<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kayutangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kayutangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Mar 2026 13:33:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kayutangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gereja Kayutangan Kota Malang Buka Halaman untuk Pelaksanaan Salat Id</title>
		<link>https://memontum.com/gereja-kayutangan-kota-malang-buka-halaman-untuk-pelaksanaan-salat-id</link>
					<comments>https://memontum.com/gereja-kayutangan-kota-malang-buka-halaman-untuk-pelaksanaan-salat-id#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 02:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[halaman]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231176</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau Gereja Kayutangan, Kota Malang, kembali membuka halaman gereja untuk dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan Salat Id. Tradisi tersebut, sudah terjaga selama lebih dari tiga dekade. Bahkan, sejak Sabtu (21/03/2026) dini hari, pukul 04.30, persiapan sudah dilakukan. Meski jumlah jamaah tahun ini tidak sebanyak sebelumnya, namun semangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau Gereja Kayutangan, Kota Malang, kembali membuka halaman gereja untuk dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan Salat Id. Tradisi tersebut, sudah terjaga selama lebih dari tiga dekade.</p>



<p>Bahkan, sejak Sabtu (21/03/2026) dini hari, pukul 04.30, persiapan sudah dilakukan. Meski jumlah jamaah tahun ini tidak sebanyak sebelumnya, namun semangat keterlibatan dari pihak gereja justru semakin terasa.</p>



<p>Romo Paroki Kayutangan, Henrikus Suwaji OCarm, mengatakan bahwa kegiatan itu bukanlah hal baru. Dirinya bahkan menemukan dokumentasi sejak tahun 1993, yang menandakan kegiatan tersebut telah berlangsung lama sebagai bagian dari budaya toleransi di Kota Malang.</p>



<p>“Kegiatan seperti ini sudah cukup lama. Saya menemukan dokumentasi tertua tahun 1993 dan kemungkinan sebelumnya sudah ada,” ujar Henrikus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya menyediakan tempat, para romo, frater, suster, hingga Umat Katolik juga hadir langsung untuk menyambut dan mengucapkan selamat kepada jamaah Salat Id. Kehadiran mereka menjadi simbol keterbukaan dan penghormatan antar umat beragama.</p>



<p>“Kami menyediakan tempat dan tikar bagi teman-teman Muslim untuk menjalankan Salat Idul Fitri. Setelah itu, biasanya kami juga saling mengucapkan selamat Idul Fitri,” ucapnya.</p>



<p>Usai pelaksanaan salat, suasana hangat langsung terasa. Umat Katolik dan Muslim saling bersalaman, bermaaf-maafan dan mempererat kebersamaan, serta menguatkan makna Hari Raya sebagai momentum kembali ke fitrah sekaligus merawat persaudaraan.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya nilai toleransi tidak hanya hadir saat momen hari besar keagamaan. Dalam kehidupan sehari-hari, Paroki Kayutangan juga menginisiasi Kampung Moderasi di kawasan Gempol Margabakti, sebagai ruang nyata hidup berdampingan lintas iman.</p>



<p>&#8220;Semangat toleransi harus terus dirawat dan ditanamkan, terutama kepada generasi muda, agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan bangsa. Karena dengan berbeda-beda, kita tetap bersaudara. Perbedaan tidak boleh memisahkan, justru harus semakin menyatukan,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/gereja-kayutangan-kota-malang-buka-halaman-untuk-pelaksanaan-salat-id/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231176</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Rencanakan Gandeng Pihak Ketiga untuk Kelola Gedung Parkir Kayutangan</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-rencanakan-gandeng-pihak-ketiga-untuk-kelola-gedung-parkir-kayutangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kelola]]></category>
		<category><![CDATA[ketiga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230327</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan langkah baru untuk mengoptimalkan Gedung Parkir Kayutangan. Fasilitas parkir vertikal itu, rencananya tidak akan dikelola pemerintah secara langsung, melainkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan skema tersebut menjadi opsi paling realistis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan langkah baru untuk mengoptimalkan Gedung Parkir Kayutangan. Fasilitas parkir vertikal itu, rencananya tidak akan dikelola pemerintah secara langsung, melainkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan skema tersebut menjadi opsi paling realistis mengingat adanya keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di internal Dishub. “Tidak mungkin dikelola pemerintah sendiri. Ke depan harus dikerjasamakan dengan pihak ketiga,” ujar Jaya-sapaannya, Kamis (19/02/2026) tadi.</p>



