<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kebangsaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kebangsaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Feb 2026 12:27:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kebangsaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir</title>
		<link>https://memontum.com/anggota-satgas-tmmd-kediri-beri-materi-wawasan-kebangsaan-untuk-siswa-mi-al-munir</link>
					<comments>https://memontum.com/anggota-satgas-tmmd-kediri-beri-materi-wawasan-kebangsaan-untuk-siswa-mi-al-munir#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[al-munir]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[materi]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas]]></category>
		<category><![CDATA[wawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230567</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Anggota Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri dari Yonif 512/QY, Praka Dodik, memberikan materi wawasan kebangsaan kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Munir, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Sabtu (28/02/2026) tadi. Kegiatan itu, merupakan bagian dari program non fisik TMMD yang bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Anggota Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri dari Yonif 512/QY, Praka Dodik, memberikan materi wawasan kebangsaan kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Munir, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Sabtu (28/02/2026) tadi. Kegiatan itu, merupakan bagian dari program non fisik TMMD yang bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada generasi muda, khususnya para pelajar di wilayah sasaran program.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Praka Dodik menyampaikan materi wawasan kebangsaan dengan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghormati perbedaan. Termasuk, menumbuhkan semangat kebhinekaan sejak usia dini.</p>



<p>Disampaikannya, pembekalan wawasan kebangsaan kepada pelajar merupakan salah satu upaya untuk membangun karakter generasi muda agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. &#8220;Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak sejak dini. Dengan memahami wawasan kebangsaan, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki rasa nasionalisme dan semangat menjaga persatuan bangsa,&#8221; kata Dodik.</p>



<p>Dalam penyampaian materi itu, disampaikan secara sederhana dan komunikatif. Sehingga, mudah dipahami oleh para siswa. Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga diajak berdialog serta menjawab pertanyaan seputar nilai-nilai kebangsaan sehingga suasana belajar berlangsung lebih interaktif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-127 dari Brigif 16 Wira Yudha, Lettu Inf Sunarno, mengatakan bahwa kegiatan pembekalan wawasan kebangsaan merupakan bagian dari upaya pembinaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di desa lokasi TMMD. Sementara TMMD sendiri, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti infrastruktur desa, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan edukasi.</p>



<p>&#8220;TMMD bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat. Melalui materi wawasan kebangsaan ini, kami berharap anak-anak memiliki semangat nasionalisme dan kedisiplinan sejak dini,&#8221; ujar Lettu Inf Sunarno.</p>



<p>Sementara itu, Kepala MI Al-Munir Desa Gadungan, Triono, menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukatif yang dilakukan oleh Satgas TMMD di sekolahnya. &#8220;Kehadiran anggota TNI memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa karena mereka dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai nilai-nilai kebangsaan dari prajurit TNI,&#8221; urainya.</p>



<p>Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Dengan materi ini, siswanya mendapatkan tambahan wawasan tentang nasionalisme dan cinta tanah air yang sangat penting bagi pembentukan karakter.</p>



<p>Dirinya berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan selama pelaksanaan TMMD berlangsung. Sehingga, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik di sekolah, tetapi juga penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal di masa depan. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/anggota-satgas-tmmd-kediri-beri-materi-wawasan-kebangsaan-untuk-siswa-mi-al-munir/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230567</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Denny Caknan dan Gus Miftah Hibur Warga Jember dalam Konser Kebangsaan 2025</title>
		<link>https://memontum.com/denny-caknan-dan-gus-miftah-hibur-warga-jember-dalam-konser-kebangsaan-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[caknan]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Konser]]></category>
		<category><![CDATA[miftah,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227491</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait dan istri, bersama ribuan masyarakat menikmati pertunjukan Konser Kebangsaan 2025 di Alun-Alun Jember, Kamis (06/11/2025) tadi. Konser tersebut, menghadirkan perpaduan antara hiburan musik dan siraman rohani dalam semangat menumbuhkan rasa persatuan serta syukur atas keberagaman. Penyanyi ambyar, Denny Caknan, Lala Widy dan Cak Sodiq, tampil memukau di atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait dan istri, bersama ribuan masyarakat menikmati pertunjukan Konser Kebangsaan 2025 di Alun-Alun Jember, Kamis (06/11/2025) tadi. Konser tersebut, menghadirkan perpaduan antara hiburan musik dan siraman rohani dalam semangat menumbuhkan rasa persatuan serta syukur atas keberagaman.</p>



