<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Karya Seni &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/karya-seni/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Aug 2023 14:22:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Karya Seni &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Meriahkan HUT RI Ke-78, Puluhan Lukisan Karya Seniman Dipamerkan di Gedung DPRD Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-hut-ri-ke-78-puluhan-lukisan-karya-seniman-dipamerkan-di-gedung-dprd-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dipamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung DPRD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[ke-78,]]></category>
		<category><![CDATA[kepalan disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-78, sebanyak 70 lukisan hasil dari 27 seniman pelukis Malang Raya, menggelar pameran seni lukis di hall Gedung DPRD Kota Malang, Senin (14/08/2023) tadi. Kepala Dinas Kepemudahaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, yang turut hadir mewakili Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan apresiasinya atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-78, sebanyak 70 lukisan hasil dari 27 seniman pelukis Malang Raya, menggelar pameran seni lukis di hall Gedung DPRD Kota Malang, Senin (14/08/2023) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Kepemudahaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, yang turut hadir mewakili Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelaksanaan itu. Terlebih, para seniman tersebut terus mengenalkan dan menerbitkan karya-karya lukisan yang luar biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kota Malang ini kaya segalanya, termasuk para pelukis ini, yang tentunya pelukis ini langka dan tidak semua orang bisa. Maka dari itu, kita memberikan apresiasi luar biasa. Ini kegiatannya juga secara rutin diselenggarakan, maka ini juga terus kita kuatkan kegiatan seperti ini,” kata Baihaqi, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, pihaknya berharap jika ke depan kegiatan pameran tersebut nantinya bisa terselenggara dengan meriah dan lebih baik lagi. Sehingga, bisa dikenal oleh masyarakat yang lebih luas lagi. Terlebih, bagi para kaum milenial saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tentu supaya mereka bisa mengenal bahwa lukisan ini mengandung nilai-nilai filosofi budaya yang harus kita kuatkan bersama. Maka, harus dikonsep dari awal, bagaimana mengemas kegiatan ini jauh lebih baik, jauh lebih semarak, jauh lebih dikenal oleh masyarakat. Ini kegiatan luar biasa,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, ke depan juga akan dilakukan kolaborasi dan pembinaan bagi para seniman-seniman lukis tersebut. Karena menurutnya, para seniman juga bagian dari 17 sub sektor ekonomi kreatif (Ekraf) Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pembinaan ini bagian dari sub sektor ekonomi kreatif dan ini juga tentunya menjadi ke depan harus dilakukan kolaborasi dan pembinaan. Baik dilakukan oleh Disporapar Kota Malang maupun Diskopindag Kota Malang. Karena ini juga bagian dari 17 sub sektor ekraf,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ketua penyelanggara pameran lukisan, Bambang Simbah, menyampaikan jika pameran tersebut bertema Art Inspirasi Kemerdekaan RI. Dengan aliran yang disuguhkan beragam, mulai dari naturalis, abstrak, kontemporer hingga kaligrafi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jadi kita selalu berpartisipasi dengan event yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Malang. Seperti yang kemarin di MCC HUT Kota Malang, sekarang dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 78 kita para seniman lukis berpartisipasi untuk memeriahkan juga,” kata pria yang kerap disapa Simbah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap warga Kota Malang dapat memberikan dukungan dan apresiasi finansial yang luar biasa. Terlebih, menurutnya respon dari masyarakat saat ini juga telah meningkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena dimanapun kita mengadakan beberapa pameran lukisan, apresiasi dari warga Kota Malang itu kurang. Tapi disamping apresiasi juga tidak menolak adanya transaksi lukisan. Terakhir lalu di MCC hanya satu lukisan yang di beli pak wali Rp 15 juta,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, kegiatan pameran tersebut akan digelar mulai Senin (14/08/2023) hingga Minggu (27/08/2023) mendatang. Untuk harga lukisan dipameran tersebut yakni bermacam-macam mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 35 juta.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peter Wang Tampilkan 36 Karya Seni Fotografi Silang Budaya di Lasem</title>
