<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kebakaran Hutan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kebakaran-hutan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Oct 2019 12:54:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kebakaran Hutan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hutan Lindung Ranuyoso Lumajang, Terbakar 19 Hektare</title>
		<link>https://memontum.com/hutan-lindung-ranuyoso-lumajang-terbakar-19-hektare</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2019 12:54:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 0821/06]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98403-hutan-lindung-ranuyoso-lumajang-terbakar-19-hektare</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Masyarakat Desa Alun-alun diimbau tingkatkan kewaspadaan terhadap pemicu yang menyebabkan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya saat musim kemarau panjang saat ini. Hal itu dikatakan Babinsa Alun Alun Koramil 0821/06 Ranuyoso Serka Zulhamdi usai memadamkan api di kawasan hutan lindung petak 12 lereng Gunung Plintang Desa Alun Alun Kecamatan Ranuyoso Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Masyarakat Desa Alun-alun diimbau tingkatkan kewaspadaan terhadap pemicu yang menyebabkan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya saat musim kemarau panjang saat ini. Hal itu dikatakan Babinsa Alun Alun Koramil 0821/06 Ranuyoso Serka Zulhamdi usai memadamkan api di kawasan hutan lindung petak 12 lereng Gunung Plintang Desa Alun Alun Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (21/10/2019).</p>
<p>“Cuaca panas dan angin kencang serta kondisi alang-alang dan semak belukar yang kering menyebakan api cepat menyebar dan sulit dipadamkan. Untuk itu, kami ibau agar masyarakat tingkatkan kewaspadaan,” ujarnya.</p>
<p>Zulhamdi juga menyampaikan, bahwa dirinya bersama dengan Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH), Polisi Hutan (Polhut), Mandor tanam dan staf Kecamatan Ranuyoso berupaya memadamkan api di kawasan hutan lindung dengan menggunakan peralatan sederhana.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Resort Pemangku Hutan Kecamatan Ranuyoso Dulmanap mengatakan, bahwa kawasan hutan lindung yang terbakar saat ini mencapai sekitar 19 hektare, dari jumlah baku lahan seluas 1.958,30 hektare.</p>
<p>Ia juga mengatakan, dengan menggunakan peralatan sederhana, pihaknya bersama petugas yang lain dan masyarakat dengan sigap berupaya memadamkan api agar tidak menyebar lebih luas.</p>
<p>“Tidak hanya berupaya melaksanakan pemadaman api, bersama petugas yang lain kita juga memberikan imbauan dan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap terjadinya karhutla, mengingat kemarau panjang dan cuaca ekstrim yang terjadi hingga saat ini,” pungkasnya.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hutan Terbakar, Jalur Pendakian ke Kawah Ijen Ditutup</title>
		<link>https://memontum.com/hutan-terbakar-jalur-pendakian-ke-kawah-ijen-ditutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2019 04:52:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[kawah ijen]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendakian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98315-hutan-terbakar-jalur-pendakian-ke-kawah-ijen-ditutup</guid>

					<description><![CDATA[Memontum.com Bondowoso &#8211; Kebakaran hutan yang terjadi disekitar kawasan Wisata Gunung Ijen sejak Sabtu sore (19/10/2019) menimbulkan banyak kerugian ,hingga saat ini api belum bisa dipadamkan hal ini diakibatkan kencangnya angin sehingga menyulitkan tim pemadam kebakaran. Akibatnya pendakian menuju kawah Ijen harus ditutup ,hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum.com Bondowoso </strong>&#8211; Kebakaran hutan yang terjadi disekitar kawasan Wisata Gunung Ijen sejak Sabtu sore (19/10/2019) menimbulkan banyak kerugian ,hingga saat ini api belum bisa dipadamkan hal ini diakibatkan kencangnya angin sehingga menyulitkan tim pemadam kebakaran.</p>
<p>Akibatnya pendakian menuju kawah Ijen harus ditutup ,hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Balai Besar Konservasi SDA Jawa Timur.</p>
<p>Menurut Abjadi Sekretaris BPBD Bondowoso ,sejak tanggal 20 Oktober 2019 Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Balai Besar Konservasi SDA Jawa Timur menyatakan penutupan sementara pendakian ke kawah Ijen.</p>
<p>Abjadi meminta para wisatawan untuk sementara tidak melakukan pendakian ke kawah Ijen.</p>