<p>Penyanyi ambyar, Denny Caknan, Lala Widy dan Cak Sodiq, tampil memukau di atas panggung, diselingi tausiah penuh pesan kebangsaan dari Gus Miftah. Sebelum acara, Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.</p>



<p>“Konser Kebangsaan ini adalah milik kita semua. Ajang untuk berkumpul, bersatu dan merayakan semangat kebangsaan di Jember. Mari kita jaga terus kebersamaan ini,” kata Bupati Fawait, sebelum memulai acara.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat giliran Denny Caknan tampil, ribuan penonton pun terhanyut dan ikut menyanyikan lagu-lagu andalan penyanyi yang berasal dari Ngawi ini. Artis cantik Lala Widy dan lawakan Cak Sodiq Cs, turut menambah semarak suasana malam itu.</p>



<p>Sementara itu, Gus Miftah menyampaikan tausiah singkat yang menekankan pentingnya memantaskan diri di hadapan Allah SWT dan menebar kebaikan kepada sesama sebagai wujud nilai kebangsaan. Tausiah tersebut, disambut khidmat oleh warga yang memadati area Alun-alun. Konser Kebangsaan sendiri, ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai wadah mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227491</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Yuhronur Pimpin Apel Kebangsaan dan Doa Bersama Jogo Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-yuhronur-pimpin-apel-kebangsaan-dan-doa-bersama-jogo-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[yuhronur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225735</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemkab Lamongan bersinergi dengan TNI, Polri, organisasi masyarakat, hingga pelajar, mengikuti gelaran Apel Kebangsaan dan Doa Bersama Jogo Lamongan, di Alun-Alun Lamongan, Kamis (04/09/2025) tadi. Apel kebangsaan dan doa bersama yang digelar tersebut, merupakan penegasan komitmen Jogo Lamongan di tengah dinamika sosial penyampaian pendapat di depan umum, yang berujung provokasi hingga menyebabkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemkab Lamongan bersinergi dengan TNI, Polri, organisasi masyarakat, hingga pelajar, mengikuti gelaran Apel Kebangsaan dan Doa Bersama Jogo Lamongan, di Alun-Alun Lamongan, Kamis (04/09/2025) tadi. Apel kebangsaan dan doa bersama yang digelar tersebut, merupakan penegasan komitmen Jogo Lamongan di tengah dinamika sosial penyampaian pendapat di depan umum, yang berujung provokasi hingga menyebabkan tindakan anarkis.</p>



<p>Dalam apel itu, bertindak sebagai pembina apel, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Di kesempatan itu, dirinya mengatakan bahwa komitmen yang upayakan merupakan bentuk kontribusi menjaga stabilitas sosial NKRI. Karena untuk mewujudkan stabilitas sosial, diperlukan keterlibatan dari lingkup paling kecil, mulai dari keluarga, RT, RW, desa, hingga kabupaten.</p>



<p>&#8220;Apel dan doa bersama menjadi wujud nyata komitmen bersama bahwa menjaga kondusifitas NKRI adalah tanggung jawab bersama. Apresiasi untuk seluruh elemen masyarakat yang terus menunjukan komitmen menjaga stabilitas sosial,&#8221; kata Bupati Lamongan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Lamongan, ini mengungkapkan realisasi komitmen menjaga stabilitas sosial tidak hanya untuk menciptakan keamanan, kenyamanan dan harmonisasi sosial. Melainkan, kondusifitas sosial juga memberikan dukungan akan keberlangsungan pembangunan dan pelayanan masyarakat yang maksimal di Lamongan.</p>



