<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>karnaval &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/karnaval/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 May 2026 15:27:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>karnaval &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sektor Ekonomi Menggeliat, Pemkab Jember Sebut Pengunjung Karnaval SCTV 2026 Disambut Antusias</title>
		<link>https://memontum.com/sektor-ekonomi-menggeliat-pemkab-jember-sebut-pengunjung-karnaval-sctv-2026-disambut-antusias</link>
					<comments>https://memontum.com/sektor-ekonomi-menggeliat-pemkab-jember-sebut-pengunjung-karnaval-sctv-2026-disambut-antusias#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antusias]]></category>
		<category><![CDATA[disambut]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[menggeliat,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232452</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mencatat jika gelaran acara Karnaval SCTV 2026 di Alun-Alun Jember, bukan hanya sekedar memberikan tontonan panggung hiburan semata, namun dengan target utama menggerakkan roda ekonomi masyarakat di lapisan bawah. Acara ini, bahkan mampu menyedot perhatian ratusan ribu pasang mata, baik dari warga lokal maupun luar daerah. Melalui data [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mencatat jika gelaran acara Karnaval SCTV 2026 di Alun-Alun Jember, bukan hanya sekedar memberikan tontonan panggung hiburan semata, namun dengan target utama menggerakkan roda ekonomi masyarakat di lapisan bawah. Acara ini, bahkan mampu menyedot perhatian ratusan ribu pasang mata, baik dari warga lokal maupun luar daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui data berkala yang dirilis di lapangan, pergerakan massa yang masif ini berbanding lurus dengan transaksi keuangan yang terjadi di sekitar area festival. Berdasarkan data resmi yang dihimpun oleh panitia bersama jajaran pemerintah daerah, sejak hari pertama, Sabtu (15/05/2026) hingga, Minggu (17/05/2026) siang, tren kehadiran penonton terus mengalami lonjakan yang signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran masyarakat dari berbagai kecamatan itu, membuktikan bahwa kebutuhan akan hiburan berkualitas di dalam daerah sangat tinggi. Pola pergerakan pengunjung ini, dipantau secara ketat untuk melihat sejauh mana dampaknya terhadap titik-titik perdagangan UMKM yang telah disediakan oleh pihak panitia di sepanjang jalur karnaval.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan keterangan langsung di lokasi acara pada Minggu (17/05/2026) tadi. Dalam penjelasannya, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, memaparkan rincian statistik kunjungan yang dihimpun oleh tim pemantau lapangan secara berkala. Angka-angka ini, menjadi indikator utama keberhasilan manajemen arus massa dalam sebuah acara berskala nasional yang ditempatkan di daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hari pertama pada Sabtu malam, tercatat sekitar 17.564 orang memadati area utama karnaval. Ini adalah awal yang sangat baik untuk sebuah acara pembuka di akhir pekan. Kemudian pada hari Minggu, hingga pukul 10.00 pagi tadi, jumlah pengunjung sudah menyentuh angka 19.948 orang,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan arus warga yang terus mengalir masuk ke pusat kota, pihaknya sangat optimistis total pengunjung akan menembus angka 30.000 orang pada sore hingga malam nanti. &#8220;Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, tetapi merepresentasikan jumlah pembeli potensial bagi produk-produk lokal yang dijajakan di sini,&#8221; tambah Gus Fawait.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menegaskan, bahwa sebuah acara daerah harus memiliki target dampak yang terukur dan luas. Dirinya menyatakan keberatannya terhadap konsep acara yang dibuat setengah-setengah, karena kontribusinya terhadap masyarakat kecil sangat minim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, sinergi dengan media nasional seperti SCTV, merupakan salah satu langkah taktis untuk membawa perhatian publik nasional ke Kabupaten Jember. &#8220;Saya selalu sampaikan kepada jajaran dinas, kalau bikin acara jangan yang kecil-kecil karena tidak akan berdampak pada apa pun bagi masyarakat. Event seperti ini tidak boleh hanya jadi seremoni atau formalitas tahunan, tapi harus memberikan multiplier effect yang nyata. Kita bisa melihat bagaimana sektor transportasi lokal, jasa parkir, hingga penginapan semuanya bergerak secara simultan karena skala acara yang kita pilih adalah skala besar,&#8221; kata Gus Fawait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak positif dari pelaksanaan karnaval ini, dirasakan secara langsung oleh berbagai sektor usaha di Jember. Sektor perhotelan menjadi salah satu yang