		<link>https://memontum.com/peter-wang-tampilkan-36-karya-seni-fotografi-silang-budaya-di-lasem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2023 13:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183209</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan keharmonisan masyarakat lintas budaya di Lasem, yang dikenal sebagai wilayah pembauran dua etnis, yakni Jawa dan Tionghoa. &#8220;Saya dapat cerita dari teman-teman bahwa Kota Lasem ini masih sangat unik. Dulu juga dipercayai bahwa orang China pertama kali mendarat di Pulau Jawa, itu di Lasem pada abad ke 11. Jadi, saat saya meninjau kesana ternyata memang Lasem ini sangat indah dan sangat eksotik,” ungkap Peter Wang, Selasa (14/02/2023) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peter mengaku, jika pihaknya datang ke Kota Lasem di tahun 2005 hingga 2014. Dalam mengabadikan momen tersebut, dirinya tak sendiri, melainkan bersama dengan tim yang terdiri dari delapan orang. Sehingga, banyak sekali jepretan foto yang dihasilkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Banyak sekali foto-foto di Lasem. Mungkin punya lebih dari 10 ribu frame. Yang kami tampilkan hanya ada 36 foto, karena ni kami kerucutkan hanya di persilangan budayanya saja,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, Peter juga menceritakan terkait dengan foto-foto yang dianggapnya paling berkesan untuk ditampilkan dalam pameran tersebut. Pertama, yakni foto yang menggambarkan sosok Sidik, seorang pengrajin batik, asli Lasem yang hidup serba mandiri dan sebatang kara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-srmp-16-kota-malang-kepala-ksp-dudung-dorong-pembangunan-gedung-permanen-sr">Tinjau SRMP 16 Kota Malang, Kepala KSP Dudung Dorong Pembangunan Gedung Permanen SR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terpikat-lukisan-istana-negara-karya-siswi-sekolah-rakyat-kota-malang-kepala-ksp-dudung-beli-rp-1-juta">Terpikat Lukisan Istana Negara Karya Siswi Sekolah Rakyat Kota Malang, Kepala KSP Dudung Beli Rp 1 Juta</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-driver-ojol-malang-ikuti-cek-kesehatan-gratis-hipertensi-dan-diabetes-jadi-temuan-terbanyak">Ratusan Driver Ojol Malang Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi dan Diabetes Jadi Temuan Terbanyak</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-sppg-sawojajar-kepala-ksp-dudung-sebut-layak-jadi-percontohan-nasional">Tinjau SPPG Sawojajar, Kepala KSP Dudung Sebut Layak Jadi Percontohan Nasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sensus-ekonomi-2026-di-pasuruan-dimulai-bupati-rusdi-harap-peroleh-data-akurat-dalam-pendataan">Sensus Ekonomi 2026 di Pasuruan Dimulai, Bupati Rusdi Harap Peroleh Data Akurat dalam Pendataan</a></li>
</ul>


<p class="wp-block-paragraph">“Itu Pak Sidik, beliau pembatik yang semuanya dilakukan sendiri. Dia hidup sendiri, sebatang kara. Mulai dari membeli kain, nyelup, membatik, itu dilakukan sendiri. Sampai ke Jakarta juga berangkat sendiri. Tulisan di papan tulis itu tulisan tangan dia. Jadi itu mungkin ungkapan emosinya dia pada saat itu,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, terdapat satu foto yang semakin memperkuat tema Silang Budaya di Lasem. Yakni, foto yang menggambarkan patung Raden Panji, yang disembahyangkan dalam Klenteng. Menurutnya, Raden Panji merupakan sosok pejuang asli Jawa yang diagungkan oleh masyarakat Tionghoa di sana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Di galeri ini juga ada 1 foto, Raden Panji yang disembayangkan di Klenteng. Nah, itu betul-betul adalah seorang pejuang Lasem, orang Jawa yang memang diagungkan. Akhirnya disembayangkan disana,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara, potret keharmonisan dua suku juga dipamerkan dalam satu foto, yang mana digambarkan dengan suasana pasar dengan penjual dan pembeli yang saling berinteraksi rukun. Padahal mereka berasal dari budaya yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Di sisi kiri itu ada suasana pasar, ada satu ibu-ibu yang sedang belanja di pasar kelihatan tertawa dan guyon sambil interaksi. Dan itu memang foto kehidupan nyata di sana. Mereka sudah saling kenal, sudah tau masing-masing,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui dokumentasi foto tersebut, Peter berharap, agar masyarakat dapat mengetahui keberadaan Kota Lasem. Selain itu, juga menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang menampilkan sisi keunikan antar dua ragam budaya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sasar Pelajar Kota Malang, Kolaborasi Komunitas Sket Ndek Kene bersama Teras Gambar Hadirkan 108 Karya Seni</title>
