<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kearifan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kearifan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 May 2025 04:28:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kearifan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Suguhkan Kreativitas Berpadu Kearifan Lokal, Kota Malang Tampil Menawan di Pawai Budaya Apeksi VII 2025</title>
		<link>https://memontum.com/suguhkan-kreativitas-berpadu-kearifan-lokal-kota-malang-tampil-menawan-di-pawai-budaya-apeksi-vii-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[berpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas,]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menawan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[tampil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221927</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kota Malang tampil menawan dalam pawai budaya yang menjadi rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Surabaya, Jumat (09/05/2025) tadi. Pawai budaya yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Tunjungan hingga Balai Pemuda Kota Surabaya, ini dibuka oleh Wali Kota Surabaya, yang sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kota Malang tampil menawan dalam pawai budaya yang menjadi rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Surabaya, Jumat (09/05/2025) tadi. Pawai budaya yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Tunjungan hingga Balai Pemuda Kota Surabaya, ini dibuka oleh Wali Kota Surabaya, yang sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi dan diikuti perwakilan dari 98 kota anggota Apeksi.</p>



<p>Mengangkat tema &#8216;Harmoni Keberagaman dalam Satu Hati untuk Mengukir Prestasi Menuju Kota Malang Mbois Berkelas&#8217;, delegasi Kota Malang mempersembahkan &#8216;Trenggana Sumapala Bumi Malang&#8217;, yang menggambarkan kuatnya spirit seni dan budaya Malangan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Pawai tersebut, dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso. Penampilan Sanggar Seni Sardulo Djojo dan Putra Mandala Wisanggeni Kota Malang dengan kesenian bantengan serta aneka tari tradisi dan kreasi, mampu memukau ribuan pasang mata masyarakat Surabaya dan wisatawan yang menonton.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terlihat kelincahan gerak, berpadu dengan musik ritmis membuat penonton takjub. Pawai Budaya Kota Malang ini juga mengikutsertakan para kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta Duta Wisata Kota Malang yang tampil kompak berbalut busana Malangan dengan nuansa khas warna biru. Kehadiran Singa Malang (Sima), yang merupakan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 Kota Malang juga mencuri perhatian para penonton.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada semua pihak yang terlibat dalam karnaval budaya ini. &#8220;Kota Malang ingin menunjukkan seni budayanya. Ada jaranan, bantengan, sendratari perpaduan tari, musik dan drama, sehingga masyarakat Indonesia bisa tahu ada budaya yang bisa ditonjolkan. Ini juga untuk menarik mereka untuk datang ke Kota Malang,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Melalui pawai budaya ini, Kota Malang ingin menunjukkan kekayaan tradisi yang dipadu dengan seni kontemporer, menggambarkan keberagaman dan toleransi. Ajang ini juga menjadi sarana bagi Pemkot Malang untuk menggemakan event olahraga terbesar di Jawa Timur, yaitu Porprov IX Jawa Timur 2025 yang akan digelar di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu). <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221927</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promosikan Wisata dan Kenalkan Kearifan Lokal, Badar Besi Semeru Lumajang di Angkat sebagai Judul Film</title>
		<link>https://memontum.com/promosikan-wisata-dan-kenalkan-kearifan-lokal-badar-besi-semeru-lumajang-di-angkat-sebagai-judul-film</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[promosikan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221930</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya. Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang menyampaikan apresiasi atas karya kreatif anak-anak muda Lumajang dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah. “Film, seni tari dan musik adalah media yang sangat efektif untuk mengenalkan potensi Lumajang. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kreatif masyarakat yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal ke panggung nasional,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Lebih lanjut Bupati Lumajang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun citra positif Lumajang melalui karya seni. Dirinya berharap, film ini menjadi awal dari gerakan kreatif yang lebih besar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wabup Yudha Adji Kusuma juga mengapresiasi film tersebut sebagai salah satu bentuk inovasi dalam promosi pariwisata dan identitas budaya Lumajang. “Ini adalah simbol kebersamaan dan semangat untuk terus memajukan Lumajang. Kami optimis bahwa ke depan, akan lahir lebih banyak karya yang membanggakan dari sineas muda daerah ini. Insyaallah, kami akan terus memberikan dukungan,” ujarnya.</p>



