<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kecamatan jombang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kecamatan-jombang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2020 07:53:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kecamatan jombang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Faida-Vian Support Perempuan Untuk Kreatif dan Mandiri</title>
		<link>https://memontum.com/faida-vian-support-perempuan-untuk-kreatif-dan-mandiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2020 07:53:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Faida – Vian]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan jombang]]></category>
		<category><![CDATA[peran perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126800</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Peran perempuan sebagai soko guru kehidupan, tidak bisa disepelekan. Beban ganda seringkali harus dijalankan oleh perempuan, dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini, menjadi perhatian calon Bupati Jember nomor urut 1, dr Hj Faida MMR, saat melakukan dialog dengan warga di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Senin (2/11) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati petahana ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Peran perempuan sebagai soko guru kehidupan, tidak bisa disepelekan. Beban ganda seringkali harus dijalankan oleh perempuan, dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini, menjadi perhatian calon Bupati Jember nomor urut 1, dr Hj Faida MMR, saat melakukan dialog dengan warga di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Senin (2/11) tadi.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Bupati petahana ini mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk senantiasa gotong royong dan membantu orang-orang terdekat. Apalagi, di masa pandemi seperti sekarang ini.</p>
<p>“Mari lihat sekeliling kita, apakah masih ada yang belum terdata. Bantu mereka, untuk segera didata. Siapa yang bisa menolong, siapa yang lebih dekat, siapa yang lebih cepat, langsung berikan bantuan untuk segera dilakukan pendataan,” kata Hj Faida.</p>
<p>Dalam dialog bersama warga di Jombang, beberapa persoalan lain juga menjadi bahan dialog. Seperti masalah infrastruktur, yakni kebutuhan perbaikan jalan, penerangan jalan dan distribusi bantuan, dilaporkan ke Bupati Jember petahana.</p>
<p>“Ada banyak peran perempuan, yang perlu kita dorong agar bisa produktif. Kita siapkan skema bantuan usaha bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM), untuk memperluas lapangan kerja” imbuhnya.</p>
<p>Guna memastikan agar perekonomian warga berkembang, ke depan saat Faida dan Mas Vian terpilih, segera merealisasikan Warung Merah Putih. Di mana, komoditas dagangannya berasal dari hasil pertanian Jember, dengan pengelolaan warung oleh para perempuan.</p>
<p>&#8220;Keberadaan warung Merah Putih, selain untuk aktifitas perekonomian di tingkat RW, bisa jadi titik memastikan distribusi bantuan tersalur ke penerima manfaat secara langsung,&#8221; lanjutnya. <strong>(fai/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126800</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jenazah Korban Covid-19 Disalatkan di Depan TPU</title>
		<link>https://memontum.com/jenazah-korban-covid-19-disalatkan-di-depan-tpu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2020 12:13:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan jombang]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaman covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125950</guid>

					<description><![CDATA[Sempat Terjadi Salah Paham dan Debat Memontum Jember &#8211; Proses pemakaman seorang wanita warga Dusun Krajan, Desa Padomasan, Kecamatan Jombang dilakukan dengan Protokol Covid-19, Minggu (18/10/2020) sore, berlangsung cukup panjang. Penyebabnya, terjadi salah paham antara pihak keluarga dengan tim pemakaman, sehingga mengakibatkan debat terlebih dahulu. Namun, setelah dimediasi, prosesi pemakaman pun berjalan dengan standart protokol [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Sempat Terjadi Salah Paham dan Debat</strong></h3>
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Proses pemakaman seorang wanita warga Dusun Krajan, Desa Padomasan, Kecamatan Jombang dilakukan dengan Protokol Covid-19, Minggu (18/10/2020) sore, berlangsung cukup panjang. Penyebabnya, terjadi salah paham antara pihak keluarga dengan tim pemakaman, sehingga mengakibatkan debat terlebih dahulu.</p>
<p>Namun, setelah dimediasi, prosesi pemakaman pun berjalan dengan standart protokol Covid-19. Sementara jenazah, disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU).</p>
<p>Kapolsek Jombang, Iptu Kusmianto, menjelaskan bahwa adanya perdebatan itu, karena pihak keluarga kurang mendapat informasi perihal kondisi jenazah. Yakni, hasil swab test korban, terkonfirmasi positif covid-19.</p>
<p>&#8220;Sempat terjadi perdebatan antara keluarga dengan petugas saat akan pemakaman. Pemicunya miss komunikasi (salah paham, red) soal kondisi almarhumah yang terkonfirmasi positif Covid-19,&#8221; kata Kusmianto saat dikonfirmasi wartawan seusai pemakaman.</p>
<p>Kusmianto menjelaskan, pihak keluarga ingin pemakaman dilakukan secara umum dan dilakukan prosesi dengan kaidah agama Islam. Bahkan, disalatkan di musala atau masjid setempat.</p>
<p>&#8220;Kami akhirnya menengahi terhadap kesalah-pahaman itu. Alhamdulillah, pihak keluarga dan warga sekitar dapat menerima,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Sehingga, prosesi pemakaman tetap menggunakan protokol Covid-19. Tapi saat disalatkan, posisi jenazah di dalam peti dan berada di dalam mobil ambulans. Sementara untuk warga dan pihak keluarga yang mensalatkan jenazah, posisinya di tengah jalan atau depan pintu masuk TPU.</p>
<p>Sekdes Padomasan, Abdul Khafid mengatakan bahwa terjadinya perdebatan karena kurangnya informasi yang disampaikan pihak rumah sakit dengan pihak keluarga.</p>
<p>&#8220;Almarhumah seorang janda dan memang terjadi miss komunikasi. Penyebabnya karena kurangnya informasi dari pihak rumah sakit kepada keluarga. Jadi, ada salah satu keluarga sempat emosi. Bahkan sampai mau mengangkat sendiri (memakamkan dengan cara normal) jenazah itu,&#8221; ujar Khafid. <strong>(ark/tog/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125950</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