<p>&#8220;Kabarnya ditutup. Jadi masyarakat yang ingin kesana, jangan dulu sampai titik api betul-betul bisa padamkan,&#8221; kata Abjadi</p>
<p>Dikabarkan juga , Tim Reaksi Cepat (TRC) dan sejumlah tim dari Dinas sosial, Satpol PP, TNI dan Polri sejak kemaren berupaya memadamkan titik api kebakaran. proses pemadaman mengalami kesulitan karena angin kencang. Belum lagi, banyaknya pohon tumbang di sepanjang jalan menuju titik api.</p>
<p>&#8220;Belum diketahui penyebab kebakaran.Tapi memang faktor cuaca sangat mendukung meluasnya kebakaran,kami menjaga kebakaran agar api tidak semakin meluas,&#8221; Tuturnya sambil menunjukkan video tim BPBD melakukan pemadaman.</p>
<p>Sampai saat ini belum diketahui secara pasti berapa luas lahan yang terdampak kebakaran,namun titik kebakaran jauh dari pemukiman warga.</p>
<p>Menurut pantauan Memontum.com Bondowoso ,kebakaran terjadi di wilayah Bondowoso dan Banyuwangi,sehingga pemadaman dilakukan oleh tim gabungan dari Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. <strong>(Dul/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98315</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hutan Jati Banyuwangi Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/hutan-jati-banyuwangi-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2019 12:25:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91885-hutan-jati-banyuwangi-terbakar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kebakaran hutan dan lahan di petak (blok) 72a RPH Karetan, BKPH Karetan KPH Banyuwangi selatan, Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, diduga berasal dari puting rokok yang dibuang sembarangan sekelompok orang ketika melakukan perburuan. Kebakaran tersebut, melalap sekitar 0,65 hektar dari luas areal 13 hektar tanaman jati, Selasa (8/9/2019) siang. Kabid [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Kebakaran hutan dan lahan di petak (blok) 72a RPH Karetan, BKPH Karetan KPH Banyuwangi selatan, Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, diduga berasal dari puting rokok yang dibuang sembarangan sekelompok orang ketika melakukan perburuan.</p>
<p>Kebakaran tersebut, melalap sekitar 0,65 hektar dari luas areal 13 hektar tanaman jati, Selasa (8/9/2019) siang.</p>
<div id="attachment_91886" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-91886" decoding="async" class="size-full wp-image-91886" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190904-WA0058-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="TUGAS BERAT : Petugas Perhutani, BPBD dan Masyarakat saat memadamkan api di hutan jati, petak 72a RPH Karetan, BKPH Karetan, KPH Banyuwangi Selatan. (ist)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190904-WA0058-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190904-WA0058-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190904-WA0058-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190904-WA0058-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190904-WA0058-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-91886" class="wp-caption-text"><strong>TUGAS BERAT : Petugas Perhutani, BPBD dan Masyarakat saat memadamkan api di hutan jati, petak 72a RPH Karetan, BKPH Karetan, KPH Banyuwangi Selatan. (ist)</strong></p></div>
<p>Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Banyuwangi, Eka Muharam menjelaskan, pihaknya melakukan kegiatan bersama patroli preventif bersama KRPH Karetan, Mandor, Potter, serta anggota LMDH Sidomulyo dan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Pada saat melakukan patroli rutin di petak 72a telah terjadi kebakaran,&#8221; ujar Eka Muharam, Rabu (4/9/2019) siang.</p>
<p>Melihat adanya kobaran api di areal tanaman jati tersebut, pihaknya bersama dengan tim patroli bersama masyarakat setempat langsung bergerak cepat, memadamkan api.</p>
<p>&#8220;Dengan alat seadanya, kami memadamkan api yang ada dipermukaan tanah itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Eka Muharam, untuk memadamkan api tidak dibutuhkan waktu yang lama. Pemadam api tersebut hanya membutuhkan waktu 30 menit.</p>
<p>&#8220;Tidak sampai setengah jam, api tersebut sudah bisa dipadamkan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lanjut Kabid Kedaruratan dan Logistik, ditaksir kerugian akibat kebakaran tersebut sekitar Rp. 14,6 ribu.</p>