<p>Sutradara film, Harianto, menjelaskan bahwa Dendam Mustika Badar Besi Semeru dibuat sebagai bagian dari upaya mempromosikan destinasi wisata Lumajang melalui media visual yang menarik dan menginspirasi. “Lewat film ini, kami ingin menunjukkan bahwa Lumajang memiliki banyak cerita dan potensi wisata yang layak diketahui publik luas. Ini bukan hanya karya seni, tapi juga bentuk promosi daerah,” ungkapnya.</p>



<p>Film ini, ujarnya, diharapkan menjadi langkah awal bagi industri perfilman lokal untuk terus tumbuh dan berkembang, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Lumajang agar tidak ragu berkarya dan melestarikan budaya leluhur. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221930</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Pelayanan dengan Angkat Budaya dan Kearifan Lokal, Mas Dhito Apresiasi DI Imigrasi Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/program-pelayanan-dengan-angkat-budaya-dan-kearifan-lokal-mas-dhito-apresiasi-di-imigrasi-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205058</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyambut baik program pelayanan sekaligus mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal Bumi Panjalu yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II Kediri. Program pelayanan yang diberi nama &#8216;Diary Imigrasi&#8217; (Di) Kediri, itu disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kediri, Denny Irawan, saat bertemu Mas Dhito-sapaan akrab bupati di Kantor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyambut baik program pelayanan sekaligus mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal Bumi Panjalu yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II Kediri. Program pelayanan yang diberi nama &#8216;Diary Imigrasi&#8217; (Di) Kediri, itu disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kediri, Denny Irawan, saat bertemu Mas Dhito-sapaan akrab bupati di Kantor Pemkab Kediri, Kamis (14/03/2024) tadi.</p>



<p>Disampaikan Denny, bahwa Diary Imigrasi Kediri merupakan bentuk pelaporan dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mengangkat potensi kearifan lokal dari Kabupaten Kediri. &#8220;Ketika kami melakukan pelayanan di satu tempat, kami juga akan mengangkat dari objek wisata, kuliner hingga kearifan lokal lain yang menjadi kekhasan dari Kabupaten Kediri,&#8221; terang Kepala Kantor Imigrasi.</p>



<p>Bentuk pelayanan yang tengah dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II Kediri, paparnya, yakni layanan eazy pasport bagi calon jamaah haji. Dalam hal ini, pengurusan pasport dilakukan secara kolektif dimana petugas imigrasi yang akan mendatangi calon jamaah.</p>



<p>&#8220;Kita telah lakukan di kecamatan Kepung, calon jamaah haji yang akan melakukan pembuatan pasport kami kumpulkan. Jadi calon jamaah haji ini tidak perlu ke kantor imigrasi, kami yang menyambangi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Selain melakukan pengurusan pasport bagi calon jamaah haji, selama di Kecamatan Kepung, petugas dari Kantor Imigrasi juga sekaligus mengeksplore kekayaan budaya dab kearifan lokal yang ada dalam bentuk video.</p>



<p>Adapun lokasi yang dieksplore, seperti waduk Siman, prasasti Harinjing, termasuk ragam kuliner. Setelah Kecamatan Kepung, Denny menyebut, program itu akan dilanjutkan menyasar daerah lain di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Nanti akan kita kemas, tentunya kami juga perlu waktu karena banyak yang harus digali terkait hal-hal yang diangkat dalam Diary Imigrasi Kediri ini,&#8221; ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam pertemuan santai itu, Mas Dhito menyambut baik program yang dijalankan Kantor Imigrasi Kediri. Pihaknya bahkan sempat melihat sekilas hasil pengambilan video yang dilakukan di Kecamatan Kepung.</p>



