<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kebanjiran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kebanjiran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2026 09:42:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kebanjiran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang Hari Raya Idul Adha, Penjual Hewan Kurban di Pasuruan Kebanjiran Pembeli</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-hari-raya-idul-adha-penjual-hewan-kurban-di-pasuruan-kebanjiran-pembeli</link>
					<comments>https://memontum.com/jelang-hari-raya-idul-adha-penjual-hewan-kurban-di-pasuruan-kebanjiran-pembeli#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232609</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Mendekati Hari Raya Idul Adha, lapak-lapak penjualan hewan kurban di Kota dan Kabupaten Pasuruan, mulai kebanjiran pembeli. Momen tahunan ini, membawa berkah tersendiri bagi para penjual hewan kurban yang mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dalam waktu singkat. Salah satunya, seperti dirasakan Irfan, pedagang kambing kurban yang membuka lapak di Jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Mendekati Hari Raya Idul Adha, lapak-lapak penjualan hewan kurban di Kota dan Kabupaten Pasuruan, mulai kebanjiran pembeli. Momen tahunan ini, membawa berkah tersendiri bagi para penjual hewan kurban yang mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dalam waktu singkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya, seperti dirasakan Irfan, pedagang kambing kurban yang membuka lapak di Jalan Raya Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Baru dua pekan berjualan, hampir seluruh kambing dagangannya ludes diborong warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau total saya punya 80 kambing dan 20 ekor sapi. Sudah laku 60 kambing dan 5 sapi,&#8221; kata Irfan, Jumat (22/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tingginya minat masyarakat membeli kambing kurban, ujarnya, tidak lepas dari harga yang relatif terjangkau serta layanan tambahan yang memudahkan pembeli. Irfan memberikan penawaran spesial, yakni setiap pembelian 1 ekor sapi, mendapatkan bonus 1 ekor anakan kambing. Sedangkan pembelian 10 ekor sapi bonus 1 ekor anakan sapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Selain pelayanan yang lengkap, kualitas kambing dan sapi dengan harga yang bersaing juga menjadi alasan banyak pelanggan kembali membeli di lapaknya setiap tahun. &#8220;Lumayan juga sih promo ini membuat banyak warga jadi beli kambing dan sapi di sini,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditanya soal harga kambing dan sapi kurban, Irfan menjelaskan kalau harganya bervariasi. Yakni, mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 4,7 juta perekor, untuk ukuran dan jenis kambing. Sedangkan sapi, berkisar Rp 20 juta ke atas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari hasil penjualan itu, dirinya mengaku mampu meraup omzet hingga sekitar puluhan juta selama musim penjualan kurban tahun ini. &#8220;Lumayan lah mas untungnya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pembeli, Abdul Rahman, mengaku sudah tiga tahun ini menjadi pelanggan tetap di lapak milik Fani. Dirinya merasa puas, karena selain harga kambing yang sesuai kantong, proses pengiriman hingga ke masjid tempat penyembelihan juga sangat membantu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lebih praktis karena diantar langsung saat hari penyembelihan,” katanya. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jelang-hari-raya-idul-adha-penjual-hewan-kurban-di-pasuruan-kebanjiran-pembeli/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232609</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Penjual Hewan Kurban Sapi di Kota Malang Kebanjiran Pembeli</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-penjual-hewan-kurban-sapi-di-kota-malang-kebanjiran-pembeli</link>
					<comments>https://memontum.com/jelang-idul-adha-penjual-hewan-kurban-sapi-di-kota-malang-kebanjiran-pembeli#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232464</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, penjualan hewan kurban di Kota Malang mulai menggeliat. Salah satunya, seperti terlihat di lapak Spesialis Sapi Madura Al-Firdhaus Qurban di Jalan Terusan Sulfat, yang hampir kehabisan stok sapi akibat tingginya permintaan masyarakat. Pedagang Sapi, Muhammad Sufi (39), mengaku tahun ini menjadi musim kurban paling ramai. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, penjualan hewan kurban di Kota Malang mulai menggeliat. Salah satunya, seperti terlihat di lapak Spesialis Sapi Madura Al-Firdhaus Qurban di Jalan Terusan Sulfat, yang hampir kehabisan stok sapi akibat tingginya permintaan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pedagang Sapi, Muhammad Sufi (39), mengaku tahun ini menjadi musim kurban paling ramai. Sebab, sudah 10 hari mendirikan lapak, di hari pertama ada sebanyak 24 ekor sapi yang langsung terjualkan. Kemudian, di hari berikutnya, penjualan stabil di angka lima hingga tujuh ekor per hari, bahkan sempat mencapai delapan ekor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tinggi banget pembeliannya. Pokok sangat melonjak. Tahun sekarang alhamdulillah. Kalau tahun lalu mampu menjual sekitar 50 ekor sapi. Sementara tahun ini angka penjualan sudah mencapai 75 ekor. Kami juga punya stok sekitar 100 ekor, jadi masih aman,” kata Sufi, Senin (18/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh sapi yang dijual merupakan sapi lokal Madura yang didatangkan langsung dari Kabupaten Pamekasan. Menurut Sufi, sapi Madura memiliki karakteristik khas yang menjadi alasan banyak pembeli memilihnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kulitnya lebih tipis, tulangnya kecil, kepala kecil, tapi dagingnya padat dan kesat. Itu yang dicari pembeli,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Tingginya permintaan tidak hanya datang dari Kota Malang saja, bahkan berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur, mulai Surabaya, Gresik, Lumajang, Pasuruan, Pandaan hingga Kota Batu. Beberapa instansi, termasuk dari lingkungan Polda Jawa Timur, juga tercatat menjadi pembeli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk penjualan kami ada secara online dan offline. Kalau online lewat TikTok, tetapi hampir semuanya datang langsung ke lapak. Online ada, tapi lebih banyak offline,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga sapi yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp 16 juta hingga Rp 39 juta per ekor. Pembeli umumnya memilih sapi kelas menengah untuk kebutuhan masjid dengan kisaran harga Rp 20 juta hingga Rp 25 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, seluruh sapi yang dijualkan juga dilengkapi surat kesehatan hewan dari Dinas Peternakan. Pemeriksaan rutin juga dilakukan sejak proses pengiriman dari Madura hingga masa karantina sebelum masuk ke wilayah Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sufi memperkirakan permintaan sapi kurban masih akan terus meningkat hingga mendekati Idul Adha. Dalam beberapa hari terakhir, ia bahkan kembali mendatangkan tambahan sapi menggunakan dua truk pengiriman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semakin dekat Idul Adha biasanya makin ramai. Yang awalnya dua ekor per hari, sekarang bisa lima sampai delapan ekor,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jelang-idul-adha-penjual-hewan-kurban-sapi-di-kota-malang-kebanjiran-pembeli/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232464</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelaran Agrowisata Tamansuruh Kebanjiran Wisatawan, Pemkab Banyuwangi Perpanjang Acara</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-agrowisata-tamansuruh-kebanjiran-wisatawan-pemkab-banyuwangi-perpanjang-acara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2024 05:55:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perpanjang]]></category>
		<category><![CDATA[tamansuruh]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211576</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memperpanjang gelaran di Agrowisata Tamansuruh (AWT) hingga 14 Juli mendatang. Langkah ini dilakukan, karena selama sepekan gelaran di Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi, mendapat animo yang besar dari masyarakat. Bahkan, tiap hari event yang digelar mulai 26 Juni hingga 7 Juli lalu, dihadiri ribuan orang. Sejak digelar Juni lalu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memperpanjang gelaran di Agrowisata Tamansuruh (AWT) hingga 14 Juli mendatang. Langkah ini dilakukan, karena selama sepekan gelaran di Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi, mendapat animo yang besar dari masyarakat. Bahkan, tiap hari event yang digelar mulai 26 Juni hingga 7 Juli lalu, dihadiri ribuan orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak digelar Juni lalu, tiap harinya tidak kurang dari 3 ribu pengunjung memadati AWT. Jumlah kunjungan tersebut, terpantau meningkat sebesar 400 persen pada akhir pekan atau mencapai 12 ribu orang dalam sehari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami senang destinasi ini menjadi jujukan liburan yang diminati masyarakat. Yang datang ke sini, rata-rata membawa rombongan besar. Selain di sini banyak hiburan, juga tersedia spot-spot edukatif yang cocok untuk semua kalangan usia,” kata Bupati Ipuk, Selasa (09/07/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena beberapa pertimbangan itulah, lanjut bupati, maka event diperpanjang. Salah satunya, yaitu memberikan kesempatan masyarakat atau komunitas untuk memanfaatkan lokasi sebagai pusat kegiatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Karena itu, saya minta event ini untuk diperpanjang. Apalagi, saat ini masih musim liburan sekolah. Masyarakat atau komunitas yang ingin menggelar event di sini, kami persilahkan. Silahkan manfaatkan ruang publik di sana, dengan menghubungi Dinas Pertanian Banyuwangi. Karena AWT dikelola oleh Dinas Pertanian dan Pangan,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan, menambahkan bahwa Pemkab mempersilakan warga yang akan menggelar event atau aktivitas positif yang lain di kawasan AWT. &#8220;Di AWT banyak ruang-ruang publik yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar acara. Tinggal izin saja ke kami, dengan menghubungi drh Nanang di nomor 0815590714,” kata Arief.