<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kebencanaan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kebencanaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Dec 2025 06:20:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kebencanaan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tiga Posko Bencana Mulai Aktif, BPBD Kota Malang Lengkapi Peralatan Kebencanaan di Tiap Kecamatan</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-posko-bencana-mulai-aktif-bpbd-kota-malang-lengkapi-peralatan-kebencanaan-di-tiap-kecamatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktif]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[kebencanaan,]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228676</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi terjadinya banjir dan bencana hidrometeorologi. Yang mana, di tiap kecamatan mulai dibekali perlengkapan dasar penanganan darurat, mulai dari tenda, pompa air, perahu karet hingga dapur umum. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi terjadinya banjir dan bencana hidrometeorologi. Yang mana, di tiap kecamatan mulai dibekali perlengkapan dasar penanganan darurat, mulai dari tenda, pompa air, perahu karet hingga dapur umum.</p>



<p>Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, Jumat (12/12/2025) tadi. Menurutnya, sebelumnya setiap kecamatan juga telah dilengkapi motor roda tiga untuk mobilitas di gang sempit, serta perahu karet sebagai dukungan evakuasi.</p>



<p>&#8220;Jadi di setiap kecamatan sudah lengkap. Mulai dari pompa, senter sensor, perahu karet, tenda, helm, pelampung, hingga dapur umum semuanya sudah ada,&#8221; ujar Prayitno.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa untuk posko utama, saat ini BPBD mengoperasikan tiga titik, yakni di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru dan Kedungkandang. Dua kecamatan lain, yakni Sukun dan Klojen, diarahkan untuk bersiaga.</p>



<p>Tidak hanya itu, BPBD juga sudah menyiapkan skenario terburuk jika hujan ekstrem kembali terjadi. Pada beberapa titik rawan banjir, potensi genangan bisa mencapai dua meter selama sekitar lima jam.</p>



<p>&#8220;Posko ini kami jalankan hingga 31 Desember dan personel akan saling mendukung dengan tim di pos pengamanan Nataru,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk SDM di tiap kecamatan juga telah diperkuat oleh empat personel relawan per sif, ditambah Linmas, TNI, Polri dan PMI yang siap diterjunkan sewaktu-waktu. &#8220;Kalau ada kejadian, bukan hanya petugas posko yang turun, tapi seluruh jaringan relawan di kelurahan dan kecamatan juga bergerak,&#8221; imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228676</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat, Wali Kota Malang Buka Pelatihan Manajemen Dasar Kebencanaan</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kesiapsiagaan-masyarakat-wali-kota-malang-buka-pelatihan-manajemen-dasar-kebencanaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kebencanaan,]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221805</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kesiapsiagaan terhadap kebencanaan harus semakin ditingkatkan oleh masyarakat. Terutama, untuk masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Hal ini, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat membuka Pelatihan Manajemen Dasar Kebencanaan bertema &#8216;Meningkatkan Pengetahuan dan Wawasan Manajemen Bencana&#8217;, yang digelar di Regent Park Hotel Kota Malang, Selasa (06/05/2025) tadi. Kegiatan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kesiapsiagaan terhadap kebencanaan harus semakin ditingkatkan oleh masyarakat. Terutama, untuk masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Hal ini, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat membuka Pelatihan Manajemen Dasar Kebencanaan bertema &#8216;Meningkatkan Pengetahuan dan Wawasan Manajemen Bencana&#8217;, yang digelar di Regent Park Hotel Kota Malang, Selasa (06/05/2025) tadi.</p>



<p>Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, ini dihadiri oleh 122 relawan Kelurahan Tangguh dan warga yang tinggal di kawasan rawan bencana di Kecamatan Sukun dan Lowokwaru.</p>



