<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kedaruratan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kedaruratan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Mar 2025 11:50:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kedaruratan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Kedaruratan dan Beri Kenyamanan, Ribuan Nakes Banyuwangi Disiagakan di Jalur Mudik dan Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-kedaruratan-dan-beri-kenyamanan-ribuan-nakes-banyuwangi-disiagakan-di-jalur-mudik-dan-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 04:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[disiagakan]]></category>
		<category><![CDATA[kedaruratan]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi menyiagakan ribuan tenaga kesehatan (Nakes) yang disiagakan di pos-pos pelayanan kesehatan (Posyankes) di sepanjang jalur mudik dan tempat pariwisata. Pensiagaan sejumlah Nakes yang juga akan bersiaga di beberapa Puskesmas dan rumah sakit yang buka 24 jam, itu akan berlangsung selama masa arus mudik dan libur Lebaran 2025. Bahkan, diketahui total [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi menyiagakan ribuan tenaga kesehatan (Nakes) yang disiagakan di pos-pos pelayanan kesehatan (Posyankes) di sepanjang jalur mudik dan tempat pariwisata. Pensiagaan sejumlah Nakes yang juga akan bersiaga di beberapa Puskesmas dan rumah sakit yang buka 24 jam, itu akan berlangsung selama masa arus mudik dan libur Lebaran 2025.</p>



<p>Bahkan, diketahui total ada sekitar 12 Posyankes, 31 Puskesmas, 13 rumah sakit dan 62 klinik, yang akan bersiaga selama libur Lebaran di Banyuwangi. Sementara layanan, akan buka setiap hari, mulai 28 Maret hingga 8 April 2025.</p>



<p>Selama masa libur Lebaran, layanan di Posyankes disiagakan selama 24 jam. Itu dikarenakan, selain untuk mengantisipasi kedaruratan, Posyankes juga disiapkan untuk menjadi tempat peristirahatan sementara bagi para pemudik atau wisatawan.</p>



<p>“Posyankes ini dilengkapi dengan tenaga dokter, paramedis dan ambulans. Tenaga medisnya diisi oleh dokter dan perawat dari semua, Puskesmas, rumah sakit dan klinik yang ada di Banyuwangi. Kami atur jadwalnya dalam shift, sehingga bisa terus siaga selama 24 jam. Layanan di Pos kesehatan ini tidak dipungut biaya,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (21/03/2025) tadi.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, di setiap Posyankes juga bisa dilakukan konsultasi, pemeriksaan kesehatan, traise dan penanganan awal kegawatdaruratan serta rujukan jika diperlukan. &#8220;Pos kesehatan juga bisa dimanfaatkan untuk penanganan kesehatan ringan, seperti mabuk perjalanan, diare juga stabilisasi pasien kegawatdaruratan sebelum dibawa ke rumah sakit,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain Posyakses, Puskesmas Rawat Jalan yang berlokasi di sepanjang jalan arteri utama seperti Puskesmas Klatak, Sobo, Mojopanggung, Paspan, Kabat, Badean, Gladag, Wonosobo, Gambiran, Jajag, Genteng Kulon, Parijatah Kulon, dan Siliragung, tetap buka mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Selain itu, Unit Gawat Darurat (UGD) di 18 Puskesmas Rawat Inap juga tetap buka 24 jam.</p>



<p>“Di setiap kecamatan, itu ada satu Puskesmas yang mengcover. Sehingga jika ada kejadian, itu bisa ditangani terlebih dahulu di Puskesmas untuk menghindari penumpukan di UGD rumah sakit,” ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, bahwa dari 12 pos kesehatan yang disediakan, sebanyak 8 pos bergabung dengan Pos Pengamanan Mudik (Pospam) dari kepolisian. Lokasi tersebut, berada di sepanjang jalan arteri mulai dari Wongsorejo, Ketapang, Kota Banyuwangi, Licin, Rogojampi, Genteng, Gambiran, dan Kalibaru. Layanan ini akan beroperasi selama 24 jam setiap hari.</p>



<p>&#8220;Untuk 4 pos pelayanan kesehatan lainnya, disiagakan di destinasi wisata dan pemberhentian moda transportasi,&#8221; kata Amir.</p>