paling awal, menerima dampak tersebut. Tingkat okupansi atau keterisian kamar hotel di pusat Kabupaten Jember, meningkat tajam karena kedatangan tim produksi yang berjumlah ratusan orang, ditambah dengan para pelancong dari luar kota yang sengaja datang untuk menyaksikan artis idola mereka secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mendapatkan ruang promosi gratis yang sangat efektif. Puluhan ribu warga yang berkumpul, menjadi konsumen langsung bagi pedagang makanan, minuman, kerajinan, hingga pakaian khas daerah. Fenomena ini, meratakan penyebaran pendapatan, mengingat pengunjung yang datang berasal dari wilayah yang cukup jauh dari pusat kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Warga Jember dari berbagai pelosok, mulai Silo, Kalisat, hingga Kecamatan Jombang, tumpah ruah menikmati hiburan berkualitas tanpa harus keluar kota. Ini membuktikan adanya pemerataan akses hiburan. Sektor kuliner kita, khususnya pedagang kaki lima, merasakan lonjakan omzet yang berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Ini yang kita sebut dengan distribusi ekonomi yang inklusif,&#8221; tambah Gus Fawait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momen pelaksanaan karnaval yang bertepatan dengan long weekend atau libur panjang akhir pekan ini, juga diakui sebagai bagian dari strategi manajemen keuangan daerah. Dengan adanya acara ini, masyarakat Jember tidak perlu menghabiskan uang liburan mereka ke kota-kota besar lain seperti Surabaya, Malang atau Bali. Uang tetap berputar di dalam ekosistem ekonomi Jember sendiri, yang pada akhirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Masyarakat Jember hari ini punya akses hiburan kelas atas di rumah sendiri. Di libur panjang ini, mereka lebih memilih berlibur di Jember saja, tidak perlu ke luar kota menghabiskan ongkos besar. Ini semua karena rasa cinta kita pada Jember dan pemerintah wajib memfasilitasi ruang-ruang kebahagiaan seperti ini,&#8221; imbuh Gus Fawait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sinergi yang kuat antara stasiun televisi nasional dan pemerintah daerah ini berhasil memposisikan Jember sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang potensial di Jawa Timur. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/sektor-ekonomi-menggeliat-pemkab-jember-sebut-pengunjung-karnaval-sctv-2026-disambut-antusias/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232452</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Apik Pemkab Jember Orbitkan Keanekaragaman Kuliner hingga Kesenian Lokal di Karnaval SCTV</title>
		<link>https://memontum.com/kolaborasi-apik-pemkab-jember-orbitkan-keanekaragaman-kuliner-hingga-kesenian-lokal-di-karnaval-sctv</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[orbitkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227780</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memperkenalkan kuliner dan potensi daerah dalam pembukaan Karnaval SCTV 2025, yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu hingga Minggu (16/11/2025) tadi. Acara hiburan yang digelar oleh stasiun tv nasional dan Pemkab Jember, ini menarik perhatian ribuan warga dengan memadati Alun-Alun Jember Nusantara. Dalam acara ini, Bupati Fawait menyempatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memperkenalkan kuliner dan potensi daerah dalam pembukaan Karnaval SCTV 2025, yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu hingga Minggu (16/11/2025) tadi. Acara hiburan yang digelar oleh stasiun tv nasional dan Pemkab Jember, ini menarik perhatian ribuan warga dengan memadati Alun-Alun Jember Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam acara ini, Bupati Fawait menyempatkan diri bersama ribuan masyarakat melaksanakan jalan sehat bersama. Dirinya bahkan terlihat mengajak masyarakat, untuk memulai hari dengan kegiatan menyehatkan melalui langkah bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah rangkaian jalan sehat, panggung hiburan Karnaval SCTV diisi dengan penampilan para artis ibu kota. Kehadiran mereka, memberikan energi segar dan memperkuat daya tarik Jember sebagai penyelenggara acara berskala nasional yang mampu menggabungkan hiburan modern dan kekayaan lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum penting ini, muncul ketika para host mengundang Bupati Fawait naik ke panggung untuk memperkenalkan sejumlah makanan khas daerah. Di hadapan para bintang tamu dan host, berbagai produk unggulan ditampilkan dan dicicipi bersama secara langsung, sehingga memberikan pengalaman yang lebih dekat terhadap potensi kuliner Jember.