<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kebaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kebaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 09:36:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kebaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bukan Kebaya, Tapi Kardus dan Plastik Jadi Simbol Perjuangan Misyani di Hari Kartini</title>
		<link>https://memontum.com/bukan-kebaya-tapi-kardus-dan-plastik-jadi-simbol-perjuangan-misyani-di-hari-kartini</link>
					<comments>https://memontum.com/bukan-kebaya-tapi-kardus-dan-plastik-jadi-simbol-perjuangan-misyani-di-hari-kartini#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kardus]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[misyani]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[plastik]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231842</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Hari Kartini, tidak selalu harus identik dengan kebaya atau seremoni. Bagi Misyani (54), semangat Kartini justru hadir dalam kerja keras sehari-hari demi bertahan hidup secara mandiri dan menghidupi keluarga. Sejak pukul 05.30, Misyani yang bekerja sebagai pemulung, sudah mulai menyusuri jalanan untuk mengumpulkan barang bekas. Kardus, botol plastik hingga gelas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Hari Kartini, tidak selalu harus identik dengan kebaya atau seremoni. Bagi Misyani (54), semangat Kartini justru hadir dalam kerja keras sehari-hari demi bertahan hidup secara mandiri dan menghidupi keluarga.</p>



<p>Sejak pukul 05.30, Misyani yang bekerja sebagai pemulung, sudah mulai menyusuri jalanan untuk mengumpulkan barang bekas. Kardus, botol plastik hingga gelas air mineral, menjadi sumber penghasilannya. Aktivitas itu, di jalani hingga sekitar pukul 10.30 hingga 11.00 di setiap hari.</p>



<p>“Mulai tahun 2004, saya mulung di sini. Dahulu sama bapaknya anak-anak, sekarang sudah tidak ada. Jadi, saya sendiri yang meneruskan,” kata Misyani, saat ditemui di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Borobudur, Selasa (21/04/2026) tadi.</p>



<p>Pekerjaan sebagai pemulung, bagi Misyani tentunya bukan pilihan mudah. Namun, setelah sang suami meninggal dunia, dirinya memilih tetap bekerja agar tidak bergantung pada orang lain. Baginya, bekerja adalah bentuk kemandirian sekaligus cara bertahan hidup.</p>



<p>Dalam sehari, Misyani mengaku kalau penghasilannya tidak menentu. Namun bila dirata-rata, hasil yang diperolehnya sekitar Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu. Tergantung, dari banyaknya barang yang berhasil dikumpulkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Harga jual barang bekas, pun relatif kecil, seperti botol plastik yang hanya dihargai Rp 500 hingga Rp 600 perkg. Sementara untuk kardus, sekitar Rp 1.500.</p>



<p>&#8220;Dapat sedikit disyukuri, dapat banyak juga disyukuri. Yang penting berkah,&#8221; papar perempuan yang tinggal di kawasan Plaosan, Kecamatan Blimbing.</p>



<p>Usai bekerja, Misyani biasanya pulang menggunakan becak langganan. Ongkosnya berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu, tergantung banyaknya barang bawaan. Sementara untuk berangkat, sesekali menggunakan ojek daring karena sudah tidak mampu mengayuh sepeda.</p>



<p>&#8220;Saya punya empat anak. Dua diantaranya sudah berkeluarga dan saya hidup mandiri di rumah sendiri, agar tidak merepotkan anak-anak,&#8221; katanya.</p>



<p>Semangat sederhana itulah, yang membuat kisah Misyani menjadi potret nyata perjuangan perempuan di Hari Kartini. Tanpa sorotan panggung, dirinya terus bekerja, menjaga harga diri melalui kemandirian. Harapannya pun sederhana.</p>



