<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Karhutla &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/karhutla/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Sep 2023 12:02:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Karhutla &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kelalaian dan Kecerobohan Manusia Jadi Penyebab Karhutla, Kapolda Jatim Siapkan Langkah Strategis</title>
		<link>https://memontum.com/kelalaian-dan-kecerobohan-manusia-jadi-penyebab-karhutla-kapolda-jatim-siapkan-langkah-strategis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[kecerobohan]]></category>
		<category><![CDATA[kelalaian]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[strategis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198025</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kejadian kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Jawa Timur (Jatim), seperti di Bukit Teletubbies, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Gunung Arjuna dan Gunung Welirang, terus menjadi perhatian Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Hermanto. Dalam keterangannya, Kapolda Jatim menyampaikan jika pemadaman telah dilakukan secara masif dan tentunya juga telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kejadian kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Jawa Timur (Jatim), seperti di Bukit Teletubbies, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Gunung Arjuna dan Gunung Welirang, terus menjadi perhatian Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Hermanto. Dalam keterangannya, Kapolda Jatim menyampaikan jika pemadaman telah dilakukan secara masif dan tentunya juga telah melibatkan banyak pihak untuk menangani kebakaran tersebut.</p>



<p>“Kami tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi yang terpenting adalah menggerakkan semua pihak yang dapat berkontribusi dalam penanganan masalah kebakaran ini,” kata Kapolda Jatim, saat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (12/09/2023) tadi.</p>



<p>Menurutnya, penyebab beberapa kasus Karhutla tersebut bukan hanya karena faktor alam. Namun, karena ada kelalaian dan kecerobohan manusia. Karena itu, saat ini pihaknya sedang menyusun berbagai strategi untuk mengantisipasi masalah tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Untuk saat ini, kami sedang menyusun beberapa langkah strategi, untuk mengantisipasi masalah-masalah lanjutan yang kemungkinan nanti akan muncul lagi (timbul),” ucapnya.</p>



<p>Kemudian, dalam hal pemantauan, pihaknya juga menyampaikan jika saat ini telah memiliki sistem yang dapat mendeteksi titik panas secara dinamis. Bahkan, bisa diketahui saat pagi hari, siang hari bahkan sore dan malam.</p>



<p>“Setiap hari akan ada pembaruan data dan kami berharap upaya ini akan mencegah terjadinya kebakaran lebih lanjut. Kita doakan saja, semoga ini tidak akan terjadi lagi kebakarannya,” tambahnya.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa pihaknya juga telah melibatkan banyak personel dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan stakeholder terkait, untuk turun bersama dalam upaya pemadaman Karhutla. “Kami menganggap kolaborasi ini sudah maksimal dan kami berterima kasih kepada semua yang terlibat dalam usaha ini,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198025</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Batu Terbitkan SK Status Siaga Darurat Bencana Karhutla</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-batu-terbitkan-sk-status-siaga-darurat-bencana-karhutla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2023 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[terbitkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196143</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pemkot Batu menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang Status Siaga Darurat Bencana Karhutla No. 188.45/106/KEP/422.012/2023 tanggal 23 Juni 2023. Ini diterbitkan, sebagai upaya antisipasi datangnya bencana di wilayah Kota Batu yang disebabkan El Nino. Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, mengatakan fenomena El Nino tahun ini berdampak di beberapa daerah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pemkot Batu menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang Status Siaga Darurat Bencana Karhutla No. 188.45/106/KEP/422.012/2023 tanggal 23 Juni 2023. Ini diterbitkan, sebagai upaya antisipasi datangnya bencana di wilayah Kota Batu yang disebabkan El Nino.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, mengatakan fenomena El Nino tahun ini berdampak di beberapa daerah yang menyebabkan bencana. Maka, Pemkot Batu menerbitkan SK Wali Kota sebagai langkah mewaspadai potensi bencana.</p>