		<link>https://memontum.com/sasar-pelajar-kota-malang-kolaborasi-komunitas-sket-ndek-kene-bersama-teras-gambar-hadirkan-108-karya-seni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2023 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183104</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komunitas Sket Ndek Kene bersama dengan Teras Gambar, menggelar pameran karya seni di Dewan Kesenian Malang (DKM), selama lima hari. Yakni, mulai Sabtu (11/02/2023) hingga Rabu (15/02/2023) lusa, dengan menyasar para pelajar yang ada di lingkungan sekolah Kota Malang. Salah satu koordinator komunitas Sket Ndek Kene, Fajar Gusmi, mengatakan jika pameran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komunitas Sket Ndek Kene bersama dengan Teras Gambar, menggelar pameran karya seni di Dewan Kesenian Malang (DKM), selama lima hari. Yakni, mulai Sabtu (11/02/2023) hingga Rabu (15/02/2023) lusa, dengan menyasar para pelajar yang ada di lingkungan sekolah Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu koordinator komunitas Sket Ndek Kene, Fajar Gusmi, mengatakan jika pameran tersebut merupakan pameran ketiga yang digelarnya. Sasaran yang dipilih dalam pameran ini, yakni para pelajar, karena menurutnya para pelajar saat ini memiliki perspektif atau sudut pandang yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Temen-temen dari sekolah itu punya perspektif yang berbeda. Lha anak generasi sekarang dengan dulu, kan berbeda. Kami ingin ada perjumpaan gimana penilaian dari mereka (anak sekolah) melihat gambar yang seperti ini. Selain itu, juga karena DKM menjadi tempat strategis yang bisa diampiri oleh teman-teman sekolahan,” jelas Fajar, Senin (13/02/2023) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, dikatakannya, jika karya seni yang ditampilkan dalam pameran tersebut yakni lebih menggambar dengan objek out door. Namun, untuk temanya akan dikembalikan pada masing-masing perupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-srmp-16-kota-malang-kepala-ksp-dudung-dorong-pembangunan-gedung-permanen-sr">Tinjau SRMP 16 Kota Malang, Kepala KSP Dudung Dorong Pembangunan Gedung Permanen SR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terpikat-lukisan-istana-negara-karya-siswi-sekolah-rakyat-kota-malang-kepala-ksp-dudung-beli-rp-1-juta">Terpikat Lukisan Istana Negara Karya Siswi Sekolah Rakyat Kota Malang, Kepala KSP Dudung Beli Rp 1 Juta</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-driver-ojol-malang-ikuti-cek-kesehatan-gratis-hipertensi-dan-diabetes-jadi-temuan-terbanyak">Ratusan Driver Ojol Malang Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi dan Diabetes Jadi Temuan Terbanyak</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-sppg-sawojajar-kepala-ksp-dudung-sebut-layak-jadi-percontohan-nasional">Tinjau SPPG Sawojajar, Kepala KSP Dudung Sebut Layak Jadi Percontohan Nasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sensus-ekonomi-2026-di-pasuruan-dimulai-bupati-rusdi-harap-peroleh-data-akurat-dalam-pendataan">Sensus Ekonomi 2026 di Pasuruan Dimulai, Bupati Rusdi Harap Peroleh Data Akurat dalam Pendataan</a></li>
</ul>


<p class="wp-block-paragraph">“Ada yang gambar kelelahan melalui realis. Jadi, gambar realis itu objek yang dihadapi saat itu. Tapi suasana dan cara gambarnya berbeda-beda sesuai dengan keinginan hasrat atau perupanya ingin menyampaikan apa,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk total karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut, urainya, yakni ada 108 karya. Mulai dari karya sketsa dekoratif, skribel, kolase, hingga naga warna. Selain itu, beberapa gambar yang ditampilkan juga ada yang ilustratif dan juga ekspresif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau ilustratif itu gambar lebih banyak menggunakan garis dan bentuk. Ada yang ekspresif dengan menggunakan bidang, coretan tak terduga. Meskipun objek yang dihadapi sama tapi penyikapannya macam-macam,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut pihaknya berharap, melalui kegiatan tersebut, nantinya persepsi mengenai seni rupa yang hanya dimiliki orang-orang punya bakat tertentu atau ekslusif, bisa berubah. Sebab, karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut juga berasal dari latar belakang yang bermacam-macam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, salah satu guru dari SMAN 10 Kota Malang, Farida, mengatakan jika kehadirannya tentu untuk mengapresiasi para perupa yang telah menghasilkan karya tersebut. Selain itu, pihaknya juga ingin mengenalkan karya-karya tersebut kepada para siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hari ini saya bersama dengan 116 siswa, dari SMAN 10 datang untuk mengapresiasi. Kebetulan di sekolah juga ada pelajaran karya seni. Kegiatan yang bagus, untuk mengenalkan kepada anak-anak,” imbuh Farida. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183104</post-id>	</item>
		<item>
		<title>13 Seniman Pamerkan Karya Bertajuk Mom3nt di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/13-seniman-pamerkan-karya-bertajuk-mom3nt-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Belasan seniman Kota Batu hingga Malang Raya, mengikuti gelaran pameran yang bertajuk Mom3nt di salah satu hotel di Malang. Gelaran tersebut, berlangsung selama sebulan atau mulai 23 Januari 2023 hingga 23 Februari 2023. Kurator Pameran, Akhmadi Budi Santoso, mengatakan jika pameran tersebut lebih merujuk kepada momen untuk mempertemukan para seniman yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Belasan seniman Kota Batu hingga Malang Raya, mengikuti gelaran pameran yang bertajuk Mom3nt di salah satu hotel di Malang. Gelaran tersebut, berlangsung selama sebulan atau mulai 23 Januari 2023 hingga 23 Februari 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurator Pameran, Akhmadi Budi Santoso, mengatakan jika pameran tersebut lebih merujuk kepada momen untuk mempertemukan para seniman yang sudah diakui keberadaannya. Baik secara internasional maupun nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ada 13 seniman yang terlibat dalam pameran itu. Ini bisa dilihat dari CV mereka, yang sempat ikut pameran di luar negeri. Seperti, Bambang BP, Bhekti Hermawanto, Dadang Rukmana, Fadjar Djunaidi, Friski Jayantoro, Gatot Kumaidi, Gatot Pujianto, Isa Anshory, Novantri S, Osyadha Ramadhanna, Suwandi Waeng, Wibi Wardhani, Victor Syahrul Akbar,” ucap Leck Budi-sapaan akrabnya, Sabtu (28/01/2023) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, tambahnya, untuk jenis dan tema dari masing-masing karya yang dipamerkan, juga beragam. Mulai patung yang terbuat dari kayu, dengan bentuk diorama, atau mainan. Kemudian, lukisan dengan dua dimensi yang menggunakan water colour, hingga lukisan abstrak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Memang, kami bebaskan untuk masing-masing karya yang dipamerkan. Karena kami mengajak para seniman itu yang mempunyai gaya atau media beragam,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-srmp-16-kota-malang-kepala-ksp-dudung-dorong-pembangunan-gedung-permanen-sr">Tinjau SRMP 16 Kota Malang, Kepala KSP Dudung Dorong Pembangunan Gedung Permanen SR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terpikat-lukisan-istana-negara-karya-siswi-sekolah-rakyat-kota-malang-kepala-ksp-dudung-beli-rp-1-juta">Terpikat Lukisan Istana Negara Karya Siswi Sekolah Rakyat Kota Malang, Kepala KSP Dudung Beli Rp 1 Juta</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-driver-ojol-malang-ikuti-cek-kesehatan-gratis-hipertensi-dan-diabetes-jadi-temuan-terbanyak">Ratusan Driver Ojol Malang Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi dan Diabetes Jadi Temuan Terbanyak</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-sppg-sawojajar-kepala-ksp-dudung-sebut-layak-jadi-percontohan-nasional">Tinjau SPPG Sawojajar, Kepala KSP Dudung Sebut Layak Jadi Percontohan Nasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sensus-ekonomi-2026-di-pasuruan-dimulai-bupati-rusdi-harap-peroleh-data-akurat-dalam-pendataan">Sensus Ekonomi 2026 di Pasuruan Dimulai, Bupati Rusdi Harap Peroleh Data Akurat dalam Pendataan</a></li>
</ul>