<p>Termasuk didalamnya, mengangkat Prasasti Harinjing, yang merupakan asal mula munculnya nama Kediri. &#8220;Bagus ini, apalagi ini mendekati Hari Jadi Kabupaten Kediri,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Mas Dhito menilai, selain pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat, program yang dijalankan Kantor Imigrasi itu sekaligus dapat lebih memperkenalkan Kabupaten Kediri ke masyarakat luas. Terlebih, Kabupaten Kediri saat ini telah memiliki bandara yang siap beroperasi. Tentunya adanya bandara nanti bakal banyak orang luar daerah yang akan datang ke Kediri.</p>



<p>Kepada Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Mas Dhito menyebut masih ada banyak lokasi menarik untuk diangkat selain yang ada di Kecamatan Kepung. Dirinya mencontohkan, Situs Ndalem Pojok di Kecamatan Wates.</p>



<p>Masih menurut Mas Dhito, Situs Ndalem Pojok itu menjadi tempat bersejarah bagi Bung Karno. Di sana, Soekarno kecil yang dahulunya bernama Koesno, diganti namanya menjadi Soekarno. Di sana pula, Bung Karno belajar berpidato.</p>



<p>&#8220;Situs ini ada di Desa Pojok (Kecamatan Wates), sangat menarik,&#8221; terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205058</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MGMP Bahasa Jawa SMP Gelar Workshop Penguatan Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/mgmp-bahasa-jawa-smp-gelar-workshop-penguatan-pembelajaran-bahasa-jawa-berbasis-kearifan-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Senen, menghadiri gelaran Workshop Penguatan Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal dalam Reksa Basa untuk Generasi Z, Senin (29/01/2024) tadi. Pelaksanaan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, dijadwalkan akan berlangsung selama empat kali pertemuan. Dalam kesempatan itu, Kadisdikbud mengapresiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Senen, menghadiri gelaran Workshop Penguatan Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal dalam Reksa Basa untuk Generasi Z, Senin (29/01/2024) tadi. Pelaksanaan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, dijadwalkan akan berlangsung selama empat kali pertemuan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kadisdikbud mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dilaksanakan oleh MGMP Bahasa Jawa SMP. Itu karena, workshop tersebut sangat mendukung kurikulum merdeka dengan mengedepankan kearifan lokal. MGMP Bahasa Jawa SMP juga sudah membuat buku bahan ajar sendiri untuk siswa dan itu sangat bagus karena bisa sesuai dengan budaya Kabupaten Jombang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Penjenengan (Anda, red) juga harus mengikuti perkembangan zaman untuk pembelajarannya. Hal tersebut dilakukan, agar anak-anak bisa tertarik dan harus berbasis IT,” katanya.</p>



<p>Pembina MGMP Bahasa Jawa SMP, Nur Kolis, mengatakan bahwa MGMP ini merupakan wadah belajar sekaligus berkolaborasi bagi guru negeri maupun swasta. Dirinya juga berharap, agar partisipasi anggota terus ditingkatkan.</p>



<p>&#8220;Monggo kito gunakan buku engkang sampun wonten niku (buku yang sudah ada, red). Proses pembuatannya sangat panjang dan saya yakin buku itu baik. Karena, ini mengandung unsur kearifan lokal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Perlu diketahui, materi yang disampaikan juga sepenuhnya merupakan kearifan lokal Kabupaten Jombang. Diantaranya, seperti Campursari, Besutan, Sandur Manduro dan Jula-juli.<strong> (azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Semangat Berbudaya Warga Kediri, Mas Dhito Minta Tonjolkan Kearifan Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-semangat-berbudaya-warga-kediri-mas-dhito-minta-tonjolkan-kearifan-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 01:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tonjolkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195271</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kegiatan budaya di Bulan Muharam atau Suro, dalam kalender Jawa masih tumbuh subur di tengah kehidupan masyarakat pedesaan dengan entitas yang dimiliki masing-masing daerah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Kediri, Agus Cahyono, menyebut dari 343 desa yang ada di Kabupaten Kediri hampir merata menggelar kegiatan budaya di bulan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kegiatan budaya di Bulan Muharam atau Suro, dalam kalender Jawa masih tumbuh subur di tengah kehidupan masyarakat pedesaan dengan entitas yang dimiliki masing-masing daerah.</p>