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Pada momen tersebut, sambil memperkenalkan dan mencicipi produk lokal, Bupati Fawait menyampaikan pernyataan bahwa Jember memiliki kekayaan pangan yang melimpah dan berkualitas. “Jember ini surganya makanan sehat. Kita punya Okra, Kopi Arabika dan Robusta khas modifikasi Jember yang bernama Sikopat, serta berbagai olahan yang sudah diterima hingga pasar ekspor,” kata Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, di panggung hiburan SCTV bersama para host.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produk pangan Jember seperti Kopi, Cokelat dan Okra telah berhasil menembus pasar besar, mulai dari Jakarta hingga Jepang dan beberapa negara lainnya. Keberhasilan tersebut, mencerminkan kemampuan Jember untuk bersaing di tingkat nasional maupun global melalui kualitas komoditas dan inovasi para pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain kuliner, dalam acara itu Jember juga menampilkan kekayaan batik khas daerah, dengan ragam motif yang mencerminkan karakter budaya Jember. Batik Jember dipamerkan sebagai karya seni yang menunjukkan identitas lokal dan kreativitas perajin, mempertegas posisinya sebagai bagian penting dari warisan Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karnaval SCTV hari kedua juga menghadirkan Lomba Kentongan Jember Festival, sebagai wadah pelestarian musik patrol. Irama khas kentongan, menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap menjadi bagian tidak terpisahkan dari perkembangan budaya di Kabupaten Jember.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpaduan antara hiburan nasional, promosi komoditas unggulan dan penampilan budaya daerah, membuat Karnaval SCTV 2025 hari kedua berlangsung penuh nilai. Pemerintah Kabupaten Jember sendiri, menegaskan komitmennya untuk terus memanfaatkan ajang besar ini sebagai ruang memperkenalkan potensi daerah dan memperkuat identitas Jember di tingkat nasional. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227780</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Apresiasi Antusiasme Masyarakat di Pawai Budaya dan Karnaval HUT RI</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-apresiasi-antusiasme-masyarakat-di-pawai-budaya-dan-karnaval-hut-ri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[antusiasme]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226001</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pawai budaya dan karnaval yang digelar masyarakat di berbagai wilayah Kota Malang sepanjang Agustus hingga September 2025, mendapat apresiasi dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Meski di tengah padatnya agenda pemerintahan, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu tetap meluangkan waktu menghadiri sejumlah kegiatan yang digelar hingga tingkat RT dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pawai budaya dan karnaval yang digelar masyarakat di berbagai wilayah Kota Malang sepanjang Agustus hingga September 2025, mendapat apresiasi dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Meski di tengah padatnya agenda pemerintahan, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu tetap meluangkan waktu menghadiri sejumlah kegiatan yang digelar hingga tingkat RT dan RW.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa kehadirannya bukan sekadar seremonial. Namun, dirinya ingin melihat langsung semangat dan kreativitas masyarakat dalam memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang saya lihat, ada identitas dari masyarakat mulai dari kecintaan terhadap bangsa, ruang seni dan kreativitas, hingga semangat menjaga kearifan lokal dan budaya. Itu menjadi modal positif yang perlu terus dijaga,” ujar Wali Kota Wahyu, melalui press rilis Selasa (16/09/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa penyelenggaraan karnaval di tingkat wilayah hingga kampung menunjukkan adanya kepedulian dan gotong royong masyarakat. Bahkan, kegiatan tersebut terlaksana dengan swadaya dan terkoordinasi dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Partisipasi masyarakat ini luar biasa. Semangatnya besar dan itu tugas kita bersama untuk terus merawatnya. Karena itulah, sekalipun acaranya di tingkat RT atau RW, saya hadir untuk memberikan semangat,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu pun juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, atas kreativitas dan kebersamaan warga dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Dirinya berharap, semangat itu tidak berhenti di Agustus saja, melainkan terus berlanjut di berbagai kesempatan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tentu kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat. Ini modal yang mbois sekaligus implementasi langsung dari Ngalam Asyik. Jadi, pesan saya mari terus berkreasi, menjaga semangat gotong royong, serta menumbuhkan kecintaan kepada bangsa,” imbuh Wahyu. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226001</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pelajar SMP hingga SMA Sederajat di Banyuwangi Meriahkan Parade Karnaval Kebangsaan</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-pelajar-smp-hingga-sma-sederajat-di-banyuwangi-meriahkan-parade-karnaval-kebangsaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[sederajat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sebanyak 1000 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi, berhasil tampil memukau menyajikan keragaman budaya Indonesia melalui kostum, seni tari dan teatrikal dalam Parade Karnaval Kebangsaan, yang digelar Pemkab Banyuwangi dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Dalam parade itu, ada yang mempresentasikan adat Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Bali, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sebanyak 1000 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi, berhasil tampil memukau menyajikan keragaman budaya Indonesia melalui kostum, seni tari dan teatrikal dalam Parade Karnaval Kebangsaan, yang digelar Pemkab Banyuwangi dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Dalam parade itu, ada yang mempresentasikan adat Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Bali, Madura, Banten, Lombok, Sunda dan beragam budaya lain di Tanah Air.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karnaval ini menjadi cara untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Lewat karnaval ini, kita ajak anak-anak Banyuwangi untuk mengenal Indonesia lebih jauh dengan menunjukkan keragaman seni budaya nusantara,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disampaikan Bupati Ipuk, karnaval kebangsaan juga menjadi cara untuk memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh elemen di Banyuwangi. Terlebih, Banyuwangi adalah daerah majemuk yang menjadi rumah bagi masyarakat dari beragam suku dan agama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jadikan momen ini untuk merawat ke-bhinnekaan. Keragaman dalam masyarakat jangan menjadi halangan, namun jadikan ini kekuatan untuk membangun Banyuwangi,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dalam rangkaian karnaval Kebangsaan tersebut, diawali dengan penampilan apik grup drumband, yang diikuti barisan pembawa bendera merah putih. Kemudian, dilanjutkan barisan kontingen dengan aneka kostum yang memvisualisasikan keragaman Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak kalah menarik, sajian fragmen yang mengisahkan beragam tradisi dari berbagai daerah juga tampil di acara itu. Seperti Kontingen SMP 3 Banyuwangi, yang mengusung tema adat Sulawesi Selatan. Selain kostum khas, kontingen ini juga menyuguhkan tradisi Mappadendang, sebuah ritual masyarakat Bugis sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disusul, devile SMPN I Banyuwangi yang menampilkan budaya Bali. Mulai kostum, prosesi melasti (upacara adat penyucian diri umat Hindu), hingga sajian tari Kecak yang menceritakan kisah Calon Arang disajikan secara apik oleh peserta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suguhan apik para kontingen tersebut, menjadi tontonan menarik bagi ribuan warga yang sengaja memadati sepanjang rute karnaval, dari Kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan. Salah satunya Laila, yang mengaku selalu antusias menunggu acara karnaval setiap tahunnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini acara agustusan yang paling saya tunggu. Selain senang lihat paradenya, saya juga bisa menambah wawasan tentang keragaman seni budaya Indonesia,’’ kata Laila. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224991</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atur Pelaksanaan Karnaval hingga Sound Horeg, Forkopimda Banyuwangi Terbitkan Kesepakatan Bersama</title>
		<link>https://memontum.com/atur-pelaksanaan-karnaval-hingga-sound-horeg-forkopimda-banyuwangi-terbitkan-kesepakatan-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[horeg,]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[Kesepakatan]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[terbitkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224340</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah elemen dalam mengatur pelaksanaan karnaval agustusan dan sound horeg, Jumat (25/07/2025) tadi. Dalam pelaksanaan yang berlangsung di Kantor Pemkab Banyuwangi, itu menghasilkan Kesepakatan Bersama guna mengatur karnaval agustusan dan sound horeg. “Kesepakatan ini bertujuan untuk mengatur. Tidak semata-mata melarang. Di satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah elemen dalam mengatur pelaksanaan karnaval agustusan dan sound horeg, Jumat (25/07/2025) tadi. Dalam pelaksanaan yang berlangsung di Kantor Pemkab Banyuwangi, itu menghasilkan Kesepakatan Bersama guna mengatur karnaval agustusan dan sound horeg.