<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut pihaknya juga menjelaskan, bahwa gaya seni pada dasarnya adalah cara seniman menggambarkan subjeknya dan bagaimana seniman mengekspresikannya. Gaya ditentukan oleh karakteristik yang menggambarkan karya seni, seperti cara seniman menggunakan bentuk, warna, komposisi dan masih banyak lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Faktor penting dalam menentukan gaya suatu karya adalah mengkaji cara seniman mengolah medium, dengan mempertimbangkan metode atau teknik yang digunakan seniman. Semua elemen gaya seni ini ditentukan oleh pilihan yang dibuat seniman saat mereka menyusun karya seni mereka,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, ujarnya, salah satu karya yang berjudul Ruang Merah, milik Suwandi Waeng, yang dianalogikan dengan tanaman seperti proses hidup manusia, itu memiliki makna tersendiri. Yakni, karena manusia itu perlu menerobos garis kebenaran untuk memaknai sesuatu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam lukisan itu, kita sebagai manusia pada dasarnya perlu ruang bebas untuk bisa tumbuh dan berkembang,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, untuk pengunjung yang ingin melihat hasil karya para seniman itu, dapat langsung mengunjungi Relief Gallery, Lantai 1 Rayz UMM Hotel, Jalan Sengkaling No 1, Dau, Kabupaten Malang. Itu dibuka setiap hari, mulai dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182172</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Ibu Rumah Tangga Lebih Produktif, Komunitas Mapaquilt Gelar Pameran Kain Perca</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-ibu-rumah-tangga-lebih-produktif-komunitas-mapaquilt-gelar-pameran-kain-perca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2022 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179313</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komunitas Malang Patchwork and Quilting (Mapaquilt) menggelar pameran kain perca di Gedung DPRD Kota Malang. Itu dilakukan, untuk mengajak para ibu rumah tangga, agar lebih produktif di tengah pandemi Covid-19. Perwakilan Mapaquilt, Ortien Wahyu Handayani, menyampaikan jika ada ratusan karya seni dari kain perca dengan berbagai bentuk yang dipamerkan. Tidak hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komunitas Malang Patchwork and Quilting (Mapaquilt) menggelar pameran kain perca di Gedung DPRD Kota Malang. Itu dilakukan, untuk mengajak para ibu rumah tangga, agar lebih produktif di tengah pandemi Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan Mapaquilt, Ortien Wahyu Handayani, menyampaikan jika ada ratusan karya seni dari kain perca dengan berbagai bentuk yang dipamerkan. Tidak hanya itu, dalam pameran tersebut juga ada berbagai macam pelatihan jahit menjahit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita juga melakukan pelatihan jahit menjahit ala Mapaquilt. Dari namanya patchwork, yang berati menyambung potongan kain. Tapi yang jadi daya tarik itu di quiltingnya. Yakni jahitan yang tembus,” jelas Ortien, Sabtu (03/12/2022) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskannya, dalam pembuatan karya tersebut, ada yang membutuhkan kain perca full dan ada pula yang menggunakan kain utuh. Kemudian, dipotong-potong agar menjadi kain perca. Itu sesuai dengan pola kebutuhan yang akan dibuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau butuh besar dan warna sama memang perlu kain utuh, walaupun tidak banyak. Ada yang jenis perca full, ada yang kain utuh di potong-potong agar menjadi perca. Kita punya pola asli, namanya snail trail, itu banyak kain dari sisa-sisa jahitan yang digunakan,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-srmp-16-kota-malang-kepala-ksp-dudung-dorong-pembangunan-gedung-permanen-sr">Tinjau SRMP 16 Kota Malang, Kepala KSP Dudung Dorong Pembangunan Gedung Permanen SR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terpikat-lukisan-istana-negara-karya-siswi-sekolah-rakyat-kota-malang-kepala-ksp-dudung-beli-rp-1-juta">Terpikat Lukisan Istana Negara Karya Siswi Sekolah Rakyat Kota Malang, Kepala KSP Dudung Beli Rp 1 Juta</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-driver-ojol-malang-ikuti-cek-kesehatan-gratis-hipertensi-dan-diabetes-jadi-temuan-terbanyak">Ratusan Driver Ojol Malang Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi dan Diabetes Jadi Temuan Terbanyak</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-sppg-sawojajar-kepala-ksp-dudung-sebut-layak-jadi-percontohan-nasional">Tinjau SPPG Sawojajar, Kepala KSP Dudung Sebut Layak Jadi Percontohan Nasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sensus-ekonomi-2026-di-pasuruan-dimulai-bupati-rusdi-harap-peroleh-data-akurat-dalam-pendataan">Sensus Ekonomi 2026 di Pasuruan Dimulai, Bupati Rusdi Harap Peroleh Data Akurat dalam Pendataan</a></li>