<p>Wali Kota Wahyu dalam sambutannya mengapresiasi BPBD yang telah menyelenggarakan pelatihan ini. Diterangkan, bahwa kegiatan seperti ini menjadi kewajiban pemerintah untuk hadir dalam pelatihan untuk mengantisipasi jika terjadi bencana. &#8220;Kita tidak bisa memprediksi bencana yang setiap saat bisa saja terjadi. Maka dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat nemiliki ketrampilan kesiapsigaan terhadap bencana,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dengan pelatihan ini, masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, akan bisa mengantisipasi dan siap jika sampai terjadi bencana. &#8220;Dengan pelatihan ini, masyarakat bisa mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Kita targetkan 53 ribu masyarakat mendapat pelatihan tentang manajemen dasar kebencanaan ini,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karena pelatihan ini sangat penting, pihaknya berharap ada keseriusan para peserta untuk bisa mendengar dan melaksanakan arahan-arahan untuk kesiapan dini terhadap bencana. &#8220;Serap seluruh ilmunya, diskusikan tantangan nyata yang dihadapi dan jadikan kegiatan ini sebagai wadah jejaring relawan. Kepada para peserta yang hadir, nantinya juga bisa memberikan wawasan dan pengetahuan kesiapsiagaan kepada rekan-rekannya dan masyarakat,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan bahwa pelatihan ini menyasar seluruh warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Sebab di Kota Malang, 70 persen wilayah kelurahan, masyarakatnya tinggal di area rawan bencana.</p>



<p>&#8220;Dari Lim kecamatan di Kota Malang, sekitar 39 kelurahan rawan bencana. Orang-orang ini harus kita beri edukasi dengan tatap muka dan pelatihan cara mengamankan diri, menggunakan alat dan sebagainya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bencana banjir dan longsor, ujarnya, menjadi satu paket bencana yang sering terjadi di Kota Malang. Bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang dan puting beliung, juga perlu diantisipasi.</p>



<p>&#8220;Banjir, longsor dan angin kencang termasuk rumah terkena puting beling, harus selalu diantisipasi. Saat ini peserta pelatihan dari Kecamatan Klojen dan Lowokwaru. Selanjutnya untuk Kecamatan Sukun, Blimbing dan Kedungkandang,&#8221; jelasnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221805</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Kecamatan Rawan Kebakaran, BPBD Kota Malang Ingatkan Antisipasi dan Mitigasi Kebencanaan</title>
		<link>https://memontum.com/dua-kecamatan-rawan-kebakaran-bpbd-kota-malang-ingatkan-antisipasi-dan-mitigasi-kebencanaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2024 05:22:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kebencanaan,]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209546</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki musim kemarau, mitigasi dan antisipasi kebencanaan mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) perlu dikuatkan. Terutama, di dua kecamatan yang rawan terjadi bencana itu. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa dua kecamatan yang rawan itu yakni Kecamatan Sukun dan Kecamatan Kedungkandang. Sebab, di dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memasuki musim kemarau, mitigasi dan antisipasi kebencanaan mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) perlu dikuatkan. Terutama, di dua kecamatan yang rawan terjadi bencana itu.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa dua kecamatan yang rawan itu yakni Kecamatan Sukun dan Kecamatan Kedungkandang. Sebab, di dua wilayah tersebut masih ada beberapa lahan kosong atau pekarangan.</p>



<p>“Kota Malang ini tidak punya hutan seperti di Kabupaten Malang atau pun yang lainnya, sehingga tidak sampai terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Karena kita tidak punya lahan dan hutan, tetapi pekarangan dan barongan. Apalagi, masyarakat itu kadang habis nyapu, dibakar tidak ditungguin, akhirnya membesar dan membakar rumah. Itu yang terjadi,” jelas Prayitno, Sabtu (18/05/2024) tadi.</p>



<p>Meskipun begitu, edukasi mengenai bencana kebakaran menurutnya penting untuk diberikan kepada masyarakat. Termasuk, juga mengenai perilaku yang mengakibatkan terjadinya kebakaran juga harus diberikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sehingga, pada saat kami dari BPBD menggelar pertemuan dengan Kasi Sarpras dari masing-masing kelurahan itu juga kami titipkan pesan, agar mereka menggemakan soal kecerobohan yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran, mulai dari api kecil, sedang hingga besar,” tambahnya.</p>