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kesepakatan ini bertujuan untuk mengatur. Tidak semata-mata melarang. Di satu sisi, kami tidak ingin memberangus kreativitas dan hobi warga. Namun, di sisi yang lain juga ingin memastikan keamanan dan kenyamanan semua,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesepakatan tersebut diambil, tambahnya, secara kolektif oleh Forpimda Banyuwangi. Selain Bupati, juga dihadiri Kapolresta Kombes Pol. Rama Samtama Putra, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Kepala Staf Kodim 0825 (Kasdim) Mayor Kav Suprapto dan Perwakilan Kejaksaan Negeri Banyuwangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, penyusunan kesepakatan tersebut juga atas masukan dari berbagai pihak. Mulai organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah hingga FKUB. Hadir pula perwakilan budayawan, para kepala desa hingga pengusaha sound system yang tergabung dalam Keluarga Besar Sound System Banyuwangi (KBSB).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesepakatan tersebut, diatur tentang kegiatan karnaval atau pawai budaya wajib yang mengangkat tema pilihan. Yakni nilai-nilai perjuangan kemerdekaan, budaya dan tradisi lokal hingga inovasi generasi muda dalam bingkai nasionalisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tidak boleh ada tampilan-tampilan yang melenceng dari tema. Apalagi, sampai menunjukkan tarian-tarian erotis yang tidak sesuai dengan norma agama dan budaya,” terang Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Demikian pula dalam penggunaan sound system. Ada sejumlah aturan rigid, terkait batas maksimal penggunaan jumlah sound, ambang batas suara hingga kendaraan untuk mengangkutnya. Diantaranya, sound tidak boleh lebih dari enam sap, di bawah 85 desibel dan cukup dimuat kendaraan pick up.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jika melanggar kesepakatan ini, kami tidak segan untuk mengambil langkah hukum sebagaimana yang diatur dalam undang-undang yang ada,” tambah Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, sembari membeberkan sejumlah pasal yang berpotensi dilanggar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Keluarga Besar Sound System Banyuwangi (KBSB), Mahfud Efendy, mengatakan akan mematuhi kesepakatan itu sebaik-baiknya. “Kami bersyukur, masih diberikan toleransi. Dengan batasan ini, sebenarnya masih kurang tapi alhamdulillah sudah menjadi titik terang. Harapan saya, penyewa juga untuk semua rekan bisa menaati aturan dan bisa tertib dalam melaksanakan kegiatan (penggunaan sound system),” paparnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224340</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Imbau Warga Tak Gunakan Sound Horeg dalam Karnaval</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-imbau-warga-tak-gunakan-sound-horeg-dalam-karnaval</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223945</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan bersih desa maupun karnaval di wilayah Kota Malang, agar tidak boleh mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga. Termasuk dalam penggunaan sound horeg atau perangkat pengeras suara berdaya tinggi, yang kerap kali digunakan. Pernyataan itu disampaikannya, menyusul terjadinya selisih paham dalam karnaval bersih desa di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan bersih desa maupun karnaval di wilayah Kota Malang, agar tidak boleh mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga. Termasuk dalam penggunaan sound horeg atau perangkat pengeras suara berdaya tinggi, yang kerap kali digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan itu disampaikannya, menyusul terjadinya selisih paham dalam karnaval bersih desa di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun. &#8220;Itu (kegiatan, red) kan dari warga sendiri yang melaksanakan dan panitianya juga warga. Tapi saya sudah sampaikan, jangan sampai mengganggu,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Senin (14/07/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karenanya, apabila sudah menimbulkan kebisingan dan keresahan, maka penggunaan sound horeg tidak dibenarkan. &#8220;Sound horeg ini apabila sudah mengganggu, berarti sudah tidak boleh. Karena saya dengar juga, tingkat kebisingannya sudah luar biasa. Itu yang tidak boleh,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu juga mengingatkan, mengenai adanya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan penggunaan sound horeg apabila merugikan masyarakat. Karenanya, dirinya mengimbau agar ke depan tidak ada lagi penggunaan perangkat tersebut dalam kegiatan warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Gunakan sesuatu yang tidak sampai mengganggu masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait regulasi, Wali Kota Wahyu menyebut bahwa pihaknya masih