<p>Bupati Yuhronur juga menyampaikan, bahwa Pemkab Lamongan terus menerima aspirasi publik, namun harus disampaikan secara damai tanpa adanya anarkisme. Selain melangsungkan Apel Kebangsaan dan Doa Bersama Jogo Lamongan, juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban Lamongan oleh Bupati Lamongan, Ketua OPD, Kapolres Lamongan, Dandim 0812, organisasi masyarakat, BEM Joko Tingkir, hingga pelajar Lamongan. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pelaksanaan Gebyar Pembauran Kebangsaan, Wali Kota Malang Ingatkan Persatuan dan Hubungan Antar Suku</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-pelaksanaan-gebyar-pembauran-kebangsaan-wali-kota-malang-ingatkan-persatuan-dan-hubungan-antar-suku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[pembauran]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225341</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang menggelar Gebyar Pembauran Kebangsaan di Malang Town Square (Matos), Sabtu (23/08/2025) tadi. Kegiatan ini digelar, dalam rangkaian Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus memperkuat semangat kebhinekaan dan persatuan antar suku di Kota Malang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam pelaksanaan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang menggelar Gebyar Pembauran Kebangsaan di Malang Town Square (Matos), Sabtu (23/08/2025) tadi. Kegiatan ini digelar, dalam rangkaian Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus memperkuat semangat kebhinekaan dan persatuan antar suku di Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam pelaksanaan itu mengapresiasi peran FPK dalam menyatukan keberagaman suku dan budaya melalui kegiatan. Karenanya, momentum ini sangat pas karena bertepatan dengan rangkaian perayaan kemerdekaan.</p>



<p>“Forum Pembauran Kebangsaan ini sangat penting, apalagi dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti yang dilakukan Pak Presiden dengan mengenakan wastra nusantara, di sini pun kita mengenakan wastra nusantara asli dari suku-suku di Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya berharap, bahwa kegiatan seperti ini semakin mempererat hubungan antar suku di tengah keberagaman. “Dengan kegiatan seperti ini, kita berharap bisa menyatukan dan memperkuat hubungan antarsuku. Kita tahu NKRI adalah satu. Jangan sampai ada kejadian seperti di luar negeri, negara-negara yang terpecah. Kita harus tetap kompak,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan ini, Wali Kota Wahyu mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah, terutama di media sosial. “Sekarang banyak media yang tidak bertanggung jawab, menyerang kita dengan isu suku, ras dan agama. Tapi kita harus tetap satu, karena kita punya satu kedaulatan, satu keinginan untuk menjaga NKRI,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua FPK Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman, mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas keutuhan NKRI yang tetap terjaga meskipun dihuni oleh berbagai suku dan budaya. “Puji syukur kepada Allah SWT karena hari ini kita bisa merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggunakan kekayaan Indonesia, yaitu adat, istilah, dan budaya yang beraneka ragam. Ini patut kita syukuri, karena Indonesia masih bisa mempertahankan kemerdekaan dan negaranya,” ungkapnya.</p>



<p>Lebih lanjut Fuad menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Malang yang telah melantik kepengurusan FPK pada bulan lalu. Dirinya juga menekankan, bahwa FPK merupakan wadah komunikasi antar suku yang ada di Kota Malang.</p>



<p>“Kami ingin menjadikan Kota Malang benar-benar sebagai rumah kita bersama, rumah bagi semua golongan. Insyaallah kami akan bersungguh-sungguh mengawal Bapak Wali Kota agar Kota Malang menjadi kota berkelas,” tambahnya.</p>