<p>&#8220;Pemkot Batu menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang Status Siaga Darurat Bencana Karhutla No. 188.45/106/KEP/422.012/2023 tanggal 23 Juni 2023. Karena dampak El Nino dikhawatirkan datang di Kota Batu. Di sini untuk mewaspadainya maka diterbitkan SK,&#8221; terangnya, Jumat (18/08/2023) tadi.</p>



<p>Mengapa perlu diterbitkan SK tentang kebencanaan, tambahnya, karena Kota Batu memiliki enam potensi bencana yang perlu diwaspadai. Antara lain, tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, gempa bumi dan erupsi gunung berapi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Fenomena El Nino tahun ini sangat berdampak di beberapa daerah. Kemungkinan beberapa dampak El Nino yang terjadi di Kota Batu, seperti menurunnya debit air setiap musim kemarau,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Secara geografis, jelas Agung, beruntung Kota Batu memiliki banyak sumber yang masih lestari. Sehingga, musim kemarau dan El Nino tidak akan mempengaruhi sektor pertanian.</p>



<p>Meski begitu, menurutnya, tidak ada dampak kekeringan yang signifikan seperti gagal panen dan tanah pertanian yang retak-retak karena kekeringan masih ada beberapa permasalahan yang dialami peternak. Yakni adanya kenaikan harga pakan ternak rumput karena harus mencari di luar Kota Batu sebagai tambahan suplai.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, SK Wali Kota sangat diperlukan. Karena, dilihat dari sisi geografis Kota Batu rawan bencana. Dan, sudah jelas juga kalau kemarau rawan kebakaran hutan. Dan, kalau hujan rawan longsor,&#8221; tegasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196143</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perhutani KPH Malang Gelar Apel Karhutla</title>
		<link>https://memontum.com/perhutani-kph-malang-gelar-apel-karhutla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2020 12:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani KPH Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120006-perhutani-kph-malang-gelar-apel-karhutla</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan(KPH)Malang bersama Forpimcam Wagir dan Ngajum gelar Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wana wisata Precet Forest Park, petak 180 A, RPH Wagir BKPH Kepanjen Kamis (23/7/2020) lalu. Acara tersebut dihadiri langsung Administratur KPH Malang, Hengki Herwanto. Selain administratur juga anggota Polhut dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan(KPH)Malang bersama Forpimcam Wagir dan Ngajum gelar Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wana wisata Precet Forest Park, petak 180 A, RPH Wagir BKPH Kepanjen Kamis (23/7/2020) lalu.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri langsung Administratur KPH Malang, Hengki Herwanto. Selain administratur juga anggota Polhut dan Polter, Muspika Kecamatan Wagir, Muspika Kecamatan Ngajum, BPBD Kabupaten Malang, LMDH Madu Jaya, LMDH Wana Lestari, LMDH Wana Kawi dan Saka Wana Bakti.</p>
<p>Dalam sambutannya, Hengki yang bertindak selaku pembina apel menegaskan,bahwa tujuan diadakannya apel ini adalah untuk memupuk atau meningkatkan jiwa korsa personel Perhutani, Meningkatkan kerjasama dengan segenap stakeholder dalam menanggulangi atau mencegah kejadian Karhutla, dan mensiap siagakan jajaran personel di lapangan dalam mencegah, menanggulangi dan penanganan kejadian Karhutla.</p>
<p>“Apel siaga Karhutla menjadi momen penting untuk meningkatkan kewaspadaan semua pihak dalam mencegah dan menangkal terjadinya kebakaran hutan dan lahan, hal ini sesuai komitmen pemerintah untuk menurunkan tingkat kebakaran hutan dan lahan,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Wagir, AKP Widya selaku perwakilan muspika Kecamatan Wagir yang hadir menyampaikan dukungan dengan diadakannya apel ini sebagai antisipasi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat memasuki musim kemarau yang ada di wilayah Kabupaten Malang, yang sudah mulai dan sudah ditandai dengan semakin berkurangnya curah hujan.</p>
<p>&#8220;Masalah ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri melainkan harus dilakukan secara sinergis oleh semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, ” tegasnya.</p>
