<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kecamatan Gedangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kecamatan-gedangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2020 14:01:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kecamatan Gedangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pertahankan Zona Hijau, Kecamatan Gedangan Terapkan PSBB</title>
		<link>https://memontum.com/pertahankan-zona-hijau-kecamatan-gedangan-terapkan-psbb</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2020 14:01:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Gedangan]]></category>
		<category><![CDATA[PSBB]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Hijau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/114953-pertahankan-zona-hijau-kecamatan-gedangan-terapkan-psbb</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Untuk mempertahankan wilayahnya tetap masuk zona hijau dari wabah Covid-19, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang melakukan pembatasan sangat ketat bagi siapapun yang akan ke luar masuk wilayah tersebut. Hal itu dengan didirikannya Posko di delapan desa wilayah ujung selatan Kabupaten Malang ini. Sejumlah warga desa yang tercatat selaku relawan Covid-19 melakukan penjagaan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Untuk mempertahankan wilayahnya tetap masuk zona hijau dari wabah Covid-19, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang melakukan pembatasan sangat ketat bagi siapapun yang akan ke luar masuk wilayah tersebut.</p>
<p>Hal itu dengan didirikannya Posko di delapan desa wilayah ujung selatan Kabupaten Malang ini. Sejumlah warga desa yang tercatat selaku relawan Covid-19 melakukan penjagaan di pos masing-masing selama 24 jam.</p>
<p>Camat Gedangan Yateno SH menjelaskan, untuk wilayah Kecamatan Gedangan yang masuk zona hijau, segala sesuatunya masih berjalan dengan baik.</p>
<p>&#8220;Teman-teman Kepala Desa dan Muspika tetap semangat dengan berbagai upaya mempertahankan wilayah ini tidak jadi zona merah,&#8221; terang Yateno, Rabu (20/5/2020) siang.</p>
<p>Yateno juga berharap, untuk wilayah lain yang saat ini masuk zona merah bisa segera pulih kembali ke zona hijau. &#8220;Mudah-mudahan PSBB ini tidak berkelanjutan menjadi diperpanjang dan cukup sampai batas waktu yang ditentukan, &#8221; ulasnya.</p>
<p>Pihaknya juga sudah bagi-,bagi ribuan masker dengan sasaran pasar Gedangan,depan kantor Kecamatan termasuk kepada sejumlah petugas.</p>
<p>&#8220;Kami akan bagikan kembali masker bersamaan dengan acara pemantauan bersama Polsek Gedangan. Bersamaan dengan itu juga akan melakukan pengecekan beroperasinya kendaraan khususnya untuk jenis roda dua.</p>
<p>&#8220;Untuk yang berboncengan sepeda motor, harus sesuai aturan, selain bukan anak atau isteri,mereka harus diingatkan. Hal itu sesuai yang tertera dalam aturan PSBB, &#8221; ulasnya kembali.</p>
<p>Lepas dari itu, pihaknya bersama Sejumlah unsur masyarakat yang terdiri dari Tokoh Agama,masyarakat dan Muspika juga menyaksikan life dari Unisma yang disampaikan para petinggi Malang Raya. Hal itu dilakukan dalam doa bersama. Namun, karena keterbatasan tempat,acara itu hanya diikuti oleh sekitar 35 orang.</p>
<p>&#8220;Dengan situasi seperti ini,semuga usaha kita dengan lewat doa, kondisi ini segera pulih kembali, &#8221; tandas Camat asal Kecamatan Sumberpucung ini berharap.</p>
<p>Disinggung mengenai penertiban pasar tradisional di Desa Gedangan,pihaknya bersama Pemerintah Desa terus melakukan sosialisasi dititik kawasan yang dominan dengan kerumunan.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Desa bersama Muspika sudah sosialisasi yang intinya silahkan berjualan itupun harus ada batasan, &#8221; imbaunya.</p>
<p>Juga disinggung mengenai pelaksanaan takbir keliling saat malam Idulfitri 1441 mendatang?Untuk takbiran tetap diadakan,tetapi tidak harus dengan keliling.</p>