<p>Langkah itu, sekaligus menjadi bagian dari strategi besar penataan parkir di koridor wisata Kayutangan yang selama puluhan tahun dipenuhi parkir tepi jalan. Meski nantinya dikelola swasta, Dishub memastikan tarif parkir tetap mengikuti ketentuan pemerintah daerah dan tidak serta-merta melonjak.</p>



<p>“Ada syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi. Tarifnya tetap,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, rencana kerja sama tersebut belum bisa langsung direalisasikan. Saat ini, masih harus menuntaskan sejumlah tahapan administratif, termasuk appraisal aset dan penetapan skema kerja sama.</p>



<p>“Menuju ke sana ada tahapan yang harus dipenuhi, termasuk appraisal gedung sebelum dikerjasamakan,” katanya.</p>



<p>Skema pihak ketiga justru membuka peluang bagi juru parkir lama yang terdampak penertiban parkir di sisi jalan Kayutangan. Jika kerja sama berjalan, mereka berpotensi direkrut sebagai petugas resmi di gedung parkir.</p>



<p>&#8220;Yang terpenting adalah bisa mengurangi permasalahan parkir di sana,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230327</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Efek Jera, Pemkot Malang Tempuh Jalur Hukum Terkait Raibnya Kursi Aset di Kawasan Kayutangan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/beri-efek-jera-pemkot-malang-tempuh-jalur-hukum-terkait-raibnya-kursi-aset-di-kawasan-kayutangan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[raibnya]]></category>
		<category><![CDATA[tempuh]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230273</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hilangnya kursi besi di Kawasan Kayutangan Heritage, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, geram. Itu karena, fasilitas tersebut merupakan salah satu aset publik yang disediakan untuk kenyamanan masyarakat. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa permasalahan ini tidak akan dibiarkan. Karenanya, permasalahan ini nanti akan dibawa ke ranah hukum, agar pelaku mendapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hilangnya kursi besi di Kawasan Kayutangan Heritage, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, geram. Itu karena, fasilitas tersebut merupakan salah satu aset publik yang disediakan untuk kenyamanan masyarakat.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa permasalahan ini tidak akan dibiarkan. Karenanya, permasalahan ini nanti akan dibawa ke ranah hukum, agar pelaku mendapat efek jera.</p>



<p>&#8220;Kursi itukan aset. Nanti kita akan laporkan kepada kepolisian supaya ada kesadaran masyarakat, bahwa kursi tersebut kan dimanfaatkan untuk mereka yang sedang menikmati Kayutangan Heritage,&#8221; jelas Wali Kota Wahyu, Selasa (17/02/2026) tadi.</p>



<p>Berdasarkan laporan sementara, kursi yang hilang itu baru satu unit. Namun, dalam hal ini Pemkot Malang tidak ingin kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Laporannya, sementara satu. Mudah-mudahan hanya satu dan saya yakin tidak akan ada lagi,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pihaknya telah mengantongi rekaman video hilangnya kursi tersebut. Karenanya, Pemkot memastikan bahwa proses penanganan akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.</p>



<p>&#8220;Nanti kita akan proses terkait dengan hal tersebut. Saya minta Satpol PP berkoordinasi dengan pihak kepolisian,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Diketahui, hilangnya kursi besi tersebut beredar di media sosial pada Kamis (12/02/2026) lalu. Awalnya terdapat dua kursi, namun tiba-tiba hanya tersisa satu unit. Kursi tersebut berada di depan salah satu kafe di Kawasan Kayutangan Heritage. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230273</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Lakukan Penertiban Puluhan Sepeda Motor Parkir di Kawasan Kayutangan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-lakukan-penertiban-puluhan-sepeda-motor-parkir-di-kawasan-kayutangan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[penertiban]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230282</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan penertiban kepada puluhan sepeda motor yang tetap nekad parkir di lokasi larangan parkir. Salah satunya, seperti di badan jalan atau sisi kanan jalan. Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa pada Senin (16/02/2026) malam, terdapat sekitar 50 sepeda motor yang parkir di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan penertiban kepada puluhan sepeda motor yang tetap nekad parkir di lokasi larangan parkir. Salah satunya, seperti di badan jalan atau sisi kanan jalan.</p>