<p>Usai Apel Administratur KPH Malang beserta anggota Polhut dan Polter, Forpimcam dan peserta apel lainnya yang hadir melakukan pengecekan alat-alat pemadam, dan dilanjutkan dengan menggelar simulasi operasi pemadaman dengan peralat yang sudah tersedia. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120006</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan, BPBD Berencana Dirikan Pos Pantau</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-kebakaran-hutan-dan-lahan-bpbd-berencana-dirikan-pos-pantau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 03:58:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118474-antisipasi-kebakaran-hutan-dan-lahan-bpbd-berencana-dirikan-pos-pantau</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu – Masuk musim kemarau potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman bagi Kota Batu. Mengingat pada musim kemarau tahun lalu Gunung Panderman dan Gunung Arjuno dilalap api. Dari dua lokasi itu total lahan yang terbakar seluas 450 hektar. Melihat pengalaman tahun lalu potensi kebakaran hutan terjadi pada bulan Juli hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu </strong>– Masuk musim kemarau potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman bagi Kota Batu. Mengingat pada musim kemarau tahun lalu Gunung Panderman dan Gunung Arjuno dilalap api. Dari dua lokasi itu total lahan yang terbakar seluas 450 hektar. Melihat pengalaman tahun lalu potensi kebakaran hutan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus.</p>
<p>Untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan pada musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berencana akan mendirikan pos pantau di dekat Gunung Panderman dan Gunung Arjuno. Pos pantau Gunung Arjuno akan didirikan di Kecamatan Bumiaji Dusun Junggo, Desa Tulungrejo dan Desa Sumber Brantas. Sedangkan untuk pos pantau Gunung Panderman akan ditempatkan di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan.</p>
<p>Didirikannya pos pantau berdekatan dengan Gunung Arjuno dan Gunung Panderman untuk siaga dini, jika sewaktu-waktu muncul kepulan asap bisa ditangani lebih awal. Serta memudahkan dan mempercepat tiba di lokasi sehingga bisa ditangani lebih cepat agar tak merembet luas.</p>
<p>Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan pendirian pos pantau akan dibahas lebih lanjut dalam rakor bersama pemangku wilayah hutan UPT Tahura R Soerjo, Perhutani, TNI, Polri dan BMKG Stasiun Klimatologi Malang. Ia berharap, nantinya hasil rakor bisa mengoptimasi pendirian pos pantau pada akhir bulan Juli atau di awal Agustus.</p>
<p>Rochim menjelaskan selama ini personil dipusatkan di Posko BPBD Punten Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Lokasi jangkauannya relatif jauh dari Gunung Panderman dan Gunung Arjuno sehingga memakan durasi waktu yang cukup panjang pula.</p>
<p>Durasi waktu yang relatif panjang, belum lagi medan yang terjal mengakibatkan kendala untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan. Terlambat sedikit saja kobaran api sudah meluas dan menyulitkan proses pemadaman. Dengan alasan itulah BPBD ingin mendirikan pos pantau lebih dekat ke kawasan hutan.</p>
<p>&#8220;Opsi ini masih perencanaan bagaimana kita bisa siaga lebih awal. Begitu ada titik api bisa segera ditangani agar tak merembet luas. Begitu ada kepulan bisa langsung menuju lokasi agar tak meluas,&#8221; papar Rochim.</p>
<p>Perlu rapat kordinasi untuk menghitung biaya kebutuhan. Pengalaman sebelumnya, pelaksanaan menjelang akhir bulan Juli dan bulan Agustus.</p>
<p>Di sisi lain, BPDB harus membagi konsentrasinya yang terkuras untuk penanganan Covid-19. Kondisi ini memaksa BPBD berhitung ulang dengan ketersedian sumber daya manusia yang dimiliki sejumlah 40 personil. Sementara itu, potensi bencana lainnya, berupa kebakaran hutan menjadi ancaman ketika memasuki puncak musim kemarau.</p>
<p>&#8220;Otomatis kami harus berhitung dengan ketersediaan jumlah personil yang saat ini difokuskan penanganan Covid-19. Kalau tidak, juga jadi masalah. Serta berhitung kebutuhan operasional,&#8221; papar dia.<strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hutan Lindung Ranuyoso Lumajang, Terbakar 19 Hektare</title>
		<link>https://memontum.com/hutan-lindung-ranuyoso-lumajang-terbakar-19-hektare</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2019 12:54:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 0821/06]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98403-hutan-lindung-ranuyoso-lumajang-terbakar-19-hektare</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Masyarakat Desa Alun-alun diimbau tingkatkan kewaspadaan terhadap pemicu yang menyebabkan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya saat musim kemarau panjang saat ini. Hal itu dikatakan Babinsa Alun Alun Koramil 0821/06 Ranuyoso Serka Zulhamdi usai memadamkan api di kawasan hutan lindung petak 12 lereng Gunung Plintang Desa Alun Alun Kecamatan Ranuyoso Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Masyarakat Desa Alun-alun diimbau tingkatkan kewaspadaan terhadap pemicu yang menyebabkan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya saat musim kemarau panjang saat ini. Hal itu dikatakan Babinsa Alun Alun Koramil 0821/06 Ranuyoso Serka Zulhamdi usai memadamkan api di kawasan hutan lindung petak 12 lereng Gunung Plintang Desa Alun Alun Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (21/10/2019).</p>