<p>&#8220;Nanti kita pantau.Kami sudah koordinasi dengan Muspika dan akan melihat langsung situasi wilayah. Kami minta agar takbir keliling itu tidak dilakukan dan itu hanya dilakukan di setiap masjid dengan tetap jaga jarak.</p>
<p>&#8220;Dengan masih berlakunya PSBB ini semua penduduk harus taat aturan, &#8221; pintanya.</p>
<p>Di sisi lain, mantan Sekwan DPRD Kabupaten Malang beberapa tahun lalu ini juga menegaskan, untuk<br />
pelaksanaan salat id nanti juga sudah terbit kesepakatan bersama Muspika.</p>
<p>&#8220;Kami sepakat dengan ketua MUI, MWC NU juga ranting NU di setiap desa, untuk kegiatan keagamaan sebelum berlakunya PSBB itu tetap dilaksanakan, tetapi harus mengikuti aturan pemerintah seperti cuci tangan, penyemprotan masjid, gulung karpet, jaga jarak termasuk pakai masker, &#8221; pungkasnya. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114953</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ramadan Bulan Ibadah, Covid-19 Masa Physical Distancing, Berantas Judi di Gedangan!</title>
		<link>https://memontum.com/ramadan-bulan-ibadah-covid-19-masa-physical-distancing-berantas-judi-di-gedangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2020 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Judi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Gedangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113752-ramadan-bulan-ibadah-covid-19-masa-physical-distancing-berantas-judi-di-gedangan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bulan suci Ramadan, masih ada praktik judi sabung ayam di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang? Ya ada, meski sempat dibubarkan. Di masa pandemi Covid-19, berbagai cara cari uang cepat memang menjadi pilihan, termasuk judi. Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang memiliki 8 desa di wilayahnya. Diantaranya, Gedangan, Sidodadi, Girimulyo, Segaran, Sumberejo, Tumpakrejo, Sindurejo dan Gajahrejo. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Bulan suci Ramadan, masih ada praktik judi sabung ayam di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang? Ya ada, meski sempat dibubarkan. Di masa pandemi Covid-19, berbagai cara cari uang cepat memang menjadi pilihan, termasuk judi.</p>
<p>Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang memiliki 8 desa di wilayahnya. Diantaranya, Gedangan, Sidodadi, Girimulyo, Segaran, Sumberejo, Tumpakrejo, Sindurejo dan Gajahrejo. Di beberapa desa pernah berlangsung perjudian. Kemudian beberapa dibubarkan.</p>
<div id="attachment_113753" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-113753" decoding="async" class="size-full wp-image-113753" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0053-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Kepala Desa Sumberejo, Abdul Rohman. (sur)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0053-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0053-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0053-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0053-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-113753" class="wp-caption-text">Kepala Desa Sumberejo, Abdul Rohman. (sur)</p></div>
<p>Pembubaran tersebut terutama bersamaan dengan bulan suci Ramadan. Termasuk di Desa Sumberejo. &#8220;Sumberejo Alhamdulillah nol. Sebelum puasa sudah bersih. Sebelumnya memang ada. Sekarang bersih,&#8221; tegas Abdul Rohman, Kades Sumberejo.</p>
<p>Kepada Memontum.com, Abah Rohman&#8211;sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sangat penting membersihkan tindak perjudian, entah itu judi sabung ayam dan judi toto gelap serta bentuk judi lainnya.</p>
<p>&#8220;Mari kita bersatu berantas judi. Banyak kegiatan yang lebih positif, jadikan Gedangan, daerah ibadah&#8221; sebut Abah Rohman kepada Memontum.com, Selasa (5/5/2020) siang saat ditemui di balai desa Sumberejo.</p>
