<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kecamatan pronojiwo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kecamatan-pronojiwo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Jan 2021 07:19:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kecamatan pronojiwo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Semeru Keluarkan Awan Panas Hingga Jarak Luncur 4,5 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/semeru-keluarkan-awan-panas-hingga-jarak-luncur-45-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2021 13:48:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Candipuro]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[gunung semeru]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan pronojiwo]]></category>
		<category><![CDATA[lahar dingin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132232</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Sabtu (16/01) sekitar 17.24. Dalam kejadian kali ini, luncuran awan panas yang dibawa gunung tersebut, lebih jauh dibandingkan saat terjadi lava pijar, pada beberapa waktu lalu. Jika saat lava pijar, abu panas hanya berkisar diangka 3 kilometer. Sementara pada kejadian Sabtu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Sabtu (16/01) sekitar 17.24. Dalam kejadian kali ini, luncuran awan panas yang dibawa gunung tersebut, lebih jauh dibandingkan saat terjadi lava pijar, pada beberapa waktu lalu. </p>



<p>Jika saat lava pijar, abu panas hanya berkisar diangka 3 kilometer. Sementara pada kejadian Sabtu petang ini, awan panas hingga mencapai 4,5 kilometer. Sementara lokasi yang disasar, sesuai jalur kawah Gunung Semeru atau ke Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro dan Desa Curah Koboan, Kecamatan Pronojiwo. </p>



<p>&#8220;Sore ini, jam 17.24 Gunung Semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas,&#8221; kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dalam cuitan di Medsos akun Twitter-nya.</p>



<figure class="wp-block-video aligncenter"><video controls src="https://s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/WhatsApp-Video-2021-01-16-at-20.42.05.mp4"></video></figure>



<p><br>Dari laporan sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara. Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya, diminta agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan. </p>



<p>Dalam hal ini, khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada. Apalagi, musim penghujan yang setiap saat bisa mengakibatkan lahar dingin. </p>



<p>Terkait kejadian Petang ini, pun juga membuat masyarakat Kabupaten Malang, ekstra waspada. Termasuk, untuk wilayah Kecamatan Tirtoyudo dan Kecamatan Ampelgading. </p>



<p>&#8220;Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pos lapangan yang selama ini distandbykan, masih tetap melakukan pemantauan. Sementara, karena abu panas mengarah ke Tenggara, atau sesuai jalur kawah, maka tidak terlalu berdampak ke Kabupaten Malang. Bahkan, teman-teman tetap standby sambil melakukan pemantauan,&#8221; kata Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiyono.<strong> (sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/WhatsApp-Video-2021-01-16-at-20.42.05.mp4" length="218" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132232</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dihajar Hujan, Tebing Pronojiwo Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/dihajar-hujan-tebing-pronojiwo-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2020 07:52:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kab Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Oro-oro Ombo]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Deras]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan pronojiwo]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126799</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Hujan lebat disertai angin yang terjadi di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Lumajang, mengakibatkan tebing setinggi sekitar 15 meter, mengalami longsor, Senin (02/11) dini hari. Beruntung, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban. &#8220;Akibat hujan deras mengakibatkan longsor. Kejadiannya, terjadi sekitar pukul 03.00 an dan berakibat menutupi badan jalan di Dusun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Hujan lebat disertai angin yang terjadi di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Lumajang, mengakibatkan tebing setinggi sekitar 15 meter, mengalami longsor, Senin (02/11) dini hari. Beruntung, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban.</p>
<p>&#8220;Akibat hujan deras mengakibatkan longsor. Kejadiannya, terjadi sekitar pukul 03.00 an dan berakibat menutupi badan jalan di Dusun Sumberbulus, Desa Oro-oro Ombo,&#8221; kata Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Lumajang, Setiawan Purnomo.</p>
<p>Ditambahkannya, pihak BPBD telah mengerahkan tim untuk melakukan penanganan longsor. Bahkan, TNI-Polri dan masyarakat turut membantu proses evakuasi longsor agar segera dapat dilintasi pengendara.</p>
<p>&#8220;Sudah ditangani BPBD, Tagana, Muspika bersama masyarakat. Harapannya, kendaraan roda dua dan roda empat, bisa segera memanfaatkan jalan itu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Masih menurut Setiawan, untuk jalur Piket Nol ada beberapa titik rawan longsor, yang menjadi pantauan BPBD Lumajang. Pihaknya berharap, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan melintas Piket Nol ketika hujan turun.</p>
<p>&#8220;Untuk masyarakat dihimbau ketika terjadi hujan deras, dimohon tidak nekad melintas. Karena, ada beberapa titik rawan longsor. Jadi, jangan memaksakan diri untuk berkendara,&#8221; terangnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126799</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