<p>Suasana acara pun semakin meriah, dengan kehadiran peserta dari berbagai suku di Indonesia yang mengenakan busana adat khas daerah masing-masing. Berbagai kesenian tradisional, seperti tarian, musik daerah, dan atraksi budaya, ditampilkan secara bergantian, menampilkan keindahan wastra nusantara yang memikat. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225341</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pelajar SMP hingga SMA Sederajat di Banyuwangi Meriahkan Parade Karnaval Kebangsaan</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-pelajar-smp-hingga-sma-sederajat-di-banyuwangi-meriahkan-parade-karnaval-kebangsaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[sederajat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sebanyak 1000 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi, berhasil tampil memukau menyajikan keragaman budaya Indonesia melalui kostum, seni tari dan teatrikal dalam Parade Karnaval Kebangsaan, yang digelar Pemkab Banyuwangi dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Dalam parade itu, ada yang mempresentasikan adat Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Bali, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sebanyak 1000 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi, berhasil tampil memukau menyajikan keragaman budaya Indonesia melalui kostum, seni tari dan teatrikal dalam Parade Karnaval Kebangsaan, yang digelar Pemkab Banyuwangi dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Dalam parade itu, ada yang mempresentasikan adat Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Bali, Madura, Banten, Lombok, Sunda dan beragam budaya lain di Tanah Air.&nbsp;</p>



<p>“Karnaval ini menjadi cara untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Lewat karnaval ini, kita ajak anak-anak Banyuwangi untuk mengenal Indonesia lebih jauh dengan menunjukkan keragaman seni budaya nusantara,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p>Disampaikan Bupati Ipuk, karnaval kebangsaan juga menjadi cara untuk memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh elemen di Banyuwangi. Terlebih, Banyuwangi adalah daerah majemuk yang menjadi rumah bagi masyarakat dari beragam suku dan agama.</p>



<p>“Jadikan momen ini untuk merawat ke-bhinnekaan. Keragaman dalam masyarakat jangan menjadi halangan, namun jadikan ini kekuatan untuk membangun Banyuwangi,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam rangkaian karnaval Kebangsaan tersebut, diawali dengan penampilan apik grup drumband, yang diikuti barisan pembawa bendera merah putih. Kemudian, dilanjutkan barisan kontingen dengan aneka kostum yang memvisualisasikan keragaman Indonesia.</p>



<p>Tidak kalah menarik, sajian fragmen yang mengisahkan beragam tradisi dari berbagai daerah juga tampil di acara itu. Seperti Kontingen SMP 3 Banyuwangi, yang mengusung tema adat Sulawesi Selatan. Selain kostum khas, kontingen ini juga menyuguhkan tradisi Mappadendang, sebuah ritual masyarakat Bugis sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah.</p>



<p>Disusul, devile SMPN I Banyuwangi yang menampilkan budaya Bali. Mulai kostum, prosesi melasti (upacara adat penyucian diri umat Hindu), hingga sajian tari Kecak yang menceritakan kisah Calon Arang disajikan secara apik oleh peserta.</p>



<p>Suguhan apik para kontingen tersebut, menjadi tontonan menarik bagi ribuan warga yang sengaja memadati sepanjang rute karnaval, dari Kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan. Salah satunya Laila, yang mengaku selalu antusias menunggu acara karnaval setiap tahunnya.</p>



<p>“Ini acara agustusan yang paling saya tunggu. Selain senang lihat paradenya, saya juga bisa menambah wawasan tentang keragaman seni budaya Indonesia,’’ kata Laila. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224991</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Raker Komisi IV DPRD Trenggalek Tekankan Lagu Kebangsaan di Sekolah hingga Pengelolaan Fasilitas Publik</title>
		<link>https://memontum.com/raker-komisi-iv-dprd-trenggalek-tekankan-lagu-kebangsaan-di-sekolah-hingga-pengelolaan-fasilitas-publik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224837</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Komisi IV DPRD Trenggalek mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme kepada generasi muda sejak dini. Langkah ini dinilai penting, demi memperkuat rasa cinta tanah air di tengah arus globalisasi yang kian deras. Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarudin, menyampaikan hal tersebut seusai menggelar rapat kerja bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Komisi IV DPRD Trenggalek mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme kepada generasi muda sejak dini. Langkah ini dinilai penting, demi memperkuat rasa cinta tanah air di tengah arus globalisasi yang kian deras.</p>