<p>Benar yang dikatakan Rohman, sebab, perjudian sangat dekat dengan tindak pidana lain atau kejahatan. Ketika kehabisan uang untuk berjudi, sangat mungkin seseorang mencari modal dengan berbuat kriminal.</p>
<p>Lalu bagaimana cara Rohman menindaklanjuti perjudian, ia menjawab, &#8220;Saya peringati dulu. Sekali peringatan. Dua kali peringatan. Selanjutnya, pihak lain,&#8221;. Bila ada yang bandel, pihaknya tak segan-segan mencari informasi.</p>
<p>&#8220;Mari jadikan wilayah Gedangan ini, daerah beribadah. Terutama di bulan suci Ramadan. Marilah usahakan Gedangan ini bersih dari praktik perjudian apapun,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Ditanya apakah ada judi di wilayah lain, Rohman sempat membenarkan. &#8220;Dulu memang pernah dibubarkan. Lalu ada lagi. Janganlah tutup mata tutup telinga. Apalagi pilih kasih. Remi diobrak. Ayam jalan terus, ya harus dibubarkan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Desa Sumberejo, melalui kepala desanya, Abdul Rohman dan tokoh agama lainnya, bersepakat memberantas perjudian. Ia juga membuat banner untuk pemberantasan judi terutama di desa Sumberejo dan memasang nomor ponsel untuk pengaduan.</p>
<p>Apa yang dijalani Desa Sumberejo pantas dan patut ditiru desa-desa lainnya. Terlebih upaya memberantas perjudian. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19, warga musti taat Physical Distancing dan social Distancing serta bersikap prihatin.</p>
<p>Upaya pemberantasan judi, bukan hanya sebagai bentuk penghormatan pada bulan suci Ramadan melainkan musti teguh dilaksanakan seterusnya guna meminimalisir kemunculan calon-calon pelaku tindak kriminal. <strong>(sur/sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113752</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belum Setahun,  Plafon Kantor Kecamatan Gedangan Ambrol</title>
		<link>https://memontum.com/belum-setahun-plafon-kantor-kecamatan-gedangan-ambrol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2018 12:48:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Gedangan]]></category>
		<category><![CDATA[kejari sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[proyek bermasalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/58630-belum-setahun-plafon-kantor-kecamatan-gedangan-ambrol</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Itulah pepatah yang tepat untuk Camat Gedangan Sidoarjo. Bagaiman tidak ! Itu bisa dilihat ketika memasuki kantor Kecamatan Gedangan dan plafonnya ditemukan disana-sini banyak yang ambrol. Padahal plafon itu belum berumur 1 tahun karena dkerjakan pada 2017 yang lalu. Proyek sejumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.  Itulah pepatah yang tepat untuk Camat Gedangan Sidoarjo.  Bagaiman tidak ! Itu bisa dilihat ketika memasuki kantor Kecamatan Gedangan dan plafonnya ditemukan  disana-sini banyak yang ambrol.</p>
<p>Padahal plafon itu belum berumur 1 tahun  karena dkerjakan pada  2017 yang lalu. Proyek  sejumlah ruangan di kantor Kecamatan Gedangan  sebelumnya sempat dilaporkan ke Kejari Sidoarjo dan tidak ada tindak lanjutnya.</p>
<p>Karena tidak ada tindak lanjut dari Penyidik Kejari  itu,  sejumlah pejabat yang menangani bangunan Kecamatan Gedangan dan pernah diminat keterangan penridik  akhirnya tutup mata dan tidak  berani menegur rekanan yang mengerjakan.</p>
<p>“ Kasus ini mirip di Dinas DP3 dalam satu rekening  di pecah menjadi beberapa paket. Diantara  kontraktor yang mendapat pekerjaaan  adalah CV Tito Makmur dan CV Manunggal,” kata  Ketua LSM Gramapphora , Mashur Hidayat SH. </p>
<p>Atas temuan itu, pihaknya akan melaporkan kasus ini ke Kajati Jatim.  Langkah itu ditempuh karena belakangan ini Kejari Sidoarjo dinilai tumpul dalam menangani kasus korupsi. <strong>(par/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58630</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