<p>“Semoga diberi kesehatan, rezeki yang berkah dan panjang umur supaya bisa terus bekerja,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bukan-kebaya-tapi-kardus-dan-plastik-jadi-simbol-perjuangan-misyani-di-hari-kartini/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231842</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Kebaya hingga Jalan Sehat Ramaikan Perayaan Harhubnas di Jember</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-kebaya-hingga-jalan-sehat-ramaikan-perayaan-harhubnas-di-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[harhubnas]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[ramaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226326</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama masyarakat Kabupaten Jember, melaksanakan jalan sehat bersama dalam rangkaian puncak memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Alun-Alun Kabupaten Jember, Minggu (28/09/2025) tadi. Peringatan Harhubnas di Kabupaten Jember, berlangsung semarak di kawasan Alun-Alun Jember, dan digelar selama tiga hari yakni sejak Jumat hingga Minggu (28/09/2025) besok. Berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama masyarakat Kabupaten Jember, melaksanakan jalan sehat bersama dalam rangkaian puncak memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Alun-Alun Kabupaten Jember, Minggu (28/09/2025) tadi.</p>



<p>Peringatan Harhubnas di Kabupaten Jember, berlangsung semarak di kawasan Alun-Alun Jember, dan digelar selama tiga hari yakni sejak Jumat hingga Minggu (28/09/2025) besok. Berbagai kegiatan, digelar dan menyedot perhatian masyarakat. Berbagai lomba dan hiburan, pun digelar hingga puncaknya jalan sehat gratis bersama Bupati Jember.</p>



<p>Salah satu kegiatan yang menyedot perhatian, adalah lomba berkebaya. Dengan memanfaatkan panggung dan jalan aspal yang berada di depan Kantor Pemkab Jember, puluhan perempuan berkebaya berlenggak lenggok di depan para juri dan masyarakat yang memadati Alun-alun, Sabtu (27/08/2025) malam.</p>



<p>Ketua Panitia, Indri, mengatakan bahwa lomba berkebaya tersebut mengambil tema Kebaya Pakem. Yakni, kebaya yang mempertahankan desain dan motif tradisional. Ada puluhan peserta yang mengikuti lomba yang dibagi dalam dua kategori, yakni kategori A untuk peserta berusia 12-25 tahun dan kategori B untuk peserta dewasa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Lomba perempuan berkebaya ini adalah salah satu upaya kita sebagai perempuan Indonesia untuk mempertahankan salah satu kekayaan tak benda yang telah diakui oleh Unesco. Karena kalau bukan kita siapa lagi. Untuk peserta kita bagi dalam 2 kategori A untuk peserta dari usia remaja putri dan B untuk dewasa dengan tema Kebaya Pakem,&#8221; katanya.</p>



<p>Tidak hanya sekedar lomba, panitia juga menyiapkan serangkaian acara hiburan dari penampilan musik band hingga penampilan line dance yang semuanya beranggotakan perempuan. Bahkan gelaran sendiri, setelah melalui proses penjurian, akhirnya juri memilih para juara dari juara pertama hingga juara harapan tiga untuk setiap kategori.</p>



<p>Indri berharap, tahun depan pihaknya dapat menggelar lomba serupa dengan jumlah hadiah dan jumlah peserta lebih besar. &#8220;Semoga tahun depan kita dapat menggelar lomba lagi tentunya dengan skala lebih besar dan dapat dukungan dari pemerintah daerah, karena untuk yang saat ini kita swadaya dan mendapat dukungan dari sponsor,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226326</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunakan Kebaya dan Batik Lumajang, Dewi Natalia Dilantik Jadi Ketua Dekranasda Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/gunakan-kebaya-dan-batik-lumajang-dewi-natalia-dilantik-jadi-ketua-dekranasda-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 15:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Dilantik]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[natalia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220012</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, oleh Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Baschin, Jumat (07/03/2025) tadi. Prosesi pelantikan itu, berlangsung di Ruang Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim. &#8220;Yang saya kenakan ini kerajinan lokal. Atasan pake kebaya dan bawahan pakai batik Lumajang. Jangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, oleh Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Baschin, Jumat (07/03/2025) tadi. Prosesi pelantikan itu, berlangsung di Ruang Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim.</p>



<p>&#8220;Yang saya kenakan ini kerajinan lokal. Atasan pake kebaya dan bawahan pakai batik Lumajang. Jangan malu pakai produk lokal,&#8221; kata Dewi Natalia, saat di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim.</p>



