<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>katar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/katar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Jul 2023 11:56:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>katar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenkominfo Gandeng Katar Blendis Tulungagung Gelar Pengembangan Seni Budaya di Media Digital</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-gandeng-katar-blendis-tulungagung-gelar-pengembangan-seni-budaya-di-media-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[blendis]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194110</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Tidak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi digital telah menyusup masuk ke seluruh sendi kehidupan manusia. Bahkan, tidak satupun aspek kehidupan manusia dapat menghindari derasnya serbuan teknologi informasi dan telekomunikasi, termasuk bidang seni dan budaya. Adaptasi bidang seni dan budaya, pun perlu dilakukan agar tidak makin tergilas roda zaman. Menyadari pentingnya adaptasi dan pengembangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Tulungagung</strong> &#8211; Tidak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi digital telah menyusup masuk ke seluruh sendi kehidupan manusia. Bahkan, tidak satupun aspek kehidupan manusia dapat menghindari derasnya serbuan teknologi informasi dan telekomunikasi, termasuk bidang seni dan budaya. Adaptasi bidang seni dan budaya, pun perlu dilakukan agar tidak makin tergilas roda zaman.</p>



<p>Menyadari pentingnya adaptasi dan pengembangan seni dan budaya dengan teknologi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Karang Taruna (Katar) Desa Blendis akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Blendis, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Selasa (25/07/2023) besok malam, pukul 19.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Pengembangan Budaya dan Seni Indonesia di Media Digital&#8217;, itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yakni, Wakil Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Tulungagung, Mochamad Ismanu Roziqi, Pelatih Pusdikatcab Tulungagung, Mohamad Subaweh, konsultan IT, Ary Sunaryo dan Ari Utami, selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/DaftarTulungagung2507" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/DaftarTulungagung2507</a>. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat telah memudarkan nilai-nilai kultural seni dan budaya Indonesia. Media digital pembawa nilai identitas asing mampu menggeser nilai identitas kultural Indonesia yang sebelumnya dipegang masyarakat dengan sangat kuat.</p>



<p>”Kemajuan teknologi digital membuat nilai-nilai identitas asing dengan mudah dan cepat masuk ke rumah-rumah penduduk melalui transformasi informasi. Sehingga, nilai-nilai identitas kultural Indonesia tampak makin terkikis,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk itu, lanjut Kemenkominfo, agar seni dan budaya Indonesia tetap dapat dipertahankan maka dibutuhkan pengelolaan, pendokumentasian dan penyebarluasan informasi dan pengetahuan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi atau media digital.</p>



<p>”Agar tidak punah, nilai-nilai luhur seni budaya lokal dan nasional harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Dengan cara itu, seni dan budaya dari setiap suku bangsa dapat diwariskan ke setiap generasi agar tetap mempertahankan budaya,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Selain diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara bersih desa, kegiatan juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni Wayang Kulit, bazar murah UMKM dan seni hiburan lainnya. Literasi digital di tengah hajatan bersih desa itu, diharapkan mampu berperan dalam upaya pengembangan dan pelestarian seni dan budaya yang ada di masyarakat.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tersebut tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website <a href="http://info.literasidigital.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">info.literasidigital.id</a>. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194110</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gandeng Katar Pakisrejo Tulungagung, Kemenkominfo Gelar Diskusi Tak Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi</title>
		<link>https://memontum.com/gandeng-katar-pakisrejo-tulungagung-kemenkominfo-gelar-diskusi-tak-mudah-terprovokasi-di-era-luapan-informasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 13:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[luapan]]></category>
		<category><![CDATA[mudah]]></category>
		<category><![CDATA[pakisrejo]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[terprovokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193679</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Di era digital seperti sekarang, tindakan sosial sering kali terjadi di dunia maya, terutama di media sosial. Salah satu tindakan sosial yang sering terjadi, ialah hasutan atau provokasi melalui sarana digital oleh berbagai macam pihak. Untuk mengantisipasi provokasi dan menjaga persatuan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Karang Taruna (Katar) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Di era digital seperti sekarang, tindakan sosial sering kali terjadi di dunia maya, terutama di media sosial. Salah satu tindakan sosial yang sering terjadi, ialah hasutan atau provokasi melalui sarana digital oleh berbagai macam pihak.</p>