<p>&#8220;Tak Siran kerugian akibat kebakaran hutan itu, tidak sampai Rp 15 ribu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kabid Kedaruratan dan Logistik mengimbau kepada masyarakat yang ada disekitar hutan, agar lebih berhati-hati membuang puntung rokok atau benda-benda lain yang mudah terbakar, agar hutan di wilayah Banyuwangi ini aman.</p>
<p>&#8220;Dalam hutan itu, tidak hanya tumbuh-tumbuhan tapi didalamnya juga banyak binatang, seperti ayam hutan, merak, serta hewan lainnya, mari kita jaga bersama hutan kita,&#8221; harapnya.<strong> (tut/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91885</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Distech, Solusi Pencegahan Kebakaran Hutan</title>
		<link>https://memontum.com/distech-solusi-pencegahan-kebakaran-hutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2019 10:39:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Distech]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/86420-distech-solusi-pencegahan-kebakaran-hutan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Indonesia terletak di garis khatulistiwa, memiliki dua siklus musim setiap tahun, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Saat musim kemarau suhu udara meningkat, sehingga beberapa wilayah dengan titik api (hot spot). Terutama lahan gambut berpotensi tinggi terjadi kebakaran hutan. Padahal kawasan hutan Indonesia terbilang sangat luas, sehingga resiko kebakaran hutan pun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Indonesia terletak di garis khatulistiwa, memiliki dua siklus musim setiap tahun, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Saat musim kemarau suhu udara meningkat, sehingga beberapa wilayah dengan titik api (hot spot). Terutama lahan gambut berpotensi tinggi terjadi kebakaran hutan. Padahal kawasan hutan Indonesia terbilang sangat luas, sehingga resiko kebakaran hutan pun cukup besar.</p>
<p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.710 bencana telah terjadi sepanjang tahun 2017 hingga 2019. Di antaranya kebakaran hutan dan lahan sebanyak 110 kejadian dengan kerusakan lahan dan hutan sebesar 332 hektar. Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya kebakaran hutan tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) menciptakan DISTECH (Disaster Detection Technology).</p>
<p>Inovasi Distech merupakan teknologi pendeteksi bencana berbasis IoT sebagai upaya mengurangi dampak kebakaran hutan. Distech terdiri dari dua bagian utama, yaitu Sensor Node dan Server Node. Sensor Node terdiri dari sensor api, sensor gas, dan sensor suhu yang diletakkan pada titik-titik tertentu di dalam hutan. Sedangkan Server Node diletakkan di daerah sekitar hutan atau pemukiman yang memiliki jaringan internet.</p>
<p>&#8220;Data yang telah dibaca oleh Sensor Node akan dikirimkan ke Server Node dengan menggunakan radio frekuensi (LoRa). Distech menggunakan sistem pengiriman point to point untuk mengefektifkan kinerjanya,&#8221; jelas Bagas Priyo Hadi Wibowo, anggota tim Distech bersama kedua rekannya, Rizka Sisna Riyanti, dan Muhammad Kholifa Bihaque.</p>
<p>Selanjutnya, data yang diterima Server Node akan di-upload ke IoT Platform dan dapat dipantau kapanpun dan dimanapun (realtime), melalui aplikasi android dan web-based database selama terkoneksi dengan internet. Distech juga dilengkapi dengan sistem peringatan ketika mendeteksi adanya tanda-tanda terjadinya kebakaran hutan.</p>
<p>“Semoga inovasi ini bisa dimanfaatkan sebagai pencegahan bencana, sehingga dapat mengurangi dampak dan potensi terjadinya bencana kebakaran hutan, utamanya di Indonesia,” tambah Bagas, mendampingi dosen pembimbing Eka Maulana ST., MT., M.Eng., sebelum berjuang ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXII Agustus 2019 mendatang. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">86420</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapolres Mojokerto Bermalam di Lereng Penanggungan, Pantau Kebakaran Hutan</title>
		<link>https://memontum.com/kapolres-mojokerto-bermalam-di-lereng-penanggungan-pantau-kebakaran-hutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2018 17:08:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Penanggungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[polres mojokerto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=58487</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Musim kemarau yang berkepanjangan menyisakan beberapa permasalahan yang terjadi. Setelah beberapa saat lalu terjadi bencana kekeringan di Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro saat ini terjadi Bencana Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Area Gunung Penanggungan pada Senin (1/10/2018). Kronologis kebakaran berdasarkan informasi dari masyarakat, sekitar pukul 16.30 wib terjadi Kebakaran hutan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Musim kemarau yang berkepanjangan menyisakan beberapa permasalahan yang terjadi. Setelah beberapa saat lalu terjadi bencana kekeringan di Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro saat ini terjadi Bencana Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Area Gunung Penanggungan pada Senin (1/10/2018).</p>