<p>“Cuaca panas dan angin kencang serta kondisi alang-alang dan semak belukar yang kering menyebakan api cepat menyebar dan sulit dipadamkan. Untuk itu, kami ibau agar masyarakat tingkatkan kewaspadaan,” ujarnya.</p>
<p>Zulhamdi juga menyampaikan, bahwa dirinya bersama dengan Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH), Polisi Hutan (Polhut), Mandor tanam dan staf Kecamatan Ranuyoso berupaya memadamkan api di kawasan hutan lindung dengan menggunakan peralatan sederhana.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Resort Pemangku Hutan Kecamatan Ranuyoso Dulmanap mengatakan, bahwa kawasan hutan lindung yang terbakar saat ini mencapai sekitar 19 hektare, dari jumlah baku lahan seluas 1.958,30 hektare.</p>
<p>Ia juga mengatakan, dengan menggunakan peralatan sederhana, pihaknya bersama petugas yang lain dan masyarakat dengan sigap berupaya memadamkan api agar tidak menyebar lebih luas.</p>
<p>“Tidak hanya berupaya melaksanakan pemadaman api, bersama petugas yang lain kita juga memberikan imbauan dan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap terjadinya karhutla, mengingat kemarau panjang dan cuaca ekstrim yang terjadi hingga saat ini,” pungkasnya.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dandim Lumajang Kembali Berangkatkan Tim Tangani Kebakaran Gunung Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/dandim-lumajang-kembali-berangkatkan-tim-tangani-kebakaran-gunung-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2019 11:18:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gunung semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/95451-dandim-lumajang-kembali-berangkatkan-tim-tangani-kebakaran-gunung-semeru</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tim Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali diberangkatkan untuk memadamkan api di kawasan Gunung Semeru. Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi, S.E., dalam arahannya usai menggelar Salat Istiqo&#8217; bersama, bertempat di halaman Pos Resort Pangkuan Taman Nasional (RPTN) Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/10/2019) kemarin, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Tim Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali diberangkatkan untuk memadamkan api di kawasan Gunung Semeru.</p>
<p>Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi, S.E., dalam arahannya usai menggelar Salat Istiqo&#8217; bersama, bertempat di halaman Pos Resort Pangkuan Taman Nasional (RPTN) Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/10/2019) kemarin, menyampaikan bahwa hari ini, dirinya akan kembali memberangkatkan kembali Tim Penanggulangan Karhutla, mengingat di kawasan Gunung Semeru kembali muncul titik api yang membakar lahan.</p>
<p>&#8220;Saya imbau nanti rekan-rekan yang bergabung dengan Tim Penanggulangan Karhutla untuk selalu berhati-hati, dan mengutamakan keselamatan diri saat memadamkan api di lereng Gunung Semeru,&#8221; ujar Dandim.</p>
<p>Selain itu, kata Letkol Inf Ahmad Fauzi, bahwa Tim Penanggulangan Karhutla terdiri dari TNI, Polri, BPBD, TNBTS, Relawan Bencana dan sejumlah Masyarakat Desa Ranupani diberangkatkan, terlebih dahulu dilaksanakan Salat Istisqo&#8217; dan Doa Bersama.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan diawali berdoa, upaya dan ikhtiar yang kita lakukan ini di rahmati oleh Allah SWT,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Teguh Widjayono mengatakan, bahwa hingga saat ini spot satelit Delapan menunjukkan satu titik api, namun areanya meluas mencapai sekitar empat hektare.</p>
<p>Ia juga mengatakan, kebakaran tersebut terjadi akibat kemarau panjang yang menyebabkan semak dan rumput menjadi kering, sehingga mudah terbakar.</p>
<p>&#8220;Untuk itu dengan Salat Istisqa&#8217; dan berdoa bersama tadi, kami harap hari ini apinya dapat dipadamkan dan aktivitas dapat berjalan notmal seperti biasa,&#8221; katanya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-95452" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191002-WA0111-copy.jpg?resize=740%2C367" alt="" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191002-WA0111-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191002-WA0111-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191002-WA0111-copy.jpg?resize=768%2C381&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) Jhon Kennedy juga mengungkapkan, bahwa yang terpenting saat ini adalah melaksanakan pemadaman, agar tidak sampai ke pemukiman masyarakat.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan, tahun ini hutan di wilayah Gunung Semeru terbakar kembali sejak lima tahun yang terakhir, sehingga semak dan rumput yang ada di area hutan menjadi lebih rimbun, saat kemarau panjang menjadi kering dan mudah terbakar.</p>