<p>Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Kediri, Agus Cahyono, menyebut dari 343 desa yang ada di Kabupaten Kediri hampir merata menggelar kegiatan budaya di bulan Suro. Kegiatan budaya ini, ada yang dikemas secara sederhana dengan menggelar kenduri selamatan di tingkat RT, ada pula dikemas tingkat desa dengan rangkaian kirab dengan membawa hasil bumi dan penampilan kesenian tradisional.</p>



<p>&#8220;Kegiatan budaya ini wujud pelestarian warisan tradisi nenek moyang sebagai bentuk syukur memasuki tahun baru Islam,&#8221; katanya, Selasa (08/08/2023) tadi.</p>



<p>Hal ini, selaras dengan tagline Kediri Berbudaya yang diluncurkan Bupati Hanindhito Himawan Pramana, di hari jadi Kabupaten Kediri Ke-1219 tahun 2023 ini. Melalui tagline Kediri Berbudaya, lanjut Agus, Bupati Kediri mengharapkan masyarakat khususnya generasi muda untuk selalu melestarikan budaya warisan leluhur.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Pelaksanaan kegiatan budaya di tiap pedesaan pun tidak berbarengan, melainkan berdasarkan perhitungan hari masyarakat setempat sebagaimana dilakukan para leluhur. Adapun lokasi pelaksanaan puncak kegiatan budaya diadakan di tempat yang diyakini memiliki nilai historis atau spiritual bagi masyarakat setempat.</p>



<p>Seperti yang dilakukan di Desa Menang Kecamatan Pagu, setiap tahun diperingati dengan kirab ritual 1 Suro di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Kirab ini dilakukan untuk mengenang kebesaran Prabu Sri Aji Joyoboyo yang membawa kejayaan Kerajaan Kediri.</p>



<p>Kemudian, upacara ritual larung sesaji di kawah Gunung Kelud yang biasanya dilakukan di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar. Ritual ini dimaknai sebagai bentuk syukur warga atas hasil bumi yang melimpah.</p>



<p>Kedua kegiatan budaya itu memiliki entitas yang berbeda menjadikan kekayaan wisata budaya di Kabupaten Kediri yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Begitu pula, kegiatan budaya yang dilakukan pedesaan lain. Keunikan yang menjadi ciri khas daerah setempat ditonjolkan dan membedakan dengan daerah lain.</p>



<p>Seperti kirab budaya yang diadakan oleh masyarakat Desa Keling, Kecamatan Kepung, pada Kamis (03/08/2023) lalu. Sebagai salah satu desa wisata, prosesi budaya dikemas dengan menonjolkan potensi yang menjadikan entitas Desa Keling.</p>



<p>Hal itu diakui Pengurus Pokdarwis Desa Wisata Keling, Didin Saputro. Disampaikannya, bahwa kirab budaya di desa Keling diikuti warga dari tiap pedusunan untuk mempererat kebersamaan warga desa.</p>



<p>Selain membawa hasil bumi, peserta kirab juga membawa air suci yang diambil dari tiap dusun untuk disatukan di area makam Mbah Wahab, tokoh yang memiliki nilai sejarah bagi daerah Keling.</p>



<p>Adapun kesenian yang menjadi potensi lokal Desa Keling, seperti jaranan Jowo ikut tampil meramaikan jalannya kirab budaya.</p>