menunggu kebijakan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur Emil Dardak, telah dibahas regulasi yang akan mengatur penggunaan sound horeg sesuai fatwa MUI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nanti gubernur akan membuat aturannya. Karena ini ada beberapa yang menjadi kewenangan provinsi,&#8221; lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk sementara, Wali Kota Wahyu meminta panitia di tingkat kelurahan, agar lebih bijak dan menaati aturan yang sudah berlaku. &#8220;Panitianya dari masyarakat, yang menikmati juga masyarakat. Kita lihat nanti sejauh mana regulasinya bisa diterapkan,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223945</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Karnaval Budaya Jember Cerminkan Kekayaan Adat di Nusantara</title>
		<link>https://memontum.com/karnaval-budaya-jember-cerminkan-kekayaan-adat-di-nusantara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cerminkan]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213950</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, berbaur bersama ribuan masyarakat guna mengikuti Karnaval Budaya yang diselenggarakan Pemkab Jember, Sabtu (07/09/2024) tadi. Karnaval Budaya ini, diikuti oleh masyarakat Jember, OPD Pemkab Jember, instansi pendidikan, pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, instansi pemerintah horizontal lainnya di Jember. Dalam gelaran ini, seluruh peserta kompak mengenakan pakaian adat Nusantara yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, berbaur bersama ribuan masyarakat guna mengikuti Karnaval Budaya yang diselenggarakan Pemkab Jember, Sabtu (07/09/2024) tadi. Karnaval Budaya ini, diikuti oleh masyarakat Jember, OPD Pemkab Jember, instansi pendidikan, pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, instansi pemerintah horizontal lainnya di Jember.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam gelaran ini, seluruh peserta kompak mengenakan pakaian adat Nusantara yang beragam. Tak ayal, cerminan keberagaman adat budaya di nusantara dari pakaian yang dikenakan, nampak begitu nyata dan meriah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Hendy Siswanto yang dalam kesempatan itu juga turun ke lintasan, berjalan titik depan Kantor Mall Pelayanan Publik hingga Alun-alun Kabupaten Jember. Sementara pakaian yang dikenakan Bupati Hendy, adalah bernuansa perpaduan adat Jawa dengan Madura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, dirinya juga mengenakan udeng atau ikat kepala yang unik. Sementara untuk baju yang dikenakan, bermotif lurik khas Jawa, dengan perpaduan warna merah marun dan hitam khas Madura, ditambah corak daun tembakau yang merupakan ciri khas Kabupaten Jember. Sedangkan untuk celana, berwarna hitam seperti celana Sakera, dibalut warna emas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Bupati Hendy Siswanto memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, selaku penyelenggara Karnaval Budaya, yang bertajuk &#8216;Nusantara Baru, Indonesia Maju&#8217; dalam rangka menyemarakkan HUT ke 79 Republik Indonesia. &#8220;Hari ini kita buktikan kepada dunia bahwa budaya kita akan terus lestari. Kita berjanji untuk terus mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur kita. Melalui Karnaval Budaya ini pula, ekonomi kerakyatan berjalan, para pengusaha sewa baju adat laku semua, para perias laku semua, UMKM jalan, kita semua bahagia,&#8221; kata Bupati Hendy Siswanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, Bupati Hendy meminta agar baju yang dikenakan para peserta Karnaval Budaya lebih menggambarkan kekayaan lokal Kabupaten Jember, suku Jawa dan Madura, kekayaan pertanian Jember, kopi, tembakau dan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pelaksanan Karnaval Budaya ini, terdapat penampilan salah satu defile yang menarik perhatian, yakni drama kolosal perjuangan warga lokal Jember melawan penjajah. Ada juga literasi keuangan ditampilkan oleh defile OJK Jember dan Bank Indonesia cabang Jember, yang menyampaikan pesan untuk menjauhi judi online, serta Pinjol ilegal. Para defile juga menampilkan tarian adat beragam suku Nusantara. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Edukasi Masyarakat, Forkopimda, DLH hingga Siswa Gelar Aksi Resik Sampah di Karnaval Budaya Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/edukasi-masyarakat-forkopimda-dlh-hingga-siswa-gelar-aksi-resik-sampah-di-karnaval-budaya-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213665</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang melakukan Aksi Resik Sampah, sesaat setelah rampungnya pelaksanaan Karnaval Budaya, Sabtu (31/08/2024) tadi. Pelaksanaan ini, dipimpin langsung Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, Sekertaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, Forkopimda, Kepala OPD dan siswa penggiat lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jombang melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Ruang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang melakukan Aksi Resik Sampah, sesaat setelah rampungnya pelaksanaan Karnaval Budaya, Sabtu (31/08/2024) tadi. Pelaksanaan ini, dipimpin langsung Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, Sekertaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, Forkopimda, Kepala OPD dan siswa penggiat lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jombang melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau, Amin Kurniawan, menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan guna mengedukasi masyarakat akan pentingnya kebersihan. Karenanya, begitu pelaksanaan acara selesai, secara bersama-sama langsung membersihkan dan membuang sampah di sekitar lokasi pada tempatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semoga dengan aksi bersih-bersih yang kita lakukan ini, bisa membudayakan perilaku membuang sampah pada tempatnya dan menjadikan kebersihan menjadi suatu kebutuhan,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Aksi ini, tambahnya, diikuti sebanyak 100 orang. Selain melibatkan Forkopimda dan Kepala OPD, juga melibatkan mulai dari siswa penggiat lingkungan, Duta Lingkungan, Duta Pariwisata serta pegawai di DLH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang juga menerjunkan beberapa unit pengangkut sampah, diantaranya dua truk pengangkut sampah dan lima kendaraan roda tiga dengan 40 hingga 50 personil kebersihan,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga berpesan, bahwa sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah dan tugas kebersihan. Namun, sampah merupakan tanggung jawab dari seluruh masyarakat Jombang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya berharap kita dapat berperilaku ramah lingkungan, peduli terhadap sampah dan jika tidak mau membersihkan sampah minimal buanglah sampah pada tempatnya. Termasuk, tidak membuang sampah di jalan,” paparnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213665</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan Karnaval Budaya Pemkab Jombang, SGN Jadi Peserta dan Bagi Gula untuk Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-karnaval-budaya-pemkab-jombang-sgn-jadi-peserta-dan-bagi-gula-untuk-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) diwakili PG Djombang Baru dan PG Tjoekir, turut partisipasi memeriahkan Karnaval Budaya yang diadakan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam rangka Memperingati HUT ke-79 RI, Sabtu (31/08/2024) tadi. Titik start pelaksanaan itu, berlangsung di GOR Merdeka Jombang dan finish di Gedung Tennis Indoor. GM PG Djombang Baru, Adisholeh Wicaksono, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) diwakili PG Djombang Baru dan PG Tjoekir, turut partisipasi memeriahkan Karnaval Budaya yang diadakan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam rangka Memperingati HUT ke-79 RI, Sabtu (31/08/2024) tadi. Titik start pelaksanaan itu, berlangsung di GOR Merdeka Jombang dan finish di Gedung Tennis Indoor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">GM PG Djombang Baru, Adisholeh Wicaksono, melalui Pelaksana Manager Keuangan Pabrik Gula Djombang Baru, Nurroh Magejan, menyampaikan bahwa untuk menyemarakkan pelaksanaan itu, pihaknya mengeluarkan sebanyak dua armada. Yaitu dari PG Djombang Baru dan PG Tjoekir, yang kesemuanya untuk mewakili PT SGN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dua armada kendaraan tersebut, itu digunakan untuk membawa alat peraga yang menggambarkan bangunan beserta produk yang dihasilkan oleh kedua Pabrik Gula,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dalam momen itu, ujarnya, Pabrik Gula Djombang Baru dan Pabrik Gula Tjoekir, juga membagikan gula dalam kemasan pack sebanyak 1000 pack. &#8220;Kita juga membagi-bagikan gula hasil produksi kami yaitu Nusakita dalam kemasan pack kepada masyarakat di sepanjang rute yang dilalui karnaval budaya,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menambahkan, bahwa apa yang dilakukan ini merupakan langkah Pabrik Gula Djombang Baru dan Pabrik Gula Tjoekir, dalam mendukung program pemerintah pada Perpres Nomor 40 tahun 2023. &#8220;Pembagian gula kepada masyarakat ini adalah wujud dukungan kami untuk terwujudnya program pemerintah terkait percepatan swasembada gula nasional,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya berharap, dengan keberadaan kedua Pabrik Gula tersebut, maka dapat membawa dampak positif dalam perputaran roda perekonomian masyarakat Kabupaten Jombang. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213652</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