<p>&#8220;Kita semua berharap, kebakaran dapat segera teratasi dan tidak sampai mengganggu aktifitas masyarakat Desa Ranupani,&#8221; pungkasnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95451</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Maraknya Kebakaran Lahan, Polres Bangkalan Gelar Simulasi Penanganan Karhutla</title>
		<link>https://memontum.com/respon-maraknya-kebakaran-lahan-polres-bangkalan-gelar-simulasi-penanganan-karhutla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 13:37:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[polres bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Simulasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=93470</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai daerah di tanah air cukup banyak terjadi. Merespon hal tersebut, Polres Bangkalan melakukan sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran di Desa Klabetan Kecamatan Sepulu,Bangkalan sabtu kemarin (21/9/2019). Lokasi Desa Klabetan sendiri memiliki luas lahan hutan sebanyak 79,20 hektare sedangka kecamatan sepulu memiliki luas hutan 1205,4 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai daerah di tanah air cukup banyak terjadi. Merespon hal tersebut, Polres Bangkalan melakukan sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran di Desa Klabetan Kecamatan Sepulu,Bangkalan sabtu kemarin (21/9/2019).</p>
<p>Lokasi Desa Klabetan sendiri memiliki luas lahan hutan sebanyak 79,20 hektare sedangka kecamatan sepulu memiliki luas hutan 1205,4 hektare. Di musim kemarau saat ini, sebagian besar wilayah hutan tersebut mengalami kekeringan.</p>
<p>&#8220;Ini sebagai bentuk respon kami atas terjadinya Karhutla di beberapa wilayah di tanah air. Adanya simulasi ini diharapkan masyarakat mengatahui upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran. Alat yang digunakan bisa dengan alat tradisional maupun modern,&#8221; terang Kabagren Polres Bangkalan, Kompol Gunawan Wibisono.</p>
<p>Kompol Gunawan menjelaskan, Meski jumlah lahan hutan di Bangkalan cukup luas, namun kondisi kekeringan masih belum berpotensi terjadi kebakaran. Namun sebagai langkah antisipasi, petugas memberikan himbauan agar tak membakar sembarangan agar tak terjadi kebakaran hebat seperti di beberapa tempat.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Pemeliharaan dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Bangkalan, Hendro Budi Cahyono menyampaikan, di musim kemarau ini jika terjadi sebuah kebakaran maka akan mudah menjalar. Hal itu menyebabkan, kebakaran dalam skala kecil akan cepat membesar jika tidak segera ditangani.</p>
<p>&#8220;Penanganan Karhutla dalam skala kecil bisa diatasi dengan membuat alat sederhana yang dapat meredam api. Sedangkan untuk skala besar, masyarakat bisa menghubungi tim pemadam kebakaran di 031-3095113 atau 082330221113,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Tak hanya itu, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim relawan yang akan ditempatkan di setiap pos tiap kecamatan. Sebab, minimnya jumlah armada dan letak geografis antar kecamatan dengan lokasi mobil pemadam cukup jauh. <strong>(ist/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93470</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapolres Situbondo Pimpin Rakor Lintas Sektoral Optimalisasi Penanganan Karhutla</title>
		<link>https://memontum.com/kapolres-situbondo-pimpin-rakor-lintas-sektoral-optimalisasi-penanganan-karhutla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 11:39:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[polres situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[rakor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=93298</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Kepolisian Resort (Polres) Situbondo menggelar rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) wilayah Kabupaten Situbondo bertempat di aula lantai dua Mapolres Situbondo, Jumat (20/9/2019) pagi. Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH bersama Kepala Perhutani dihadiri Pejabat Utama Polres, Kodim 0823 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo &#8211;</strong> Kepolisian Resort (Polres) Situbondo menggelar rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) wilayah Kabupaten Situbondo bertempat di aula lantai dua Mapolres Situbondo, Jumat (20/9/2019) pagi.</p>