<p>Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa pada Senin (16/02/2026) malam, terdapat sekitar 50 sepeda motor yang parkir di zona terlarang. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 kendaraan langsung diangkut, sementara lainnya ditindak dengan cara dikempesi bannya di lokasi.</p>



<p>“Semalam kami menindak sekitar 10 kendaraan, diangkut. Yang lainnya kami gembosi. Total yang parkir sekitar 50 kendaraan sampai badan jalan dan jalur sepeda. Itu sudah keterlaluan,” jelas Rahmat, Selasa (17/02/2026) tadi.</p>



<p>Penertiban sendiri, bermula dari laporan masyarakat saat waktu Magrib. Lokasi yang dimaksud, berada di cekungan sisi timur kawasan, yang sejak 7 Januari 2026 telah ditetapkan sebagai area steril parkir, terlebih setelah Gedung Parkir Kayutangan resmi dibuka.</p>



<p>Sebelum ditertibkan, awalnya petugas menduga pengendara hanya berteduh karena hujan. Namun saat dicek sekitar pukul 19.00–20.00 WIB, jumlah kendaraan justru membludak.</p>



<p>“Tim pengawas saat itu hanya tiga orang, jadi kami panggil tambahan personel untuk operasi,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil penelusuran, parkir liar diduga terjadi karena efek ikut-ikutan. Beberapa pengendara awalnya berhenti untuk berteduh, lalu pengendara lain menganggap lokasi tersebut sebagai tempat parkir resmi. Namun, juga ada faktor lain, yaitu ketiadaan juru parkir di lokasi serta kedekatan area dengan tujuan pengendara.</p>



<p>“Sudah diingatkan tidak boleh parkir, jawabnya sebentar saja, tapi ternyata ditinggal. Satu-dua parkir, yang lain ikut. Padahal rambu larangan jelas terpasang,” katanya.</p>



<p>Selain itu, muncul dugaan adanya Juru Parkir (Jukir) liar yang mencoba mengarahkan kendaraan agar sisi kanan kembali dijadikan lahan parkir. Namun, saat operasi berlangsung, tidak ditemukan jukir di lokasi.</p>



<p>&#8220;Ada dugaan Jukir yang mencoba melegalkan agar sisi kanan kembali menjadi tempat parkir. Tapi kalau kemarin malam tidak ada jukirnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Rahmat menegaskan kewenangan Dishub terbatas pada pembinaan, pengangkutan dan tindakan administratif seperti pengempesan ban bukan penilangan. Untuk penilangan, menurutnya kewenangan dari pihak kepolisian, sementara Satpol PP untuk Tindak Pidana Ringan (Tipiring).</p>



<p>&#8220;Kami sifatnya penertiban dan mengimbau kalau ada rambu, meskipun ada jukirnya, tapi itu kan dilarang parkir. Harus ada kesadaran bersama. Petugas Dishub selalu mengingatkan, cuma kalau yang melanggar ini banyak kadang malah kami tidak dihiraukan,&#8221; imbuh Rahmat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230282</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemasukan Retribusi Parkir Kayutangan Tembus Jutaan, Kesadaran Warga Mulai Terbentuk</title>
		<link>https://memontum.com/pemasukan-retribusi-parkir-kayutangan-tembus-jutaan-kesadaran-warga-mulai-terbentuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jutaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[pemasukan]]></category>
		<category><![CDATA[Retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[terbentuk,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229709</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Operasional Gedung Parkir Kayutangan Heritage Kota Malang mulai menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan retribusi parkir di Kota Malang. Memasuki pekan ketiga penerapan tarif, setoran retribusi dari fasilitas parkir tersebut mampu menembus jutaan rupiah perhari. Pada hari kerja, retribusi parkir yang disetor mencapai sekitar Rp 1,5 juta perhari. Sementara saat akhir pekan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Operasional Gedung Parkir Kayutangan Heritage Kota Malang mulai menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan retribusi parkir di Kota Malang. Memasuki pekan ketiga penerapan tarif, setoran retribusi dari fasilitas parkir tersebut mampu menembus jutaan rupiah perhari.</p>