<p>Kemudian, saat disinggung mengenai potensi angin kencang pada musim kemarau, Prayitno menyampaikan bahwa dalam hal ini ranah dari Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG). Tentu ditiap harinya nanti akan selalu diberikan update mengenai cuaca.</p>



<p>“Walaupun kami dititipi baling-baling untuk sensor kecepatan angin, tetapi untuk update mengenai angin kencang ini tetap BMKG yang memprediksi. Kemudian kami share kepada masyarakat,” tuturnya.</p>



<p>Sebagai informasi, berdasarkan prediksi BMKG sebagian besar wilayah Indonesia yaitu sebanyak 63,66 persen zona musim, akan memasuki periode musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus 2024. Untuk puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2024. Untuk prakiraan cuaca di seluruh wilayah Kota Malang pada hari Sabtu (18/05/2024), diperkirakan cerah hingga besok Minggu (19/05/2024). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209546</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantu Masyarakat dalam Antisipasi Kebencanaan, Bupati Hendy Launching Sahabat Tagana Jember</title>
		<link>https://memontum.com/bantu-masyarakat-dalam-antisipasi-kebencanaan-bupati-hendy-launching-sahabat-tagana-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2023 10:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kebencanaan,]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[tagana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201933</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, secara resmi telah melaunching Sahabat Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Lapangan Secaba Rindam V Brawijaya, Minggu (19/11/2023) tadi. Hal ini dilakukan, sebagai upaya Pemkab Jember untuk melatih para relawan dalam kesiapsiagaan serta kemampuan untuk membantu masyarakat saat terjadinya bencana. Meski cuaca saat itu sedang gerimis, seolah tidak menyurutkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, secara resmi telah melaunching Sahabat Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Lapangan Secaba Rindam V Brawijaya, Minggu (19/11/2023) tadi. Hal ini dilakukan, sebagai upaya Pemkab Jember untuk melatih para relawan dalam kesiapsiagaan serta kemampuan untuk membantu masyarakat saat terjadinya bencana.</p>



<p>Meski cuaca saat itu sedang gerimis, seolah tidak menyurutkan sebanyak 1.240 perwakilan wilayah RT/RW dari total 8.348 Sahabat Tagama mengikuti apel. Para relawan ini, diharapkan siap dalam melakukan tugasnya karena bencana bisa terjadi kapan saja.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan bahwa jumlah Sahabat Tagana akan terus bertambah karena pendaftaran terus berlanjut dan masyarakat bisa mendaftarkan diri melalui link https://s.id/sahabattaganajbr. Sahabat Tagana sendiri mempunyai tugas membantu pemerintah dan pemerintah daerah dalam melaksanakan penanggulangan bencana.</p>



<p>Dalam pelaksanaan, Sahabat Tagana akan dibekali pelatihan yang dilaksanakan di Secaba Rindam V Brawijaya. &#8220;Adapun tugas Sahabat Tagana yakni meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan resiko bencana. Lalu, mengurangi resiko bencana di lokasi rawan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadi bencana,” kata Helmi.</p>



<p>Dalam hal ini, Bupati Hendy sangat mengapresiasi langkah dari Dinas Sosial yang bekerjasama dengan Secaba Rindam V Brawijaya. Oleh karena itu, dirinya menyerahkan penghargaan kepada Komandan Secaba Rindam V Brawijaya, Letkol Inf Agus Sutoro atas kontribusi pelaksanaan Apel Sahabat Tagana 2023.</p>



<p>Tidak hanya itu, Bupati Hendy juga menyerahkan penghargaan kepada Tagana Kabupaten Jember, atas kontribusi aktif terhadap penanggulangan korban bencana alam dan sosial baik di Kabupaten Jember, Tingkat Provinsi maupun Tingkat Nasional. Secara resmi, Bupati Hendy melaunching 8.348 orang Sahabat Tagana se-Kabupaten Jember yang ditandai dengan penyematan rompi secara simbolis dan penekanan tombol sirine didampingi Forkopimda.<strong>&nbsp;(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201933</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
