-di-karangkates</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Hilang seharian, pencari ikan Kalipare ditemukan tidak bernyawa dalam air di sekitar Bendungan Karangkates Sumberpucung. Musibah dialami Triyono (30) warga Dukuh Duren RT53/RW08 Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Bermula, seharian korban tidak kunjung pulang sejak Selasa (3/3/2020) siang. Pamit mencari ikan, ia diduga tenggelam di perairan Karangkates dekat Bendungan. Informasi didapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Hilang seharian, pencari ikan Kalipare ditemukan tidak bernyawa dalam air di sekitar Bendungan Karangkates Sumberpucung. Musibah dialami Triyono (30) warga Dukuh Duren RT53/RW08 Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.</p>
<p>Bermula, seharian korban tidak kunjung pulang sejak Selasa (3/3/2020) siang. Pamit mencari ikan, ia diduga tenggelam di perairan Karangkates dekat Bendungan.</p>
<p><div id="attachment_107707" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107707" decoding="async" class="size-full wp-image-107707" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200304-WA0045-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="SELAM : Titik lokasi diselami anggota pencari. (ist)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200304-WA0045-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200304-WA0045-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200304-WA0045-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200304-WA0045-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200304-WA0045-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200304-WA0045-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107707" class="wp-caption-text">SELAM : Titik lokasi diselami anggota pencari. (ist)</p></div></p>
<p>Informasi didapat Memontum.com dari sumber sahih, Rabu, pukul 10.00 pamit keluarga untuk berangkat memancing ikan di Bendungan sekitaran Karangkates. Sepeda motor diparkir di dekat bendungan.</p>
<p>Namun, hingga Kamis (4/3/2020) pagi, Triyono tidak kunjung pulang ke rumahnya. Perahu, hasil memancing sudah ditemukan warga. Alhasil informasi adanya korban diduga tenggelam dilaporkan ke pihak kepolisian.</p>
<p>Turunlah sejumlah anggota SAR, termasuk PMI Kabupaten Malang, BPBD dan Awangga. Turun pula anggota Polsek Sumberpucung, Polsek Kalipare dan petugas keamanan Jasa Tirta (PJT).</p>
<p>&#8220;Lokasinya masuk Kalipare. Kami membantu karena kemanusiaan. Bersama anggota PJT dan penyelam diturunkan,&#8221; ungkap AKP Edy Sunyata Ssos, Kapolsek Sumberpucung kepada Memontum.com, Rabu (4/3/2020) siang.</p>
<p>Menurut Edy, barang-barang korban telah ditemukan. Diantaranya, sepeda motor, bekal, tempat ikan dan topi milik korban.</p>
<p>AKP Edy Sunyata menambahkan, sekitar pukul 14.30, tubuh Triyono ditemukan penyelam. Jaraknya 30 m di Barat dari titik diduga tenggelamnya korban. Tubuhnya berhasil dievakuasi tim selam PMI Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Kondisinya terserimpet (terjerat : red) jaring, di tangan dan kaki,&#8221; ungkap Edy kepada Memontum.com, Rabu sore.</p>
<p>Terpisah diwawancarai, Kapolsek Kalipare, Iptu Soleh Masudi menjelaskan jika penyebab tenggelamnya korban belum diketahui pasti, apakah karena kram saat memasang jaring ataukah sebab lain.</p>
<p>&#8220;Yang jelas, kejadian ini musibah murni. Keluarga menyatakan tidak melanjutkan proses penyelidikan dan menandatangani surat pernyataan,&#8221; ujar Soleh Masudi kepada Memontum.com. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dana Restribusi Portal Karangkates Dipertanyakan</title>
		<link>https://memontum.com/dana-restribusi-portal-karangkates-dipertanyakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2018 14:21:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Karangkates]]></category>
		<category><![CDATA[Perum Jasa Tirta]]></category>