<p>Kronologis kebakaran berdasarkan informasi dari masyarakat, sekitar pukul 16.30 wib terjadi Kebakaran hutan dan lahan safana (gambut) dengan titik api berasal dari sisi utara puncak penanggungan di petak 1. Selanjutnya api melebar ke arah barat dan timur dengan luas baku 8600 Ha kawasan hutan lindung masuk administratif Pemerintah Desa Kunjorowesi Kec Ngoro dan petak 18 wilayah Trawas Mojokerto, yang terbakar ± 40 Ha, </p>
<p>Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos S.I.K MH. bersama beberapa pejabat utama tiba di lereng gunung penanggungan tepat nya di Curah, atas Desa Kedungwudi Kec.Trawas Kab.Mojokerto sekitar pukul 23.00 WIB. Jalur yang terjal dan curam sulit di tempuh membuat upaya pemadaman menjadi terhambat.</p>
<p>“Sampai saat ini Polri bersinergi dengan TNI, Perhutani, BPBD, Relawan dan masyarakat masih bekerja keras melakukan pemadaman dengan membuat ilaran menggunakan alat berupa sabit, kebyok, senter dan menggunakan alat komunikasi dg HP dan HT”. Ungkap Kapolres Mojokerto. Hingga pukul 02.00 WIB Pada Selasa (2/10/2018) Kapolres Mojokerto masih berada ditengah-tengah anggotanya guna memberikan motivasi.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58487</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akibat Puntung Rokok, Hutan Jati Gunung Geger Pagak Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/akibat-puntung-rokok-hutan-jati-gunung-geger-pagak-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2018 14:10:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Geger]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Pagak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/54436-akibat-puntung-rokok-hutan-jati-gunung-geger-pagak-terbakar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) terjadi di Gunung Geger Desa Gampingan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Selasa (4/9/2018)siang tadi.Kawasan tersebut masuk area Perhutani petak 12 RPH Rejosari KPH Malang Kecamatan Pagak Kabupaten. Sebanyak dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari PT. Ekamas Fortune dan Pemkab Malang diterjunkan ke lokasi. Menurut keterangan Kepala Industrial Safety [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211;  Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) terjadi di Gunung Geger Desa Gampingan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Selasa (4/9/2018)siang tadi.Kawasan tersebut masuk area Perhutani petak 12 RPH Rejosari KPH Malang Kecamatan Pagak Kabupaten. </p>
<p>Sebanyak dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari PT. Ekamas Fortune dan Pemkab Malang diterjunkan ke lokasi. Menurut keterangan Kepala Industrial Safety PT. Ekamas Fortune M. Joko Apriyanto, pihaknya mendapat kabar dari Camat Pagak bahwa telah terjadi kebakaran hutan lahan di lokasi tersebut pada pukul 13.05 WIB.</p>
<p> Mendapat kabar tersebut petugas damkar dari PT. Ekamas Fortune langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesampai di lokasi kejadian dengan sigap petugas langsung berupaya memadamkan api yang masih berkobar. Api baru bisa dijinakan setelah petugas damkar berupaya memadamkan selama kurang lebih 15 menit. Sementara itu, Joko memperkirakan lahan yang terbakar saat kejadian tersebut kurang lebih 1/2 hektare. </p>
<p>&#8220;Kemungkinan saat ini, api berasal dari pengguna jalan yang membuang putung rokok sembarangan di area tersebut,&#8221; ujar Joko. </p>
<p>Setelah melakukan upaya pemadaman, petugas damkar dan beberapa personel dari Kepolisian, TNI, Polisi Hutan (Polhut) akan melakukan penyisiran untuk mengantisipasi kemungkinan masih ada beberapa titik yang belum aman. Sementara itu, dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa dan lalu lintas masih terlihat lancar meski ada beberapa warga yang berhenti untuk melihat lokasi kebakaran.<strong>(Sur/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">54436</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