<p>Untuk mengantisipasi provokasi dan menjaga persatuan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Karang Taruna (Katar) Pakisrejo, akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Rabu (19/07/2023) besok malam sekitar pukul 19.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Menghidupi Persatuan Indonesia: Jangan Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi&#8217; itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Diantaranya, yaitu Wakil Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Tulungagung, Mochamad Ismanu Roziqi, Direktur LKP Mira Ilmu Khotibul Umam, dosen Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tuluangagung (UIN SATU), Deny Yudiantoro dan Ari Utami selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarTulungagung1907. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (18/07/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo mengatakan, luapan informasi yang melanda media sosial, tidak hanya membawa informasi yang bermanfaat. Tidak jarang, luapan informasi tersebut berbentuk provokasi yang bisa membahayakan persatuan bangsa.</p>



<p>”Biasanya hal itu terkait dengan keamanan sosial, karena parameternya menyangkut tiga faktor. Yakni, politik, sosial dan budaya. Apalagi, karakter masyarakat Indonesia sangat mudah dipengaruhi oleh bentuk opini yang menyangkut ketiga faktor itu,” ujar Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, kurangnya kesadaran sekaligus daya kritis yang cenderung gegabah dalam menerima informasi, dapat menjadi sasaran empuk bagi oknum penyebar hoaks dan provokasi. Masyarakat butuh literasi terkait kompetensi kecakapan digital, khususnya verifikasi sebuah informasi.</p>



<p>”Provokasi negatif bisa sangat merugikan. Maraknya hoaks membuat masyarakat sangat mudah terprovokasi dan diadu domba demi kepentingan pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Selain diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara pengajian Gus Iqdam dan Hadrah itu, para peserta juga dapat berbelanja murah di bazar UMKM di lokasi acara. Literasi digital di tengah pengajian diharapkan mampu meningkatkan ketakwaan sekaligus keharmonisan dalam masyarakat.</p>



<p>Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193679</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rangkul Katar Kurungrejo Nganjuk, Kemenkominfo Gelar Diskusi Literasi Waspada dalam Jual Beli Online</title>
		<link>https://memontum.com/rangkul-katar-kurungrejo-nganjuk-kemenkominfo-gelar-diskusi-literasi-waspada-dalam-jual-beli-online</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[jual]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kurungrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[rangkul]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193272</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Era digital memberi kemudahan masyarakat bertransaksi, termasuk dalam jual beli online. Karena dengan menggunakan laptop atau gawai di tangan, pengguna digital bisa langsung bertransaksi barang yang dibutuhkan. Namun, hati-hati, karena saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab telah memanfaatkan internet untuk melakukan penipuan dalam jual beli secara online. Untuk memberikan bekal pemahaman, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Nganjuk</strong> &#8211; Era digital memberi kemudahan masyarakat bertransaksi, termasuk dalam jual beli online. Karena dengan menggunakan laptop atau gawai di tangan, pengguna digital bisa langsung bertransaksi barang yang dibutuhkan. Namun, hati-hati, karena saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab telah memanfaatkan internet untuk melakukan penipuan dalam jual beli secara online.</p>



<p>Untuk memberikan bekal pemahaman, serta agar tidak menjadi korban penipuan saat bertransaksi secara online, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan karang taruna (Katar) desa setempat, akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Kurungrejo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (15/07/2023) besok sekitar pukul 18.30 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Hati-hati dalam Jual Beli Online&#8217; itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yaitu, dosen sekaligus digital enthusiast, M Adhi Prasnowo, entrepreneur, Wina Aulia Putri Kinanti, pengurus Relawan TIK Tulungagung, Ary Sunaryo dan Mohammad Noviyanto selaku moderator.</p>



<p>”Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarNganjuk1507. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Jumat (14/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, agar tidak menjadi korban penipuan online saat bertransaksi, pengguna digital perlu waspada dan berhati-hati. Ada beberapa cara menghindari penipuan online, apabila hendak menggunakan layanan jual beli di toko online.</p>



<p>”Yakni: perhatikan harga, pastikan foto barang yang dibeli adalah asli, sebaiknya cash on delivery (COD), manfaatkan jasa pihak ketiga, dan menyimpan nomor resi,” rinci Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Dengan memperhatikan harga barang yang dijual, lanjut Kemenkominfo, kita akan terhindar dari penipuan. Selain itu, sebaiknya juga jangan mudah tergiur dengan harga murah yang dibanderol oleh pembeli. ”Selalu waspada apabila harga yang ditawarkan terlampau murah dibanding harga pada umumnya. Bisa jadi itu termasuk modus penipuan,” tegasnya.</p>