<p>Pada hari kerja, retribusi parkir yang disetor mencapai sekitar Rp 1,5 juta perhari. Sementara saat akhir pekan, nilainya meningkat hingga dua kali lipat atau mencapai Rp 3 juta perhari.</p>



<p>&#8220;Berdasarkan data Dishub, di hari biasa jumlah kendaraan yang parkir berkisar antara 750 hingga 1.000 kendaraan. Sementara saat akhir pekan, melonjak dengan total kendaraan yang keluar-masuk mencapai 1.500 hingga 2.000 unit secara bergantian,&#8221; ujar Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmat Hidayat, Sabtu (24/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, tingginya setoran tersebut sejalan dengan tingkat keterisian gedung parkir yang semakin stabil. Kesadaran masyarakat yang memanfaatkan gedung parkir tersebut juga terus meningkat.</p>



<p>“Kalau dibandingkan pekan awal, sekarang kesadaran masyarakat sudah jauh lebih baik. Pelanggaran parkir yang sebelumnya bisa belasan sampai puluhan per hari, kini tinggal hitungan jari,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gedung Parkir Kayutangan sendiri mulai beroperasi sejak 7 Januari 2026. Pada sepekan pertama, Pemkot Malang menggratiskan tarif parkir sebagai masa sosialisasi. Tarif resmi baru diberlakukan mulai 14 Januari 2026.</p>



<p>&#8220;Peningkatan keterisian gedung parkir berdampak langsung terhadap optimalisasi pendapatan retribusi daerah, tapi tujuan kami bukan hanya itu saja. Namun, juga menciptakan ketertiban dan kenyamanan kawasan heritage. Retribusi itu menjadi dampak positif dari tertibnya parkir,” jelasnya.</p>



<p>Untuk menjaga tren positif tersebut, Dishub Kota Malang terus melakukan evaluasi lapangan. Salah satunya dengan patroli rutin untuk mencegah pelanggaran parkir, terutama kendaraan roda dua yang masih mencoba parkir di bahu jalan.</p>



<p>Selain itu, evaluasi juga dilakukan terkait kenyamanan pengguna gedung parkir, khususnya roda dua. Pada hari biasa, kendaraan roda dua kini diarahkan parkir di area basement untuk menghindari panas dan hujan. Sementara pada akhir pekan, penataan kembali disesuaikan dengan tingkat kepadatan kendaraan.</p>



<p>“Penyesuaian ini kami lakukan agar kapasitas tetap optimal dan pengguna tetap nyaman,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229709</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Parkir Gratis Tujuh Hari, Gedung Parkir Kayutangan Heritage Mulai Terapkan Tarif</title>
		<link>https://memontum.com/usai-parkir-gratis-tujuh-hari-gedung-parkir-kayutangan-heritage-mulai-terapkan-tarif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229505</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah menerapkan kebijakan parkir gratis selama tujuh hari masa sosialisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai memberlakukan tarif parkir di Gedung Parkir Kayutangan Heritage. Penerapan tarif resmi tersebut, mulai diberlakukan sejak Rabu (14/01/2026) kemarin. Kepala Bidang (Kabid) Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa sistem pembayaran parkir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah menerapkan kebijakan parkir gratis selama tujuh hari masa sosialisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai memberlakukan tarif parkir di Gedung Parkir Kayutangan Heritage. Penerapan tarif resmi tersebut, mulai diberlakukan sejak Rabu (14/01/2026) kemarin.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa sistem pembayaran parkir di gedung tersebut saat ini telah melayani transaksi tunai maupun non-tunai melalui QRIS. “Pembayarannya bisa cash dan cashless menggunakan QRIS. Untuk E-parking masih menunggu proses pengadaan tahun ini,” ujar Rahmat, Kamis (15/01/2026) tadi.</p>