<p>Empat pos tersebut, tambahnya, terletak di Pantai Grand Watu Dodol (GWD), Pulau Merah, dan Bandara Banyuwangi. Pos kesehatan ini buka mulai pukul 08.00-14.00. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220480</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Banyuwangi Tinjau 1.200 Warga Terdampak Banjir Rob di Dua Dusun dan Lakukan Langkah Kedaruratan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-tinjau-1-200-warga-terdampak-banjir-rob-di-dua-dusun-dan-lakukan-langkah-kedaruratan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kedaruratan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217810</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Banyuwangi selama sehari pada Minggu (22/12/2024), menyebabkan banjir di sejumlah titik. Diantara lokasi yang terdampak tersebut, adalah Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar. Akibat musibah itu, tidak kurang sekitar 1.200 warga dari Dusun Krajan dan Kabatmantren, terendam air rob dengan ketinggian yang variatif. Merespon kondisi itu, Bupati Banyuwangi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Banyuwangi selama sehari pada Minggu (22/12/2024), menyebabkan banjir di sejumlah titik. Diantara lokasi yang terdampak tersebut, adalah Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar. Akibat musibah itu, tidak kurang sekitar 1.200 warga dari Dusun Krajan dan Kabatmantren, terendam air rob dengan ketinggian yang variatif.</p>



<p>Merespon kondisi itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pun segera melakukan sejumlah tindakan. Dirinya bahkan turun langsung untuk meninjau ke lokasi banjir rob pada Minggu malam.</p>



<p>“Kami ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi untuk segera mengambil tindakan yang tepat,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Sebagai langkah kedaruratan, Bupati Ipuk juga membagikan ribuan nasi siap saji kepada warga yang seharian tidak bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. “Dapur Umum sudah mulai jalan sejak dini hari tadi, atau Senin (23/12/2024), untuk mensuplai makanan siap saji kepada warga yang terdampak,” jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Banjir yang memutuskan jembatan akses menuju ke Pos SPTN II Alas Purwo, Tanjung Pasir, itu terhitung cukup besar. Kawasan yang berbatasan langsung dengan teluk Pangpang dan dialiri Sungai Tojo itu, memang kerap menjadi langganan banjir rob.</p>



<p>“Ini cukup besar selama ini. Yang saya ingat itu, dahulu awal 2.000-an,” ungkap Kepala Desa Wringinputih, Nurhadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun sejak itu, pemerintah terus melakukan sejumlah penanganan. Sehingga secara bertahap, luasan terdampak banjir bisa berkurang.</p>



<p>“Dahulu, sawah yang terendam bisa mencapai 85 hektar. Sekarang, tinggal 52 hektar,” terangnya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk memerintahkan kepada BPBD dan Dinas PU Pengairan Banyuwangi untuk segera melakukan intervensi yang terukur. Diantaranya, dengan normalisasi sungai hingga membuat sudetan.</p>



<p>“Tadi, sudah kita petakan sejumlah solusi untuk pencegahan lebih lanjut. Ada sejumlah usulan. Ini akan kita kaji lebih matang lagi untuk segera bisa diterapkan. Di antaranya, yang terdekat adalah melakukan normalisasi sungai,” papar Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga menyambangi Tukiyah, warga terdampak banjir yang sedang sakit mengidap kanker payudara. Tukiyah harus menjalani kemoterapi secara rutin. “Kami beri motivasi untuk tetap semangat berobat. Biayanya kan sudah ditanggung BPJS, tinggal semangatnya untuk menjalani terapi yang perlu terus dipompa,” paparnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mitigasi Bencana, BPBD Jombang Gelar Seminar Penanggulangan dan Dokumen Rencana Kedaruratan</title>
		<link>https://memontum.com/mitigasi-bencana-bpbd-jombang-gelar-seminar-penanggulangan-dan-dokumen-rencana-kedaruratan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[kedaruratan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[penanggulangan]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, menggelar seminar akhir penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana dan dokumen rencana penanggulangan kedaruratan bencana 2024, di Ruang Soero Kantor Pemkab Jombang, Rabu (11/12/2024) tadi. Kegiatan yang dibuka Asisten 1 Pemkab Jombang, Purwanto, menghadirkan nara sumber Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional (Veteran) Yogyakarta, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, menggelar seminar akhir penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana dan dokumen rencana penanggulangan kedaruratan bencana 2024, di Ruang Soero Kantor Pemkab Jombang, Rabu (11/12/2024) tadi. Kegiatan yang dibuka Asisten 1 Pemkab Jombang, Purwanto, menghadirkan nara sumber Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional (Veteran) Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Asisten 1 Purwanto menyampaikan bahwa bencana alam non alam maupun sosial, merupakan ancaman nyata yang dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan masyarakat. Dampaknya, dapat dirasakan oleh infrastruktur lingkungan hingga sektor ekonomi serta mempengaruhi kesejahteraan masyarakat secara langsung.</p>