<p>Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarudin, menyampaikan hal tersebut seusai menggelar rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra dalam agenda pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026. &#8220;Salah satu cara efektif membangun semangat kebangsaan adalah dengan memutar lagu-lagu nasional, sebelum jam pelajaran dimulai di setiap sekolah, khususnya di jenjang SMP negeri maupun swasta. Kita juga mendorong setiap sekolah memiliki grup paduan suara yang membawakan lagu-lagu kebangsaan secara rutin,&#8221; ungkapnya, Senin (11/08/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, dirinya juga menyoroti pentingnya perhatian bagi pendidik di jenjang PAUD dan TK, dengan memberikan tambahan penghasilan bulanan. Menurutnya, lembaga pendidikan anak usia dini adalah pondasi pembentuk generasi unggul.</p>



<p>Sukarudin turut mengungkapkan, adanya potensi empat sekolah TK swasta untuk dinegerikan. Namun, dirinya mengingatkan agar langkah tersebut tidak mengorbankan guru tetap yayasan (GTY).</p>



<p>“Kita akan mencari solusi agar GTY tetap bisa mengajar, sebab jika semua guru harus berstatus negeri, mereka bisa kehilangan pekerjaannya,” kata Sukarudin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Politisi PKB itu menyoroti minimnya guru muatan lokal (mulok) Bahasa Jawa di sekolah-sekolah di Trenggalek. Dirinya mendorong alokasi anggaran untuk workshop guru dan penugasan pengajar mulok Bahasa Jawa, sekaligus mendukung anggaran tambahan bagi pendidik PAUD dan pendampingan Madrasah Diniyah (Madin).</p>



<p>&#8220;Hibah Madin tidak hanya untuk operasional Madin, tapi juga termasuk insentif guru swasta. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, dirinya juga mengusulkan agar kolam renang milik daerah tidak lagi dikelola pihak ketiga, melainkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga. Sukarudin menilai, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai wahana pendidikan sekaligus mendukung pendapatan asli daerah (PAD).</p>



<p>“Kalau anak-anak ingin kursus renang berstandar, mereka harus ke Tulungagung. Padahal kita punya fasilitas. Maka ini lebih baik dikelola oleh dinas,” papar Sukarudin.</p>



<p>Pembahasan KUA-PPAS ini, yang terpenting program-program dari OPD masuk dan tidak terlewat saat pembahasan APBD 2026. Mengingat semua itu adalah kebutuhan yang sangat penting. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224837</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wamen Pertanian dam Bupati Jember Ikuti Apel Kebangsaan Salawat Tani di Lapangan Ajungan</title>
		<link>https://memontum.com/wamen-pertanian-dam-bupati-jember-ikuti-apel-kebangsaan-salawat-tani-di-lapangan-ajungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajungan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[salawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223874</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Wakil Menteri (Wamen) Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, menghadiri kegiatan Apel Kebangsaan Salawat Tani, yang digelar di Lapangan Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jumat (11/07/2025) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, menjadi rangkaian penutup kunjungan kerja (Kunker) Wamen Pertanian di Kabupaten Jember, untuk meninjau langsung aktivitas pertanian dan bertemu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Wakil Menteri (Wamen) Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, menghadiri kegiatan Apel Kebangsaan Salawat Tani, yang digelar di Lapangan Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jumat (11/07/2025) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, menjadi rangkaian penutup kunjungan kerja (Kunker) Wamen Pertanian di Kabupaten Jember, untuk meninjau langsung aktivitas pertanian dan bertemu para petani.</p>