</ul>


<p class="wp-block-paragraph">Dari kain perca tersebut, dikatakannya bisa menghasilkan tas, bahkan selimut. Apalagi minat pasar dari kain perca dikatakan cukup bagus. Untuk kisaran harga yang diperjualbelikan itu, tergantung dari kesulitan barang yang dijualkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Minat pasar cukup bagus. Kalau selimut harganya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Tapi kalau untuk tas itu sekitar Rp 50 ribu, yang lebih kecil seperti gantungan kunci itu sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Tergantung tingkat kesulitannya,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa setiap harinya peserta pelatihan yang hadir sekitar 15 sampai 25 orang. Di mana peserta tersebut akan menerima pelatihan yang berbeda di setiap harinya, sesuai dengan jenis karya yang telah dipilihnya saat sesi pendaftaran.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk mendaftar, itukan kami menyebar lokakarya. Nah masing-masing ibu yang tertarik untuk mengikuti pelatihan, kami sediakan contact person untuk dapat dihubungi dan mendaftar lewat nomor yang tertera. Jadi setiap pelatihan itu sudah tersedia harga. Peserta dibebaskan mau mengikuti pelatihan apa. Hasil karya juga untuk pribadi karena sudah ada kitsnya sendiri,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, pameran tersebut sudah digelar sejak Sabtu (26/11/2022) hingga Minggu (04/12/2022). Dalam pameran tersebut, juga memberikan pelatihan di bidang jahit menjahit, untuk membuat masker, tali masker (strap), sashiko, hingga kantong origami. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179313</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usir Kejenuhan, Warga Binaan Lapas Lamongan Hasilkan Karya Seni Kriya Menarik</title>
		<link>https://memontum.com/usir-kejenuhan-warga-binaan-lapas-lamongan-hasilkan-karya-seni-kriya-menarik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jul 2018 12:53:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Klas IIB Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[narapidana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46421-usir-kejenuhan-warga-binaan-lapas-lamongan-hasilkan-karya-seni-kriya-menarik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bermula dari mengusir rasa bosan dan kejenuhan, warga binaan di Lapas Klas IIB Lamongan, menghasilkan karya seni kriya yang sungguh menarik. Seni kriya tersebut yakni berupa kerajinan dari gulungan kertas koran. Bahkan, kerajinan hasil olah tangan itupun kini bersanding bersama sejumlah kerajinan tangan dari warga lain di Lamongan. Dari gulungan kertas koran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bermula dari mengusir rasa bosan dan kejenuhan, warga binaan di Lapas Klas IIB Lamongan, menghasilkan karya seni kriya yang sungguh menarik. Seni kriya tersebut yakni berupa kerajinan dari gulungan kertas koran. Bahkan, kerajinan hasil olah tangan itupun kini bersanding bersama sejumlah kerajinan tangan dari warga lain di Lamongan.</p>
<p>Dari gulungan kertas koran ini, warga binaan berhasil membuat miniatur perahu pinisi, miniatur komedi putar, miniatur motor dan juga tempat tissue yang cantik. </p>
<p>&#8220;Awal membuat kerajinan tangan seperti ini karena untuk mengusir kejenuhan selama menjalani masa hukuman,&#8221; kata salah seorang warga binaan Sampurno alias Semprong yang membuat hasil karya seni kriya. Minggu (8/7/2018). </p>
<p>Sampurno yang divonis hukuman selama 2 tahun ini mengatakan, pembuatan kerajinan tangan dari gulungan kertas koran ini sangat mudah, yakni awalnya, kertas koran yang sudah disiapkan digulung dengan terlebih dahulu diberi lem. Setelah digulung bersama lem, kertas itu digulung lagi dengan mencampurkannya dengan lem sesuai keperluan ukuran. </p>
<p>&#8220;Besar kecilnya gulungan kertas koran dan lem tadi disesuaikan dengan maket yang akan dibuat,&#8221; kata Sampurno yang sudah menjalani lebih dari separuh masa hukumannya ini.</p>
<p>Lebih lanjut, Sampurno mengungkap, untuk membuat sebuah miniatur kapal yang besar, Ia bersama teman-temannya tidak membutuhkan waktu yang lama, sehari saja bagi mereka sudah bisa menyelesaikan miniatur tadi sesuai dengan tingkat kesulitannya. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46421</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