<p>&#8220;Seperti yang kita ketahui beberapa waktu ini, Kabupaten Jombang tengah terdampak bencana hidrometeorologi yang telah menimbulkan kerugian di berbagai wilayah. Ancaman ini nyata dan memerlukan kesiapsiagaan serta respon yang cepat dan terkoordinasi,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga memberikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Jombang, seluruh relawan serta pihak terkait yang telah bekerja dengan tanggap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat. &#8220;Saya menyadari bahwa tugas yang diemban ini tidaklah mudah, karena relawan berada di garis depan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana,&#8221; urainya.</p>



<p>Meskipun demikian, ujarnya, tidak boleh hanya berfokus pada respon ketika bencana terjadi. Namun langkah preventif dan perencanaan yang matang, juga jauh lebih penting untuk mengurangi resiko serta kerugian akibat bencana. &#8220;Karena itu, dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) yang telah disusun oleh BPBD Kabupaten Jombang, harus bisa menjadi landasan strategis,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, dukungan ini disusun untuk memberikan panduan yang komprehensif dalam mitigasi kesiapsiagaan respon dan pemulihan bencana. Sehingga, upaya penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan lebih terarah dan efektif.</p>



<p>Di tempat sama, Plt Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, menyampaikan bahwa tujuan mengadakan seminar ini untuk memperkuat sinergitas multi pihak dalam penanggulangan bencana. Sehingga, dokumen yang dihasilkan mampu diimplementasikan secara efektif untuk menciptakan masyarakat tangguh bencana. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217480</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Kondisi Banjir Jarangan, Pj Bupati Pasuruan Utarakan Siap Dorong Kebutuhan Kedaruratan Warga</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-kondisi-banjir-jarangan-pj-bupati-pasuruan-utarakan-siap-dorong-kebutuhan-kedaruratan-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[jarangan,]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kedaruratan]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[utarakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217388</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemkab Pasuruan akan terus mendampingi seluruh warga Kabupaten Pasuruan, yang hingga kini masih kebanjiran. Pernyataan itu disampaikan Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, saat meninjau kondisi banjir di Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Minggu (08/12/2024) tadi. Diuraikannya, seluruh kebutuhan kedaruratan warga terdampak banjir akan terus dicukupi. Mulai dari nasi bungkus, makanan kaleng, air minum, selimut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemkab Pasuruan akan terus mendampingi seluruh warga Kabupaten Pasuruan, yang hingga kini masih kebanjiran. Pernyataan itu disampaikan Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, saat meninjau kondisi banjir di Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Minggu (08/12/2024) tadi.</p>



<p>Diuraikannya, seluruh kebutuhan kedaruratan warga terdampak banjir akan terus dicukupi. Mulai dari nasi bungkus, makanan kaleng, air minum, selimut hingga urusan shelter bagi warga yang memilih meninggalkan rumahnya. Bantuan tersebut bukan hanya dari Kabupaten Pasuruan saja, melainkan juga dari Pemprov Jatim maupun Pemerintah Pusat.</p>



<p>&#8220;Semuanya kami cukupi. Belum lagi bantuan dari Kementerian Sosial, BNPB maupun Pemprov Jatim, dalam hal ini Dinas Sosial dan BPBD Jatim. Semuanya untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan,&#8221; kata Pj Bupati Pasuruan.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, banjir masih menggenangi rumah-rumah penduduk beserta sarana prasarana publik di enam desa di Kecamatan Rejoso. Yakni Kawisrejo, Jarangan, Kedungbako, Sadengrejo, Toyaning dan Desa Arjosari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari desa-desa tersebut, banjir paling parah terjadi di Desa Jarangan, dimana ada 9 ribu jiwa lebih warga di sana yang sampai sekarang masih berjibaku dengan banjir.</p>



<p>Menurut Pj Bupati Nurkholis, Pemerintah telah mendirikan tenda pengungsian bagi warga yang memilih meninggalkan rumahnya. Di sekitar tenda tersebut, juga telah dibangun posko sekaligus dapur umum yang digunakan untuk kebutuhan makan minum warga terdampak banjir.</p>



<p>&#8220;Kami harus pastikan semua kebutuhan warga terdampak banjir terpenuhi. Tenda pengungsian kita bangun beserta dapur umum untuk logistik seperti nasi bungkus, air minum, makanan ringan dan sejenisnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain logistik, Pemkab Pasuruan juga menyiapkan obat-obatan jikalau ada warga yang sangat membutuhkan. Khususnya di lokasi dengan genangan air cukup lama. &#8220;Karena di wilayah Rejoso ini desa yang kebanjiran lumayan banyak dan bisa berhari-hari, maka untuk mencegah terjadinya penyakit kulit, flu dan lainnya, kami sediakan obat-obatan,&#8221; ujarnya. <strong>(pro/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217388</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