<p>&#8220;Sebagaimana instruksi Bupati Kediri (Mas Dhito, red) kita didorong untuk menonjolkan kearifan lokal,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Pun begitu, dari rangkaian kirab budaya itu ada satu prosesi yang dinilai memiliki entitas yang membedakan dengan daerah lain yakni adanya prosesi jamasan. &#8220;Setelah kirab pada malam bulan purnama ada prosesi puncak jamasan jaranan Jawa,&#8221; urainya.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, kesenian Jaranan Jowo menjadi salah satu kekayaan budaya Kabupaten Kediri, yang mendapatkan bukti kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.<strong> (kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195271</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gubernur Jatim Hadiri Petik Laut Desa Kalibuntu Probolinggo, Gus Haris Ingatkan Jaga Kearifan Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-jatim-hadiri-petik-laut-desa-kalibuntu-probolinggo-gus-haris-ingatkan-jaga-kearifan-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[haris]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[jaga]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kalibuntu]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[petik]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194790</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Masyarakat Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, merayakan kegiatan Petik Laut, Rabu (02/08/2023) tadi. Kegiatan tahunan itu, juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa. Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa nilai tukar ikan nelayan yang ada di Desa Kalibuntu atau kabupaten tersebut sangat tinggi di Provinsi Jawa Timur, yaitu dengan indeks [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Masyarakat Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, merayakan kegiatan Petik Laut, Rabu (02/08/2023) tadi. Kegiatan tahunan itu, juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa.</p>



<p>Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa nilai tukar ikan nelayan yang ada di Desa Kalibuntu atau kabupaten tersebut sangat tinggi di Provinsi Jawa Timur, yaitu dengan indeks 104. Capaian tersebut, merupakan anugerah yang diberikan alam kepada para nelayan yang ada di Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, Kabupaten Probolinggo memiliki nilai tukar ikan yang paling tinggi di Provinsi Jawa Timur. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan sekali,&#8221; ujar Gubernur Jatim.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Gubernur Jatim Hadiri Petik Laut Desa Kalibuntu Probolinggo, Gus Haris Ingatkan Jaga Kearifan Lokal" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/-uyorKsF3rQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong, Gus Haris Damanhuri Romly, yang turut hadir juga menyampaikan dan mengingatkan kepada para nelayan Kabupaten Probolinggo, khusunya Desa Kalibuntu untuk tetap menjaga kearifan lokal seperti Petik Laut. Karena, hal tersebut merupakan rasa syukur terhadap alam yang menjadi ladang penghasilan utama masyarakat pesisir.</p>



<p>&#8220;Ini merupakan bentuk kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Karena ini adalah sebuah bentuk syukur kita yang telah mendapatkan rezeki dari laut sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Sehingga, lanjutnya, masyarakat Desa Kalibuntu diberikan keberkahan dengan penghasilan laut yang melimpah. Seperti salah satunya adalah nilai ikan hasil nelayan Kabupaten Probolinggo, lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Acara ini juga disertai dengan acara salawatan dan istighotsah. Tentunya, dengan harapan kedepannya kita mendapatkan hasil alam lebih baik lagi,&#8221; katanya.</p>



<p>Kemudian, tambahnya, dengan kehadiran langsung Gubernur, maka bisa menyerap langsung apa yang dikeluhkan masyarakat pesisir. Seperti banjir rob dan lainnya. &#8220;Sehingga, masyarakat dapat menyampaikan langsung apa yang menjadi keluhan kepada ibu Gubernur secara langsung. Dan, alhamdulillah tadi sudah dipantau langsung oleh Ibu Gubernur dan semoga tahun depan bisa diperbaiki apa yang kurang,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194790</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kearifan Lokal, Gelaran 1.569 Penari Boran dan Gebyar 4.540 Sego Boran Lamongan Pecahkan Rekor Muri</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kearifan-lokal-gelaran-1-569-penari-boran-dan-gebyar-4-540-sego-boran-lamongan-pecahkan-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2023 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[boran]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[pecahkan]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor]]></category>
		<category><![CDATA[sego]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan mengangkat kearifan lokal dengan menyuguhkan Pagelaran Kolosal Tari Boranan yang diikuti 1.569 penari dari tingkat pelajar, dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke-454. Selain itu, juga melaksanakan Gebyar Sego Boran 4.540 porsi di Alun-alun Kota Lamongan, Minggu (23/07/2023) tadi. Melalui kegiatan yang disuguhkan itu, Kabupaten Lamongan berhasil memecahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan mengangkat kearifan lokal dengan menyuguhkan Pagelaran Kolosal Tari Boranan yang diikuti 1.569 penari dari tingkat pelajar, dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke-454. Selain itu, juga melaksanakan Gebyar Sego Boran 4.540 porsi di Alun-alun Kota Lamongan, Minggu (23/07/2023) tadi.</p>