<p>Dalam acara yang dihadiri ribuan masyarakat dan pelaku pertanian tersebut, disampaikan sejumlah capaian dan program prioritas pemerintahan Presiden, Prabowo Subianto, yang mulai dirasakan langsung oleh petani dan warga Jember. &#8220;Saya masih ingat dahulu, sebelum Presiden Prabowo, pupuk sulit. Hari ini pupuknya sudah tidak sulit, betul? Dahulu, harga gabah dibeli seenaknya. Hari ini harga gabah sudah minimal Rp 6.500, betul? Dahulu belum ada program makan siang bergizi, sekarang MBG (Makanan Bergizi Gratis) sudah mulai jalan di Kabupaten Jember,&#8221; kata Bupati Fawait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa ke depan program-program prioritas lainnya seperti Sekolah Rakyat (SR), asrama siswa, makan bergizi, hingga tunjangan bagi tokoh pengajian akan terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mensukseskan seluruh program nasional, termasuk ketahanan pangan, bantuan sosial dan peningkatan kualitas pendidikan berbasis kearifan lokal.</p>



<p>&#8220;Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo demi terwujudnya Jember Baru, Jember Maju dan Indonesia Emas 2045,&#8221; papar Bupati Fawait. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223874</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Buka Pelaksanaan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Kerukunan Umat Beragama</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-buka-pelaksanaan-penguatan-wawasan-kebangsaan-dan-kerukunan-umat-beragama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[wawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217412</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, membuka kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Kerukunan Umat Beragama dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Ruang Rapat Panji Pulangjiwo Lantai II, Senin (09/12/2024) tadi. Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Malang serta Tokoh Pemuda Lintas Agama se-Kabupaten Malang. Kegiatan ini, menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, membuka kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Kerukunan Umat Beragama dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Ruang Rapat Panji Pulangjiwo Lantai II, Senin (09/12/2024) tadi. Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Malang serta Tokoh Pemuda Lintas Agama se-Kabupaten Malang.</p>



<p>Kegiatan ini, menjadi sebuah agenda yang sangat penting dalam rangka memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, bahasa dan agama. Keberagaman inilah, yang selanjutnya menjadi anugerah dan harus kita syukuri serta rawat bersama.</p>



<p>Namun demikian, menjaga harmoni di tengah keberagaman ini bukanlah tugas yang ringan. Dibutuhkan kesadaran kolektif, komitmen, dan upaya nyata dari semua pihak, khususnya para tokoh agama yang memiliki peran strategis sebagai panutan dan pembimbing moral di masyarakat.</p>



<p>Keberadaan forum dialog seperti ini, menjadi sangat relevan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan kita sebagai satu kesatuan bangsa. Wawasan kebangsaan yang kokoh, berpadu dengan semangat toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan, adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah memprakarsai dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Saya berharap, dialog ini tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi pandangan dan pengalaman, tetapi juga menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret dalam memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Malang,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p>Selanjutnya, kepada para tokoh agama yang hadir pada kesempatan itu, Bupati Malang mengajak untuk terus menjadi pilar kerukunan, penyebar nilai-nilai kedamaian dan teladan dalam memupuk sikap saling menghormati di tengah masyarakat. &#8220;Bersama-sama, mari kita jaga semangat persatuan dan kebangsaan sebagai warisan luhur yang harus terus kita rawat demi generasi mendatang. Selanjutnya, saya berharap semoga dialog ini dapat membawa manfaat besar bagi kita semua dan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Malang yang aman, damai, dan sejahtera,&#8221; tambah Bupati Sanusi.</p>



<p>Terakhir, Bupati Sanusi mengatakan bahwa memelihara kerukunan antar umat beragama harus terus didukung oleh penguatan kelembagaan, baik itu secara internal maupun eksternal. Dalam hal ini, fungsi koordinasi, konsultasi, komunikasi dan sinergitas tersebut harus berjalan dengan baik dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, juga aparat pemerintah selaku pemegang kebijakan.</p>