<p>Dewi Natalia juga mengungkapkan, bahwa dirinya akan berupaya menjaga eksistensi produk kerajinan lokal. Dirinya juga akan mendorong para pengrajin lokal, agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Lumajang bukan cuma kota pisang tapi banyak ekonomi kreatif yang perlu dikembangkan tergantung bagaimana kita menangkap peluang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Dekranasda Jatim, Arumi menyampaikan apresiasi kepada para ketua Dekranasda yang baru dilantik, baik yang baru menjabat maupun yang kembali mengemban amanah. Dirinya berharap, Dekranasda kabupaten dan kota berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor-sektor kerajinan agar semakin kompetitif</p>



<p>“Untuk mewujudkan hal ini, tentu saya tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh ketua Dekranasda kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujar Arumi.</p>



<p>Arumi optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid antara Dekranasda, pemerintah daerah, dan sektor lainnya, industri kreatif di Jawa Timur akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para pengrajin. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220012</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan Dekranasda Fest 2023, Para Istri dan ASN Kota Malang Lakukan Peragaan Busana Kebaya</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-dekranasda-fest-2023-para-istri-dan-asn-kota-malang-lakukan-peragaan-busana-kebaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196524</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dekranasda Fest 2023 menggelar kegiatan peragaan busana yang melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang di Gedung Malang Creative Center (MCC), Rabu (23/08/2023) tadi. Pelaksanaan itu, diikuti oleh sedikitnya 40 peserta dari istri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN dan perbankan Kota Malang, yang berlenggak lenggok di atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dekranasda Fest 2023 menggelar kegiatan peragaan busana yang melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang di Gedung Malang Creative Center (MCC), Rabu (23/08/2023) tadi. Pelaksanaan itu, diikuti oleh sedikitnya 40 peserta dari istri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN dan perbankan Kota Malang, yang berlenggak lenggok di atas panggung dengan mengenakan kebaya kolosal hasil dari desainer binaan Dekranasda Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, yang turut hadir dalam kesempatan itu menyampaikan jika gelaran tersebut merupakan acara tahunan yang selalu diadakan. Tentunya, tidak hanya sekedar meriah, namun juga memiliki makna yang lebih mendalam.</p>



<p>“Dekranasda Fest ini filosofinya adalah menggali potensi-potensi. Setelah itu menguatkan inovasi dan melestarikan budaya lokal kita. Jadi, yang tampil tadi merepresentasikan produk UMKM lokal Kota Malang dan itu dikuatkan bersama-sama,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain itu, menurutnya gelaran Dekranasda Fest juga berperan dalam menguatkan aspek mental dan kepercayaan diri dari para peserta. Sebab, peserta harus berlenggak-lenggok tampil di depan umum.</p>



<p>“Karena ada orang-orang yang tidak terbiasa tampil di depan umum, tapi tadi harus tampil. Jadi, kepercayaan diri juga digali di sini,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Sutiaji berharap, bahwa gelaran Dekranasda Fest tersebut dapat berkontribusi dalam menguatkan sektor UMKM di Kota Malang. Terlebih, saat ini nilai transaksi UMKM yang telah tercatat dalam Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Malang, telah mencapai angka Rp 89 miliar.</p>



<p>“Itu akan terus kami kuatkan melalui E-Katalog lokal dan seterusnya. Sambil juga gedung MCC ini dibangun untuk bagaimana menjadi inkubasi UMKM,” tambah Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan jika melalui kegiatan tersebut adalah untuk mempromosikan karya dari para desainer Kota Malang. Terlebih, desainer tersebut merupakan binaan dari Dekranasda itu sendiri.</p>



<p>“Jadi yang ditampilkan tadi adalah karya atau fashion dari binaan Dekranasda Kota Malang. Tadi ada lima hingga 10 fashion desainer yang ditampilkan. Kemudian, ada 30 pelaku UMKM binaan Diskopindag Kota Malang yang juga turut bergabung,”imbuh Eko. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196524</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