<p>Melalui kegiatan yang disuguhkan itu, Kabupaten Lamongan berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Bahkan, hal tersebut dikukuhkan dengan diberikannya Piagam Penghargaan MURI dengan Nomor 11.081-11.082/R.MURI/VII/2023, dari Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, yang diserahkan oleh perwakilan Tim MURI, Sri Widayati kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.</p>



<p>Disampaikan Sri Widayati, bahwa pencatatan Muri ditujukan untuk mengapresiasi karsa dan karya superlatif yang diciptakan oleh putra-putri Indonesia. Juga, sebagai sarana pencatat sejarah yang menginspirasi profesionalisme dan integritas generasi penerus bangsa.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sebelumnya, di Kabupaten Lamongan sendiri telah tercatat beberapa Rekor Muri, diantaranya pembuatan Wingko Babat terbesar, bakar ikan di atas kapal terbanyak, pembuatan tenun ikat colet terpanjang dan masih banyak lainnya. Ditambah, dengan pemecahan kali ini yakni Pagelaran Kolosal Tari Boran 1.569 peserta dan Gebyar 4.540 Sego Boran.</p>



<p>&#8220;Setelah diverifikasi, dilakukan penghitungan dan tepat dengan angka tersebut (1.569 penari dan 4.540 porsi Sego Boran). Sehingga, kegiatan ini luar biasa tentunya, sebagai wujud nyata dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal Handarbeni (memiliki), Hangrungkebi (mempertahankan), Nguri-uri (merawat, menjaga, melestarikan) kebudayaan asli Lamongan. Mengangkat kearifan lokal dari Kabupaten Lamongan, maka oleh Ketua Umum MURI, Bapak Jaya Suprana, Rekor MURI ini tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional namun dikukuhkan sebagai rekor dunia,&#8221; kata Sri Widayati.</p>



<p>Bupati Yuhronur Efendi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa Nasi Boranan merupakan kuliner budaya asli Lamongan yang sudah berlangsung lama. Kemudian, ini diekspresikan dalam bentuk tarian yang saat ini dijadikan sebagai muatan lokal untuk bisa ditarikan oleh seluruh siswa yang ada di Kabupaten Lamongan.</p>



<p>&#8220;Seiring dengan pencapaian Rekor MURI ini tentu kita akan semakin menegaskan bahwa Lamongan ini memiliki sebuah tarian yang sudah membudaya. Dan tentu di dalam Tarian Nasi Boran itu ada nilai-nilai filosofi yang merupakan nilai-nilai masyarakat Lamongan yakni kemandirian, loyal, nyaman, dan sebagainya, yang berusaha untuk ditunjukkan dalam bentuk tarian itu,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubikah, kegiatan bertajuk &#8216;Lamongan Menari&#8217; kolaborasi antara berbagai sektor (Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan) ini ditujukan untuk mengenalkan seni tradisi Tari Boranan kepada khalayak luas. &#8220;Seluruh Penari Boran yang ada di Kabupaten Lamongan ini adalah pelajar yang terdiri dari tingkat SD sebanyak 400 siswa, tingkat SMP 600 siswa, SMA/SMK 400 siswa, MA-MTS-MI sebanyak 169 siswa, total adalah 1.569 penari. Dimana angka tersebut adalah kita ambil dari semangat Hari Jadi Lamongan yang ditetapkan lahirnya di tahun 1569 M. Berikutnya kami juga menyajikan sejumlah 4.540 porsi Sego Boran yang berfilosofi dari umur Lamongan yang menginjak angka 454 tahun,&#8221; terang Siti Rubikah.<strong>&nbsp;(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194007</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