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Gelaran sepekan di AWT, menyuguhkan paket wisata lengkap. Selain panorama menawan khas pegunungan, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni budaya, arsitektur, fashion, edukasi, pertanian hingga olah raga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agrowisata Tamansuruh sendiri merupakan destinasi wisata berbasis pertanian di lahan seluas 10,5 hektar. Pengunjung bisa menikmati udara segar khas pegunungan, sambil melihat hamparan berbagai aneka bunga beraneka warna serta tanaman yang menyegarkan mata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terletak di lereng Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, destinasi yang telah direvitalisasi dengan dukungan Kementerian PUPR itu menyuguhkan pemandangan pegunungan Ijen dan Selat Bali dari ketinggian sekitar 450 mdpl. Eksotisme pemandangan tersebut bisa dirasakan saat pengunjung berada di aula besar yang dikelilingi kolam air di tengah kawasan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkan Arief, sejak dibuka pada 26 Juni lalu, total kunjungan ke AWT mencapai 72 ribu pengunjung. Rata-rata, setiap harinya sekitar 3 ribu orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hari Senin hingga Kamis, rata-rata ada 3 ribu orang. Jumat 4 ribu orang. Sabtu naik dua kali lipat menjadi 8 ribu orang dan puncaknya pada hari Minggu sekitar 12 ribu orang. Jumlah ini kita hitung berdasarkan tiket parkir kendaraan karena tiket untuk pengunjung kita gratiskan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di AWT juga diwarnai Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2024, yang menampilkan desain arsitektur dengan tema &#8216;Arsitektur dan air&#8217;. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211576</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahan Baku Sulit, Produsen Cincau di Kota Malang Kebanjiran Permintaan selama Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/bahan-baku-sulit-produsen-cincau-di-kota-malang-kebanjiran-permintaan-selama-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2024 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cincau]]></category>
		<category><![CDATA[kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[produsen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[sulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bulan Ramadan membawa berkah tersendiri produsen Cincau di Kota Malang. Adalah Hariyati, yang mengaku merasakan berkah itu, meskipun di satu sisi juga kesulitan mencari bahan baku daun cincau. Diterangkannya, salah satu sulitnya bahan baku karena dipengaruhi oleh musim penghujan. Sehingga, dirinya harus mendapatkan dari kota lain. Apalagi, bahan baku sagu yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bulan Ramadan membawa berkah tersendiri produsen Cincau di Kota Malang. Adalah Hariyati, yang mengaku merasakan berkah itu, meskipun di satu sisi juga kesulitan mencari bahan baku daun cincau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diterangkannya, salah satu sulitnya bahan baku karena dipengaruhi oleh musim penghujan. Sehingga, dirinya harus mendapatkan dari kota lain. Apalagi, bahan baku sagu yang digunakannya, pun saat ini sedang mengalami peningkatan harga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Secara keuntungannya turun 4 persen. Itu karena, saat ini daun caunya sulit didapatkan. Kalaupun ada, itu mahal, sepertinya karena pengaruh cuaca, hujan terus. Kita pakai daun caunya ini dari Ponorogo. Kualitasnya bagus, hitam dan kenyal,&#8221; katanya, Jumat (15/03/2023) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga;</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Di Ramadan ini, Hariyati tidak menapik jika dirinya kebanjiran permintaan. Perharinya, dirinya dapat memproduksi cincau sebanyak 250 hingga 300 blek. Sedangkan, di hari biasa hanya memproduksi 30 sampai 40 blek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tentu berbeda jauh ketika hari biasa dengan Ramadan. Karena permintaan saat Ramadan, ini luar biasa. Kalau biasanya itu hanya 30 sampai 40, sekarang per hari sampai 300 blek. Kalau cuacanya hujan, tidak mendukung hanya 250 blek saja,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, jika cincau-cincau tersebut dipasarkan ke beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Malang. Seperti, Pasar Bunulrejo, Pasar Kebalen, Pasar Blimbing, hingga Pasar Gadang. Untuk satu bleknya dihargai Rp 50 ribu, dengan berat 25 kg.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Meskipun sekarang sudah banyak yang meniru kita, tetapi bersyukur semua langganan itu masih datang ke kita, rezekinya kita,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, dalam proses pembuatan cincau tersebut membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam per 20 blek. Dalam pengerjaannya, Hariyati dibantu dengan empat orang pegawainya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205038</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
