<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Karapan Sapi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/karapan-sapi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 14:19:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Karapan Sapi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tradisi Karapan Sapi Talempong Situbondo, Ada Apa ?</title>
		<link>https://memontum.com/tradisi-karapan-sapi-talempong-situbondo-ada-apa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2021 14:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Karapan Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=138571</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Tradisi karapan sapi, tidak hanya bisa ditemukan di Madura, secara umum. Namun, di Dusun Krajan, Desa Talempong, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, pun bisa ditemukan tradisi yang merupakan turun menurun yang hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat setempat. Pemandangan itulah, yang bisa dijumpai Senin (29/03) tadi. Tradisi karapan sapi itu, diyakini masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Tradisi karapan sapi, tidak hanya bisa ditemukan di Madura, secara umum. Namun, di Dusun Krajan, Desa Talempong, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, pun bisa ditemukan tradisi yang merupakan turun menurun yang hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat setempat.</p>



<p>Pemandangan itulah, yang bisa dijumpai Senin (29/03) tadi. Tradisi karapan sapi itu, diyakini masyarakat desa setempat bisa mendatangkan berkah untuk bercocok tanam. Sebaliknya, jika karapan sapi yang dilaksanakan di lumpur ini tidak dilaksanakan, maka hasil bercocok tanamannya akan mengalami kerugian.</p>



<ul><li><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/137983-penderita-dbd-di-situbondo-terus-meningkat">Penderita DBD di Situbondo Terus Meningkat</a></strong></li></ul>



<p>&#8220;Tradisi karapan sapi yang dilaksanakan setiap tanggal 13 hingga 14 Syahban ini, merupakan rangkaian dari selamatan desa,” jelas Kepala Desa Talempong, Yon Haryono, S.I.P.</p>



<p>Ritual karapan sapi ini, sambung Yon Haryono, konon pada jaman Mbah Bujuk (yang membabat Desa Talempong, red) pernah singgah di areal persawahan yang sekarang dijadikan tempat karapan sapi lumpur ini.</p>



<p>&#8220;Tujuan dari karapan sapi ini, untuk mengingat pengorbanan Mbah Bujuk yang membabat Desa Talempong dan agar hasil pertanian masyarakat disini bisa melimpah,” terang Yon, panggilan akrab Yon Haryono.</p>



<p>Menurut keterangan pini sepuh Desa Talempong, imbuh Yon, pada tanggal 13 hingga 14 bulan Syahban, diyakini hari jadi Desa Talempong. &#8220;Setiap tanggal 13-14 Syahban, Desa Talempong mengadakan ritual selamatan desa dan perlu diketahui tradisi karapan sapi di tanah lumpur ini merupakan rangkaian pemungkas dari selamatan desa,” tutur Yon.</p>



<p>Bukan hanya itu yang disampaikan Yon, namun dirinya juga menjelaskan, bahwa karapan sapi di tanah lumpur itu dilaksanakan sebagai simbol kejayaan pertanian masyarakat Desa Talempong satu tahun kedepan.</p>



<p>“Karapan sapi ini harus menabrak simbol jagung dan padi agar pertanian di Desa Talempong diberi kelancaran. Oleh karena itu, tradisi karapan sapi di tanah lumpur ini, hingga sekarang masih dipertahankan oleh masyarakat,” beber Yon.</p>



<p>Menurut Yon, kekuatan mistis pada tradisi selamatan Desa Talempong masih sangat kuat. Jika ritual selamatan desa tidak dilaksanakan, maka akan mendatangkan berbagai peristiwa aneh dan tidak masuk akal.</p>



<p>“Kekuatan mistik di desa kami masih sangat tinggi. Makanya, masyarakat kami sangat meyakini ritual selamatan desa agar tidak muncul peristiwa aneh-aneh yang tidak masuk akan tersebut, namun realitanya ada,” papar Yon. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138571</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mantan Kapolda Jawa Timur Hadiri Karapan Sapi di Tanggul Jember</title>
		<link>https://memontum.com/mantan-kapolda-jawa-timur-hadiri-karapan-sapi-di-tanggul-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2018 13:30:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Karapan Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70110</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Dalam rangka menyambut tahun baru 2019 Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember menggelar Lomba Karapan sapi yang diikuti ratusan peserta dari Kabupaten se-Jawa timur (Jatim). Lomba karapan sapi yang diselenggarakan di Lapangan Kerap Curahbamban yang terletak di Dusun Krajan Desa setempat tersebut dihadiri mantan Kapolda Jawa timur (Jatim) Irjen Pol Anton [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Dalam rangka menyambut tahun baru 2019 Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember menggelar Lomba Karapan sapi yang diikuti ratusan peserta dari Kabupaten se-Jawa timur (Jatim).</p>
<p>Lomba karapan sapi yang diselenggarakan di Lapangan Kerap Curahbamban yang terletak di Dusun Krajan Desa setempat tersebut dihadiri mantan Kapolda Jawa timur (Jatim) Irjen Pol Anton Setiadji.</p>
<p>Kepala desa Tanggul wetan H. Suwadi yang lebih dikenal dengan Panggilan Tuan Takur mengatakan, kedatangan mantan orang nomer satu di kepolisian Jatim itu adalah semacam reuni dan tidak ada unsur politik. </p>
<p>&#8220;Tempat kerapan sapi ini digagas oleh Pak Anton, jadi tidak ada salahnya jika beliau hadir pada lomba kerapan sapi,&#8221; ujarnya, Minggu (23/12/2018) siang saat dikonfirmasi memontum.com di lokasi kerapan. </p>
<p>Tuan takur menjelaskan, kegiatan lomba kerapan sapi ini diselenggarakan sudah tiga kali. Lertama dan kedua diselenggarakan dalam rangka memperebutkan piala bergilir Kapolda Jatim Cup, dan saat lomba kerapan sapi dalam rangka menyambut tahun baru 2019,</p>
<p>&#8220;Lomba ini  bertujuan sebagai upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan seni budaya asli Jawa Timur yaitu dari Madura, tak ada tendensi Politik,&#8221; tegasnya. </p>
<p>Ia Berharap, tempat kerapan sapi itu sebagai destinasi wisata yang ada di wilayah Kecamatan Tanggul sehingga bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar terutama pedagang kaki lima.</p>
<p>Sementara itu menurut Irjen Pol (Pur) Anton Setiadji kehadiran dirinya di karapan sapi adalah sebagai tamu undangan dan sekaligus bertujuan mendukung kebudayaan yang dimiliki Madura. </p>
<p>&#8220;Di Kabupaten Jember ini kan banyak orang atau Suku Madura, jadi tak ada salahnya membantu mensosialisasikan tentang kerapan sapi, supaya di kenal di Masyarakat Jember khususnya dan Indonesia secara umum,&#8221; jelas Anton.</p>
<p>Diketahui, Lomba Kerapan sapi tersebut diikuti sebanyak 124 peserta dari berbagai Kabupaten diantaranya, Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Madura dan Kabupaten Jember sendiri sebagai tuan rumah. <strong>(yud/oso) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70110</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