<p>Dirinya memastikan, bahwa keamanan kendaraan pengunjung menjadi prioritas pengelola. Gedung parkir Kayutangan Heritage dilengkapi dengan sistem pengawasan kamera pengintai atau CCTV di sejumlah titik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Keamanan kendaraan kami jamin. Untuk barang bawaan memang tidak bisa kami jamin, tetapi sebagai antisipasi kami pasang sekitar 30 titik CCTV,” ucapnya.</p>



<p>Selama masa parkir gratis tujuh hari lalu, Dishub Kota Malang mencatat tren volume kendaraan tertinggi terjadi pada akhir pekan. Pada Sabtu dan Minggu, kapasitas gedung parkir kerap terisi penuh.</p>



<p>“Trennya paling ramai di Sabtu-Minggu, penuh sampai area Majapahit. Sekitar 700 sampai 800 kendaraan yang parkir. Kalau dihitung perputaran kendaraan, bisa lebih dari 1.000 kendaraan,” imbuh Rahmat.</p>



<p>Sementara pada hari pertama penerapan tarif parkir, Dishub masih memantau respons dan antusiasme masyarakat. Menurut Rahmat, kepadatan biasanya baru terlihat pada malam hari seiring ramainya aktivitas di kawasan Kayutangan Heritage. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229505</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Galeri Mbois di Gedung Parkir Kayutangan Diharap Bantu Dongkrak Pariwisata Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/galeri-mbois-di-gedung-parkir-kayutangan-diharap-bantu-dongkrak-pariwisata-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diharap]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[galeri]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229498</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan Gedung Parkir Kayutangan Heritage, yang dilengkapi dengan Galeri Mbois, diharapkan mampu menjadi pengungkit pariwisata, sekaligus wadah promosi produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang. Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Menurutnya, Galeri Mbois yang berada di kawasan Kayutangan, tidak sekadar menjadi pelengkap gedung parkir. Namun, sengaja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Keberadaan Gedung Parkir Kayutangan Heritage, yang dilengkapi dengan Galeri Mbois, diharapkan mampu menjadi pengungkit pariwisata, sekaligus wadah promosi produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang. Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Menurutnya, Galeri Mbois yang berada di kawasan Kayutangan, tidak sekadar menjadi pelengkap gedung parkir. Namun, sengaja dirancang sebagai ruang strategis untuk menampilkan dan memasarkan produk UMKM lokal kepada wisatawan.</p>



<p>“Nanti di sana menjadi salah satu tempat UMKM yang difasilitasi melalui Dekranasda. Wisatawan dari luar kota yang datang ke Kayutangan, bisa langsung menemukan produk UMKM Kota Malang,” ujar Wahyu, Kamis (15/01/2026) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pemilihan lokasi Galeri Mbois di kawasan Kayutangan Heritage, dinilai tepat karena berada di jalur wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Dengan begitu, produk-produk UMKM lokal memiliki akses pasar yang lebih luas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Pemkot Malang juga berencana menjadikan gedung parkir tersebut sebagai titik singgah transportasi wisata. Bus pariwisata maupun layanan Trans Jatim akan diarahkan berhenti di kawasan tersebut agar wisatawan bisa langsung mengakses Galeri Mbois.</p>



<p>“Kita tempatkan di sana (Bus) dan Trans Jatim berada di seberang, orang-orang yang parkir juga di situ, mereka bisa langsung mendapatkan oleh-oleh dan kuliner dari UMKM di tempat tersebut,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dengan konsep tersebut, Wali Kota Wahyu menyebut aktivitas wisata, parkir dan UMKM akan terintegrasi dalam satu kawasan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi pelaku usaha lokal.</p>