<p>Trik lain yang banyak dilakukan oleh penjual, ialah ketidaksesuaian antara foto yang dipajang dengan barang yang dikirim. Untuk itu, sebelum terjadi kesepakatan dengan penjual, sebaiknya minta dikirim foto terbaru dari barang yang akan dibeli.</p>



<p>”Agar lebih meyakinkan, mintalah foto lebih dari satu untuk memastikan bahwa barang tersebut benar-benar ada di tangan penjual tersebut,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, penggunaan jasa pihak ketiga sangat direkomendasikan apabila tidak memungkinkan terjadinya COD. Jasa pihak ketiga ini merupakan jasa rekening bersama atau biasa disebut ’rekber’. Rekber digunakan oleh penjual dan pembeli untuk menghindari terjadinya penipuan.</p>



<p>Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id.<strong> (hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193272</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kukuhkan Pengurus Katar Lamongan, Bupati Yuhronur Ajak Sinergi Wujudkan Pembangunan yang Megilan</title>
		<link>https://memontum.com/kukuhkan-pengurus-katar-lamongan-bupati-yuhronur-ajak-sinergi-wujudkan-pembangunan-yang-megilan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ajak]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kukuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[megilan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<category><![CDATA[yuhronur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192747</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengukuhkan Pengurus Karang Taruna (Katar) Kabupaten Lamongan masa bakti 2023-2028, di Pendopo Lokatantra, Kabupaten Lamongan, Jumat (07/07/2023) tadi. Sekedar diketahui, bahwa Ketua Karang Taruna Kabupaten Lamongan saat ini, dijabat Ach Ilmi Zubairi. Bupati Lamongan dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya atas kebangkitan Karang Taruna Lamongan. Untuk itu, dengan kehadiran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengukuhkan Pengurus Karang Taruna (Katar) Kabupaten Lamongan masa bakti 2023-2028, di Pendopo Lokatantra, Kabupaten Lamongan, Jumat (07/07/2023) tadi. Sekedar diketahui, bahwa Ketua Karang Taruna Kabupaten Lamongan saat ini, dijabat Ach Ilmi Zubairi.</p>



<p>Bupati Lamongan dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya atas kebangkitan Karang Taruna Lamongan. Untuk itu, dengan kehadiran kepengurusan kali ini, dirinya mengajak Karang Taruna Kabupaten Lamongan bersinergi menjadi mitra pemerintah.</p>



<p>&#8220;Saya yakin, seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dan dilantik ini memiliki karakter unggul untuk menuju karang taruna yang lebih Megilan. Tidak hanya mengurusi kepemudaan, karang taruna juga memiliki peran penting untuk bersama-sama mewujudkan tata kelola pemerintahan sebagai mitra pemerintah,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Bupati Yuhronur menambahkan, bahwa saat ini Indonesia menghadapi bonus demografi yang tentunya harus dimanfaatkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan. Dimana, jumlah penduduk didominasi usia produktif atau disebut kaum milenial.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kaum milenial mendominasi sistem demokrasi di dunia dan tidak hanya di Indonesia. Sehingga dengan kehadiran milenial dan teknologi informasi ini, tentu banyak merubah perilaku sosial. Kalau tidak diimbangi dengan akhlak bisa menggerus nilai-nilai religiusitas, bisa mengakibatkan banyaknya perubahan-perubahan sosial yang tidak dapat dikendalikan,” ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, Bupati Yuhronur berharap dengan hadirnya kembali Karang Taruna Kabupaten Lamongan, maka bisa menjadi wadah aspirasi dan kreatifitas generasi milenial Lamongan bersama-sama mewujudkan Lamongan yang berkeadilan.</p>



<p>Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Jawa Timur, Agus Maimun, dalam kesempatan itu mengajak para pengurus Karang Taruna Kabupaten Lamongan, untuk menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Lamongan yang Megilan.</p>



<p>“Senang sekali bisa hadir di Lamongan bisa menyaksikan pengukuhan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Lamongan. Kebangkitan kembali karang taruna menjadi agenda besar kami di provinsi. Saya juga berpesan karang taruna harus menjadi mitra pemerintah dan mendukung pembangunan daerah,” ujar Maimun.</p>



<p>Pengukuhan itu, diikuti seluruh pengurus yang mewakili 27 kecamatan di Lamongan. Turut hadir pula, Wakil Bupati Lamongan, KH Abdul Rouf, Kepala Dinas Sosial Lamongan, Hamdani Azahari, serta kepala OPD dan camat terkait. <strong>(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192747</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
