<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kasus pencabulan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kasus-pencabulan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Feb 2023 12:12:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kasus pencabulan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diduga Cabuli Adik Ipar yang masih SD, Pria di Blitar Dipolisikan</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-cabuli-adik-ipar-yang-masih-sd-pria-di-blitar-dipolisikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2023 11:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[cabuli]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kasatreskrim]]></category>
		<category><![CDATA[kasus pencabulan]]></category>
		<category><![CDATA[kota blitar]]></category>
		<category><![CDATA[pencabulan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[polres blitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Seorang pria berinisial YR (29), warga Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, harus menghabiskan hari-harinya di balik jeruji. Sebelumnya, tersangka ditangkap polisi setelah adanya laporan dugaan aksi pencabulan terhadap adik iparnya sendiri. Perbuatan tersebut, dilakukan YR kepada adik iparnya yang baru duduk di bangku sekolah dasar, sebanyak tiga kali. Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Tika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Seorang pria berinisial YR (29), warga Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, harus menghabiskan hari-harinya di balik jeruji. Sebelumnya, tersangka ditangkap polisi setelah adanya laporan dugaan aksi pencabulan terhadap adik iparnya sendiri. Perbuatan tersebut, dilakukan YR kepada adik iparnya yang baru duduk di bangku sekolah dasar, sebanyak tiga kali.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Tika Pusvita Sari, mengatakan bahwa tersangka YR ditangkap sekitar dua pekan lalu, seusai dilaporkan mencabuli adik iparnya yang masih di bawah umur. &#8220;Kepada polisi, korban mengaku sudah lebih dari tiga kali dicabuli oleh pelaku,&#8221; kata AKP Tika Pusvita Sari, Senin (13/02/2023) tadi.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, peristiwa pencabulan tersebut dilakukan di rumah korban. &#8220;Pelaku menggerayangi bagian dada dan kemaluan korban,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>Bahkan, tambahnya, setiap kali dicabuli pelaku, korban tidak bisa melawan. Sebab, saat pelaku melakukan perbuatannya selalu dalam keadaan mabuk dan bahkan mengancam korban. Karena diancam oleh kakak iparnya, korban hanya bisa ketakutan.</p>



<p>&#8220;Ancaman ini yang membuat korban takut dan tak bisa melawan karena memang masih kelas enam SD,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 81 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukum maksimal 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari ancaman karena ada hubungan keluarga dengan korban. <strong>(jar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183119</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Napi Cabul Bosan Hidup, Dihukum 7 Tahun Pilih Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/napi-cabul-bosan-hidup-dihukum-7-tahun-pilih-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 15:03:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[kasus pencabulan]]></category>
		<category><![CDATA[LP Lowokwaru]]></category>
		<category><![CDATA[Napi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76758-napi-cabul-bosan-hidup-dihukum-7-tahun-pilih-gantung-diri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Napi LP Lowokwaru kasus pencabulan terhadap anak, Abdul Muntollep (29) warga Dusun Nampu, Desa Padegangan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Senin (4/2/2019) sekitar pukul 16.00, ditemukan tewas gantung diri di Blok 12 kamar 16. Dia menggunakan tali yang dibuat dari kain selimut. Kejadian itu membuat geger para penghuni lapas hingga kejadian ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Napi LP Lowokwaru kasus pencabulan terhadap anak, Abdul Muntollep (29) warga Dusun Nampu, Desa Padegangan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Senin (4/2/2019) sekitar pukul 16.00, ditemukan tewas gantung diri di Blok 12 kamar 16. Dia menggunakan tali yang dibuat dari kain selimut.</p>
<p>Kejadian itu membuat geger para penghuni lapas hingga kejadian ini segera dilaporkan ke Polres Malang Kota. Saat itu dia sudah dalam kondisi menggantung dengan tali diikat di atas besi plafon. Jenazahnya kemudian dievakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum, bahwa Tollep adalah napi kasus pencabulan terhadap anak. Dia diputus hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 3 bulan penjara. Dia dipindah dari LP Blitar ke LP Lowokwaru sejak 20 Juni 2017.</p>
<p><div id="attachment_76759" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0246-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-76759" decoding="async" class="size-full wp-image-76759" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0246-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Polisi saat mendatangi lokasi. (ist)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0246-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0246-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0246-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0246-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0246-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-76759" class="wp-caption-text"><strong>Polisi saat mendatangi lokasi. (ist)</strong></p></div></p>
<p>Menurut keterangan dokter LP Lowokwaru, dr Adib, bahwa Tollep sempat dirawat selama 10 hari karena mengalami rasa cemas yang berlebihan. &#8221; Rasa cemas, sukut tidur dan gelisah hingga kita rawat selama 10 hari. Pada 31 Januari 2019, setelah kondisinya membaik baru kita turunkan dari klinik kesehatan ke blok 16,&#8221; ujar dr Adib.</p>
<p>Sedangkan Kepala Keamanan Lapas Giono menjelaskan bahwa Tollep mulai teriak-teriak pada Minggu (3/2/2019) siang. &#8221; Kemarin pas kita pindah napi ke LP Probolinggo, Tollep sudah teriak-teriak terindikasi stres,&#8221; ujar Giono.</p>
<p>Karena membahayakan napi lainnya, Tollep dipindahkan dari blok 16 ke blok 12. Di blok 12 kamar 16 Tollep tinggal sendiri.</p>
<p>&#8221; Tadi siang, pas ada cek fisik, dia masih nyaut. Namun pas pembagian makan sore, dia tidak keluar. Setelah dicek, kondisinya sudah gantung diri. Mengetahui hal itu kita koordinasi dengan pihak setempat. Tim olah TKP Polres Malang Kota juga sudah tiba di lokasi,&#8221; ujar Giono.<strong> (gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76758</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