<p>“Iya, nanti aktivitas usahanya kita pusatkan di situ, sehingga bisa lebih tertata dan memberi dampak ekonomi,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229498</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Wacanakan Jembatan Ikonik Kayutangan &#8211; Splendid</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-wacanakan-jembatan-ikonik-kayutangan-splendid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[ikonik]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<category><![CDATA[wacanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229441</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mewacanakan pembangunan jembatan ikonik yang menghubungkan Kawasan Kayutangan Heritage dengan Kawasan Splendid, Kota Malang. Jembatan tersebut, dirancang sebagai penghubung antar destinasi wisata pusat kota agar terintegrasi dalam satu kesatuan kawasan. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa keberadaan jembatan nantinya akan memperkuat konektivitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mewacanakan pembangunan jembatan ikonik yang menghubungkan Kawasan Kayutangan Heritage dengan Kawasan Splendid, Kota Malang. Jembatan tersebut, dirancang sebagai penghubung antar destinasi wisata pusat kota agar terintegrasi dalam satu kesatuan kawasan.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa keberadaan jembatan nantinya akan memperkuat konektivitas wisata. Selain itu, juga mempermudah akses pengunjung yang datang dari berbagai arah, termasuk dari Stasiun Kereta Api Malang.</p>



<p>“Tidak menutup kemungkinan nanti akan ada jembatan ikonik dari Kayutangan Heritage ke Splendid. Kalau sudah nyambung, ini menjadi satu kesatuan,” ujar Wali Kota Wahyu, Rabu (14/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa pengembangan kawasan tersebut mencakup sejumlah titik strategis. Seperti Kayutangan Heritage, kawasan Splendid, Pasar Senggol, Taman Rekreasi Kota (Tarekot), Balai Kota, hingga Alun-Alun Kota Malang yang saat ini sedang direvitalisasi.</p>



<p>&#8220;Dalam penataan kawasan ini harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Sehingga, ini kita siapkan sejak awal,” tegasnya.</p>



<p>Dengan konsep kawasan wisata terpadu tersebut, Pemkot Malang berharap wisatawan dari luar daerah dapat menikmati berbagai destinasi heritage, budaya dan ruang publik secara lebih nyaman dan tertata. &#8220;Kita akan tata dan ini akan menjadi satu kesatuan yang nanti bisa mengimbangi semua keinginan masyarakat untuk datang ke sini, wisatawan dari luar kota juga terfasilitasi, PKL dan parkir juga tertata,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229441</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Titik Parkir Kayutangan Terdampak Penataan, Dishub Kota Malang Siapkan Skema untuk Jukir</title>
		<link>https://memontum.com/empat-titik-parkir-kayutangan-terdampak-penataan-dishub-kota-malang-siapkan-skema-untuk-jukir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229417</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penataan parkir di Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang, berdampak pada aktivitas Juru Parkir (Jukir) di tepi jalan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat, terdapat empat titik parkir roda empat di sisi kanan jalan yang terdampak langsung dari kebijakan penataan tersebut. Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa jumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penataan parkir di Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang, berdampak pada aktivitas Juru Parkir (Jukir) di tepi jalan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat, terdapat empat titik parkir roda empat di sisi kanan jalan yang terdampak langsung dari kebijakan penataan tersebut.</p>



<p>Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa jumlah jukir di empat titik tersebut bervariasi. “Di sisi kanan ada empat titik. Di satu titik ada dua jukir, ada juga yang tiga,” ujar Rahmat, Senin (12/01/2026) tadi.</p>



<p>Terkait dengan nasib Jukir yang terdampak, Rahmat menyampaikan bahwa masih akan melihat perkembangan ke depan. Jika tersedia anggaran, Jukir akan diarahkan untuk tetap diberdayakan melalui skema yang disiapkan pemerintah daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau ada anggaran APBD, bisa kita pekerjakan. Kalau tidak, kita akan mencari mekanisme yang lebih soft, misalnya melalui kerja sama,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa seluruh jukir di kawasan Kayutangan saat ini telah diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) sementara. Dalam penataannya sendiri, menurutnya telah disosialisasikan sejak 2024.</p>



<p>“Kita sudah informasikan sejak awal. Penataan ini bukan mendadak, tetapi sudah direncanakan,” imbuh Rahmat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229417</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