<p>Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH bersama Kepala Perhutani dihadiri Pejabat Utama Polres, Kodim 0823 Situbondo, Perhutani, Damkar dan BPBD Kabupaten Situbondo dan Kapolsek Jajaran.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190920-WA0046-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-93301" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190920-WA0046-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190920-WA0046-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190920-WA0046-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190920-WA0046-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190920-WA0046-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190920-WA0046-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Kapolres Situbondo Ajun Komisaris Besar Polisi Awan Hariono mengatakan, bahwa tujuan dilaksanakannya rapat koordinasi tersebut adalah untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam rangka optimalisasi upaya pencegahan, penanganan, serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>“Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama, jadi seluruh pihak yang terkait harus terlibat langsung sesuai tugas pokok dan fungsinya. Namun upaya pencegahan dan sosialisasi lebih dikedepankan dengan melibatkan masyarakat, ” terang AKBP Awan Hariono.</p>
<p>Ditambahkan, Kapolres Awan Hariono. Rakor pencegahan karhutla dilaksanakan mengingat wilayah Kabupaten Situbondo memiliki banyak hutan dan juga musim kemarau serta cuaca panas.</p>
<p>&#8220;Sehingga potensi tejadinya kebakaran hutan atau lahan sangat mungkin terjadi, &#8220;pungkasnya. <strong>(im/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93298</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapolres Mojokerto Pimpin Apel Gelar Pasukan Karhutla</title>
		<link>https://memontum.com/kapolres-mojokerto-pimpin-apel-gelar-pasukan-karhutla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2018 19:05:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[polres mojokerto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=53659</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata memimpin apel gelar pasukan kesiapsiagaan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Lapangan Bumi perkemahan Pacet Kabupaten Mojokerto, Rabu (29/8/2018). Apel tersebut, dihadiri seluruh instansi yang berkaitan dengan permasalahan itu. Mulai dari Perhutani, BPBD Kabupaten Mojokerto, anggota Polsek dan Polres Mojokerto, anggota Kodim 0815 Mojokerto, Forkopimda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto </strong>&#8211; Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata memimpin apel gelar pasukan kesiapsiagaan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Lapangan Bumi perkemahan Pacet Kabupaten Mojokerto, Rabu (29/8/2018).</p>
<p>Apel tersebut, dihadiri seluruh instansi yang berkaitan dengan permasalahan itu. Mulai dari Perhutani, BPBD Kabupaten Mojokerto, anggota Polsek dan Polres Mojokerto, anggota Kodim 0815 Mojokerto, Forkopimda Mojokerto, Camat se Kabupaten Mojokerto, siswa pramuka, Linmas, PMI, Relawan serta Tamu undangan lainnya.</p>
<p><div id="attachment_53663" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/53659-kapolres-mojokerto-pimpin-apel-gelar-pasukan-karhutla/kapolres-mojokerto-pimpin-apel-gelar-pasukan-karhutla" rel="attachment wp-att-53663"><img aria-describedby="caption-attachment-53663" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/Kapolres-Mojokerto-Pimpin-Apel-Gelar-Pasukan-Karhutla.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Aksi pemadaman api oleh anggota PMK" width="650" height="366" class="size-full wp-image-53663" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/Kapolres-Mojokerto-Pimpin-Apel-Gelar-Pasukan-Karhutla.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/Kapolres-Mojokerto-Pimpin-Apel-Gelar-Pasukan-Karhutla.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/Kapolres-Mojokerto-Pimpin-Apel-Gelar-Pasukan-Karhutla.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-53663" class="wp-caption-text"><em><strong>Aksi pemadaman api oleh anggota PMK</strong></em></p></div></p>
<p>Dalam amanatnya, Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan isu Karhutla bukan saja menjadi isu lokal dan nasional tetapi sudah menjadi isu internasional. “Untuk itu kita harus tanggulangi secara serius dan bersama-sama,” terangnya.</p>
<p>Masih menurut Leo, saat ini sedang musim kemarau, perlu antisipasi terkait Karhutla. Tahun 2017 dinilai berhasil, tahun 2018 ini harus lebih aktif lagi. Sinergitas dan keterpaduan antar unsur baik Polri/TNI, BPBD, Pemkab dan unsur lainnya.</p>
<p>Apel ini juga dalam rangka koordinasi awal. “Setelah apel siaga dan koordinasi awal ini saya harap kita semua unsur satu visi dan misi dalam rangka menanggulangi Karhutla ini. “upaya dan sumber daya kita arahkan di bidang pencegahan,” ujarnya.</p>
<p>&#8220;Bagi pelaku pembakaran hutan jelas bawa akan dilakukan penegakan hukum bila ada pelaku pembakaran hutan maupun juga lahan,&#8221; pungkas AKBP Leo.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53659</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