		<category><![CDATA[restribusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/26539-dana-restribusi-portal-karangkates-dipertanyakan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Sebagai jalur alternatif Kabupaten Malang-Blitar, banyak penguna kendaraan bermotor yang akhirnya lewat Bendungan Lahor milik Perum Jasa Tirta 1 Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Namun,untuk lewat jalur alternatif tersebut para penguna jalan dikenakan biaya, ironisnya Pemkab Malang, melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah, Purnadi Selasa (13/2/2018). Menurutnya,selama ini Pemkab Malang belum pernah menerima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212;   Sebagai jalur alternatif  Kabupaten Malang-Blitar, banyak penguna kendaraan bermotor yang akhirnya lewat Bendungan Lahor milik Perum Jasa Tirta 1 Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.  Namun,untuk lewat jalur alternatif tersebut para penguna jalan dikenakan biaya, ironisnya Pemkab Malang, melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah, Purnadi Selasa (13/2/2018). </p>
<p>Menurutnya,selama ini Pemkab Malang belum pernah menerima bagi hasil dari penarikan bea yang dikenakan kepada kendaraan bermotor yang melintasi di Bendungan Lahor Karangkates.  &#8220;Setahu saya selama ini Pemkab Malang belum pernah menerima bagi hasil penarikan retsribusi yang dilakukan Perum Jasa Tirta 1 tersebut. Kalau dari pajak atau jumlah pengunjung yang masuk ke area wisata tersebut, kita memang menerima. Kalau untuk restribusi kendaraan yang lewat, kami belum menerima, namun untuk pastinya kami akan memeriksa lagi,” terang mantan Kadispenduk Capil Kabupaten Malang ini. </p>
<p>Sementara, Wakil Ketua Komisi III DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang, Sutrisno Murdi, menjelaskan secara wilayah dan kepemilikan, daerah yang dikenai portal masuk tersebut memang milik Perum Jasa Tirta.  </p>
<p>&#8220;Kebetulan  kami dari Komisi III baru saja melakukan sidak ke Perum Jasa Tirta 1 Karangkates, terkait dengan masalah tersebut itu memang kewenangan Jasa Tirta untuk mengelola wilayahnya,” jelasnya. </p>
<p>Namun jika dilihat dari pembagian hasil pembagian, Sutrisno mengakui, dari data yang dipunyai, Pemkab Malang baru mendapat bagi hasil dari Perum Jasa Tirta 1 sejak tahun 2015.  </p>
<p>&#8220;Sebelum tahun 2015 tidak ada bagi hasil, sejak 2015 baru ada bagi hasil ke Pemkab Malang, mungkin karena ada aturan hukum yangb berubah,” terang Sutrisno. </p>
<p>Namun pihaknya mengakui jika bagi hasil yang diterima oleh Pemkab Malang adalah bersifat global.  </p>
<p>&#8220;Jadi merupakan angka total semuanya, disini terkait dengan restribusi kendaraan bermotor yang dilakukan Perum Jasa Tirta, di ikutkan atau tidak, kami sendiri tidak mengerti,” ungkapnya. </p>
<p>Disamping  tidak jelasnya kemana aliran dana retribusi yang ditarik Perum Jasa Tirta 1, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kab Malang ini juga menyoroti kenaikan dari bea yang dikenakan.  </p>
<p>&#8220;Dulu kan satu kali lewat hanya Rp 1000,- kemudian naik menjadi dua ribu dan sekarang tiga ribu, kenaikan ini kami nilai secara sepihak, karena dilakukan sendiri oleh Jasa Tirta tanpa berkoordinasi dengan Pemkab Malang yang mempunyai wilayah,” beber Sutrisno.</p>
<p>Besarnya tarif retribusi di portal Bendungan Lahor Karangkates memang terbagi dua jenis, untuk kendaraan bermotor dikenakan bea Rp 1.000,- sedangkan untuk kendaraan roda empat Rp. 3.000,- untuk satu kali lewat.Tarif yang Rp 3.000,- untuk sekali lewat oleh sebagianb penguna jalan yang bernama Toski Derma Leksana (40)<br />
warga Kedung Kandang , Kota Malang mengaku keberatan untuk retribusi yang dibayarnya. </p>
<p>“Jumlah itu terlalu besar meski untuk kendaraan roda empat, ditempat lain saja tidak segitu,”ujarnya sambil menujukan karcis retribusi bendungan Lahor. Dalam karcis tersebut tertera tulisan Karcis Masuk Kawasan Wisata ‘ Bendungan Lahor&#8217; dan sudah di porporasi, artinya dari sejumlah uang karcis tersebut sebagian harus masuk ke kas Pemkab Malang.  </p>
<p>Selain itu dalam karcis berwarna putih berlogo Perum Jasa Tirta 1 juga disebutkan dasar hukum penarikan retribusi yaitu Peraturan Pemerintah RI Nomor 46 Tahun 2010 dan Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2009. Dari  pantuan dilapangan, diperkirakan untuk setiap harinya tidak kurang dari 500 kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat melintasi portal retribusi Bendungan Lahor Karangkates.<strong>(Sur)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26539</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