<p>&#8220;Sinergitas tersebut, diharapkan dapat meningkatkan toleransi. Sehingga, terwujud kerukunan antar umat beragama, juga menghindari konflik yang bernuansa agama maupun konflik sara lainnya,&#8221; ujarnya. <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217412</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kemajemukan Suku, Budaya dan Tradisi, Banyuwangi Hadirkan Festival Kebangsaan</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kemajemukan-suku-budaya-dan-tradisi-banyuwangi-hadirkan-festival-kebangsaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[kemajemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216591</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kemajemukan suku, budaya dan tradisi di Kabupaten Banyuwangi, dikemas apik dalam Festival Kebangsaan yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan. Berlangsung selama dua hari, yakni 15 hingga 16 November, tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Kembang Setaman Harmoni Nusantara’. Tema ini, menggambarkan sebuah taman yang banyak ditumbuhi bunga warna-warni yang elok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kemajemukan suku, budaya dan tradisi di Kabupaten Banyuwangi, dikemas apik dalam Festival Kebangsaan yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan. Berlangsung selama dua hari, yakni 15 hingga 16 November, tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Kembang Setaman Harmoni Nusantara’.</p>



<p>Tema ini, menggambarkan sebuah taman yang banyak ditumbuhi bunga warna-warni yang elok dan indah untuk dilihat. Tema tersebut bukan tanpa alasan, itu karena warga di Banyuwangi, terdiri dari berbagai suku. Mulai dari Suku Using, Mandar, Jawa, Bali, Madura serta etnis Tionghoa dan Arab.</p>



<p>&#8220;Mengutip lirik dari lagu Umbul-umbul Blambangan, Banyuwangi adalah tamansari nusantara yang berarti miniaturnya Indonesia. Kerukunan ini kemudian kami bungkus dengan Festival Kebangsaan ini,&#8221; kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Sabtu (16/11/2024) malam.</p>



<p>Beragam seni budaya dari berbagai suku tersebut, ditampilkan dengan apik dalam sebuah panggung festival. Hadir dalam pelaksanaan itu, berbagai tokoh masyarakat, budayawan dan pemuda yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).</p>



<p>“Beragam suku yang ada di Banyuwangi, itu memperkaya tradisi seni dan budaya Banyuwangi yang tentunya menjadi modal sosial untuk membangun Banyuwangi. Kerukunan antar etnis Ini harus kita rawat dengan baik,” kata Plt Bupati Sugirah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Banyak etnis lain, selain Suku Osing, yang juga sarat sejarah dan sampai saat ini masih eksis keberadaannya hingga kini. Seperti Suku Tionghoa, yang ada di Banyuwangi. Berasal dari Fukkien Selatan, mata pencaharian mereka adalah berdagang sesuai daerah asalnya. Keberadaannya bisa ditelusuri di daerah pecinan, Karangrejo.</p>



<p>Selain itu, juga ada Suku Mandar. Dikutip dari berbagai sumber, para pelaut Mandar mulai berdatangan ke Banyuwangi, yang dahulu disebut Blambangan, mulai abad 18 hingga 19. Tujuan utamanya untuk berdagang.&nbsp;</p>



<p>Awalnya mereka tinggal di Ulupampang, yang sekarang dikenal Muncar bersama para pedagang lain dari Bugis, Melayu, Tionghoa dan Arab. Kebijakan kolonial Belanda yang mengharuskan pemukiman berdasarkan etnis, membuat mereka harus pindah. Mereka lalu mendiami pesisir Pantai Boom, yang kini dikenal sebagai Kampung Mandar.</p>



<p>Plt Bakesbangpol Banyuwangi, Agus Mulyono, menjelaskan selain malam puncak Festival Kebangsaan, sebelumnya juga digelar show kebangsaan dan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti aneka kuliner khas etnis, lagu-lagu daerah, tarian antar ethnis hingga drama tari nusantara &#8216;Kembang Setaman&#8217;.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, di Banyuwangi sudah tercipta kerukunan antar suku dan etnis serta festival ini untuk memperkuat serta memelihara silaturahmi antar etnis dan suku,” ujar Agus. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216591</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
